CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
TABIR KEPALSUAN


__ADS_3

"Kau salah Saras, Ciko sudah punya seorang anak dan usia nya sudah 2 tahun"


"Apaaa"


"Lihat lah ini"


Laila menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat. Saras pun menerima itu lalu mulai membuka isi dari amplop tersebut


Dengan dada yang berdegup kencang dan hati yang bergetar hebat, Saras berusaha untuk tidak menangis dan membuka lembaran demi lembaran foto yang ada di dalam amplop tadi


"Gaak... Ini gak mungkin... Ini pasti bohong... Ciko itu cuma di fitnah... Foto ini pasti cuma rekayasa"


"Tenang lah Saras, coba kau minum dulu teh milik mu"


Saras pun patuh, dia meminun teh miliknya walau pun cuma satu teguk kemudian menarik nafas dalam dan mencoba untuk menenangkan diri


"Dengarkan aku Saras, jika saja Ciko tidak bahagia dengan pernikahan nya lalu kenapa sampai saat ini dia tidak bisa meninggalkan istri nya dan memilih bersama mu. Hubungan mu dengan Ciko sudah terjalin sembilan tahun lamanya namun ditengah jalan hubungan mu kandas karena Ciko dijodohkan oleh orang tua nya dengan wanita lain. Mungkin benar saat itu Ciko tidak memiliki rasa pada wanita yang dijodohkan dengan nya, tapi Saras lihat lah  sekarang ada seorang anak yang hadir di tengah-tengah mereka. Itulah sebab nya mengapa Ciko tidak dapat memberi mu kepastian, karena dia tidak mungkin meninggalkan istri dan anak nya sekarang walau pun tidak ada cinta diantara mereka"


"Gak laa, itu gak mungkin... Ciko bilang dia hanya ingin bersama ku"


"Itu berarti Ciko serakah, dia tidak mau kau pergi meninggalkan nya tapi dia juga tidak bisa meninggalkan wanita yang saat ini menjadi ibu dari anak nya"


"Hiikss hikks hiikks"


Saras menangis tersedu, dia menutup wajah dengan kedua tangan.


"Gak laa, aku tidak percaya Ciko berbuat seperti itu"


Laila tidak menjawab, Laila mendekat ke arah Saras kemudian memberikan sebuah pelukan untuk sahabat nya ini, bagaimana pun juga tabir kepalsuan ini harus diuangkap walau pun sangat menyakitkan untuk Saras. Begitulah pikir Laila


"Hapus lah air mata mu, kau akan hilang muka dihadapan semua pegawai mu... Sekarang ayo kita keluar sebentar"


"Kemana?"


"Kau akan tau nanti"


Saras pun mengikuti langkah kaki Laila dan pergi meninggalkan hotel


Di dalam mobil Laila menyerahkan sebuah alamat kepada supir nya. Supir Laila pun meneriman alamat tersebut dan mengangguk

__ADS_1


Tidak tau Laila akan membawa Saras kemana. Saras sama sekali tidak punya banyangan, di dalam benak Saras hanya ada kegundahan tentang mau dibawa kemana lagi hubungan yang sudah ia rajut selama sembilan tahun lamanya


Sempat memutuskan untuk berpisah karena Ciko menikah dengan wanita lain tapi Ciko tetap mengejar Saras, memohon dan meminta pengampunan dari Saras. Ciko berjanji bawha dia akan segera meninggalkan istri nya karena Ciko sama sekali tidak pernah mencintai wanita itu hingga akhirnya Saras menyerah dan kembali lagi ke pelukan Ciko


Saras menyembunyikan fakta dari kedua orang tua nya juga teman-teman nya bahwa Ciko telah menikah, yang orang lain tau hanya lah Ciko adalah tunangan dari Saras


Hari hari berlalu hingga tahun pun berganti Ciko juga tidak kunjung berpisah dengan istrinya. Jujur Saras pun mulai lelah namun rasa cinta nya pada Ciko membuat Saras mampu bertahan sampai sejauh ini


Lalu apakah pertahanan Saras harus kandas, harus kah dia benar-benar merelakan Ciko entah lah Saras bingung tidak tau harus berbuat apa


Hingga kurang lebih sekitar 35 menit menempuh perjalanan, kini mobil mewah Laila telah memasuki sebuah komplek perumahan cluster minimalis dan mobil Laila berhenti tepat diseberang rumah dengan cat berwarna biru namun tidak menggunakan pagar


Saras bingung untuk apa Laila berhenti disini namun sedetik kemudian seorang anak kecil berlari keluar dari rumah tersebut lalu kemudian seorang ayah pun datang dan mengejar nya


Ayah dan anak itu bermain, berlari dan tertawa bersama sungguh pemandangan yang indah untuk ukuran keluarga bahagia


Tapi tidak untuk Saras, Saras menangis, marah, kesal, putus asa, semua rasa terburuk di hati nya bercampur menjadi satu melihat tawa bahagia ayah dan anak tersebut


Yaa itu adalah Ciko dan anak perempuannya yang hampir berusia dua tahun. Saras ingin keluar dari mobil Laila dan bermaksud untuk melabrak Ciko namun tangan nya di tahan oleh Laila


"Redam lah amarah mu Saras, jangan kau lukai hati seorang anak yang tidak berdosa"


"Aku akan membuat perhitungan dengan laki-laki itu, jangan halangi aku"


"Tidak Saras, tidak sekarang... Lihat lah dia sedang bermain dengan anak nya. Jangan buat anak itu trauma dan membenci ayah nya hanya karena kebodohan yang dibuat oleh orang tua nya"


"Jadi aku harus apa laa... Aku harus apa??? Huuuaa hhuuuaaa"


Saras menangis sejadi-jadinya dan menjatuhkan diri dipelukan Laila. Laila pun memeluk Saras dengan kuat, membelai nya dengan penuh kelembutan


"Kenapa laa, kenapa Ciko tega banget sama gue, selama ini gue kurang apa sama dia hikkss hiikkss hiiikks"


Laila tidak menjawab... Laila membiarkan saja Saras mengeluarkan semua amarah di hati nya dan membiarkan Saras mengeluarkan sumpah serapah dan caci makinya untuk Ciko


"Jalan pak" perintah Laila pada supir nya


Sang supir pun patuh dan mobil mewah itu pun pergi dari komplek perumahan sederhana itu


"Kita mau kemana lagi nyonya?"

__ADS_1


"Kita pulang ke manshion"


"Baik nyonya"


Saras masih menangis... Dia membenamkan wajah nya dipangkuan Laila sampai dres yang Laila pakai pun menjadi basah karena banjir akan air mata


Tentu saja sangat menyakitkan bagi Saras karena sembilan tahun menjalin hubungan itu bukan lah waktu yang sebentar. Banyak luka yang harus Saras dapatkan karena harus menunggu Ciko yang telah sah menjadi suami orang lain


Pada akhirnya kenyataan pahit juga yang Saras terima sebagai balasan dari penantian nya. Kini Saras merasa kalau diri nya benar-benar sudah tidak berharga, dia bahkan telah menyerahkan keperawanan nya untuk Ciko. Tapi inikah balasan Ciko, mengapa semua begitu sulit untuk Saras, Saras merasa sudah tidak berguna hidup di dunia ini. Kini dia seperti mahkluk tak bernyawa seolah semua sudah melayang pergi bersama harapan nya dengan Ciko


Sesampainya di manshion, Laila menuntun Saras untuk masuk dan membawanya pergi ke taman balakang


Saras pun duduk di gajebo di tengah taman dengan view yang menghadap langsung dengan kebun bunga mawar dan lily milik Laila


Indah dimata Saras melihat bunga-bunga itu bermekaran berbanding terbalik dengan hati nya yang remuk. Laila meninggalkan Saras sebentar disana sedangkan dia pergi ke kamar untuk mengganti baju yang basah karena ulah Saras


Laila meminta pelayan untuk menyiapkan cemilan untuk mereka dan meminta Saidah untuk mengawasi Saras sebentar. Takut nya Saras hilang akal dan melakukan hal nekat


Drrtt drtt drrrtt 


Ponsel Saras bergetar dan itu adalah panggilan dari Ciko


"Cih bajingan"


Saras langsung menon aktifkan ponsel nya kemudian melemparkan itu ke tanah lalu menginjak injak ponsel itu hingga remuk tak berbentuk kemudian Saras melemparkan ponsel itu kesembarang arah sembari berteriak


"BAJINGAAAANNNN PERGI KAU KE NERAKA..... AKU MEMBENCI MU CIKO BRENGSEEEEEEEKKKKK"


"Ya Allah ras, salah apa sih itu hp sampai harus remuk kayak gitu"


Saras tersenyum kecut "maaf kan aku laa karena sudah mengotori manshion mu"


"Tidak apa jika kau ingin mendaur ulang manshion ku pun tak masalah, waktu dan tempat akan aku sediakan"


Akhirnya Saras pun tersenyum tipis. Tentu saja itu adalah senyum penuh luka dari Saras


Cemilan pun datang, beberapa potong ayam goreng, buah-buahan dan beberapa makanan manis sudah ada dihadapan mereka. Saras pun memakan makanan itu seolah dia sudah tidak makan selama bertahun tahun. Jika patah hati membuat seseorang tidak berselera makan itu tidak berlaku untuk Saras, dia justru memakan semua itu dengan rakus sebagai pelampiasan dari amarah nya.


Saras mengunyah ngunyah ayam goreng seolah dia sedang mencincang Ciko dan menggigit kasar apel seolah dia sedang memakan Ciko utuh-utuh, itulah ekspektasi Saras sekarang

__ADS_1


__ADS_2