Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 35


__ADS_3

Rayhan di sambut hangat oleh pelayan rumah itu bahkan para pelayan seolah berbaris di ambang pintu untuk menyambut keluarga Rayhan.


"Selamat datang tuan Nyonya Wiguna" ucap Bu Ajeng dari dalam rumah.


"Nyonya terima kasih" ucap Topan.


"Ya anda terlalu berlebihan" ucap Nita.


"Silahkan duduk Nyonya tuan" ucap Bu Ajeng.


Semua keluarga berbincang bincang sambil menunggu kedatangan Raya yang sekarang masih berada di kamarnya karena belum selesai ber dandan.


"Pelayan panggilkan Raya" titah Bu Ajeng pada pelayan yang ada di sana.


"Baik Nyonya" ucap pelayan.


Zia tak henti hentinya menatap pada ruangan indan nan megah itu bahkan rumah Rayhan yang besar pun tak sebagus ini.


Zia merasa tak heran pada rumah Rayhan karena Rayhan seorang laki laki jadi tak tau apa itu Desains.


Semua mata tertuju pada seorang gadis yang baru saja turun dari tangga lantai dua, siapa lagi kalau bukan Raya yang sekarang terlihat sangat cantik.


"Kak dia sangat cantik" bisik Zia pada kakaknya.


Namun mata Rayhan seolah tak ingin berhenti menatap kecantikan Raya, dan Raya yang merasa menjadi tatapan Rayhan pun berusaha baik baik saja.


Apa lagi semalaman Raya tak bisa tidur karena masih mengingat saat Rayhan mencium Pipinya, begitu beraninya Rayhan saat itu padahal Raya tak berfikir sejauh itu.


"Nyonya, kedatangan saya kemari saya ingin melamar Putri Nyonya" ucap Topan.


"Jangan panggil saya Nyonya panggil saja Ajeng mungkin kita seumuran" ucap Bu Ajeng.


"Ya" ucap Topan.


"Saya sangat senang kalau Raya bisa menikah, apa lagi Raya menikah sama laki laki yang mapan seperti nak Rayhan" ucap Bu Ajeng.


"Kalau ibu terserah pada Raya saja, Raya bagaimana" tanya Bu Ajeng menatap pada Raya.


"Aku terima mah" ucap Raya malu malu sampai terlihat rona merah di pipi Raya.


"Alhamdulilah" serempak.


"Alhamdulilah kita sekarang akan jadi besan" ucap Nita.


"Ya, nak Ray tolong jaga Raya, dia sangat polos bahkan dia belum tau semua hal jadi Ibu berharap kamu bisa menjaga Raya" ucap Bu Ajeng.


"Ya bu saya akan menjaga Raya" ucap Rayhan.


"Bagaimana kalau kita laksanakan pernikahan ini satu bulan lagi" saran Topan.


"Pah kenapa satu bulan lagi" protes Rayhan.


"Memangnya kau mau kapan" tanya Topan menatap pada putranya.

__ADS_1


"Dua minggu lagi" ucap Rayhan.


"Bagaimana Bu Ajeng" tanya Rayhan pada bu Ajeng.


"Ya lebih cepat lebih baik kan" ucap Bu Ajeng.


"Baiklah kalau pihak Raya setuju" ucap Topan.


Semua orang berbincang bincang, sampai sore hari Topan memutuskan untuk pulang dan besok harinya Raya akan Nita ajak membeli pakaian untuk seserahan.


Sesampainya di rumah Rayhan langsung masuk kedalam kamarnya dan menyelesaikan masalah keuangan yang kemarin dia hitung ada yang salah.


Sudah hampir dua kali Rayhan menghitung keuangan kantor tapi tetap saja masih salah bahkan perusahaan Rayhan mengalami kerugian yang cukup besar bahkan sampai setengah M.


"Ada apa ini" gumam Rayhan menatap heran pada berkas yang ada di tangannya.


Topan datang ke kamar Rayhan yang sangat luas itu, Topan menatap pada putranya yang terlihat sangat marah sambil memegang berkas.


"Ada apa Ray" tanya Topan yang langsung duduk di kursi dekat Rayhan.


"Ini pah keuangan perusahaan ada yang hilang" ucap Rayhan.


"Kenapa bisa" tanya Topan.


Rayhan hanya menggeleng gelengkan kepalanya karena tak tau ulah siapa ini.


"Tanyakan pada bendahara perusahaan mu Ray, dulu papah juga begitu" ucap Topan.


"Ya pah aku akan tanyakan, aku sangat pusing memikirkan ini" ucap Rayhan meremas rambutnya.


"Ya pah, kadang aku juga ingin mundur dari semua ini tapi aku melihat perjuangan papah yang telah membuat perusahaan ini berkembang sebelum jatuh ke tangan ku" ucap Rayhan.


"Papah sangat percaya kalau kamu pasti bisa, makannya papah sudah mengatas namakan perusahaan ini saat kamu masih kelas 1 sd" ucap Topan.


"Pah kau sangat baik" ucap Rayhan.


"Maaf Ray hanya perusahaan ini saja yang mampu papah berikan padamu, papah belum memberikan apa apa pada Zia karena semua harta papah sudah di raup habis oleh penjahat itu" ucap Topan.


"Fyuhh Pah aku juga sudah berusaha memberikan kebahagiaan pada Zia, jadi papah jangan merasa kalau papah belum memberikan apa apa pada Zia" ucap Rayhan.


"Ya Ray kau sangat bijak, Papah harap kau bisa menyayangi Raya papah tak mau kau menjadi pengecut Ray, Papah ingin apa pun yang akan terjadi padamu dan pada Raya nantinya kalian berdua bisa menerimanya" ucap Topan memberi nasihat pada putranya.


"Ya pah aku akan berusaha agar menjadi yang seperti papah inginkan" ucap Rayhan.


"Ray kau tau calon suami Zia" tanya Topan.


"Tau" jawab Rayhan menatap pada papahnya itu.


"Memangnya ada apa" tanya Rayhan lagi.


"Papah kurang setuju pada laki laki itu" ucap Topan secara terang terangan.


"Ya pah aku apa lagi, tapi Akash lah yang Zia inginkan" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Papah hanya merasa kalau laki laki itu tak baik, dia hanya ingin memeras uang Zia saja" ucap Topan.


"Dari mana papah tau" tanya Rayhan.


"Ray papah ini laki laki papah tau sikap laki laki seperti Akash itu, bahkan Papah sering bertemu dengan laki laki seperti itu dahulu" ucap Topan.


"Ya Pah tapi mau bagaimana lagi" tanya Rayhan.


"Papah berdoa semoga Zia tak berjodoh dengan laki laki itu" ucap Topan.


Setelah mengatakan itu Topan kembali ke kamarnya, duduk bersama Nita di kamarnya.


Sedangkan Zia saat ini dia sedang sibuk menghubungi Akash yang sudah beberapa hari ini tak dapat dia hubungi.


"Dimana kamu Akash" gumam Zia menatap pada layar ponselnya.


Di dalam kamar Topan tengah memandang indahnya jalanan raya lewat jendelan kamar itu, sesekali Topan menghembuskan nafasnya kasar.


"Ada apa mas" tanya Nita menatap Topan seperti banyak beban.


"Tidak Nit, aku hanya sedang berfikir saja" ucap Topan.


"Berfikir apa" tanya Nita.


"Nit, Mas sangat tak ikhlas jika Zia menikah dengan laki laki itu dia sangat tak pantas bagi Zia" ucap Topan.


"Tapi mas bagaimana kau tau kalau Akash tak baik untuk Zia" tanya Nita.


"Mas tak suka pada Akash, Nit" ucap Topan.


"Mas kita doakan saja kalau Zia segera mendapat laki laki yang baik" ucap Nita.


"Ya Nit".


Keesokan harinya Rayhan sudah bersiap akan pergi ke kantor, Rayhan lupa kalau hari ini dia akan belanja membeli pakaian untuk Raya.


Rayhan dengan santai melangkah menuju ruang tengah.


Nita menatap pada putranya dengan tatapan heran karena Rayhan dengan santai akan keluar dari rumah.


"Ray kau akan kemana" tanya Nita.


"bekerja mah ke kantor" jawab Rayhan enteng.


"kau lupa sekarang kita akan belanja mengajak Raya" ucap Nita.


Rayhan terkejut karena bisa bisanya dia lupa kalau hari ini dia akan belanja.


"maaf mah aku lupa" ucap Rayhan.


"segera lah bersiap Ray kita akan menjemput Raya sekarang, jangan lupa hubungi Raya dulu" ucap Nita.


"ya mah" ucap Rayhan yang langsung berjalan kembali ke kamarnya karena akan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian santai.

__ADS_1


**bersambung..


Jangan lupa like comen dan dukungannya ya**..


__ADS_2