
Pagi ini Austin benar-benar memboyong Lula ke apartemennya
" Maaf ini mungkin akan sedikit berantakan " ucap Austin saat dia membuka pintu apartemennya
Begitu masuk ke dalam apartemen Lula keget bukan main, " ini sih bukannya sedikit tapi sangat berantakan " batin Lula
Tapi Lula tetap berusaha tersenyum seolah dia tidak masalah dengan keadaan ini
" Kau beristirahatlah, kamar mu ada disebelah sana " ucap Austin menunjuk sebuah kamar yang dekat dengan dapur
Merasa kalau dia harus menarik perhatian Austin Lula lalu berkata " hhmm tidak, aku sudah cukup beristirahat tadi malam... Sekarang aku akan membantu merapikan apertemen ini "
" Hahahah... Baiklah kalau begitu... Aku akan berangkat kerja dulu "
Lula pun mengangguk sambil tersenyum tapi dalam hatinya " cih siapa juga yang sudi membersihkan tempat ini, nanti kuku ku jadi rusak "
Austin pun pergi lagi dari apartemennya untuk pergi ke kantor...
Austin sebenarnya sangat malas untuk pergi bekerja hari ini, namun Austin merasa kalau perusahaan Horrisan juga merupakan bagian dari dirinya
Perusahaan itu tidak diwariskan seluruhnya untuk kakaknya Axel tapi juga diwariskan untuknya, karena itulah Austin tetap akan pergi bekerja agar bisa mempertahankan posisinya saat ini walaupun masih jauh di bawah Axel
Axel berangkat ke kantor hari ini dengan mengunakan kemeja sederhana seperti kemaren, stelan kerja yang sebenarnya sudah Lucas siapkan di dalam ruangan kerja Axel tepat seperti kemaren
Axel menenteng 2 paper bag berisi bekal makan untuknya dan juga Lucas... Ada sedikit ketidak relaan di hati Axel... Mengapa Laila juga menyiapkan makanan untuk Lucas... Apa Laila menyukai Lucas atau malah Lucas yang diam-diam menggoda Laila selama ini... Dan seperti itulah pikiran seorang Axel yang sudah terlanjur posesif pada istrinya
" Lucas "
" Ya Tuan "
" Tadi istri ku memberikan bekal makanan untuk mu "
" Terimakasih Tuan "
" Tapi karena kau sudah sarapan, jadi bekal ini tidak jadi aku berikan pada mu " ucap Axel dingin
" Dari mana Anda tau kalau Saya sudah makan Tuan, padahal Saya sangat berharap bisa makan masakan nyonya yang enak hiks hiks " Lucas bermonolog pada dirinya sendiri
" Lucas... Apa kau sering bertemu istri ku di belakang ku ? "
" Tidak Tuan... Saya hanya bertemu nyonya sebanyak 3 kali, yaitu saat Tuan memberitahu Saya kalau tuan sudah menikah, malam saat kita pulang dari kantor, dan yang terakhir pagi ini "
__ADS_1
" Kau yakin tidak mengamati istri ku diam-diam ? "
" Ya tuhannnn pertanyaan macam apa ini ? " batin Lucas
" Jawab " Axel sedikit meninggikan suaranya
" Maaf Tuan, mengapa Anda bisa berpikir seperti itu ? "
" Karena istri ku sangat perhatian pada mu... Kenapa dia juga membuatkan mu bekal... Harusnya bekal ini cuma dibuat untuk orang yang sangat spesial di hidupnya yaitu aku... Mengapa kau juga dapat bekal... Apa kau juga orang spesial untuk istri ku ? "
" Astaga Tuan jadi ini cuma perkara bekal ? " Jawab Lucas sedikit melongo
" Cumaa kau bilang cuma... Kau jangan macam-macam dengan ku Lucas kau mau aku pecat hah ? "
" Tidak Tuan, Saya masih ingin bekerja dengan Anda "
" Kalau kau masih ingin bekerja dengan ku, lalu mengapa kau diam-diam menyukai istri ku "
" Saya tidak menyukai nyonya Tuan "
" Jadi kau membenci istri ku... Kurang ajaar kau, membenci istri ku sama saja artinya mencari masalah dengan ku "
Lucas tambah melongo dibuatnya, ini mengapa jadi seperti ini cuma perkara bekal Lucas harus dibuat pusing pagi-pagi buta
" Lalu mengapa dia juga membuatkan bekal untuk mu ? "
" Itu karena, nyonya Laila orangnya sangat baik hati dan dermawan Tuan sehingga beliau mau berbagi dengan Saya yang hina ini "
Axel menaikan ujung alisnya dan kemudian tertawa " hahahaa... Kau benar Lucas istri ku itu memang sangat baik dan kau itu memang orang yang hina hahahaha"
" Nah karena sifat nyonya yang baik dan dermawan itulah mengapa Saya mendapatkan jatah bekal dari beliau... Hehehe "
" Jadi kau benar tidak macam-macam di belakang ku ? "
" Ampun Tuan, mana Saya berani melakukan itu "
" Bagus, karena jika itu terjadi nyawa mu taruhannya "
" Jadi apakah bekal itu bisa Saya miliki lagi tuan "
Buuk
__ADS_1
Axel melemparkan bantal kecil yang ada di dalam mobil ke arah Lucas
" Jangan bermimpi kamu, bekal ini milik ku "
" Yeallah Tuan pelit amat " batin Lucas
" Apa tadi kau mengutuk ku ? "
" Tidak Tuan... Mana Saya berani " ucap Lucas padahal dalam hati Lucas teramat sangat kesal dan jika bisa ingin sekali dia membalas caci maki Tuannya tapi apa daya dia hanyalah seoarang bawahan... Jadi yaa sudah pasrah saja lah 😄
" Nyonya Saya harap Anda tidak membawakan bekal apapun lagi untuk Saya, karena beruang penjaga Anda membuat Saya naik darah... Bisa-bisa Saya terkena Stoke kalau begini setiap pagi " Lucas terus bermonolog padi dirinya
" Lucas... Kau cari dimana keberadaan adik Laila... Laila bilang dia tidak pulang semalaman "
" Baik Tuan "
Tak Lama setelah itu mobil yang ditumpangi Axel sampai di depan kantor megah milik keluarga Horrison dan bersamaan dengan itu Austin juga baru saja keluar dari dalam mobilnya
Axel menatap sebentar ke arah Austin dan Austin pun membalas tatapan kakaknya... Namun tak satu pun diantara mereka yang bicara
Axel melajukan langkahnya diikuti oleh Lucas dan Austin pun juga melangkahkan kaki menuju ke ruangaannya di lantai atas... Lantai yang sama dengan ruangan Axel...
Para pegawai yang melihat dua orang petinggi yang berjalan beriringan segera membungkukkan badan dan memberi hormat
Sementara itu, di Apertemen Lula sedang duduk bersantai dengan sebuah ponsel di tangannya
Yaa... Tepat saat Lula akan keluar untuk membeli makan, ada seorang wanita paruh baya sedang membersihkan lantai di apertemen ini
Lula lalu memanggilnya dan meminta agar dia mau memberisihakan seluruh kekacaaun yang dibuat Austin
Awalnya wanita itu menolak tapi Lula membayarnya dengan sangat mahal sehingga wanita itu bersedia menuruti permintaan Laila
Wanita itu membersihkan seluruh apartemen, sejujurnya dia sangat lelah... Lula bahkan tidak memberikannya Air untuk minum
Akhirnya setelah 5 jam bergelut dengan debu, apartemen ini bersih bagai kediaman seorang raja
" Woow " ucap Lula puas dengan hasil kerja wanita itu
Lula lalu melemparkan uang kehadapan wanita itu dan berkata " cepatlah pergi dasar tidak berguna "
Lula memvideo apatemen yang sudah bersih itu dan mengirimkannya kepada Austin
__ADS_1
Austin tersenyum senang melihat apartemen sudah rapi, " aku memang tidak salah membawanya bersama ku, ternyata dia berguna juga " gumam Austin
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=