
Rayhan pulang ke rumahnya namun dia harus berhadapan dengan Aziya adiknya yang sedang bersama dengan pacarnya di sofa.
"Hey apa kau tak bekerja" tanya Rayhan menatap tajam pada Akash pacarnya Zia.
"Kak, aku kerja tapi sudah pulang" sahut Akash.
"aku sarankan kalau kau mau menikah dengan Zia lebih baik kau bekerja lebih giat lagi karena biaya hidup Zia sebentar lagi akan aku cabut" ucap Rayhan.
"Kak kenapa begitu" gerutu Zia.
"Begitu gimana memang benarkan kalian akan menikah jadi kau bukan tanggung jawab aku lagi" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.
"Baiklah kalau begitu kakak cepatlah menikah biar aku bisa cepat menikah dengan Akash" ucap Zia.
"Kamu kira memilih pasangan itu gampang Zia" tanya Rayhan berbalik dan mendekat lagi pada adik kesayangannya itu.
"Kakak bukan tak gampang memilih pasangan tapi kakak sengaja menutupi hati kakak, padahal aku tau dari Bi Ratna semalam kau membawa gadis kan ke rumah, ck dasar munaf*k" umpat Zia.
"Beraninya kau" geram Rayhan.
"Ayolah kak tinggal menikah saja apa salahnya kan lagian tak akan ada wanita yang bisa menolak kakak" ucap Zia.
"Kakak gak akan menikah sekarang" ucap Rayhan.
"Kakak egois, pantas saja tak ada wanita yang mau pacaran dengan kakak karena kakak laki laki paling egois" bentak Zia pada Rayhan.
Rayhan tak mau menggapi Zia lagi dia langsung masuk kedalam kamarnya, karena percuma saja menanggapi Zia dia akan semakin marah marah kalau Rayhan masih ada di hadapannya.
Malam harinya Rayhan sudah bersiap akan pergi kencan dengan Alena, walau pun dalam hatinya Rayhan paling malas kalau harus makan malam romantis dengan seorang wanita.
Rayhan memakai jas hitam sehingga membuat kulit putihnya semakin terpancar dan mempesona.
Rayhan menatap pantulannya di cermin entah kenapa dalam pikirannya dia terus teringat pada Raya yang semalam sedang menutupi badannya dengan selimut.
"Hah kau cantik Raya, namun sayang kau bocil mes*m" ucap Rayhan sambil tersenyum membayangkan Raya saat dia gendong kemarin.
"Tuan apa anda akan pergi" tanya Lukas yang sudah ada di sebelah Rayhan.
"Hah, kau mengagetkan aku saja" ucap Rayhan terkejut mendengar Lukas bicara.
"Kau kenapa tuan senyum senyum sendiri" tanya Lukas.
"Oh ya tuan Wanita yang kemarin kau bawa apa itu wanita anda" tanya Lukas memastikan.
"Hey dia gadis baik baik, bukan seorang yang kau pikirkan itu lagi pula aku tak melakukan apa apa padanya" ucap Rayhan.
"Baik tuan, Ayo biar saya antar" ucap Lukas.
"Ayo kita sudah terlambat" ucap Rayhan.
Rayhan melihat ponselnya dan banyak sekali pesan dari Alena.
...{ Apa kau jadi datang tuan Ray }...
__ADS_1
...{Aku sudah sampai}...
...{ Apa makanan Faporit mu }...
"Lukas dia bertanya apa makanan Favorit aku" ucap Rayhan.
"Oh ya balas saja" ucap Lukas.
"Apa makanan kesukaan aku" tanya Rayhan pada Lukas padahal pertanyaan ini hanya akan bisa di jawab oleh Rayhan sendiri.
"Apa saja yang sering tuan makan itu adalah makanan kesukaan Tuan" ucap Lukas.
"Aku suka makan makanan yang di buat bi Ratna apa saja aku makan" ucap Rayhan.
"Tuan kenapa anda tak membalas saja makanan apa saja tuan suka" ucap Lukas.
{ aku suka spagheti } balas Rayhan padahal Rayhan belum pernah memakan Spagheti hanya saja Rayhan pernah mendengar kata itu dari Elpan.
"Sudah sampai tuan" ucap Lukas pada Rayhan karena sejak tadi Rayhan selalu melihat ponselnya.
Rayhan berjalan masuk kedalam Cafe itu dia mendapati Alena yang sedang duduk dengan memakai gaun selutut yang indah bahkan setiap laki laki yang melihatnya akan terpesona tetapi berbeda dengan Rayhan dia biasa saja melihat alena.
"Kau lama tuan" gerutu Alena.
"Maaf aku pulang kerja" jawab Rayhan datar dan tanpa ekspresi.
Justru sikap itulah yang Alena suka dari Rayhan dingin dan datar, Alena menatap pada Rayhan dengan tatapan kagum.
"Ya tuhan mahluk apa yang kau ciptakan ini, dia sangat sempurna" batin Alena.
"Silahkan" ucap pelayan itu menata piring di atas meja.
"Terima kasih" ucap Alena.
"Silahkan makan Tuan Ray" ucap Alena.
"Makanan apa ini" tanya Rayhan aneh dengan makanan itu.
"Ini Spagheti apa kau tak suka, atau kau akan menggantinya" tanya Alena.
"Tidak aku hanya aneh saja, Mie untuk makan malam tapi tak masalah" ucap Rayhan.
Rayhan memakannya dengan kurang suka karena baru pertama kali dia merasakan Spagheti.
"Lain kali kau jangan berbohong Ray, karena benar kata orang orang kebohongan kita akan kembali lagi pada kita" batin Rayhan.
"Oh ya tuan Ray, dimana anda bekerja" tanya Alena.
"Perusahaan Wiguna Group, itu perusahaan Ayahku" jawab Rayhan.
"Dimana tuan Wiguna sekarang" tanya Alena sambil menyuapi Spagheti pada mulutnya.
"Dia ada di kampung, biasa sedang liburan".
__ADS_1
"Oh, senang sekali bisa bertemu denganmu, tapi tuan Ray aku tak sedang mencari pacar aku mencari calon suami umurku sudah tak muda lagi mau kan kau menikah dengan ku" tanya alena.
Ohokkk
Ohokk
Rayhan terbatuk batuk mendengar hal itu.
"Ya ampun gadis ini sangat pro padahal aku tak mau menikah, bagaimana ini" gumam Rayhan dalam hati.
"Aku akan fikirkan itu" ucap Rayhan.
Acara makan malan pun selesai Rayhan langsung pulang, di dalam perjalanan Rayhan hanya menatap datar pada jalanan dari jendela mobilnya.
"Bagaimana acara makan malamnya tuan" tanya Lukas.
"Lukas, dia mengajak aku nikah, gila bukan wanita itu sangat bar bar" ucap Rayhan.
Lukas hanya tersenyum saja padahal ingin sekali dia tertawa mentertawakan majikannya yang polos dan tak peka itu.
"Lalu bagaimana tuan apa kau menerimanya" tanya Lukas.
"Tidak, mana mungkin aku menerima lamaran gadis" ucap Rayhan.
"Ya tuan lebih baik kalau anda yang melamarnya".
" aku tak akan menikah Lukas".
"Yakin tuan padahal Nona Zia sangat ingin anda menikah" batin Lukas.
Sesampainya di rumah Zia sudah menunggu kedatangan kakaknya di ruang tamu, Zia akan mengeluarkan jurus andalannya agar Rayhan bisa cepat menikah dan Zia akan menikah dengan Akash.
"Kakak hikss hikss" ucap Zia sambil menangis dan memeluk kakaknya.
Rayhan yang baru saja masuk pun langsung membalas pelukan Aziya adiknya itu.
"Kau kenapa? Apa laki laki Brengs*k itu menyakitimu" tanya Rayhan.
"Kak cepatlah menikah kata Akash kalau aku dan dia tak cepat menikah Akash akan mencari wanita lain" ucap Zia menangis di pelukan Rayhan.
"Mangsa sudah masuk jebakan" batin Aziya tersenyum puas dalam hatinya.
"Tapi kakak gak bisa Kakak gak punya pacar" ucap Rayhan.
"Kak cepatlah cari aku gak mau Akash pergi kak, kau sayang padaku kan" tanya Zia.
"Ya kakak sayang tapi kakak gak mau menikah, atau kakak akan marahi cec*nguk itu biar tetap setia padamu" ucap Rayhan.
"Hikss hikss kakak egois" ucap Aziya semakin menangis.
"Ya baiklah kakak akan menikah kau jangan menangis" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.
"Yeayy mangsa sudah terjebak" gumam Aziya tersenyum puas.
__ADS_1
Bersambung