Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 102


__ADS_3

Sore hari nya Julia pulang dengan jalan kaki karena mau naik ojeg juga tak Julia lakukan apa lagi jarak antara perusahaan dan apartemen Julia cukup dekat.


Rega tiba tiba menghentikan motornya di hadapan Julia yang sedang berjalan.


"Ayo pulang" ucap Rega.


"Udah deket kok" ucap Julia.


"Ayo ikut saja" ucap Rega.


Julia terpaksa naik ke motor milik Rega, Rega melajukan dan menghentikan motor nya di parkiran apartemen.


"Mau gak malam ini kita jalan" tanya Rega.


"Aku gak bisa" ucap Julia.


"Kenapa" tanya Rega.


"Aku hanya akan diam saja, aku lelah seharian bekerja" ucap Julia.


"Baik lah terserah kau" ucap Rega.


"Besok kau ke sana" tanya Rega.


"Ya dengan Raya" ucap Julia.


"Aku juga akan ke rumah tuan Rayhan, aku saran kan kau kunci saja apartemen mu" ucap Rega.


"Ya terserah lah" ucap Julia.


Sedangkan Lukas sekarang baru saja pulang dari kantor Rayhan, dia sengaja mampir dulu ke sebuah mini market karena akan membeli minuman dingin untuk Lukas nanti malam.


Lukas masuk ke salah satu mini market yang ada di sana, pertama tama Lukas mengambil keranjang karena akan memilih makanan.


Lukas memilih cemilan yang bisa dia makan dan memasukan nya pada keranjang.


Dengan tiba tiba Alena juga ada di sana dia sedang memilih cemilan.


"Lukas" ucap Alena.


Lukas menatap pada Alena yang sekarang berada di hadapan nya.


Namun Lukas tak memperdulikan Alena dia hanya diam dan pergi dari sana mencari lagi cemilan yang lain.


"Lukas" ucap Alena lagi.


"Apa" tanya Lukas.


"Kau sangat dingin pada ku" ucap Alena.


"Bukan aku yang dingin tapi kau yang terlalu hangat bahkan kau sangat panas" ucap Lukas.


"Kau ini" ucap Alena.


"Kemana saja kau aku tak melihat kau selama beberapa Minggu ini" ucap Alena.


"Aku kerja" ucap Lukas.


"Oh" ucap Alena.


Lukas hendak pergi dari sana.


"Lukas" panggil Alena.


"Apa" tanya Lukas malas.


"Bisa kita bicara" tanya Alena.


"Baik lah" ucap Lukas.


Disebuah Cafe tak jauh dari sana Alena dan Lukas duduk di meja cafe itu, dengan dua gelas kopi panas yang menemani mereka di antara dingin nya angin malam.


Setelah membayar di kasir tadi Lukas langsung memasukan belanjaan nya pada bagasi mobil nya.


Terlihat kalau sekarang mereka hanya saling diam karena Alena pun bingung mau mulai bicara dari mana karena Lukas terlihat sangat tak suka pada nya.


"Mau bicara apa sudah malam aku tak mau berlama lama di sini" ucap Lukas ketus.


"Aku hanya ingin bicara, terima kasih karena sudah membawa aku ke kampung dan maaf karena aku kau selalu kesusahan" ucap Alena.


"Tak masalah" ucap Lukas.


"Lukas" tanya Alena.


"Apa" tanya Lukas menatap pada Alena.


"Bisa aku ijin meng Crush pada mu" tanya Alena.


"Crush" tanya Lukas.


"Ya Crush" ucap Alena.


"Kau ingin menghancurkan aku" tanya Lukas.


"Kok menghancurkan" ucap Alena.


"Lalu arti nya crush apa kalau bukan menghancurkan" tanya Lukas.


"Maksud nya dalam arti informal artinya itu meng idola kan atau mengagumi" ucap Alena.


"Oh" ucap Lukas.


"Boleh kan" tanya Alena.


"Boleh" ucap Lukas.


"Makasih" ucap Alena.


Mereka menikmati kopi mereka sampai habis.


"Maaf aku harus pulang karena sekarang sudah malam" ucap Lukas yang hendak pergi dari sana.


"Kau tak peka, apa kau tak mau mengantarkan aku" tanya Alena.


"Kau mau aku antar kan" tanya Lukas.


"Tidak usah aku bawa mobil" ucap Alena.


Lukas tak menjawab dia hanya pergi dari sana meninggal kan Alena yang masih berdiri mematung di sana.


"Dasar kulkas" geram Alena.


Di kediaman Rayhan sekarang Raya tengah memasukan pakaian nya ke dalam tas.


"Raya, kau akan di sana dua hari hanya dua hari jadi jangan bawa baju banyak banyak nanti kamar Rahma penuh dengan pakaian mu" ucap Rayhan.


"Mas sibuk saja, aku kan sedang memilih baju mana yang harus aku pakai" ucap Raya.


"Raya baju mu semua sudah keluar dari lemari" ucap Rayhan.


"Ya mas aku akan pilih di sini " ucap Raya menunjuk pada pakaian nya yang berserakan di lantai.


Rayhan hanya menatap heran pada istrinya.


"Bukan kah lebih mudah jika di pilih di lemari" gumam Rayhan.


Setelah selesai memasukan beberapa pakaian ke dalam tas, Raya berjalan menuju Ranjang yang sekarang ada Rayhan di atas nya.

__ADS_1


"Mas sudah tidur" tanya Raya.


"Belum" jawab Rayhan.


Pagi harinya, Rayhan akan mengantar kan sendiri Raya ke rumah Rahma karena Rayhan ingin tau kediaman Mahoji itu seperti apa.


"Mas aku nanti pas hari H nya mas datang jangan lupa pakai jas berwarna hitam ya" ucap Raya.


"Ya" ucap Rayhan.


"Mas jangan sampai lupa" ucap Raya.


"Ya mas akan ikut dengan El" ucap Rayhan.


Rayhan mengantar kan Raya langsung ke kediaman Rahma karena kata Raya Julia akan di antar oleh Rega ke rumah Rahma.


"Mas jangan telat makan" ucap Raya.


"Ya sayang" ucap Rayhan.


"Oh ya apa Julia sudah berangkat ya" tanya Raya yang hanya di balas gelengan kepala oleh Rayhan.


Di apartemen Julia sedang sibuk mencari cari changer nya, semalam an Julia lupa mempersiapkan pakaian nya pada tas maka nya pagi ini Julia sibuk mencari cari barang yang harus dia bawa.


"Ada" tanya Rega.


"Belum ketemu" ucap Julia.


"Makan nya kalau begini lagi siap kan semuanya dari semalaman" ucap Rega.


"Ya aku lupa" ucap Julia.


"Jangan lupa" ucap Rega.


Karena Julia tak menemukan juga, Rega kembali ke apartemen nya dan mengambil changer milik nya.


"Ambil yang ini" ucap Rega.


"Lalu kau" tanya Julia.


"Tenang saja ponsel ku tak hambur baterai kok" ucap Rega.


"Aku pinjam ya" ucap Julia.


"Ya tak masalah" ucap Rega.


Rega membawa kan tas Julia yang cukup kembung karena banyak nya pakaian di dalam nya.


"Kau mau piknik" tanya Rega.


"Piknik apa" tanya Julia.


"Tas mu sangat besar kau bawa baju banyak padahal kau hanya dua hari saja di sana" ucap Rega.


"Diam kau" ucap Julia.


"Ya terserah" ucap Rega mengalah.


Setengah jam berlalu Akhirnya mereka sampai juga, di sana sudah ada Raya dan Rayhan yang sekarang menunggu mereka.


"Tuan" sahut Rega.


"Ya".


"Jul akhirnya kau datang juga" tanya Raya.


"Ya Ray" ucap Julia.


Rahma keluar dari rumahnya karena mendengar ada teman teman nya di luar.


"Ray, Jul ayo masuk" sahut Rahma.


Mereka bertiga berpelukan layak nya seorang teman yang sudah lama tidak bertemu.


"Raya mas akan pulang ya" ucap Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya yang langsung menyalami tangan suami nya.


"Jul aku pulang" ucap Rega.


"Ya" ucap Julia.


Rega menyodorkan tangan nya pada Julia.


"Kau mau apa" tanya Julia.


"Siapa tau saja kau minat" ucap Rega.


"Kau ini" ucap Julia menepis tangan Rega karena malu.


"Hati hati ya" ucap Raya.


"Ya".


Rayhan dan Rega pergi dari sana, sedangkan ketiga teman itu langsung masuk ke dalam kamar Rahma.


"Di mana papah mu" tanya Raya.


"Ada" ucap Rahma.


Tuan Argam Mahoji datang ke sana karena mendengar kalau teman teman putri nya datang.


"Rahma" sahut Argam di ambang pintu kamar putrinya.


"Pah, Raya dan Julia baru datang" ucap Rahma.


"Ya tak masalah, ajak mereka makan Rahma" ucap Argam.


"Tak perlu tuan" ucap Raya.


"Ya kami belum lapar" sahut Julia.


"Jangan panggil tuan panggil saja Papah" ucap Argam.


"Ya" ucap Raya dan Julia.


"Papah ke sana dulu ya" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Rahma menutup pintunya dan duduk bersama dengan kedua teman nya.


"Kau sangat beruntung bisa menikah dengan kak El" ucap Julia.


"Ya tapi aku sangat merasa insecure karena aku beda jauh dengan kak El" ucap Rahma.


"Beda jauh bagai mana" tanya Raya.


"Ya kalian bahkan sangat imbang" ucap Julia.


"Ya tetap saja Kak El sangat kaya bahkan dia bisa saja menikahi wanita yang cantik dan terkenal" ucap Rahma.


"Hey Rahma kenapa bicara begitu, kau juga cantik bahkan kau juga terkenal ya kan Raya" ucap Julia.


"Ya Rahma kau terkenal di kampus bahkan semua pengusaha tau siapa kamu" ucap Raya.


"Ya aku cuma merasa aneh saja " ucap Rahma.

__ADS_1


"Oh ya aku punya makanan kalian mau makan" tanya Rahma.


"Boleh" ucap Julia.


Rahma membawa cemilan satu kresek dan mengeluarkan cemilan itu tepat di hadapan kedua temannya,


Cemilan berserakan di atas lantai.


"Wah sebanyak ini kau akan makan sendiri an" tanya Julia.


"Aku tau kalau kalian akan datang jadi aku belanja" ucap Rahma.


"Wah kau sangat baik Rah" ucap Julia.


"Bukan baik tapi aku sangat ingin menikmati kebersamaan kita karena kan kalau sudah menikah kita gak akan bisa begini lagi" ucap Rahma.


Rasa haru pun terbesit di hati ketiga teman itu, karena memang benar saat sudah menikah nanti mereka tak akan mungkin bersama lagi karena mereka akan sibuk dengan urusan nya masing masing.


"Aku harap kalian tak lupa pada ku" ucap Rahma.


"Aku tak akan lupa" ucap Raya.


"Kalian juga harus ingat kalau setelah menikah nanti kita tak boleh bertengkar atau pun berbuat masalah" ucap Julia.


"Ya aku harap kita bisa seperti ini terus " ucap Raya.


"Ya aku juga ingin nya begitu" ucap Rahma.


Saat ini Rahma akan fitting gaun pernikahan nya, bahkan Rahma juga sudah siap kan baju yang sama untuk teman teman nya itu.


Mereka sekarang berada di ruang tamu yang sangat luas di rumah itu.


Gaun pernikahan berjajar sempurna di sana.


"Nona mau yang mana" tanya Mua.


"Aku mau yang merah saja, bagai mana" tanya Rahma pada kedua teman nya.


"Warna biru muda bagus kaya nya" ucap Raya.


"Ya" ucap Julia.


"Yang ini" tanya Rahma mengambil gaun biru muda dan menjajarkan nya pada tubuh Rahma.


"Bagus" ucap Raya dan Julia.


"Apa warna ini tak akan membuat kulit aku gelap" tanya Rahma.


"Kau putih Rahma jadi kenapa gelap" tanya Raya.


"Tenang saja Rahma kau akan terlihat sangat cantik" ucap Julia.


"Ya aku harap begitu" ucap Rahma.


Fitting gaun pengantin nya berjalan dengan cukup lancar bahkan ada beberapa gaun yang sudah di pilih oleh Rahma.


"Ra ajak teman teman mu makan" ucap Argam.


"Ya Pah" ucap Rahma.


"Ayo makan" ucap Rahma pada kedua teman nya itu.


Raya dan Julia makan bersama di meja makan mereka bertiga makan dengan sangat lahap.


"Rah beda yang tinggal di rumah besar mau apa apa tinggal ambil" ucap Julia.


"Ya nama nya juga orang kaya" ucap Raya.


"Oh ya Rah bagai mana rumah kak El apa sangat besar" tanya Julia.


"Tidak terlalu besar cuman sangat mewah Jul aku kemarin ke rumah nya" ucap Rahma.


"Pasti orang tuanya kaya raya" ucap Julia.


"Ya tapi hanya ibu nya saja yang masih ada karena Ayah nya sudah tak ada" ucap Rahma.


"Oh jadi kak El menjadi tulang punggung keluarga nya dong" tanya Raya.


"Ya" ucap Rahma.


"Ada siapa saja di keluarga nya" tanya Julia.


"Ada Ibu, kak El dan satu lagi adik tiri kak El nama nya Bunga dia sangat cantik" ucap Rahma.


"Oh ya" tanya Julia.


"Kenapa bisa punya anak tiri" tanya Raya.


"Karena katanya dulu Ayah nya kak El menikah lagi dan Ibu nya kak El itu istri tua" ucap Rahma.


"Oh biasa ya orang kaya" ucap Raya.


"Kau tau Ray, Jul aku takut hal itu juga terjadi pada ku" ucap Rahma.


"Ah gak mungkin aku yakin kak El baik dan setia" ucap Raya.


"Entah lah tapi aku takut" ucap Rahma.


"Jangan takut" ucap Raya.


"Kalau sampai kak El berani macam macam aku yang akan memarahi nya" ucap Julia.


"Ya kau benar" ucap Raya.


Ruangan itu di penuhi oleh tawa ketiga teman itu, sedang kan Argam hanya menatap nya dari jarak jauh karena baru sekarang lagi dia melihat putrinya tertawa lepas setelah beberapa tahun silam di tinggal kan Ibunya.


Dahulu Argam juga sempat menikah lagi namun sayang nya Ibu tiri Rahma tak baik jadi Argam mencerai kan nya lagi.


"Tuan semua persiapan sudah selesai" ucap pelayan Argam.


"Ya" ucap Argam.


Sedangkan ketiga gadis itu hanya mengobrol sambil makan.


Di perusahaan Rayhan sekarang Rega juga ada di sana, karena malam ini mereka akan melancarkan rencana mereka untuk menjebak orang sudah berani pada Rayhan.


"Tuan apa kita akan siapkan pistol yang banyak" tanya Rega.


"Jangan banyak banyak aku hanya ingin kita terlihat rapih di rencana ini" ucap Rayhan.


"Tuan apa musuh nya akan datang" tanya Lukas.


"Mungkin" ucap Rayhan.


"Aku takut dia tak datang" ucap Lukas.


"Bagai mana kalau kita lakukan ini di sore hari sajaa karena kan waktu di Cafe juga waktunya sore hari" ucap Rega.


"Ya bisa kita coba " ucap Rayhan.


"Kita pindah kan waktu" tanya Lukas.


"Ya" ucap Rayhan.


"Apa kita harus hubungi anak buah kita" tanya Lukas.


"Tak usah kita uji coba saja" ucap Rayhan.

__ADS_1


Namun di sana ada Mina yang sekarang tengah menguping pembicaraan mereka, karena Mina di bayar oleh Dion jadi dia harus bekerja seperti itu walau pun resiko nya adalah kematian.


bersambung


__ADS_2