
Eeiissttt ingatnya sebelum baca kasih Vote dulu... Jangan lupa kasih hadiah like dan koment nya juga yaa.... Author sayang kalian ππππ
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
." Eh ini ada apa ? Kenapa Axel jadi bersikap ramah pada ku... Apa memang benar Axel sudah gila atau jangan-jangan tempat ini berhantu, apa Axel kerasukan setan disini ? " Austin terus bermonolog pada dirinya
" Kenapa, kau tidak mau duduk bersama dengan ku ? "
Austin tidak menjawab, raut muka Austin dipenuhi dengan seribu tanya. Apa gerangan yang terjadi dengan kakak satu-satunya ini. Austin pun lalu duduk di meja taman berhapan dengan Axel
" Kenapa kau kembali ? "
" Minum lah dulu Austin... Aku ini bukan musuh mu... Kau tidak perlu memasang mode siaga pada ku " ucap Axel sambil menyodorkan minuman kaleng pada Austin
Axel membuka minuman kaleng miliknya, melihat itu Austin pun melakukan hal yang sama... Jujur saja Austin saat ini memang sangat haus
" Bagaimana hubungan mu dengan Lula ? "
" Kenapa kau tiba-tiba menanyakan Lula ? Apa kau juga ingin merebutnya dari ku ? "
" Begitu kah yang kau pikirkan tentang aku Austin ? " Axel tersenyum kecut
" Kalau tidak mengapa kau menanyakannya ? "
" Apa kau tau Austin, Lula adalah adik kandung dari Istri ku Laila "
" Aku Tau... Istri mu adalah kakak yang kejam yang lebih memilih uang dari pada kebahagian adiknya "
" Begitu kah yang dikatakan Lula ? "
" Memang itu kenyataannya kan ? "
" Apa kau percaya begitu saja perkataan Lula "
" Yaa "
" Itulah kelemahan mu Austin, kau selalu gagal dalam berbisnis karena kau terlalu mudah percaya pada orang lain. Aturan pertama dalam berbisnis adalah jangan percaya pada siapa pun termasuk orang-orang yang ada di dekat mu "
Axel lalu menyodorkan sebuah map berwarna coklat pada Austin dan juga sebuah flashdisk.
" Buka lah " ucap Axel
Austin menerima itu, lalu membukanya dengan perlahan... Austin lalu membulatkan kedua matanya ternyata amplop itu berisi identitas Lula dan kegiatannya selama berada di apertemen Austin
Axel menggerakkan 1 tangannya ke atas lalu datang seorang pengawal dengan membawa laptop...
" Lihatlah flashdisk itu "
__ADS_1
Austin kemudian menyambungkan flashdisk yang ada di tangannya ke laptop. Setelah melihat apa isinya Austin benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi... Itu semua adalah bukti kebohongam dari Lula, Lula mengatakan kalau dia dijual oleh orang tuanya ternyata ke dua orang tua Lula sudah meninggal dan selama di apartemen Austin bukan Lula yang memasak serta membersihkan apartemen melainkan orang lain... Yang membuat Austin lebih terkejut ternyata Lula membawa masuk laki-laki lain ke dalam apartemennya
" Hahahaha " Austin tertawa tapi dengan muka masam
" Jadi selama ini aku di tipu oleh nya..? Cih menyebalkan sekali "
" Lepaskan dia Austin sebelum kau terikat terlalu jauh dengannya "
" Apa maksud mu mengatakan ini semua "
" Apa kau tau Austin, sebagai kakak aku sangat menyayangi mu... Aku tidak bermaksud bersikap dingin, hanya saja keadaan yang membuat ku seperti ini... Selama ini aku tidak pernah membenci mu, aku bahkan tidak marah saat kau bercinta dengan Grace. Aku tau dari dulu kau mencintainya kerena itulah aku selalu mengacuhkan Grace... Kau dan Grace itu adalah adik bagi ku.. Bahkan saat aku kecelakaan karena ulah mu, aku juga tidak marah justru aku bersyukur karena kecelakaan itu aku dipertemukan dengan istri ku Laila " Axel tersenyum di ujung kalimatnya
" Kau tau aku yang membuat mu celaka ? "
" Yaa "
" Lalu kenapa kau diam saja ? "
" Karena aku menyayangi mu. Aku sudah keluar dari perusahaan dan kau akan memegang kendali penuh. Jadi Austin mulai lah serius untuk menjalankan itu semua "
" Kemana kau pergi ? "
" Aku akan mendirikan kerajaan bisnis ku di Amerika, tempat dimana mommy mengasingkan istri ku "
" Apaahh... Mommy mengasingkan istri mu ? Maksud mu istri mu di sembunyikan oleh mommy ? " ucap Austin kaget
" Apa karena ini kau juga keluar dari perusahaan ? "
" Yaa. Laila ku itu wanita yang baik Austin, dia lembut dan juga keibuan... Laila dan Lula itu memang bersaudara. Tapi Laila terlahir dengan hati malaikat sedangkan Lula adalah setan berhati iblis, mereka dua pribadi yang sangat berbeda "
" Cih beruntung sekali kau jika memang istri mu itu sangat baik "
" Kau pasti juga akan menemukan wanita baik Austin... Kau hanya belum menemukannya "
" Aku tidak yakin dengan itu "
Mereka berdua saling melempar senyum... Hal yang sangat langka terjadi adalah Axel dan Austin tersenyum satu sama lain
"Β Jika kau keluar dari perusahaan, apa kau tidak takut aku membuat kekacauan lagi ? "
" Kau butuh seorang yang bisa di percaya disisi mu Austin "
" Maksud mu seperti Lucas "
" Yaa.. Dia haruslah orang yang terampil, mampu berkerja cepat serta menguasai paling tidak 3 teknik bela diri "
" Apa kau tau siapa orangnya ? "
__ADS_1
" Apa kai ingin aku mengusulkan seseorang untuk mu, kau tidak takut aku mengawasi gerak-gerik mu ? "
" Ciihh bahkan jika aku memilih asisten pribadi ku sendiri kau akan tetap mengawasi ku kan ? "
Hahahaha ( Mereka tertawa lepas bersama )
" Bayuuuu " Axel memanggil seseorang
Tidak lama datang seorang laki-laki dengan paras yang tidak kalah rupawan dari Axel dan Austin dengan tinggi 180cm dan berbadan atletis
" Perkenalkan nama Saya Bayu Tuan, Saya akan menjadi asisten pribadi Anda mulai sekarang " ucap Bayu sambil membungkukan badannya pada Austin
" Waahhh kau bahkan sudah menyiapkannya untuk ku " ucap Austin sambil melirik Axel
Axel hanya mengangkat kedua bahunya dan sedikit mengerucutkan bibir mendengar perkataan Austin
" Sekarang apa rencana mu pada Grace dan Lula "
" Aku akan membuat perhitungan dengan Lula, tapi pada Grace aku belum memikirkannya "
" Kenapa kau ragu, bukan kah kau sudah menikah dengan Grace ? "
" Entah lah... Sepertinya aku mati rasa pada wanita... Aku tidak seberuntung diri mu yang mendapatkan wanita baik-baik. Lihat lah aku kisah cinta ku selalu berakhir memilukan "
Tanpa terasa ada air mata jatuh dari mata Austin. Axel pun sama, kina buliran itu juga jatuh dari matanya. Jika Austin menangisi nasib cintanya yang selalu dijadikan pelampiasan, Axel menangis karena mengingat Laila.
Mereka berdua pun tertawa di sela-sala tangisan mereka. Betapa bodohnya dua kakak beradik ini yang menangis karena cinta...
Axel dan Austin pun berpelukan dan saling merangkul memberi kekuatan untuk diri masing-masing
"Kau yang terbaik My Brother " ucap Austin tulus
Catatan Author :
Ingat yaa Readers terkasih, Laki-laki itu menangis bukan karena lemah. Tapi itu adalah bukti kalau mereka punya hati.
Ada masanya dimana laki-laki tidak kuat terlalu banyak beban yang harus dia tanggung dan saat itulah dia butuh pasangan yang bisa menenangkan dan menjadi sandaran di saat mereka terpuruk.
Dan jika laki-laki itu menangis dihadapan wanitanya, maka jangan pernah lepaskan dia kerena itu artinya dia tulus dan cuma kamu yang diberikan ijin istimewa untuk melihat seberapa rapuh dirinya itu. Itu artinya kamu sangat spesial dimata dia
Salam kasih dari Author πΉ
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih π jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat π»π»π»
__ADS_1