CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
NYAWA BERGANTUNG DI UJUNG KUKU ( Dalam Keadaan Yang Sulit Dan Berbahaya )


__ADS_3

Praaannnkkkkk


Bu Lastri tidak sengaja menjatuhkan piring


" Ya Allah ada apa ini, kenapa perasaan ku jadi tidak enak" ucap bu Lastri pada dirinya sendiri


Tok tok tok (suara ketukan pintu)


" Ya sebentar " ucap bu Lastri dari dalam rumah


Ketika bu Lastri membukakan pintu, alangkah terkejutnya bu Lastri melihat Lula datang dengan gurunya padahal ini masih jam 10 pagi.


Saat bu Lastri masih asik dengan pemikirannya, Lula masuk begitu saja ke dalam rumah melewati ibu dan gurunya begitu saja.


Bruuuuukkk


Suara pintu yang di banting dengan keras oleh Lula


Bu Lastri dan gurunya pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dari Lula


" Mari bu, silahkan masuk dan duduk dulu " ucap bu Lastri


" Ehh iyaa terimakasih " ucap guru Lula


" Sebentar Saya buatkan minum dulu " ucap bu Lastri lagi


" Tidak usah bu, Saya disini cuma sebentar " ucap gurunya lulu


Bu Lastri pun mengangguk dan tersenyum


" Eehhm begini bu, tadi di sekolah Lula berkelahi dengan teman sekelasnya, dan temannya itu mengalami cidera ringan di kepala karena terbentur meja saat berkelahi dengan Lula "


" Astagfirullah " ucap bu Lastri sambil meletakan ke dua tangannya ke mulut


" Lalu bagaimana kondisi temanya itu bu, apakah parah? " tanya bu Lastri


" Tidak bu, saat ini kondisi siswa tersebut sudah baik-baik saja...


Tapi untuk saat ini Lula terpaksa kami scors selama 1 minggu " ucap gurunya Lula


Guru Lula menjeda ucapannya sejenak dan menarik nafas


" Eemmmhh maaf bu, kami terpaksa melakukan ini karena ini sudah menjadi kebijakan dari sekolah " ucap guru tersebut kepada bu Lastri


" Tidak apa-apa bu, ini semua bukan salah ibu..


Ini salah Saya..


Saya yang tidak bisa mendidik anak Saya


Saya yang salah bu


Hikks hikss hiks bu Lastri sudah tidak bisa menahan air matanya lagi


Melihat ini pun guru Lula jadi tidak tega,


Ibu nya Lula begitu baik dan lembut, tapi kenapa Lula sikapnya sangat kasar (batin guru lulu)


Karena tidak ingin ikut larut dengan suasana, guru itu pun pamit undur diri


" Kalau begitu Saya pamit dulu bu " ucap guru Lula


Bu Lastri mengusap air matanya dan melihat ke arah guru Lula sambil tersenyum tanpa bicara sepatah kata pun.


Flashback on


Saat Lula sampai di depan kelasnya Lula segera menuju meja belajarnya dan meletakan tas punggungnya disana


Ketika Lula duduk di kursi belajarnya dia tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan kursinya


Reflek dia bangkit dari kursi itu


Dan benar saja, kursi Lula ternyata terdapat permen karet yang sudah dikuyah banyak sekali


Tak usah ditanya, wajah Lula benar-benar memerah karena marah yang luar biasa


" Kurang ajaaarrr " Lula berteriak dengan keras sampai suaranya terdengar sampai ke kelas sebelah


Wha hhaaa haa


Terdengar suara tawa dari samping mejanya


Yaa  suara tawa itu tidak lain datang dari teman sekelasnya Lula, yaitu Maya, Safira dan Icha


" Rasakan itu orang miskin, miskin ajaa sombong kamu Lula, itu adalah balasan dari kami karena kemaren kamu menolak memberi contekan untuk kami " ucap Maya


Hahaha hahaha (Safira dan Icha tertawa lagi)


" Memang benar orang miskin gak tau diri tu harus di kasih pelajaran, pantas saja bapak kamu mati ibu kamu lumpuh ternyata mereka gak tahan punya anak kayak kamu Lula " ucap Icha


Hahaha hahhaah (mereka bertiga mentertawakan Lula)


Lula sudah tidak bisa menahan emosinya lagi dan dengan cepat menjambak rambut Icha dan juga Maya secara bersamaan


Ahh auu auuu suara jerit kesakitan dari Icha dan juga Maya


Safira yang melihat adegan tarik menarik rambut ini pun tidak tinggal diam, melihat Icha dan Maya jadi korban ke bar-baran nya Lula


Safira ikut membantu dua teman nya juga dengan menarik rambut Lula


Namun siapa sangka ternyata tenaga Lula sangat kuat sehingga dengan mudah dia menghempaskan tubuh Icha dan Maya kemudian mendorong Safira ke belakang


Dan...


Brruuuuukkk


Kepala Safira terbentur meja dan mengeluarkan darah


" Auuuhhh " rintih Safira


Dan perlahan-lahan kehilangan kesadarannya


" ADA APA INI " ucap salah satu guru yang melihat ada ribut-ribut di kelas


Alangkah terkejutnya guru itu melihat salah satu siswanya tergeletak di bawah dengan darah segar mengalir di kepalanya


Dan 3 muridnya yang lain penampilannya sudah tak beraturan lagi


Saat Lula, Maya dan Icha masih shock


Guru tersebut dengan cepat menghampiri Safira dan memanggil murid yang lain untuk membantu Safira agar dibawa ke klinik sekolah


" Apa penjelasan kalian untuk ini " ucap guru itu

__ADS_1


Lula, Mayaa dan Icha hanya menundukan kepalanya tanpa ada yang berani menjawab


" Hhhmmm ehhh " guru ini menarik berat nafasnya


" Baik lah, kalian bertiga ikut Saya ke kantor kepala sekolah " ucap guru itu lagi


Lula, Maya dan Icha patuh dan mereka bertiga pun ikut menggiring langkah guru mereka


Di ruangan kepala sekolah, bapak kepala sekolah meminta penjelesan kepada ketiganya


Namun yang menjawab pertanyaa  cuma Icha dan Maya


Mereka berdua memojokkan Lula dan mengatakan bahwa Lula lah yang menyerang mereka berdua dan Safira hanya datang menolong


Namun Lula dangan tega mendorong Safira dan membuat Safira terluka


Lula hanya diam menerima semua tuduhan


Dalam hati Lula, sekarang berkobar api yang seolah tidak dapat padam


Mata Lula mengeluarkan isyarat perang yang seolah-olah siap ia luapkan kapan saja


Melihat itu Icha dan Maya hanya tersenyum sinis ke arah Lula seolah mereka tidak peduli dengan kebencian dari Lula.


Flasback off


Bu Lastri sudah menstabilkan emosinya dan mencoba mengetuk pintu kamar Lula, namun beberapa kali bu Lastri mengetuk tidak ada jawaban dari Lula


Bu Lastri kemudian membuka pintu kamar Lula secara perlahan


Ceklek


Saat pintu dibuka terlihat Lula sedang duduk di atas ranjangnya dengan kaki yang diselonjorkan dan sebuah majalah ditangannya


Bu Lastri perlahan-lahan mendekati Lula dan mulai bicara


" Lula sebenarnya apa yang terjadi nak, kenapa kamu jadi seperti ini " ucap bu Lastri


" Ini bukan salah Lula bu, ini salah mereka dan ibu " ucap Lula


Bu Lastri terkejut mendengar penuturan Luka, mengapa ini jadi salah diri lnya (pikir bu Lastri)


" Ini salah ibu, kenapa ibu melahirkan Lula, kenapa Lula terlahir miskin, Lula malu punya ibu yang lumpuh dan tidak becus seperti ibu" ucap Lula


" Astagfirullah...


Jadi itu yang selama ini kamu pikirkan tentang ibu Lula? " ucap bu Lastri


" Iyaaa....


Lula benci punya ibu lumpuh, Lula benci hidup miskin dan Lula capek selalu diejek oleh teman-teman Lula karena Lula ini anak yatim " ucap Lula dengan suara keras


" Stop Lula stop, kamu gak boleh ngomong gitu nak " ucap bu Lastri lagi


Hiks hiks hiks bu Lastri sudah tak mampu menahan laju air matanya


" Hhheeh ibu menangis, untuk apa ibu menangis...


Dasar ibu tidak beguna " ucap Lula lagi


Lula mendorong kursi roda ibunya keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamarnya lagi


Bu Lastri masih terisak


Melihat jam masih menunjukan pukul 10:47 pagi, bu Lastri memutuskan untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat dhuha


Ceklek


Terdengar suara orang membuka pintu


Yaa orang itu adalah Laila...


Dengan perlahan Laila melihat-lihat disekitar rumah, di perhatikan Laila tidak ada siapa-siapa di dalam rumah


Laila bergegas pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya


Di dalam kamar nya Laila mulai membersihkan diri, mengobati luka-luka ditubuhnya kemudian mengganti baju nya


Flashback on


Saat-saat terakhir sisa-sisa pengharapan Laila, Laila pasrah....


Tenaganya sudah tidak ada lagi yang tersisa


Mungkin inilah takdir yang harus diterima Laila, takdir pahit harus membawanya kehilangan mahkota yang paling berharga ....


Saat laki-laki itu terus mencumbunya, Laila sekuat tenaga menggigit biibirnya agar tidak mengeluarkan suara laknat


Laila terus menangis dan mulai memejamkan matanya


Saat matanya terpejam, terlintas bayangan ibu dalam benaknya...


Laila memanggil ibunya lirih di dalam hati


" Ibu... Tidak aku tidak boleh menyerah, aku harus berjuang untuk ibu" ucap batin Laila


Tiba-tiba saat Laila menengadahkan kepalanya ke atas dia melihat sebuah kayu besar tidak jauh dari kepalanya


Laila berusaha sekuat tenaga, mengumpulkan sisa-sisa tenaganya untuk menggapai kayu tersebut


Daan....


Brraaakkk


Braaakkkk


Braaakkkkk


Laila memukul kepala laki-laki itu hingga dia ambruk ke samping dan melepaskan kungkungannya


Dan saat ini lah Laila bangkit, dia langsung memungut pakaiannya yang robek dan berlari sambil memakai kembali pakaiannya tersebut


Flashback off


Setelah Laila mengobati luka-lukanya dan membersihkan diri, dia langsung meringkuk disudut kamar


Laila menangis tersedu-sedu teringat akan apa yang baru saja terjadi


Yaa..... Laila baru berusia 15 tahun dan sekarang dia harus mendapatkan trauma karena mendapatkan sebuah pelecehan


Rasa lapar tak lagi dia rasakan yang ada hanya sakit di seluruh tubuh dan hatinya


HANCURKAN

__ADS_1


SINGKIRKAN KELUARGA PEMBAWA SIAL INI


AYOOO


AYOOO


USIR MEREKA DARI KAMPUNG INI


Terdengar suara ribut-ribut di luar rumah bu Lastri


Bu Lastri yang baru selesai melaksanakan sholat dhuha terkejut mendengar ada ribut-ribut di luar rumah


Bu Lastri melepaskan mukenanya dan bergegas keluar rumah ingin melihat apa yang terjadi


" Ya Allah ada apa lagi ini " ucap bu Lastri kepada dirinya sendiri


Ceklek, bu Lastri membuka pintu


" Ada apa ini bapak-bapak ibu-ibu " ucap bu Lastri lirih


" Alahh gak usah basa basi kamu Lastri, gara-gara kamu anak Saya jadi masuk rumah sakit " kata seorang wanita paruh baya


Yaa orang itu tidak lain adalah bu Santi


" Dan gara-gara anak kamu juga anak Saya terluka " lanjut salah satu wanita dari rombongan itu


" Ya benar, anak kamu yang sialan itu sudah mencelakakan anak kami" ucap wanita lain lagi


Mereka itu tidak lain adalah orang tua dari Maya, Icha dan Safira


Setelah mendengar cerita dari anak-anak mereka (cerita dari versi Icha, Maya dan Safira, dengan bumbu yang menyalahkan Lula)


Mereka semua berbondong-bondong mendatangi rumah Lula dan ditengah jalan mereka tidak sengaja bertemu dengan bu Santi


Akhirnya mereka semua menghasut warga sekitar agar mengusir keluarga bu Lastri karena dianggap pembawa sial


IYAA USIRR


USIIIR SAJA MEREKA SEMUA


Laila yang mendengar teriakan warga segera berlari keluar menyusul ibunya, sedangkan Lula ia masih tetap santai


Tidak peduli dengan apa yang terjadi di luar sana


Tiba-tiba rumah bu Lastri mengeluarkan asap yang sangat tebal


Uhhuuk uuhhuuk


Lula mulai terbatuk


Ahh api api api kata Lula berteriak histeris


Ternyata salah satu warga sudah membakar rumah bu Lastri


Bu Lastri yang mendengar teriakan Lula, melihat ke arah Lula dan alangkah terkejutnya dia melihat Lul berlari karena dari arah belakang rumah sudah mengeluarkan api


Haha haha hahah


Terdengar suara tawa warga yang tadi menyerang rumah bu Lastri


Laila dengan cepat mendorong kursi roda ibunya menjauh dari rumah, sedangkan Lula sudah terlebih dahulu berlari menjauh


Merasa api belum terlalu besar dan teringat di dalam rumah ada tabungan Laila selama ini


Laila dengan cepat menerobos kembali ke rumah, tidak peduli dengan api yang sudah mulai membesar


Satu yang ada dipikiran Laila, kalau pun dia harus pergi setidaknya ibunya dan Luls bisa bertahan dengan uang tabungannya


Dengan kabut yang sudah mulai membesar, di dalam Laila mulai kehilangan penghihatannya dan mulai kehabisan oksigen


Uhhuuk uhhuuk Laila terbatuk-batuk


Laila berhasil menerobos asap dan dengan cepat mengambil tabungannya


" Yeaa berhasil " ucap Laila


" Baiklah Laila, kau cuma harus berlari cepat " ucap Laila lagi pada dirinya sendiri


Meskipun tertutup asap tebal dan api sudah mulai melahap habis sebagian rumah


Laila bisa berlari cepat karena dia sudah sangat hapal dengan seluk-beluk rumahnya ini


Dan tepat saat Laila berada di depan pintu keluar


Tiba-tibaa


Bruuukkk


Aahhhh uuhh (jerit Laila)


Ternyata reruntuhan atap mengenai pergelangan kakinya


Laila terjatuh dan tersungkur


" LAILAAAA " Teriak bu Lastri....


" Toloong tolooooong " teriak bu Lastri histeris


Sudah tidak bisa digambarkan lagi bagaimana perasaan bu Lastri saat ini,


Dia ingin berlari menghampiri Laila


Tapi dia tidak bisa


" Sungguh aku memang ibu yang tidak berguna " ucap bu Lastri


Semua warga yang melihat ini, tidak satu pun iba atau mencoba memberi bantuan


Meraka semua cuma menikmati pemandangan ini, seolah sedang menonton bioskop di dunia nyata


Bahkan diantara warga tersebut ada yang tertawa dengan gembira


Lula, jangan ditanya...


Saat ini yang ada dihatinya hanyalah amarah


Tak sedikit pun Lula ingin menyelamatkan kakanya yang telah terhimpit api


Yang ada dihatinya hanyalah rasa kesal kenapa dia harus ikut dipermalukan seperti ini


Hanya karena dia anak yatim, miskin dan mempunyai ibu yang lumpuh


Dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari orang-orang

__ADS_1


Lula bersumpah suatu saat nanti dia akan membalas semua perlakuan yang ia terima saat ini


__ADS_2