
Rayhan pergi ke kantornya, di perjalanan dia membuka ponsel rahasianya yang hanya dia gunakan untuk menghubungi Alena saja.
Betapa terkejutnya Rayhan saat mendapati banyak pesan dari aplikasi hijau dan semuanya dari Alena.
"Apa apa an dia" gumam Rayhan marah karena mendapat spam chat dari Alena.
Namun sedetik kemudian Rayhan tersenyum tipis dia memikirkan sesuatu.
"Lukasss" teriak Rayhan pada asisten pribadinya.
Lukas langsung datang kesana karena sang tuan memanggilnya.
"Ada apa tuan" tanya Lukas.
"Ambil ponsel ini, balas setiap pesan dari wanita ini dan ingat buat dia merasa senang dengan gombalan" ucap Rayhan tersenyum jahat.
"Dia siapa tuan" tanya Lukas.
"Jangan banyak tanya atau kau akan aku jadikan pelayan mau" tanya Rayhan.
"Baik tuan akan saya balas pesan dia dengan gombalan" ucap Lukas patuh.
"Bagus".
" tapi tuan bagaimana kalau ada pesan dari orang lain" tanya Lukas.
"Tak akan itu ponsel cuman buat sama wanita itu saja" ucap Rayhan.
"Baik tuan saya permisi" ucap Lukas pergi dari sana.
Rayhan tersenyum menang.
"Tanpa di dekati pun mangsa langsung datang sendiri" ucap Rayhan sambil tersenyum puas karena misinya berhasil.
Sedangkan Lukas dia sedang berfikir bagaimana caranya menggombal karena selama ini Lukas belum pernah pacaran atau menggombal pada wanita.
"Hey tolong aku" ucap Lukas memanggil seseorang karyawan laki laki.
"Ya tuan ada yang bisa saya bantu" ucap karyawan itu.
"Apa kau bisa menggombal pada wanita, beri tau aku" ucap Lukas.
"Begini tuan, kamu tau gak bedanya bulan sama kamu" ucap karyawan itu.
"Aku tau beg* bulan itu di langit mana ada sama" ucap Lukas marah.
"Bukan tuan, tapi itu gombalan" ucap karyawan itu.
Lukas menuliskan pesan pada Alena.
...{ tau gak apa bedanya bulan sama kamu } ...
...{ ya tentu saja ada bedanya karena kan bulan besar dan ada di langit sedang kan aku ada di sini di hotelku } balas Alena....
"Tuh kan aku harus membalas apa Beg* dia tau jawabannya" ucap Lukas menyalahkan karyawan itu.
"Dia wanita anti gombalan tuan" ucap karyawan itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini" tanya Lukas.
"Biar saya yang balas tuan" ucap karyawan itu mengambil alih ponsel Rayhan yang ada di tangan Lukas.
...{ Oh ya cantik apa kamu sudah punya pacar } ...
...{ belum } balas Alena....
...{ mau dong jadi pacar aku }...
...{ aku gak lagi cari pacar tapi cari calon suami } balas Alena....
"Bagaimana" tanya Lukas.
"Dia ngajak Nikah" ucap karyawan itu.
"Apa" pekik Lukas.
"Bagaimana ini, tuan hanya menyuruh menggombali saja bukan mengajaknya menikah" ucap Lukas.
"Saya permisi tuan" ucap karyawan itu pergi dari sana.
Lukas mengambil lagi ponselnya.
"Wanita ini memang beda dari yang lain" gumam Lukas.
...{ Ray mau gak malam ini kita kencan } pesan Dari Alena....
Lukas langsung pergi ke ruangan Rayhan karena tak mau di salahkan.
"Apa senekad itu dia hahaha" ucap Rayhan tertawa.
"Baiklah balas saja jam tujuh malam di Cafe xxx" ucap Rayhan.
"Baik tuan".
Siang harinya Rayhan pergi ke kampus tempat Raya belajar, karena tadi pagi Rayhan sudah berjanji akan mencarikan Raya tempat tinggal.
Tittt...
Mobil mewah Rayhan berhenti tepat di depan tiga wanita remaja yang salah taunya ada Raya.
Rayhan keluar dari mobil dengan memakai kacamata hitam yang melindungi matanya dari silaunya sinar matahari.
"Apa itu pak Rayhanmu itu Ray, dia tampan sekali" bisik Rahma temannya Raya melonggo melihat ketampanan Rayhan.
"Dia spek pangeran dari kerajaan Ray" bisik Julia.
Rayhan mendekat kearah Raya.
"Bagaimana mau cari kontrakan sekarang" tanya Rayhan dengan nada dingin.
"Hay pak Rayhan saya Julia teman dekat Raya" ucap Julia sambil menjabat tangan Rayhan.
"Hay" sapa Rayhan datar
"Dia Rahma pak teman saya juga" ucap Julia peka karena Rayhan melihat Rahma yang masih melongo menatap Rayhan.
__ADS_1
"Saya sudah dapat kosan pak, bersama Julia" ucap Raya.
"Kosan dimana? Boleh saya lihat" sahut Rayhan.
"Boleh banget pak mari biar saya antar" sahut Julia bersemangat membawa Rayhan ketempat kosannya.
"Baiklah naik mobil saya" ucap Rayhan membukakan pintu mobilnya.
Raya dan Julia masuk mobil sedangkan Rahma harus segera pulang karena dia harus bekerja di perusahaan Papahnya.
"Kemana arah kosannya Nona" tanya Rayhan pada Julia.
"Didepan sana pak" jawabnya.
Julia sangat tertarik dengan Rayhan, dia merasa kalau Rayhan yang tampan dan kaya raya itu harus menjadi miliknya karena 'jika ingin hidup bahagia maka menikah dengan lelaki kaya' itulah prinsip Julia.
Mobil berhenti di gerbang kosan yang berjajar rapi didalam gerbang itu.
"Baiklah tunjukan padaku bagaimana kondisi kosannya" sahut Rayhan sambil keluar dari mobil tetap dengan nada dingin.
"sebelah sana pak" tunjuk Julia memperlihatkan kosan yang akan ditempati Raya.
"Ini kosannya" tanya Rayhan.
"Iya pak baguskan, ya lumayanlah kalau untuk orang seperti kitakan Raya" sahut Julia mencolek lengan Raya.
"Iya, sudahlah bapak jangan risau lagi aku sudah punya tempat tinggal" sahut Raya.
"Baik aku tak akan menghawatirkanmu lagi" bisik Rayhan di telinga Raya.
"Hey Nona bisakah kau panggilkan pemilik kosan ini " sahut Rayhan pada Julia.
"Bisa pak saya panggilkan dulu" ucap Julia.
"Terima kasih Nona cantik" gombal Rayhan yang membuat hati Julia berbunga bunga.
Rayhan hanya basa basi saja melatih mulut nya karena malam ini dia akan bertemu dengan Alena.
"Hey pak, aku pikir kau hanyalah lelaki kaku yang tak bisa bercinta, namun aku salah ternyata kau bisa berlaga menjadi seorang buaya juga" sahut Raya sambil tersenyum mengejek Rayhan.
"Apa kau menyukai Julia temanku pak" goda Raya pada Rayhan.
Degg..
Hati Rayhan merasa tertekan saat Raya mengatakan hal itu, bahkan Rayhan tak tau rasanya menyukai atau mencintai karena Rayhan belum pernah merasakan itu.
"Bukan dia yang aku inginkan Raya, tapi kamu" ucap Rayhan yang membuat Raya menatap pada Rayhan dengan tatapan tak percaya.
Ibu kosan datang dengan Julia, Rayhan bicara berdua dengan ibu kosan itu, Rayhan menyodorkan uang untuk membayar kosan punya Raya selama sebulan tak lupa Rayhan juga membantu membayarkan kosan Julia.
"Aku pergi dan aku harap kita tak pernah bertemu lagi" ucap Rayhan pada Raya namun secara pribadi karena Julia sudah pergi dari sana dan masuk kedalam kosannya sedangkan Raya mengantar Rayhan ke mobilnya
"Terima kasih tapi pak aku akan mengganti kerugianmu nanti" ucap Raya.
"Tak perlu" ucap Rayhan langsung pergi dari sana karena akan pulang ke rumah karena Rayhan sudah menugaskan Lukas untuk menghandle pekerjaannya.
Rayhan harus bersiap karena nanti malam dia akan bertemu dengan Alena.
__ADS_1