
" Hallo... Ahh iiya baik aku akan bersiap "
Keyla baru saja menerima telpon dari agen yang akan membawanya pergi ke luar negeri menjadi TKW
" Ayah, aku akan pergi sekarang tadi agen TKW itu menelpon agar aku bersiap "
" Kamu yakin nak mau pergi jadi TKW, apa tidak mau kerja di negeri sendiri saja "
" Yah jadi TKW itu enak, gajihnya gede... Nanti kalau uangnya udah kumpul ayah bisa pergi haji seperti impian ayah "
Tok tok tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Keyla
" Iyaa sebentar " ucap Keyla dari dalam rumah
Keyla membuka pintu, terlihat disana ada 2 orang berbadan tegap mamakai jas hitam berdiri tepat di depan Keyla
" Nona mari ikut kami "
" Ahh jadi kalian sudah datang, cepat juga ternyata... Sebentar aku ambil barang ku dulu "
Keyla kemudian masuk dan mengambil tas yang sudah ia siapkan tadi malam untuk dia berangkat jadi TKW di Saudi Arabia
Keyla pamit pada ayahnya dan ayahnya pun terpaksa dengan berat hati melepaskan kepergian putri bungsunya ini...
Setelah sedikit basa basi dan berpamitan pada ayah dan saudaranya yang lain Keyla kemudian mengikuti 2 orang laki-laki itu
Keyla dibawa menggunakan mobil menuju bandara, kemudian Keyla menaiki sebuah pesawat yang hanya ada dirinya disana
Awalnya Keyla bingung mengapa penumpang pesawat ini hanya ada dia dan 2 orang laki-laki tadi... Tapi Keyla pikir mungkin ini adalah layanan eksklusif dari calon majikannya di Saudi Arabia...
Agen TKW itu mengatakan kalau dia akan bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga kerabat kerjaan, jadi mungkin saja ini adalah bagian awal dari fasilitas yang diberikan oleh majikannya... begitu pikir Keyla
" Wahhh majikan ku itu benar-benar sultan, aku akan bekerja untuk sultan " Keyla senang dalam hatinya
" Nona, tolong berikan hp Anda "
" Ah iyaa... "
Kayla menurut saja perintah dari laki-laki yang membawanya tanpa menaruh curiga sedikit pun. Lama-kelaman akhirnya Keyla pun tertidur karena perjalanan masih sangat jauh
" Bagaimana "
__ADS_1
" Berhasil nyonya, kami akan membawa wanita ini jauh di pengasingan Amerika "
" Hahahahahha... Bagus... Ingat kalian harus memastikan kalau dia benar-benar tidak bisa kembali... "
" Baik nyonya besar Alexsandra "
Nyonya besar Alexsandra baru saja berbicara dengan seseorang di seberang sana... Mendengar bahwa apa yang diperintahkan nyonya besar berjalan dengan baik, nyonya besar Alexsandra sangat senang...
" Akhirnya satu parasit sudah musnah... Hahahaaha " ucap nyonya besar tertawa jahat
Lain halnya dengan Laila, saat ini Laila baru saja membuka mata. Laila meringis kesakitan memegangi kepalanya yang masih terasa berdenyut
" Aku dimana ? " pikir Laila
" Laila kamu sudah bangun ? "
" Pamaan ! "
" Kamu di rumah paman sekarang "
" Hikkss hiikkss hikks paman... Ibu... Ibu... "
" Kamu yang sabar Laila "
" Ibu mu meninggal mungkin sekitar 1 bulan yang lalu "
" Satu bulan yang lalu, itu artinya tepat saat Lula mendatangi Laila ke kota " pikir Laila
" Paman tolong ceritakan kejadiannya " ucap Laila memohon tulus
" Paman juga tidak tau persis... Ibu mu di temukan oleh warga sudah dalam keadaan tidak bernyawa di rumahnya sendiri "
" Dimana Lula saat itu ? "
" Warga tidak tau nak, tapi warga bilang sebelum ibu mu di temukan tewas Lula dan ibu mu sempat bertengkar setelah itu Lula pergi dengan membawa tas besar. Dan setelah pertengkaran itu warga tidak lagi melihat ibu mu keluar rumah sampai pada akhirnya warga menemukan ibu mu sudah tidak bernyawa "
Mendengar cerita dari paman Soleh ( nama ayah Keyla ) Laila benar-benar tidak kuasa membendung air matanya... Laila menangis meraung maratapi nasib yang menimpanya... Mengapa kemalangan selalu turut serta dalam hidupnya... Tak pantaskan seorang yatim ini berbahagia... Laila terus meratap dalam tangisnya
" Paman tolong antarkan aku ke makam ibu "
" Baik nak, paman akan mengantar mu kesana... Tapi sebelum itu, kau makan lah dulu... Paman yakin kau belum makan kan "
Laila terdiam... Laila lupa kalau dia memang belum makan, pantas saja tubuhnya terasa begitu lemah
__ADS_1
Paman Soleh mengambilkan nasi dengan lauk pauk sederhana untuk Laila... Laila pun makan, walau hanya sedikit... Nasi yang ditelan Laila saat ini sudah seperti pecahan beling... Tak ada rasa namun terasa sakit
Setelah Laila selesai makan, paman Soleh mengantarkan Laila ke desa sebelah dengan mengandarai sepeda motor miliknya... Hingga tidak beberapa lama Laila telah sampai di pusaran makam ibu yang sangat Laila kasihi
Laila langsung menghamburkan diri memeluk tanah kuburan bu Lastri... Laila menangis sejadi jadinya menumpahkan rasa rindu dan rasa sayang yang sudah tidak dapat Laila rangkul
" Yaa Tuhaan, pada siapa lagi aku harus bersandar... Aku kini benar-benar seorang diri... Apa yatim seperti ku memang diciptakan untuk menderita, apa yatim seperti ku memang diciptakan untuk menangggung beban sosial, dilecahkan, dipandang sebelah mata, diasingkan dan tidak pantas dicintai " Laila terus bermonolog pada dirinya sendiri
Pak Soleh memeluk Laila mencoba memberi ketenangan, namun Laila sama sekali tidak bisa berhenti menangis... Air matanya terus tumpah... Hatinya begitu sesal... Mengapa disaat terakhir ibunya dia tidak ada disana.. Apa selama ini ibu selalu menderita... Aku ini anak durhaka... Aku durhaka...
Laila merutuki dirinya sendiri... Pak Soleh pun dengan sabar mendampingi Laila... Pak Soleh tau kalau keponakannya ini sangat terpukul... Pak Soleh pun berusaha untuk membuat Laila tenang dan berhenti menagis
" Lailaa... Mau sampai kapan kamu begini nak ? "
Laila diam, Laila sama sekali tidak memberikan tanggapan apa-apa.. Pak Soleh berusaha bicara selembut mungkin pada keponakannya ini
" Nak... Yang terjadi biarlah terjadi... Ibu mu sudah tenang... Dia sudah tidak merasakan sakit disana... Justru kalau ibu mu melihat kamu seperti ini maka dia akan kembali bersedih, dia tidak akan tenang di alam sana "
Mendengar kata-kata dari pak Soleh Laila mengangkat wajahnya dan menatap dalam ke arah mata pak Soleh
" Jika kamu ingin ibu mu tenang disana, maka doakan lah nak, karena doa anak yang sholeh bisa membantu ibu mu di sana dan lanjutkan hidup mu... Hidup lah dengan baik maka ibu mu pun juga akan pergi dengan tenang "
" Benarkah begitu paman ? "
" Tentu saja nak... Sholat lah dan doakan ibu mu lalu hidup lah dengan baik "
Mendengar kata-kata dari pak Soleh Laila menghapus air matanya dan mengangguk patuh
" Kita pulang nak "
" Aku tidak punya tempat untuk pulang "
" Omong kosong apa itu, paman ini adalah paman mu... Kakak dari ibu mu... Pulang lah ke rumah paman.. Kau selalu diterima disana "
Laila pun tersenyum, sekali lagi Laila mencium batu nisan bu Lastri lalu Laila dibawa oleh pak Soleh menjauh dari makam ibu Laila
Sepanjang jalan menuju rumah pak Soleh Laila terus melamun... Mengapa musibah seolah tak berjeda untuknya... Kini apa yang harus aku lakukan, pikir Laila binggung bagaimana menjalani hidupnya setelah ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay Readers terkasih 😘 jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat 😻😻😻
__ADS_1