
Axel perlahan-lahan membuka mata... Dia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut
" Aauuu " Axel merintih kesakitan
Axel melihat ke arah jam dan sekarang sudah menunjukan pukul 02.00 pagi...
" Astagaa... Laila... Laila pasti menunggu ku "
Axel bergegas membuka perban di kepalanya, sekarang dia sudah ingat apa yang sebenarnya terjadi... Apa yang dialaminya selama ini nyata adanya dan mimpi yang selalu mengganggunya disetiap malam adalah bagian dari masa lalunya
Axel membuka tirai yang menutupi jendela kamar dan benar saja, tepat seperti dugaan Axel kalau pasti para bodyguard akan selalu standby menjaga Mansion ini...
Axel mengendap-ngendap keluar dari kamarnya dan pelan-pelan menuju arah dapur... Karena jam yang memang sudah menunjukan pukul 2 pagi tentu saja semua pelayan juga telah tertidur
Axel keluar menggunakan pintu belakang dan berjalan keluar dari Manshion dengan hati-hati
Di parkiran belakang Axel melihat sebuah sepeda motor dengan kunci yang masih menggantung disana
Axel mengangkat bibir atasnya karena sepertinya dewi furtuna sedang berpihak padanya
Axel mendorong motor itu keluar dari Manshion tanpa menghidupkannya dan ketika Axel sudah jauh dari Manshion barulah Axel menghidupkan kendaraan itu dan bergegas menuju rumah Laila
Nguuuuunggg
Nguuuungggg
Bak kesetanan Axel melajukan sepeda motor seperti terbang di atas awan apalagi kondisi jalan raya juga tengah lenggang hingga tak berapa lama Axel sudah sampai dirumahnya bersama Laila
Axel merogoh saku celana dan mengambil sebuah kunci... Saat pintu terbuka Axel melihat Laila tengah tertidur di atas sajadah dengan mukena yang masih melekat di tubuhnya
" Sayang... Kau pasti sangat khawatir " Axel membelai lembut wajah Laila.
Pagi hari di dalam Manshion nyonya besar tengah menunggu di ruang makan... Tak lama Austin juga datang bergabung...
" Pak Mun... "
" Yaa nyonya "
" Coba kau lihat Axel apakah dia belum bangun ? Jika dia sudah bangun panggil dia kesini untuk sarapan "
" Baik nyonya " jawab pak Mun sang kepala pelayan di Manshion tersebut
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
Pak Mun mengentuk pintu kamar Axel beberapa kali namun tidak ada sahutan dari dalam
Pak Mun kemudian membuka pintu kamar Axel, namun netra mata pak mun tidak mendapati Tuan mudanya ada di atas tempat tidur
Pak Mun kemudian masuk dan mencari di kamar mandi, namun Tuan mudanya juga tidak dia temukan disana
Pak Mun bergegas turun ke bawah dan memberitahukan kepada nyonya besar bahwa Tuan mudanya kembali menghilang
" Maaf nyonya... Saya sudah mencari Tuan muda di kamarnya namun beliau tidak ditemukan dimana pun "
" Apaaa " Jawab nyonya besar kaget
" Cepat kalian cari dimana Axel berada " ucap nyonya besar kepada seluruh pelayan
Para pengawal nyonya besar pun bergegas mencari keberadaan Tuan mudanya dan setelah memeriksa cctv di dalam Manshion mereka tau kalau Tuan mudanya telah pergi tadi malam
" Maaf nyonya... Tuan muda telah meninggalkan Manshion tadi malam "
" Apa saja kerjaan kalian selama ini sampai putra ku pergi dari tempat ini saja kalian tidak tau.... Dasar kalian tidak becus... " nyonya besar pun meluapkan amarahnya kepada para anak buah dan para pengawal
Sementara di kediaman Laila saat ini, seperti biasa Axel sarapan bersama dengan Laila... Hal yang tidak bisa dilewatkan oleh Axel adalah makan bersama istrinya...
Axel makan dengan lahap, yaa semenjak hidup dengan Laila kini lidahnya sudah terbiasa dengan makanan ala Indonesia...
" Saaayyyaangg "
" Hhhhmmmm "
" Sekarang aku sudah ingat siapa diriku yang sebenarnya "
Teng
Laila meletakan lagi sendok dan garpunya, dia kemudian tertunduk lesu....
Inilah yang Laila takutkan sedari malam, Laila gelisah dan tak mampu untuk tidur dengan tenang
Dia takut Dion akan mengatakan sesuatu yang melukai hatinya, apakah Dion telah punya istri sebelumnya, apakah Dion akan kembali bersama dengan istrinya dan apakah Dion akan meninggalkannya.... Oh Tuhan sungguh Laila belum sanggup untuk menerima kenyataan itu...
" Hey sayaangg " Axel memegang dagu Laila dan mengangkatnya...
__ADS_1
" Hey kenapa kau menangis " Axel melihat ada genangan air mata di pelupuk mata istrinya
Axel kemudian mendekati Laila dan duduk tepat disampingnya... Axel membawa Laila masuk dalam pelukannya dan hal itu ternyata malah membuat Laila menangis tersedu-sedu
" Sayang... Sebenarnya ada apa ? Kenapa kau menangis ? "
Laila kemudian menatap Dion dalam, sampai beberapa saat Laila mencoba untuk bicara
" Apa kau akan meninggalkan aku Dion ? "
" Hey kenapa kau bicara seperti itu sayang ? "
" Hikss hiks apakah kau telah menikah sebelumnya dan kau akan meninggalkan aku ? "
" Bhaaahhhhaaa ( Axel tertawa terbahak-bahak ) "
" Jadi benar kau sudah menikah ? Huaaa huuaa huuaa ( Laila menangis dengan kencang ) "
Axel kembali membawa Laila dalam pelukannya untuk meredakan tangis Laila yang sudah seperti anak ayam kehilangan induknya
" Hey tenang lah sayang... Kau adalah istri pertama dan terakhir ku "
Laila kembali menatap Dion dan berkata " Jadi kau belum menikah sebelumnya ? "
" Tentu saja, sebelum menikah dengan mu aku masih lajang sayang, kau adalah satu-satunya cinta ku, istri ku selamanya sampai aku tutup usia "
Aduuhh bang hati author meleleh dengernya 😂😂
" Tapi sayang, ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu... Jadi maukah kau berjanji apa pun yang terjadi tetap percaya lah pada ku "
Laila masih menatap Dion tajam seolah meneliti apa ada kebohongan disana... Namun yang Laila lihat itu adalah sebuah ketulusan
" Aku hanya ingin kau percaya pada ku sayang, apa pun yang kau lihat dan yang kau dengar tetap percaya lah pada ku, dan yakin lah bahwa aku mencintai mu seutuhnya, selamanya " lanjut Axel
" Apa ibumu tidak menyukai ku ? "
" Tidak bukan begitu sayang, hanya saja ibuku belum tau aku menikah dan ada sesuatu yang harus aku bereskan terlebih dahulu... Saat semuanya sudah selesai aku akan menjemput mu dan kita akan tinggal bersama lagi "
" Maksud mu kau akan meninggalkan aku ? "
" Tidak sayang, aku tidak meninggalkan mu... Aku hanya pergi untuk membereskan masalah ku... "
" Artinya kau tidak akan pulang kesini ? "
__ADS_1
" Hanya untuk sementara sayang, aku akan datang menjemput mu dan ingat apa pun yang kau dengar dari orang lain aku mohon percaya lah pada ku, tetap percaya aku, dan yakin lah pada ku... " ucap Axel sambil menggenggam erat tangan Laila
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=