CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
PANTI ASUHAN


__ADS_3

"Selamat siang" ucap Laila


"Selamat siang nona"


"Ibu mau kemana ?"


"Tadinya kami mau pulang ke panti asuhan tapi kami belum dapat tumpangan jadi jalan kaki kesini"


"Ini kardus apa bu, koq kayaknya berat banget ?" ucap Ratu menimpali


"Ohh kardus ini isinya seragam sekolah untuk anak-anak di panti asuhan kami, kebetulan tadi dapat sumbangan dari para dermawan"


"Memang pantinya dimana bu ?"


"Ada di jalan KLM"


"Waduuhh itu mah jauh banget, itu masuk perbatasan kan yaa ?" ucap Ratu lagi


"Yaa udah kalau gitu biar kita yang antar" ucap Laila


"Jangan gak usah non nanti malah merepotkan"


"Gak repot koq bu... Ayo kita ke mobil Saya nanti kita antar sampai tujuan"


"Wahh terimaksih kalian baik sekali"


"Nama ibu siapa ?"


"Saya Eva dan ini namanya Susi kalau yang ini Tasya"


"Iyaa bu kenalkan kalau nama Saya Laila dan ini sahabat Saya Ratu"


Akhirnya Laila juga Ratu pun mengantar bu Eva dan 2 anak asuhnya untuk pulang ke panti asuhan. Tapi saat dijalan tiba-tiba Ratu mendapat kabar dari manager nya bahwa ada kontrak yang bermasalah dan harus segera diselesaikan


"Kamu yakin gak mau aku antar ?"


"Gak usah laa, aku turun disini ajaa... Ntar malah kamu yang kemalaman nganter bu Eva"


"Yaa udah kamu hati-hati"


"Kamu juga hati-hati"


Ratu pun turun di tengah jalan dan menunggu jemputan dari manager nya.


"Maaf non Laila, Saya jadi merepotkan"


"Jangan panggil non bu, panggil Laila saja"


Laila pun tersenyum hangat dan di balas dengan senyum hangat pula dari bu Eva.


"Ibu sudah lama mengasuh panti itu ?"

__ADS_1


"Iyaa... Sejak bapak Saya meninggal 7 tahun yang lalu, Saya menggantikan beliau untuk mengasuh anak yatim yang ada disana"


"Berapa anak yatim bu yang ibu asuh ?"


"Total semuanya ada 37 orang dan 2 diantaranya ada yang masih bayi"


"Loh, koq bisa ?"


"Iyaa bayi itu Saya temukan di depan panti asuhan, satu Saya temukan 2 minggu yang lalu dan yang satu lagi Saya temukan 3 hari yang lalu"


"Astagfirullah, koq ada yang tega membuang bayi tidak berdosa"


"Yaa namanya manusia, kita tidak tau bagaimana hati mereka ?"


"Jadi selama ini bagaimana ibu mengelola panti tersebut...? Emm sebelumnya maaf jika Saya lancang bertanya"


"Tidak apa laa... Selama ini panti itu bisa bertahan karena dukungan dana dari para donatur, tapi sudah 2 tahun belakangan ini panti kami mengalami kesulitan. Para donatur itu sudah tidak lagi rutin memberikan sumbangan sehingga tidak jarang anak panti turun ke jalan untuk meminta sumbangan"


"Apa anak panti itu bisa bersekolah"


"Alhamdulilah la, mereka semua bersekolah... Dan mereka yang sudah mulai beranjak dewasa bahkan ada yang sudah bekerja paruh waktu dan membantu adik-adik mereka yang lain"


Bu Eva dan Laila asik berbincang tanpa mereka sadari saat ini mobil yang mereka tumpangi telah masuk ke dalam area jalan yang sempit dengan aspal yang sudah mulai koyak disana sini


"Pak supir nanti lurus saja ke depan, panti kami ada di ujung jalan ini"


"Baik bu"


Bukan tanpa alasan Laila menangis, panti asuhan itu seperti bangunan yang tidak terawat, banyak sekali lumut yang mewarnai dinding, dan beberapa diantaranya seperti sudah retak. Atapnya pun sudah sangat tidak layak karena beberapa seng disana bahkan sudah ada yang menari-nari jika tertiup angin


Bagaimana pun Laila dulu juga pernah hidup susah, Laila tidak bisa membayangkan bagaimana nasib 37 anak panti disini untuk bertahan hidup


"Ayoo Laa masuk dulu, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan"


Benar saja, tepat saat bu Eva menyelesaikan kalimatnya hujan tiba-tiba turun dengan sangat lebat membuat Laila dan yang lain berlari menuju panti, masuk untuk berteduh


Saat masuk ke dalam panti pun, mata Laila tidak bisa berhenti mengamati sekitar. Tidak jauh beda dengan tampilan bangunan panti dari Luar, di dalamnya pun juga tidak kalah memprihatinkan... Anak-anak panti itu tidak punya tempat tidur yang layak, bahkan selimut yang kecil pun harus mereka bagi untuk 3 anak


"Yaa Allah, kasihan sekali mereka" batin Laila


Huuaaa hhuuaa huuuaa


"Bu Eva ini Amar dari tadi nangis terus"


Ucap salah seorang anak panti sambil menggendong seorang bayi. Bu Eva pun langsung mengambil alih dan membawa bayi itu ke dalam gendongannya.


"Apa ini bayi yang ibu bilang tadi ?"


"Iyaa, ini Saya beri nama Amar. Saat di temukan tidak ada satu pesan atau tanda yang diberikan oleh orang tuanya. Jadi Saya berikan saja dia nama Amar, dia adalah bayi yang saya temukan 3 hari yang lalu"


"Astagfirullah, tega sekali orang tua yang menelantarkan bayi tidak berdosa seperti ini" batin Laila

__ADS_1


"Bu.. Apa Saya boleh menggendongnya ?"


"Tentu saja"


Laila pun membawa Amar ke dalam pangkuannya dan tanpa di duga tiba-tiba Amar langsung berhenti menangis


"Wah koq Amar jadi anteng sama kamu La ?"


"Hee gak tau bu, mungkin Amar merasa nyaman"


"Kamu telaten sekali laa menggendong bayi, apa kamu sudah menikah ?"


"Iyaa bu, Saya sudah menikah dan anak saya sudah berumur 5 tahun. Saat ini Saya juga tengah mengandung anak ke dua kami"


"Wahh selamat yaa Laa, semoga kalian sehat dan selamat sampai lahiran nanti"


"Aminnn"


Di tempat Lain Axel baru saja selesai dengan hiruk pikuk pekerjaannya. Axel sangat lelah, dia sangat ingin bertemu dengan Laila dan bermanja di pangkuan sang istri


Saidah yang melihat kedatangan Tuan Axel pun mendadak menjadi panik pasalnya Laila sampai saat ini belum pulang dan nomer Laila atau pun supirnya saat ini tidak bisa dihubungi sedangkan Ratu yang tadi pergi bersama Laila kini tengah bersama dengan Tuan Austin.


"Astaagaa aku harus bagaimana ?" Batin Saida bingung


"Saidah, apa nyonya Laila di kamar ?"


Jleeeeb... Akhirnya yang di takutkan Saidah pun terjadi. Axel melihat wajah Saidah yang tidak biasa pun menjadi tidak karuan apa terjadi sesuatu dengan Laila pikir Axel


"Ada apa, apa terjadi sesuatu ?"


"Maaf Tuan.. Anu..."


"Apa cepat katakan" ucap Axel tegas membuat Saidah merasa semakin terintimidasi


"Maaf Tuan, nyonya Laila belum pulang ke Manshion"


"Apaa... Kemana dia ?"


"Tadi nyonya bilang cuma mau ke taman dengan non Ratu tapi sampai saat ini beliau belum pulang sedangkan nona Ratu saat ini sudah bersama Tuan Austin"


Axel bergegas pergi keruang kerjanya dan memanggil beberapa pengawal pribadi miliknya.


"Cepat cari dimana keberadaan istri ku... Aku beri kalian waktu 10 menit jika kalian tidak bisa menemukannya, kalian akan berurusan dengan malaikat maut"


Para pengawal itu pun bergegas pergi dari ruangan Axel dan memulai pencarian mereka. Meraka pun mulai memeriksa setiap cctv yang dilewati oleh sang nyonya dan membagi tugas agar pekerjaan mereka bisa selesai tepat waktu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...


Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻

__ADS_1


__ADS_2