
Axel berjalan dengan mengandeng tubuh Laila secara posesif
"Sayang, kau masih marah?"
Laila diam tak menyahut
"Sayaang, bukan kah kau sudah mendapatkan yang kau mau... Kenapa wajah mu masih cemberut, atau apa kau ingin aku menghukum mereka... Apa kau ingin aku memasukan mereka semua ke penjara?"
Laila pun melirik Axel dangan tajam
"Bukan itu yang aku mau"
Mendengar ucapan Laila Axel pun tersenyum. Axel sudah paham betul dengan sifat Laila, Laila bukan orang yang tega memasukam seseorang ke dalam sebuah masalah apa lagi sampai membuat orang itu menderita. Karena itulah Axel tidak memperpanjang masalah dengan pak Demon karena Axel yakin jika itu terjadi Laila pasti akan marah dan merajuk padanya
Itulah yang Axel suka dari sang istri, Laila berhati lembut, baik hati dan juga pemaaf... Sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang ambisius dan pendendam karena itulah kehadiran Laila bagi Axel adalah pelengkap hidup yang tidak bisa dinilai dengan uang atau pun seluruh aset yang Axel miliki
Laila nya jauh lebih berharga dari itu, karena itu juga lah Axel rela melakukan apa pun dan menyerahkan apa pun untuk sang istri tercinta agar Laila selalu ada bersamanya, mendampingi perjalanan hidup Axel dan menjadi tua bersama. Sungguh itu adalah impian sederhana dan terbesar yang Axel inginkan saat ini.
"Kalau bukan itu, lalu kau mau apa sayang... Aku tidak mau melihat mu cemberut seperti ini... Kau tau ada bagian lain dalam hati ku yang sakit melihat wajah mu yang tidak tersenyum seperti ini"
"Halah gomball"
"Huuueeekkk" Lucas rasanya ingin muntah karena mendengar ucapan Axel
Rasanya sangat aneh di telinga Lucas saat sang Tuan mengungkapkan rasa cinta. Image Tuan angkuh nan arogant sangat tidak cocok dengan kata cinta seperti yang barusan Axel ucapkan. Jika saja Lucas punya hak untuk bicara mungkin Lucas adalah orang pertama yang akan menjadi pembu×lly Axel
Tiba-tiba saja Laila melihat wahana bermain untuk anak-anak. Saat melihat itu ada sebuah lampu yang besinar di otak Laila lalu Laila mengeluarkan senyum jahil
"Astagaa senyum itu... Kenapa perasaan ku jadi tidak enak" batin Lucas yang melihat senyum jahil Laila
Axel pun tau saat Laila tersenyum seperti itu pasti akan ada hal absurd yang akan terjadi. Entah kenapa sejak Laila hamil, Laila jadi sering jahil dan sudah banyak yang menjadi korban, mulai dari Axel bahkan hampir semua pelayan di manshion sudah jadi korban kejahilan Laila tidak terkecuali Cella pun juga kena
Untung saja Cella sayang pada adiknya. Hasil USG Laila mengatakan kalau anak yang Laila kandung berjenis kelamin laki-laki. Ini adalah angin segar buat Cella, Cella membawa misi kalau adiknya yang akan menjadi pewaris dari kerajaan bisnis Axel. Cella bercita-cita ingin tetap berada di dunia model sehingga Cella tidak ingin suatu saat oma atau Axel mendesaknya untuk terjun ke dunia bisnis
Karena itulah Cella sangat senang ketika tau kalau calon adiknya adalah laki-laki. Cella berjanji akan menjaga adiknya dan membimbingnya secara langsung untuk menjadi pribadi yang tangguh dan kuat seperti dirinya
Dengan alasan sayang itulah, Cella merelakan diri menjadi korban kejahilan sang mama dimana waktu itu Laila meminta agar Cella berdandan seperti badut lalu memakai pakaian cheerleders dengan warna kaos kaki yang berbeda sebelah kanan berwarna merah dan sebelah kiri berwarna hijau. Dan parahnya lagi Laila meminta Cella untuk datang ke studio pemotretan untuk merekam aksi Cella bermain basket di dalam studio foto
Nah loh kebayangkan gimana betenya Cella 😂 ke studio foto itu yaa untuk di foto lah Cella malah disuruh oleh Laila bermain basket disana. Untung sang papa sudah menciptakan suasana yang kondusif agar semua orang tidak mengamuk saat sang nyonya sedang usil begini
Laila pun memeluk lengan Axel dan satu tangannya menarik dasi Lucas
"Uhuukk uhuukkk nyonya tolong lepaskan aku tercekik"
"Hanya dicekik sebuah dasi tidak akan membunuh mu Lucas"
Laila pun menyeret Lucas dan juga Axel ke arena permainan Anak.
__ADS_1
"Mas... Aku mau menyewa semua arena bermain ini boleh?"
"Tentu saja sayang"
Axel pun memberi kode pada Lucas untuk mengosongkan tempat ini. Sementara itu Laila pun duduk manis dengan sebuah cup es cream besar di tangannya
Es cream selalu bisa membuat Laila menjadi senang dan bahagia. Setelah semua arena bermain ini kosong pengawal Axel pun berjaga di pintu masuk agar tidak ada lagi orang yang mencoba untuk masuk kesana
"Tempat ini sudah kosong nyonya" ucap Lucas melapor
"Baiklah, sekarang ayo kita main"
"Maaf nyonya silahkan"
"Apanya yang silahkan... Kau dan Axel yang akan bermain aku akan duduk manis disini sambil memakan es cream ku"
Lucas pun melongo dan dia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Untuk apa orang dewasa seperti Lucas bermain di permainan anak-anak pikir Lucas
"Kau tidak mau Lucas?" ucap Laila
"Anu nyo.."
Belum lagi Lucas menyelesaikan kalimatnya Laila sudah lebih dahulu memotong
"Jika kau tidak mau bermain, akun akan menelpon wanita pujaan hati mu... Kita lihat apa yang akan dia katakan saat dia tau kalau kau diam-diam menyukainya"
Glleeeebb... Lucas memucat, dari mana sang nyonya tau tentang perasaan cinta Lucas yang terpendam ini
"Tidaakkk nyonyaaa.... Jangan... Baiklah aku akan bermain disana... Disana kan yaa disanaa"
Lucas kabur dengan langkah seribu dan jantung yang berdegup kencang. Sungguh dia sangat tidak menyangka kalau Laila tau tentang perasaannya
"Hahahahahha" Laila tertawa terbahak melihat tingkah konyol Lucas
"Wah ternyata pria dingin bisa salah tingkah juga yaa saat berhadapan dengan cinta, aku pikir Lucas itu gak doyan wanita hahahahha"
"Apa maksud mu sayang... Memangnya Lucas suka pada siapa?"
"Nanti kau juga akan tau"
"Hey jangan buat aku penasaran sayang"
"Iissh kau ini... Cepat sana bermain ikuti Lucas..."
"Katakan dulu tentang rahasia Lucas"
Cup
__ADS_1
Laila mengecup pipi Axel
"Nanti akan ku beri tau, tapi sekarang kau turuti dulu permintaan ku... Lihat lah anak kita sudah mengamuk karena kau bergerak lambat"
Laila mengarahkan tangan Axel untuk mengelus perutnya. Dan benar saja bayi di dalam perut Laila sedang menendang-nendang saat ini
"Hey anak papa, kau sungguh ingin melihat papa bermain disana"
Dug dug
"Wah sayang dia menendang 2 kali... Huh ternyata anak papa ini sungguh ingin menjahili papa yaa... Awas nanti jika sudah lahir papa akan balas dendam"
Cup
Axel mengecup perut Laila setelah itu Axel pun beranjak dan melepaskan jas mahal yang melekat di tubuhnya lalu sedikit menggulung lengan tangannya ke atas.
"Heheheh maaf yaa papa... Udah sana cepat susul paman Lucas"
Axel pun menurut walau bibir nya tersenyum pada sang istri namun hati nya menggerutu kesal. Apa CEO ini sudah tidak punya kerjaan... Berapa meeting penting yang terlewat karena hal tidak berfaedah seperti ini batin Axel
Tapi demi menyenangkan hati istri dan anak dalam kandungan Laila yaa sudah lah pasrah ajaa... Palingan ntar malam lembur lagi batin Axel membatin tak karuan
"Sayang... Ayo naik terowongan itu"
Laila menunjuk sebuah terongan sempit.
"Sayang itu tidak muat untuk ku"
"Muaat pasti muat ayo masuk kesana"
"Astaga sabar sabar" Axel ngedumel
"Lucas kau juga masuk"
"Nyonya tubuh ku yang kekar ini tidak akan muat disana"
"Harus muat Lucas kau tinggal kecilkan saja tubuh mu sedikit"
Lucas memandang ke arah Axel membuat Axel ikut pusing. Tapi apalah daya namanya sudah sayang
Axel lalu mendorong Lucas untuk masuk terlebih dahulu ke dalam terongongan benar saja tubuh Lucas tidak bisa masuk seluruhnya kerena tersangkut. Axel pun membantu Lucas untuk bergerak dan mendorong pantat Lucas agar Lucas bergerak maju
"Nyonyaa kau menyebalkan" teriak Lucas dari dalam terowongan
"Beraninya kau mengatakan istri ku menyebalkan" ucap Axel geram
Axel yang geram dengan kalimat Lucas dengan semangat 45 mendorong paksa tubuh Lucas agar masuk seluruhnya ke dalam terowongan hingga membuat tubuh Lucas kepentok sana sini
__ADS_1
Laila pun tidak bisa berhenti untuk tertawa... Tidak lupa Laila merekam adegan ini dengan kamera ponselnya lalu mengirimkan itu kepada seseorang di sebarang sana
"Astaga Laa, Lucas kenapa bisa masuk ke dalam terongongan anak" begitu balasan chat dari seorang wanita yang Lucas idamkan secara diam-diam