
Raya masuk kedalam rumah bernuansa kekinian itu, ternyata rumah Bu Ajeng sudah di hias dengan balon dan pernak pernik yang lain.
"Raya" sahut Bu Ajeng menatap putrinya yang baru saja datang.
"Mah" ucap Raya sambil memeluk sang Ibu.
"Syukurlah kau datang, Ibu lupa memberi tau padamu" ucap Bu Ajeng.
"Apa teman kuliah kak Fikri datang semua" tanya Raya.
"Tak hanya laki laki saja, katanya Fikri mau Party" ucap Bu Ajeng.
"Oh" ucap Raya.
"Dimana kak Fikri" tanya Raya.
"Ada di kamarnya" ucap Bu Ajeng.
Raya berjalan kearah kamar Fikri, Raya sengaja tak mengetuk dulu pintunya karena ingin membuat kejutan untuk Fikri.
Namun bukan Fikri yang terkejut tapi Raya yang di buat terkejut karena mendapati Fikri dan seorang gadis di dalam kamarnya.
Fikri dan gadis itu sedang melakukan ciu ma panas di atas ranjang, Raya dengan cepat berbalik dan hendak pergi dari sana karena takut mengganggu.
"Raya" sahut Fikri yang membuat Raya menghentikan langkahnya.
"Ya" ucap Raya.
Saat ini keadaan Raya sangat hancur, bukan karena apa tapi sampai saat ini Raya masih mencintai Fikri bahkan hati Raya masih berlabuh pada Fikri.
Wajar saja jika Raya cemburu melihat hal itu.
Fikri mendekat pada Raya.
"Maaf ini tak seperti yang kau lihat" ucap Fikri.
Raya masih memunggungi Fikri, tak terasa Raya meneteskan air matanya.
Dengan cepat Raya mengusapnya dengan tangan supaya jejaknya menghilang.
"Aah tak masalah, bukannya hal baru kan jika seorang adik mempergoki kakaknya pacaran" ucap Raya.
"Oh ya Happy birthday my Brother" ucap Raya memberikan kado kecil pada Fikri.
"Terima kasih" ucap Fikri.
"Jangan repot repot, aku senang kau bisa datang, boleh aku minta sesuatu" tanya Fikri.
"Karena ini hari ulang tahun mu aku akan menurutinya" ucap Raya.
"Jika aku meminta mu untuk kembali padaku, itu adalah hal yang mustahil jadi aku hanya ingin minta, bisa kau memeluk aku" tanya Fikri.
"Kenapa kau sudah mendapat pelukan darinya" ucap Raya menatap pada gadis yang berada di atas ranjang.
"Aku mau kau" ucap Fikri.
Fikri mendekat pada Raya, dia langsung memeluk sang adik yang dahulunya adalah mantan pacar, keduanya masih sangat saling mencintai.
Namun karena status adik kakak jadi mereka tak bisa bersama lagi, maka dari itu Raya memilih menikah dengan Rayhan, tetapi tetap saja rasa cinta Raya masih pada Fikri.
"Aku rapuh tanpa mu Raya" ucap Fikri.
__ADS_1
"Ayolah ini sudah takdir kita" ucap Raya yang sekuat kuatnya menahan tangis.
"Terima kasih sudah datang" ucap Fikri.
"Ya sama sama" ucap Raya.
"Aku akan berusaha untuk melupakan mu mulai sekarang" ucap Fikri.
Deggh
Ada sesuatu yang tak ikhlas yang sedang Raya rasakan, entah kenapa perkataan Fikri membuatnya sakit hati dan ada rasa tak ikhlas.
"Aku harus pergi, silahkan di lanjut" ucap Raya tersenyum manis pada Fikri.
"Raya, mungkin ini sangat lancang, tapi, aku mencintai mu Raya" ucap Fikri.
"Ya aku tau, tapi sekarang kita sudah beda" ucap Raya.
"Aku tau tapi hati ku ingin kamu" ucap Fikri.
"Aku tak bisa, ingat saran ku kak, menikahlah jangan buat hidup mu hancur hanya karena has rat semata" ucap Raya yang langsung pergi dari sana.
"Keluarlah dari jendela jangan sampai mamah melihat mu" ucap Fikri ketus.
"Tapi tuan kita belum melakukan apa apa" ucap wanita itu.
"Bayaran mu sudah aku transfer kan pergi lah" titah Fikri.
Sedangkan di sisi lain sekarang Raya sedang berada di kamarnya, dia sedang menangis sejadi jadinya karena melihat hal itu, Raya masih mencintai Fikri tetapi cinta itu sangat salah.
Raya menghapus air matanya, dia tak mau sampai bu Ajeng tau kalau Raya baru saja menangis.
Hari sudah semakin larut, pesta ulang tahun pun sudah di mulai tetapi Raya belum juga turun dari kamarnya.
Rayhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bu Ajeng, bahkan sekarang banyak sekali mobil mewah disana.
Rayhan masuk kedalam dan mencari cari sosok Raya.
"Nak Rayhan" sapa Bu Ajeng.
"Bu" tanya Rayhan.
"Akhirnya kau datang" tanya Bu Ajeng.
"Ya bu aku terlambat padahal tapi aku sudah janji pada Raya akan pulang sore tapi pekerjaan aku banyak jadi pulang malam lagi" ucap Rayhan.
"Oh ya, Raya akan paham karena kan kau habis bekerja" ucap Bu Ajeng.
"Ya semoga saja" ucap Rayhan.
"Lalu dimana Raya sekarang" tanya Rayhan.
"Ada di kamarnya" jawab Bu Ajeng.
"Saya permisi dulu bu" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana menuju kamar Raya yang berada di lantai atas.
Rayhan langsung berjalan ke kamar Raya, Rayha melihat Kalau saat ini Raya sedang menangis di bibir ranjang.
Rayhan paham kalau saat ini Raya masih sayang pada Fikri, bahkan Rayhan pun tak pernah memaksakan Raya untuk mencintanya.
"Raya sudah malam ayo pulang" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Pak Ray" Raya menatap terkejut pada Rayhan.
"Kenapa menangis" tanya Rayhan.
"Tak aku hanya kelilipan saja" ucap Raya berbohong.
"Ayo pulang" ucap Rayhan.
"Ayo lagi pula sudah malam juga" ucap Raya menatap pada jam dinding yang sudah menunjukan pukul delapan malam.
"Maaf aku terlambat, pekerjaan sangat banyak Raya" ucap Rayhan.
"Tak masalah pak" ucap Raya.
"Kau tak marah, padahal aku tadi sudah janji" ucap Rayhan.
"Tak marah, aku tau pekerjaan mu sangat banyak sekarang" ucap Raya.
"Baiklah ayo pamit pada Bu Ajeng" ucap Rayhan.
Raya dan Rayhan pamit karena akan pulang, Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil yang sedang melaju karena akan pulang.
Raya hanya melamun saja.
"Oh ya pak Ray aku lupa, kalau besok aku harus ada ulangan" ucap Raya.
"Oh ya" tanya Rayhan.
"Ya pak akhir semester satu" ucap Raya.
"Kalau begitu kau gak boleh terlambat" ucap Rayhan.
"Ya pak" ucap Raya.
Sesampainya di rumah Rayhan, Rayhan cukup merasa kesepian karena tak ada Zia sungguh baru saja satu hari tak bertemu Zia, Rayhan sudah rindu pada Zia.
"pak Ray rumah sepi ya tak ada Zia" ucap Raya.
"ya tapi ini lebih baik Raya, dari pada Zia di sini namun sikapnya semakin tak terkendali kan" ucap Rayhan.
"ya tapi tetap saja kita kehilangan" ucap Raya.
"biarkan Zia menerima hukumannya disana, aku yakin Zia pasti akan berubah, percaya lah Raya walau pun aku Na kal dan terkesan tak bisa di kendalikan, tapi aku tak bisa menerima kalau adik atau keluarga yang aku sayang menjadi sepertiku" ucap Rayhan.
"ya pak Ray" ucap Raya.
"kau janji gak akan seperti Zia kan" ucap Rayhan.
"aku janji tak akan mengikuti Zia" ucap Raya.
**Bersambung..
Hyy...
Terima kasih sudah mampir ya...
jangan lupa mampir juga ke cerita Zia ya, yang judulnya ( Aziya untuk Ustadz ).
Lihat bagaimana caranya Zia bisa berubah menjadi baik, dan siapa kah yang bisa merubah Zia.
Jangan lupa mampir ya..
__ADS_1
Terima kasih**