
Pertemuan Laila dengan Lula barusan membuat suasana hati Laila menjadi buruk. Niat awal Laila hanya ingin mengambil handphone yang tertinggal di mobil tapi kenyataan sekarang Laila malah berada di dalam sebuah taksi dan menuju ke manshion nya
"Astagaa, kenapa perasaan ku jadi kacau huuuff apa ini bawaan bayi ku?" gumam Laila pada dirinya sendiri
Sebenarnya jauh dalam lubuk hati Laila ia sama sekali tidak membenci Lula. Laila hanya menyesalkan sikap Lula yang tidak jujur tentang kematian ibunya dan pernyataannya yang mengatakan bahwa antara ia dan Lula sudah tidak ada hubungam saudara. Sungguh pertemuan singkat tadi membuat Laila menjadi mengingat masa lalu sehingga membuat mood nya saat ini berada dalam titik rendah
Laila menyandarkan kepalanya pada kaca mobil lalu matanya menatap ke arah langit, pemandangan langit malam ini sangat cerah dengan taburan bintang yang mempesona
Laila berubah pikiran, dia memutuskan untuk singgah di sebuah taman dan duduk pada kursi taman disana yang mana tepat dihadapan Laila terdapat sebuah danau buatan. Sungguh pantulan cahaya dari danau tersebut sangat indah dimata Laila.
Laila memutuskan untuk menenangkan diri sebentar disini. Laila menatap bintang yang berkerlap kerlip di langit dan merenungkan apa yang sudah ia alami selama ini. Menatap langit yang bertabur bintang seolah sudah menjadi kebiasaan Laila saat hati nya sedang dilanda kegundahan
Hidup nya tidak pernah mudah, dia sudah menyandang gelar yatim sedari kecil dan harus menjadi tulang punggung keluarga sampai bagaimana perjuangannya untuk berada disisi Axel hingga dimana dia berada sekarang. Air mata itu kini tumpah lagi, baru saja lagi Laila merasa sangat bahagia karena Axel memperlakukannya dengan sangat baik dan juga kehadiran Cella yang menjadi semangat hidup nya
Harus kah kali ini Tuhan menguji nya lagi, harus kah Laila merasakan kesedihan dan pahit nya hidup lagi, apa si yatim ini tidak bisa dan tidak pantas bahagia??? Begitulah isi pikiran Laila yang menerawang entah kemana
"I-bu" ucap Laila terbata disela isak tangisnya
Laila sungguh merasa sangat lemah sekarang, tubuhnya sudah terasa sangat rapuh. Jujur saja jika Laila boleh egois dia tidak ingin kebahagian yang dia rasakan saat ini pergi dan menghilang...
"Tuhan boleh kah kali ini aku egois, aku ingin hidup bahagia, tenang dan damai bersama orang yang menyayangi ku dan juga aku sayangi... Apakah boleh aku meminta seperti itu??"
Di tempat lain saat ini Axel sedang kebakaran jenggot. Jika saja ini bukan pesta pernikahan adiknya Axel pasti sudah mengamuk sekarang. Tentu saja kekesalan Axel ini disebabkan karena dia tidak menemukan keberadaan istrinya disudut mana pun di dalam aula pernikahan Austin
"Astagaa... Papa ini gimana, menjaga mama saja masa tidak bisa... Apalagi menjaga anak kecil??"
Astaga sempat-sempatnya Axel mendapatkan ocehan dari Cella, mencari Laila saja saat ini sudah membuat kepala Axel seperti mau pecah ditambah lagi dengan ocehan sang anak yang selalu saja menyudutkan dirinya
Sungguh seandainya gen Cella ini tidak berasal dari nya mungkin saat ini Axel akan memasukan Cella ke dalam karung dan melemparnya ke kandang buaya π
"Astaga Cella papa ini bertanya apa kau melihat mama, bukan nya mau mendengar ocehan mu"
"Kenapa juga papa tanya Cella bukan kah sedari tadi mama itu datang bersama papa, harus nya papa yang tau mama ada dimana"
Ahh sudah lah Axel menyerah, berdebat dengan anak nya ini hanya akan membuat darah tinggi Axel naik ke ubun-ubun
Untung saja saat ini Lucas telah datang, melihat Tuan nya yang kalang kabut dengan muka yang ditekuk seribu, Lucas sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa pasti telah terjadi sesuatu yang salah. Lucas tidak melihat keberadaan nyonya Laila disisi Axel sehingga Lucas mengambil kesimpulan bahwa sang nyonya mungkin telah menghilang
Tanpa menghadap kepada Axel terlebih dahulu, Lucas langsung saja mengecek cctv di mulai dengan kedatangan Tuannya 1 jam yang lalu. Setelah semuanya telah rampung baru lah Lucas mengahadap Axel dan melaporkan penyelidikannya
__ADS_1
"Apa... Laila bertemu Lula ?"
"Benar Tuan"
"Apa dia menyakiti istri ku ?"
Lucas tidak menjawab, dia menyerahkan ponsel miliknya dimana ponsel itu menampilkan cuplikan saat Lula mencengkram tangan Laila lalu menyeretnya ke sebuah sudut
Bruuuuukkkkk
Axel melemparkan ponsel Lucas sampai ponsel itu patah dan berhamburan tak tentu arah
Lucas pun melongo dan membuka mulutnya lebar
"Hp ku.... Astagaaaa.... Itu keluaran terbaru aku baru membelinya kemaren Tuan" ratap Lucas dalam hati
Sementara Axel kini mengepalkan tanganya dengan muka merah menahan amarah
"Kemana perginya taksi yang membawa istri ku ?"
"Nyonya Laila saat ini berada di sebuah taman Tuan, Saya sudah memerintahkan beberapa pengawal untuk mengawasi nyonya dari jarak jauh"
"Kita kesana sekarang"
Axel bangkit dari duduk nya tapi Lucas sama sekali tidak bergerak, tatapan nya masih menatap miris pada hp yang sudah remuk itu
Axel pun mengikuti kemana arah mata Lucas dan kini Axel menggaruk pelipisnya yang tidak gatal karena sadar dengan kesalahannya yang membuat hp Lucas menjadi tidak berbentuk
Axel lalu mengeluarkan ponselnya, dia mengetik sesuatu kemudian memperlihatkan itu pada Lucas
"Apa ini Tuan ?"
"Apa sekarang kau tidak bisa membaca"
Mendengar kalimat itu, Lucas pun memperhatikan dengan seksama apa yang tertulis pada layar hp yang diperlihatkan oleh Axel
"Tuan apakah ini benar ? Itu untuk ku ?"
"Wahh kau benar-benar tidak bisa membaca yaa sekarang"
__ADS_1
"Tidak Tuan aku bisa membaca heheh terimakasih Tuan, wah ini banyak sekali..."
"Yaa ini untuk mengganti hp mu yang rusak juga bonus untuk mu karena kau bekerja dengan cepat"
"Terimakasih Tuan, kalau begitu besok aku akan membeli hp lagi dan silahkan Tuan hancurkan lagi tidak apa seperti nya ini cara cepat untuk menggandakan uang ku"
Buukkkk
Axel memukul perut Lucas pelan
"Kurang ajar sekali kau"
"Hehehe maaf Tuan aku hanya bahagia, aku kan jadi tidak usah repot memelihara tuyul kalau mau menggandakan uang"
"Kau samakan aku dengan tuyul"
"Tidak bukan itu maksud ku Tuan"
Melihat muka Axel yang kembali tidak bersahabat membuat Lucas menelan ludahnya kasar. Tidak... Tidak bisa dibiarkan Lucas harus berpikir cepat untuk menghentikan amukan tuyul banteng ini "ayo Lucas berpikir... Ayo berpikir" batin Lucas
Ting....
Sebuah ide cemerlang pun muncul di otak cerdas Lucas
"Tuan sebaiknya kita segera menyusul nyonya... Mungkin saat ini nyonya sangat membutuhkan kehadiran Tuan"
"Ohh shΓit... Cepat... Gara-gara kau membuang waktu ku, aku sampai melupakan Laila"
"Huh selamat" batin Lucas
Axel melebarkan langkahnya menuju mobil karena dia ingin segera sampai di tempat Laila berada saat ini
"Uuhh untung saja aku menyebut nama nyonya tadi, jika tidak tuyul banteng ini pasti akan menghukum ku lagi"
Lucas terus bermonolog pada dirinya sendiri sambil menjadi supir untuk Axel. Kemampuan menyetir Lucas sudah sangat tidak diragukan karena itulah jika sedang dalam keadaan terburu-buru Axel akan menjadikan Lucas sebagai supir pribadinya
Lucas memang selalu bisa diandalkan, dia bisa menjadi asisten dan supir sekaligus orang kepercayaan Axel. Lucas sudah seperti adik bagi Axel sayang Lucas masih menjomblo sampai saat ini
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hay Readers terkasih π jangan lupa masukan ini ke daftar favorit kalian yaa...
Trus tinggalkan jejak kalian, like, koment dan vote yaa supaya Author tambah semangat π»π»π»