CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
RUMPUT LIAR


__ADS_3

"Makanlah yang banyak supaya kau sehat" ucap Axel sambari mengusap lembut perut Laila


"Apa kita langsung berangkat ke kampung halaman ku setelah makan?"


"Yaa sayang, kita akan kesana setelah kau selesai menghabiskan makanan mu"


"Mas makasih kau yang terbaik"


"Eettts tapi jangan lupa ini semua tidak gratis"


"Iyaa mas ku sayang aku paham hehehe" Laila nyengir


Makan pagi yang amat sangat terlambat itu pun selesai. Axel dan Laila pun segera berangkat ke tempat dimana bu Lastri dimakamkan, Laila sangat senang sekali karena memang sudah sangat lama Laila tidak pernah lagi berkunjung ke makam ibunya


Laila juga membawa banyak sekali oleh-oleh dan tentu saja itu akan ia serahkan pada paman Soleh kakak dari bu Lastri. Tentu saja Laila masih ingat dengan baik pertolongan sang paman saat Laila seperti orang linglung yang tidak punya tempat tujuan. Dibuang dan diusir oleh orang-orang yang Laila cintai dan tentu saja rasa sakit itu masih membekas tapi Laila lebih memilih memaafkan tanpa menyimpan dendam


Sampai saat ini pun jika Lula datang dan meminta maaf pada Laila maka Laila akan dengan senang hati memaafkan Lula. Laila pun juga akan dengan senang hati untuk menjadikan Lula sebagai adik kecil kesayangan nya seperti itulah dulu Laila memperlakukan Lula sampai Lula membalas semua kebaikan Laila dengan pisau belati yang tepat menancap di jantung hingga membuat dunia Laila runtuh seketika


Singkat cerita Axel dan Laila kini telah sampai di kampung halaman Laila setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam lamanya.


"Apa kita akan menginap?"


"Itu terserah pada mu sayang, kau ratunya disini"


"Iissh kau ini selalu saja membuat ku tidak bisa berkata apa-apa"


"Hehehe (Axel nyengir), kita akan kemana dulu sayang, ke tempat paman mu dulu atau langsung ke makam ibu?"


"Kita langsung ke makam ibu saja, setelah itu kita mampir sebentar ke rumah paman dan kita langsung pulang"


"Kau yakin tidak ingin menginap?"


"Ada terlalu banyak kenangan pahit di kampung itu Axel, aku tidak mau terlalu lama ada disana"


"Baik lah sayang jika itu mau mu"


Tanpa terasa air mata Laila pun mulai jatuh seiring dengan semakin dekat langkahnya di pusara makam sang ibu


"Hiikkkss hhiikkksss"


Tangis Laila pecah dan dia pun langsung tersungkur atas batu nisan bu Lastri


"Ibuu.. Maafkan Laila bu, Laila tidak bisa menjaga ibu hiks hiks"


Laila terus saja menangis menumpah segala kerinduan yang telah lama Laila simpan seorang diri


Axel terus saja memeluk Laila dan memberikan kekuatan untuk sang istri seolah berkata tidak apa semua akan baik-baik saja. Axel dengan sabar membelai lembut bahu sang istri agar dia berhenti menangis. Tapi tetap saja Laila terlampau teramat sedih hingga isakan tangisnya tidak bisa berhenti untuk keluar

__ADS_1


"Sayang sudah lah... Ibu akan bersrdih jika melihat mu seperti ini"


"Aku ini memang anak tidak berguna Axel, aku tidak pernah membuat ibu bahagia"


"Hey siapa yang mengatakan itu? buang jauh pikiran itu sayang... Ibu itu bahagia jika kau hidup dengan baik"


"Benarkah seperti itu?"


"Hhnm tentu saja, jadi sekarang berhenti lah menangis lalu tersenyum lah agar ibu turut bahagia melihat mu di atas sana"


Laila pun teringat dengan mimpi yang dia alami semalam. Seolah mimpi itu adalah nyata Laila pun percaya kalau ibunya saat ini memang tengah melihatnya


Laila pun tersenyum dan menatap wajah Axel dalam.


"Ayo kita pulang sayang" ajak Axel


Laila pun mengangguk patuh. Dengan berat hati Laila terpaksa harus pergi lagi dari sana, setelah selesai memanjatkan doa Laila pun menebarkan bunga diatas pusara makam ibunya lalu Laila menyiramkan air doa yang sudah dia baca, terakhir Laila kembali mencium nisan sang ibu barulah Laila dan Axel benar-benar pergi dari sana


"Tempat paman mu ada di desa sebelah kah?"


"Yaa mas, itu juga desa tempat kelahiran ku"


"Benarkah... Lalu kenapa ibu mu dimakamkan disini?"


Mendengar pertanyaan Axel, Laila pun terkenang kembali dengan kepahitan hidupnya selama berada di desa sebelah. Tentang bagaimana dia merawat Lula semenjak dia berusia 5 tahun sampai dia yang harus menjadi tulang punggung keluarga pada saat masih beranjak remaja


"Axel, banyak sekali luka dibalik pertanyaan mu itu. Apakah boleh aku tidak menjawabnya?"


"Yaa sayang, jangan kau jawab jika itu melukai perasaan mu"


Axel kembali membawa Laila masuk dalam pelukannya. Axel pun dapat merasakan banyak nya luka yang Laila pendam. Ada kemarahan di hati Axel saat ini, jika saja waktu bisa diputar Axel ingin kembali ke masa lalu dan menarik Laila dari semua kenangan buruknya


Axel pun mengetik sebuah pesan untuk Lucas agar Lucas menyelidiki tentang masa kecil Laila. Axel ingin tau apa sebenarnya yang terjadi hingga membuat Laila benar-benar terluka. Axel tau selama ini pasti Laila selalu menyimpan semua luka dan rasa sakitnya sendiri


Axel bertekad agar Laila bahagia, Laila nya harus bahagia. Tidak ada yang boleh melukai istrinya atau Axel akan membuat orang itu hancur berkeping keping. Axel berjanji akan mengubur semua masa lalu pahit yang Laila alami dan menggantikan itu semua dengan kenangan indah bersama ia dan anak-anak nya kelak


Jujur saja hati Axel pun sakit dan terluka saat melihat istrinya meratapi kenangan pahit yang dia miliki. Begitu besar perasaan sayang dan cinta Axel untuk Laila bahkan tanpa Laila berkata dia sakit pun Axel akan selalu bersedia untuk menjadi yang terdepan untuk membalut luka itu. Itu adalah jalan cinta ku batin Axel


"Yang mana rumah paman mu sayang?"


"Di ujung mas, rumah dengan cat hijau"


Sang supir yang mengantarkan perjalanan Axel dan Laila pun paham hingga mobil tepat berhenti di depan sebuah rumah sederhana bercat hijau


Warga yang melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah pak Soleh pun mulai kepo dan mulai berbisik bisik ria.


"Eehh ehh ada mobil mewah"

__ADS_1


"Gilaaa mobilnya kinclong banget"


"Ho oh mobil siapa yaa"


Kurang lebih seperti itulah kekepoan ibu-ibu yang ada disana


Dan begitu melihat Laila turun bersama Axel warga kepo pun kembali berbisik, ada yang bilang kalau wanita yang hamil itu adalah Keyla anak pak Soleh karena Keyla bekerja di luar negeri jadi wajar kalau Keyla mendapatkan suami bule begitu pikir mereka


Namun tidak sedikit juga yang menerka kalau itu adalah Laila. Karena Laila dan Keyla itu walau pun terlihat sangat mirip namun Laila jauh lebih cantik juga perawakannya pun lebih berisi dari pada Keyla


"Cih apa iya itu Laila anaknya bu Lastri"


"Masa iyaa si yatim itu  dapat suami model begitu... Beruntung banget itu anak"


Begitu lah rumput tetangga selalu bergunjing jika diterpa angin. Laila dan Axel pun sebenarnya juga mendengar bisik bisik itu dan Laila memilih untuk acuh dan tidak perduli


Lain halnya dengan Axel. Hati Axel seketika bagai disiram oleh api neraka, begitu panas mendengar gunjingan orang tentang istrinya ingin sekali rasanya Axel menghadiahi mereka semua dengan bogem mentah. Untung saja saat ini Axel tidak ingin membuat keributan karena tidak ingin melihat Laila bersedih


"Cih tunggu saja kalian rumput tetangga liar, aku akan membuat mulut kalian semua bahkan tidak lagi bisa terbuka" batin Axel


Tok tok tok


"Assalamualaikum paman"


"Walaikumsalam" ucap pak Soleh sembari membukakan pintu


"Loh Laila... Kamu Laila kan?"


"Iyaa paman"


"Subhanallah, masuk laa ayo masuk... Paman senang sekali kamu datang berkunjung ke tempat paman"


Sementara diluar rumah pak Soleh rumput tetangga liar semakin bergosip ria membuat telinga Axel teramat sangat panas mendengarnya. Ingin rasanya sekarang Axel mengamuk dan memotong rumput tetangga itu hingga rata dengan tanah


"Hah benar ternyata Laila yang datang"


"Gila dapat ilmu pelet dari mana tu anak datang-datang bawa bule"


"Iyaa, gak mungkin banget orang jelek kek gitu mana gak sekolah pula masa iya dapat suami tajir melintir kayak gitu"


"Iyaa itu mah fix pasti pakai pelet"


"Palingan juga dia juual diri di kota yaa kan bu ibu"


Axel benar-benar sudah tidak tahan.... Hati nya sudah membara sampai ke ubun-ubun


"Astaaagaaa.... Ingin rasanya aku ambil kunci inggris dan ku tarik lidah mereka satu-satu lalu aku pelintir sampai mereka tak bisa bicara" batin Axel

__ADS_1


__ADS_2