CINTA SI YATIM

CINTA SI YATIM
NYONYA YANG USIL


__ADS_3

Udah dulu yaa Readers, cerita tentang kisah cinta Austin Author stop sampai disini dulu 🀭 yang penasaran tentang kisah cinta Austin nanti deh Author buatkan novel baru tapi judulnya apa yaa, Author masih bingung nih 😁 kalian ada ide ???


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Usia kandungan Laila saat ini sudah menginjak bulan ke enam. Selama ini Laila selalu dijadikan Ratu oleh Axel, apa pun permintaan Laila pasti akan selalu dikabulkan oleh Axel kendati itu adalah permintaan yang tidak masuk akal Axel akan berusaha untuk selalu mewujudkannya


"Nyonya sebaiknya Anda istirahat biar kami saja yang mengerjakannya" ucap Saidah


"Tidak Saidah, aku bisa... Kau tau aku cukup sehat dan kuat hanya untuk memasak"


Yaa Laila saat ini memang tengah berada di dapur untuk memasak. Rencananya hari ini Laila akan bertandang ke kantor Axel lagi untuk yang kedua kalinya setelah insiden terakhir kali Laila terbakar cemburu karena Axel memeluk salah satu wanita kolega bisnisnya


"Nyonya nanti Tuan akan marah jika Anda kelelahan"


"Ini tidak melelahkan Saidah, aku suka memasak. Ini hari ulang tahun Axel aku ingin memasak sesuatu yang istimewa untuknya"


"Kalau begitu biarkan kami membantu nyonya"


"Oke baiklah"


Saidah dan beberapa pelayan yang lain pun membantu Laila untuk mengambil dan meracik bahan untuk membuat kue dan juga makanan untuk makan siang Axel.


"Ahh selesai juga, Saidah kau bantu untuk membereskan ini aku akan mandi sebentar, setelah itu siapkan supir aku akan berangkat ke kantor Axel"


"Baik nyonya"


Laila tidak memberitahu Axel kalau hari ini dia akan bertandang kembali ke kantor karena niat awal Laila memang ingin memberi kejutan.


Singkat cerita Laila kini tengah berada di dalam mobil dengan menenteng 3 buah paper bag menuju kantor Axel.


Setelah sampai Laila sama sekali tidak disambut atau di perlakukan istimewa karena para karyawan disana sama sekali tidak ada yang tau kalau Laila adalah istri dari Axel


Karena Laila sudah pernah kesini Laila pun ingat dimana letak ruangan Axel. Sehingga tanpa bertanya lagi kepada resepsionis Laila langsung saja menuju lift dan ingin naik ke lantai atas.


Tapi belum juga Laila sampai di depan lift beberapa orang satpam menghadang langkah Laila.


"Maaf bu, ibu mau kemana?"


"Aku mau ke atas menemui suami ku"


"Memangnya suami ibu siapa? Maaf bu selain kariyawan dan orang yang tidak berkepentingan dengan pekerjaan dilarang masuk ke kantor ini bu"


"Benar kah?"


"Yaa bu, mohon maaf sekali kami hanya menjalankan tugas. Kalau ibu mau ibu bisa duduk disana dan minta lah suami ibu untuk turun"


"Baiklah"


Laila pun patuh dan iya punΒ  kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di lobby. Laila mencoba menelpon Axel namun ponsel Axel tidak aktif, akhirnya Laila pun hanya bisa menelpon Lucas.

__ADS_1


"Ya nyonya" ucap Lucas saat panggilan itu tersambung


"Apa Axel bersama mu Lucas?"


"Tidak nyonya, Saya ada diruangan Saya"


"Kalau begitu apa kau bisa turun sebentar ke lobby"


"Ada apa nyonya?"


"Patuh lah Lucas jika kau tidak ingin aku mengadukan mu pada Axel"


Jleb... Lucas blank. Lucas patuh dan segera bergegas dari pada sang nyonya mengadu dan membuat dia harus dihukum lebih baik patuh begitu pikir Lucas


Lucas pun bergegas turun ke bawah dan alangkah terkejutnya Lucas saat melihat sang nyonya sedang duduk manis dengan muka yang ditekuk seribu


"Astagaa kali ini apa lagi" batin Lucas


"Nyonya" ucap Lucas sembari sedikit membungkuk


"Lucas aku datang kesini karena ingin memberi kejutan ulang tahun untuk suami ku, tapi aku dilarang masuk oleh para satpam"


"Maaf nyonya, Saya akan menegur mereka dan memberi tau kalau Anda adalah nyonya muda Horrison"


"Itu sudah terlambat Lucas, pertama kali aku datang kesini aku juga dilarang masuk oleh mbak resepsionis yang ada disana"


"Saya akan memberikan hukuman untuk mereka nyonya"


"Untuk apa nyonya?"


"Lucas kau tau mood ku sedang tidak bagus sekarang. Cepat belikan atau aku akan mengadukan kalian semua pada Axel"


"Baik nyonya"


Lucas pun bergegas pergi dan mencari toko kosmetik, untung saja tidak jauh dari kantor Axel ada toko kosmetik ternama. Lucas pun membeli semua perlengkapan make up terbaik yang ada di toko tersebut, mungkin saja sang nyonya saat ini sedang ingin berdandan sebelum bertemu dengan Tuan Axel sehingga Lucas membeli make up yang mahal dan berkualitas


Kurang dari 15 menit Lucas telah kembali lagi ke kantor dan menghadap sang nyonya yang ternyata masih duduk manis di lobby


"Nyonya, ini make up pesanan Anda"


"Wah selera mu bagus sekali Lucas, tapi harusnya kau beli yang murah saja... Sayang sekali make up semahal ini harus terbuang percuma"


"What dibuang, nyonya harga satu paket make up itu hampir menyentuh harga 6jt... Kenapa mau dibuang?" batin Lucas


"Lucas cepat kau panggilkan satpam yang tadi melarang ku masuk"


"Baik nyonya"


Meski Lucas tidak mengerti apa yang ingin dilakukan sang nyonya tapi Lucas tetap patuh. Akhirnya 3 orang satpam yang tadi melarang Laila untuk masuk sudah duduk manis dan berjejer.

__ADS_1


Laila bangkit dari duduknya dan mengeluarkan semua peralatan make up yang tadi dibeli oleh Lucas tapi sebelumnya Lucas telah mengatakan bahwa wanita hamil yang mereka larang tadi adalah istri dari pemilik perusahaan ini. Setelah tau kalau Laila adalah istri dari Axel para satpam ini pun menjadi pucat dan sangat gugup. Mereka takut akan dipecat karena membuat masalah dengan istri bos besar.


"Astaga Lucas dimana cat kuku nya?"


"Maaf nyonya, Saya tidak membelinya"


"Astaga Lucas cepat beli sekarang dan beli lah cat kuku dengan warna terang"


"Baik nyonya"


Lucas pun segera berlari lagi untuk membeli cat kuku


Sementara Laila sudah mengeluarkan senyum devil hingga membuat nyali 3 satpam ini menjadi ketar ketir


Laila mengeluarkan pondation dan bedak lalu mengaplikasikan itu ke wajah satpam secara bergantian. Para satpam itu pun hanya patuh bahkan mereka tidak berani bergerak sehingga memberi akses pada Laila untuk melakukan aksinya. Setelah selesai dengan pondation dan bedak secara bergantian Laila memberikan aksen perona pipi, alis, maskara, dan lipstik sampai semua satpam itu terdandan tebal secara sempurna. Bahkan rambut mereka pun Laila ikat tak baraturan dengan ikat kecil dan banyak


Bukannya cantik, para satpam ini malah terlihat seperti topeng monyet.


"Hahahaha kalian cantik sekali" Laila tertawa terbahak


Laila sebenarnya tau kalau mereka hanya menjalankan tugas tapi entahlah mungkin bawaan bayi nya, Laila selalu ingin berbuat jahil. Sepertinya bayi Laila kali ini juga akan mewarisi sifat Axel.


Saat Lucas datang lagi ke kantor dari jauh Lucas sudah mendengar tawa renyah sang nyonya. Alangkah terkejutnya Lucas melihat penampilan para satpamnya yang sudah bagai ondel-ondel.


"Astaga nyonya ternyata hukuman dari mu lebih kejam dari hukuman yang biasa diberikan Tuan Axel" batin Lucas


Lucas pun ingin tertawa karena merasa lucu dengan penampilan para satpam yang bak ondel-ondel pinggir jalan ini tapi mau ketawa kasian juga melihat mereka yang sudah menahan malu karena menjadi tontonan satu kantor. Lucas pun membubarkan para karyawan yang menggerombongi Laila dan memerintahkan agar tidak ada yang boleh mengambil foto dan menyebarkannya jika masih ingin hidup tenang.


Para satpam ini pun hanya bisa menangis di dalam hati. Sungguh suami dan istri pemilik perusahaan ini benar-benar menakutkan. Begitulah pikir mereka


Laila meminta para satpam ini untuk melepaskan sepatu dan kaos kakinya, lalu Laila meminta mereka secara bergantian untuk memakai cat kuku dan Laila kembali duduk manis dan menunggu


Melihat sang nyonya sudah mulai tidak bisa dikondisikan. Lucas pun menelpon Axel dan mengatakan kalau Laila ada di lobby


Axel yang mendengarr Laila ada di kantornya pun bergegas untuk turun tapi alangkah terkejutnya Axel mendapati pemandangan yang sangat tidak biasa ini


"Sayang, kenapa kau tidak memberi tau ku jika kau datang"


"Tak apa aku hanya ingin memberikan mu kejutan"


"Ayo kita ke atas sayang"


"Tunggu lah sebentar Axel, aku ingin melihat karyawan mu ini berlenggak lenggok"


Axel melongo binggung sebenarnya apa yang sudah terjadi sampai karyawannya harus bernasib sial seperti ini. Axel memandang ke arah Lucas seolah meminta jawaban tapi Lucas hanya mengagkat kedua bahunya keatas.


Setelah para satpam ini selesai mewarnai kuku mereka. Mereka pun mengikuti arahan Laila dan berjalan berlenggak lenggok layaknya model dan jangan lupakanΒ  bahwa Laila meminta mereka untuk berjalan dengan gemulai.


Laila pun tidak bisa berhenti untuk tertawa bahkan Lucas dan Axel pun ikut menikmati pertunjukan ini dan ikut tertawa terpingkal pingkal. Bahkan semua karyawan yang mendengar Axel tertawa pun ikut senang karena ini moment pertama mereka melihat sang bos besar bisa tertawa renyah.

__ADS_1


Ini adalah ultimatum untuk semua karyawan Axel bahwa jangan pernah berani macam-macam dengan nyonya muda Horrison jika tidak ingin bernasib sial πŸ˜‚ oh nyonya sungguh Anda usil sekali begitu lah isi hati dari para karyawan perusahaan Axel Coperations


__ADS_2