CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PELAYAN


__ADS_3

" Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku mau Jack ? "


" Ini nyonya "


Jack menyerahkan hasil penyelidikan anak buahnya tentang Laila


" Apa-apaan ini... Apa Axel benar-benar sudah gila ?... Bagaimana bisa dia menjadikan seorang wanita miskin, yatim piatu ini menjadi bagian dari keluarga Horrison... Axel ini benar-banar membuat ku naik darah... "


Setelah membaca hasil penyelidikan yang diserahkan oleh Jack, nyonya Alexsandra luar biasa geram. Ternyata Istri Axel ini bukan cuma miskin tapi juga yatim yang dimata nyonya besar Horrison tidak ada harganya sama sekali


Jack hanya dia mendengar nyonya besar mengeluh...


" Lalu siapa ayah dari anak yang di kandung Grace ? " tanya nyonya Alexsandra lagi


" Kalau itu, kita tidak bisa memastikan nyonya sebelum bisa melakukan tes DNA... Tapi dari hasil penyelidikan yang kami dapat, nona Grace hanya berhubungan dengan Tuan Muda Austin 1 tahun belakangan ini "


" Jadi maksud mu kemungkinan besar anak itu adalah anak Austin ? "


" Benar nyonya "


"  Cih... Anak manja itu benar-benar keterlaluan... Jadi selama ini aku sudah dibodohi oleh Grace hahaha " nyonya besar tertawa dengan ekspresi marah


" Jack sekarang dimana si yatim itu berada ? "


" Nona Laila sedang berada di dapur nyonya "


Yaa... Laila memang saat ini ada di dapur karena dia ingin membuatkan kue untuk ibu mertuanya... Laila ingin berjuang agar ibu Axel mau menerima Laila...


" Panggilkan dia Jack "


" Baik nyonya "


Jack pergi dari hadapan nyonya Alexsandra menuju dapur untuk mencari keberadaan Laila


" Nona... Anda dipanggil nyonya Alexsandra "


" Hah... Ibu mencari ku... Aduh ada apa ini... " Laila bermonolog pada dirinya sendiri


" Nonaa... Nonaa... "


" Ehh iyaa maaf "


" Mari ikuti Saya "


Laila patuh dan mengikuti langkah kaki Jack

__ADS_1


" Silahkan nona " ucap Jack saat sudah berada di depan nyonya Alexsandra


" Nyonya mencari Saya ? "


" Yaa... Duduk lah.. "


Laila pun patuh dan mendaratkan bokongnya di sofa... Tapi pergerakan Laila terhenti saat suara bariton nyonya Alexansandra menghentikan gerakan Laila


" Siapa yang menyuruh mu duduk disitu heh ? " ucap nyonya besar


Laila pun menjadi binggung, tadi dia disuruh duduk sekarang saat ingin duduk kenapa dilarang


" Kau tidak pantas duduk di kursi ku yang mewah ini... Bahkan kau jual seluruh organ tubuh mu pun tidak akan mampu membayar harga kursi ini "


Deg....


Seketika jantung Laila berhenti berdetak mendengar perkataan nyonya Alexsandra. Serendah itukah Laila dihadapan ibu Axel...


Walaupun kecewa dan sakit hati dengan perkataan nyonya Alexsandra tapi Laila tetap berusaha tersenyum, lalu dia pun akhirnya memilih untuk duduk di lantai


" Bagus... Kalau kau tau posisi mu disini bahkan lebih rendah dari pada pembantu "


Laila menundukan kepalanya dalam, berusaha menelan semua ucapan ibu dari suaminya... Tapi sekuat apa pun pertahanan Laila, air mata itu akhirnya lolos juga...


Laila menangis dalam diam


" Saya nyonya " kau bawa dia pergi dari hadapan ku dan berikan seragam pelayan untuknya.... Kau ( nyonya Akexsandra menunjuk Laila ) mulai saat ini kau tidak lebih dari seorang pelayan, kerjakan tugas mu sama seperti pelayan yang lain


" Baik nyonya " ucap Laila


Laila hanya bisa pasrah dengan pengaturan yang dibuat oleh nyonya Alexsandra ibu dari suaminya Dion yang sekarang Laila tau nama Dion yang sebenarnya adalah Axel


Axel seorang putra dari penguasa kaya raya dan berpengaruh dalan bidang ekonomi, sedangkan Laila hanya seorang yatim yang miskin dan lagi juga tidak punya pendidikan


Jangankan untuk menikah dengan Axel bahkan untuk menginjakan kakinya di rumah bak istana ini pun meski sebagai pelayan Laila merasa kalau dirinya tidak pantas


" Hikkkss hiikks ( Laila menangis dalam diam ) apa yang harus aku lakukan sekarang, bahkan untuk menjadi pelayan pun aku merasa tidak pantas... Tapi Axel adalah suami ku dan nyonya Alexsanrda adalah ibu dari suami ku... Itu artinya aku harus menghormati beliau sama seperti aku menghormati suami ku... Patuh lah Laila patuh " Laila mencoba menguatkan dirinya sendiri


Jack membawa Laila ke dapur untuk bertemu pak Mun... Jack mengatakan bahwa Laila adalah bagian dari para pelayan dan dia tidak punya hak istimewa apa pun meski pun dia adalahh istri sah Axel


Pak Mun paham... Pak mun menyerahkan seragam pelayan dan meminta Laila bertugas untuk membersihkan seluruh Manshion, mulai dari menyapu, membersihkan debu, mencuci pakaian kotor sampai membersihkan toilet...


Pak mun menjelaskan panjang kali lebar pada Laila... Laila yang memang sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sangat cepat mengerti apa yang dijelaskan oleh pak Mun...


Laila mulai mengerjakan semua yang tadi dikatakan oleh pak Mun... Pak Mun juga memeriksa setiap pekerjaan Laila, dan benar saja Laila bekerja dengan bagus

__ADS_1


" Hei apa istri Tuan muda Axel adalah seorang pelayan, kalau iya... Beruntung sekali wanita ini bisa bersanding dengan Tuan muda Axel  " batin pak Mun


Sore hari sebelum Axel pulang bekerja, Laila sudah merampungkan pekerjaannya... Laila bergegas mandi dan mengganti baju... Laila tidak ingin Axel tau kalau nyonya Alexsandra menjadikan ia pelayan di rumah ini


Laila akan mengubur rapat-rapat masalah ini, biarlah dia menjadi pelayan, tak apa, tak masalah untuk Laila...


Karena jujur Laila merasa kalau dia mencintai suaminya tulus walau pun suaminya bukan orang kaya seperti yang dilihatnya sekarang


Laila memakai bedak tipis dan sedikit memoles bibirnya agar terlihat lebih segar dan cerah... Benar sajaa... Tepat saat Laila selesai Axel datang dan masuk ke kamar mereka


" Mas udah pulang ? "


" Tentu saja... Karena aku merindukan istri ku "


Laila tersipu malu mendengar jawaban Axel


" Hahaha sayang... Kau menggemaskan sekali "


" Mas jangan gitu Laila malu " ucap Laila tertunduk


" Hahahaha.... Cup..." Axel mengecup singkat kening Laila dan Laila pun membalas mencium pungggung tangan Axel


" Mas mau mandi ?  Mau aku siapkan air hangat ? "


" Tentu saja jika kau tidak keberatan "


Laila tersenyum dan pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan keperluan mandi Axel


Karena seharian bekerja sebagai pelayan membuat Laila mengerti dengan pengaturan kamar mandi yang canggih ini... Tentu saja semua serba otomatis dan pak Mun yang sudah mengajari Laila bagaimana cara, letak dan fungsi setiap tombol yang ada disana


" Hei sayang... Bagaimana kau tau cara menggunakan itu ? "


" Tadi pak Mun sudah mengajari ku mas "


" Pak Mun mengajari mu " Axel menaikan satu alisnya heran


Laila diam, dia mengatur kata-kata yang tepat agar Axel tidak curiga


" Iyaa tadi aku meminta pak Mun untuk mengajari aku menggunakan benda ini karena aku ingin melayani suami ku dengan baik " ucap Laila sambil tersenyum


Axel yang mendengar penjelasan Laila tersenyum dengan senang tanpa sedikit pun menaruh curiga


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...

__ADS_1


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻


__ADS_2