Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 111


__ADS_3

Rega saat ini hendak meminta rekaman Cctv lagi karena takut nya ada yang akan terjadi di kampung itu,.


Namun Rega lupa kalau sekarang akan mengirim senjata ke luar negeri.


"Rega ayo cek persiapan senjata ini" ucap anak buah Rayhan yang lain.


"Ya ya aku datang" ucap Rega.


Rega mengecek bahkan menghitung semua senjata yang sudah di kemas dengan rapih.


Saat ini Rega sangat ingin bertemu pada Lukas untuk mengalihkan rekaman Cctv itu pada ponsel nya jadi Rega bisa memantau Rayhan dari jauh menggunakan Cctv di mobil itu.


"Aku masih bingung mereka memfotret Tuan tapi buat apa" gumam Rega.


Barang pengiriman pun sudah di pasar kan dan Rega hanya tinggal diam saja karena yang berangkat adalah Anak buah Rayhan yang lain.


"Apa tak ada lagi barang yang akan di kirim" tanya Rega.


"Tidak".


"Aku harus bertemu kak Lukas dulu" ucap Rega.


"Ya terserah".


Rega melajukan motornya menuju ke perusahaan Rayhan.


Karena ingin bertemu dengan Lukas yang sedang sibuk bekerja di kantor.


Rega langsung masuk ke dalam perusahaan Rayhan, dan tujuan nya sekarang adalah ruangan Lukas.


Sudah menjadi kebiasaan bagi Rega kalau masuk ruangan Lukas dia tak pernah ketuk pintu dulu.


"Kak" ucap Rega yang langsung menatap kaget pada apa yang di lihat nya sekarang.


"UPS maaf" ucap Rega yang langsung membelakangi Lukas.


Sedangkan Lukas sekarang dia tengah bingung harus jelas kan apa karena saat ini dia tertangkap basah oleh Rega.


Saat Rega datang Lukas sedang paca ran dengan Alena karena beberapa menit sebelum nya Alena datang ke sana.


"Ada apa" tanya Lukas membiasakan ekspresi nya.


"Kak aku ada perlu dengan mu" ucap Rega yang masih membelakangi Lukas.


"Kemari lah kenapa kau begitu bukan nya kau juga pernah paca ran" ucap Lukas.


"Ya" ucap Rega.


Rega mendekat pada Lukas dia duduk di kursi dekat meja Lukas, saat ini Rega benar benar tengah merutuki kelakuan nya yang sudah terlalu berani itu.


"Lain kali kalau aku akan masuk ke mari aku harus ketuk pintu dulu, catat itu Rega ketuk pintu" batin Rega.


"Ada apa kau datang kemari" tanya Lukas.


"Aku mau minta kau pindahkan hasil rekaman Cctv pada ponsel ku " ucap Rega.


"Kenapa" tanya Lukas.


"Kak saat aku lihat ada dua kejadian yang ada di rekaman itu dan sekarang aku ingin minta hasil nya karena siapa tau saja kan di kampung ada yang ja hat jadi kita bisa hubungi Tuan" ucap Rega.


Lukas menyodorkan ponsel nya pada Rega.


"Ambil saja terserah kau" ucap Lukas.


"Ya kak" ucap Rega yang langsung memindah kan hasil nya pada ponsel nya karena sekarang Rega sangat ingin menghilangkan dari sana karena malu sudah mempergoki Lukas yang tengah bersama dengan Alena.


"Sudah kak aku akan pergi dulu" ucap Rega.


"Kiriman pada ku apa saja yang terjadi" ucap Lukas


Rega mengutak atik ponsel nya dan mengirim kan rekaman yang tadi dia beri kan pada Rayhan, Rega mengirimkan juga pada Lukas.


"Baik lah aku permisi kak" ucap Rega lalu menatap pada Alena dan tersenyum.


Saat ini Rega benar benar menjadi nyamuk apa lagi melihat Alena dan Lukas bersama.


Rega pergi dari sana menuju ke markas lagi karena dia akan memantau Rayhan dua puluh empat jam di Markas.


Sedangkan Lukas di ruangan nya dia tengah menatap pada layar laptop, sedangkan Alena saat ini hanya diam saja karena malu kepergok oleh Rega saat mereka tengah melakukan ci uman tadi.


"Aku akan pulang Karena harus kerja" ucap Alena.


"Mau aku antar" tanya Lukas.


"Tidak usah aku bisa sendiri" ucap Alena.


Saat Alena akan pergi Lukas mendekat dia memegang tangan Alena.


"Aku akan antar, jangan membantah" ucap Lukas.


"Ya" ucap Alena.


Lukas mengantar Alena sampai ke perusahaan Hilman Daddy nya Alena.


"Aku harus kembali ke perusahaan" ucap Lukas.


"Ya terima kasih tumpangan nya" ucap Alena.


"Ya sama sama" ucap Lukas.


Lukas kembali ke perusahaan nya karena akan bekerja lagi.


Sedangkan di kampung, Rayhan saat ini tengah memikirkan cara nya untuk membalas dendam nya pada Dion Adinata.


"Bagai mana cara aku membalas mereka" gumam Rayhan.


Rayhan melihat kembali rekaman yang tadi di kirim kan oleh Rega, di sana terdengar jelas kalau mereka menyebut nama Tuan.


Namun yang menjadi penasaran adalah mereka tak menyebut kan nama nya jadi tak ada bukti yang bisa kuat untuk menuduh Van Armasta.

__ADS_1


"Aku yakin sekali ini kerjaan Dion" gumam Rayhan.


Rayhan membantu orang tua nya yang sekarang sedang menyiapkan pernikahan untuk Zia adik nya.


Saat ini Rayhan merasakan perubahan Raya yang sekarang sedikit menjauh dari nya, entah apa yang Rayhan lakukan sehingga membuat Raya sedikit menjauh darinya.


"Ada apa dengan Raya" gumam Rayhan.


Setelah lama akhirnya Raya masuk ke dalam kamar, Rayhan tak membuang kesempatan itu dia langsung masuk ke dalam untuk menanyakan ada apa dengan Raya.


"Ray" ucap Rayhan yang langsung masuk kedalam kamar.


"Hah" Raya yang langsung ngos ngosan saat melihat ada Rayhan di sana.


"Kau kenapa" tanya Rayhan saat melihat Raya yang sekarang tegang.


"Ti-dak" ucap Raya terbata bata.


"Kau melihat ku seperti melihat hantu" ucap Rayhan.


"Hah aku akan ke depan lagi ada urusan yang belum aku selesai kan" ucap Raya yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rayhan yang masih mematung di sana.


Rayhan hanya menatap Raya dengan tatapan aneh.


"Apa ada yang Raya sembunyi kan dari ku" gumam Rayhan.


Raya sekarang berada di luar halaman rumah mertua nya yang sekarang sudah di hiasi oleh dekorasi dan bunga bunga yang menambah keindahan rumah itu.


Raya tengah mengutak atik ponsel nya dia hendak menelpon Mutiya karena akan menanyakan sesuatu pada nya.


📞📞


"Mut" ucap Raya.


"Ada apa Raya" tanya Mutiya di sebrang sana.


"Aku ingin tanya apa suami mu pernah men ce kik orang lain" tanya Raya.


"Pertanyaan bo doh apa itu Raya, tentu saja suami ku Mafia bahkan dia pernah membu nuh orang lain" ucap Mutiya.


"Apa" tanya Raya tak percaya.


"Kau kenapa Raya apa kau baik baik saja" tanya Mutiya.


"Hah tidak aku hanya tanya saja, soal nya teman aku juga seperti suami mu" ucap Raya.


"Ya, Raya rencana mu gagal total dia sangat tak peka, mau kan kau antar aku ke pengadilan untuk mengurus perceraian aku dan dia" ucap Mutiya.


"Ya nanti ya aku sekarang sedang di kampung" ucap Raya.


"Ya" ucap Mutiya.


📞📞


Raya langsung mematikan panggil nya dan langsung memasukan kembali ponselnya pada saku celana nya.


Namun tak jauh dari sana Rayhan sedang mengamati gerak gerik Raya yang menurut nya sangat aneh apa lagi baru kali ini Rayhan melihat kalau Raya menelpon sangat jauh sekali dari orang lain.


"Dengan siapa Raya telpon" gumam Rayhan.


"Ray" ucap Topan.


"Ya pah" tanya Rayhan.


"Antar papah ke rumah penghulu untuk mengurus surat surat Zia di sana" ucap Topan.


"Ya pah ayo" ucap Rayhan ikut pada papah nya.


Di kota tepat nya di markas Mafia Blooder.


Dion saat ini tengah menunggu Van Armasta yang akan datang ke sana.


"Selamat siang tuan" ucap anak buah Van saat Van masuk ke sana.


"Siang " ucap Van.


"Tuan lama aku menunggu mu" ucap Dion.


"Kabar apa yang kau dapat kan" tanya Van yang langsung duduk di kursi tempat nya.


"Aku sudah mengirimkan beberapa foto pada Raya istri nya Rayhan, aku yakin dia percaya karena dia sangat bo doh" ucap Dion.


"Oke".


"Tuan aku tak sangka Rayhan itu sangat bo doh aku menjebak nya dua kali tapi tak ada perlawanan dari nya, miris aku fikir Rayhan itu seorang yang pandai tapi dia hanya lah kelinci kecil yang hanya tau makan saja" ucap Dion.


"Kau salah Dion kalau kau meragukan Rayhan, ya aku tau Rayhan itu jika membalas pasti lambat, tapi apa kau tau Rayhan tak se bo doh itu Dion" ucap Van.


"Hahaha kau membela Rayhan" tanya Dion.


"Bukan membela lebih tepatnya mengingatkan kamu" ucap Van.


"Hahaha aku sadar kalau ternyata Rayhan dan kau sama saja" ucap Dion tapi hanya dalam hati saja.


"Tuan aku minta bayaran untuk anak Buah ku" ucap Dion.


"Aneh, kau selalu saja minta bayaran tapi kerja mu hanya itu itu saja bahkan kau sampai sekarang belum mengalahkan Rayhan, aku ingat kan kalau kau begini terus aku takut nya malah Rayhan yang akan membu nuh mu lebih dulu" ucap Van.


"Kau tak percaya pada ku" ucap Dion.


"Aku harap kau tak terlalu lama bermain main dengan Rayhan, karena aku yakin anak buah Rayhan sekarang tengah mencari cari kita" ucap Van.


"Kau tenang saja aku bisa buktikan pada mu" ucap Dion.


"Terserah" ucap Van yang langsung menyodorkan uang pada Dion.


Dion dan anak buah nya pergi dari sana meninggal Van yang masih berada di sana.


"Tuan aku saran kan kau lebih berhati hati pada Dion itu, yang aku lihat dia selalu saja meminta uang pada mu padahal kan niat awal kita itu menjatuh kan Rayhan harus nya dia mengeluarkan sedikit saja uang untuk membayar anak buahnya, dia selalu mengandalkan kau saja" ucap anak buah Van.

__ADS_1


"Ya aku berpikir begitu tapi mau bagai mana lagi" ucap Van.


"Kita hanya perlu waspada saja tuan" ucap anak buah Van.


Sedangkan Dion saat ini dia tengah marah marah karena perkataan Van yang seolah olah membela Rayhan dari pada dirinya.


"Kalau saja aku tak mengandalkan nama dia sekarang sudah aku serang dia dan hancur kan Van Armasta itu" geram Dion.


"Sabar tuan satu tahap lagi kita han cur kan kedua nya" ucap Haykal.


"Ya aku harap begitu, Aku ingin sekali menjatuhkan Van" ucap Dion tersenyum.


"Tenang tuan aku akan bantu" ucap Haykal.


Sedangkan di Markas, sekarang Rega sedang melihat rekaman Cctv yang sedang di tampilkan di layar ponsel nya itu.


Terlihat kalau ada seseorang yang membawa pisau tajam seperti pisau yang selalu di pakai chef di restoran untuk memotong daging.


Namun terlihat juga di sana kalau ada seseorang yang Rega pernah lihat yang tak lain adalah anak buah Van Armasta.


"Ada dia, sedang apa mereka membawa pisau besar itu" gumam Rega.


Namun saat Rega akan melihat lebih dekat ponsel nya tiba tiba padam karena baterai ponsel nya sudah habis.


"Arghh si al" geram Rega.


Rega mencolok kan Changer ke ponsel namun tersisa 1 persen saja.


"Bagai mana ini aku tak bisa lihat bahkan aku tak bisa menghubungi tuan" ucap Rega marah.


Rega mencari anak buah Rayhan yang lain.


"Hey kau punya ponsel" tanya Rega.


"Rega aku punya ponsel, pertanyaan apa itu" tanyanya.


"Maksud ku aku pinjam aku akan menghubungi tuan sekarang" ucap Rega.


Dia memberi kan ponsel nya pada Rega.


Rega mengutak atik ponsel teman nya itu, lalu menghubungi Rayhan.


📞📞


"Tuan" ucap Rega.


"Ya" ucap Rayhan.


"Tuan ada penyelundup masuk ke rumah mu" ucap Rega namun terdengar di telpon kalau di kampung itu saat ini sedang berisik.


"Tuan" ucap Rega lagi.


"Ya ada apa sekarang di sini sedang mencoba sound" ucap Rayhan sedikit berteriak.


"Kau bisa mendengar ku tuan, ada penyelundup masuk ke rumah mu" ucap Rega sedikit berteriak.


"Hah maaf aku tak bisa dengar" ucap Rayhan.


Tuttt..


📞📞


Sambungan telepon terputus.


"Argh bagai mana ini" tanya Rega.


"Ada apa" tanya teman Rega.


"Ada penyelundup masuk ke rumah Tuan di kampung" ucap Rega.


"Oh ya" tanya anak buah Rayhan.


Sedangkan di kampung Rayhan tengah menatap layar ponsel nya yang sedang telpon langsung mati karena sinyal nya buruk.


"Ada apa dia menelpon ku, karena sound yang keras ini aku tak bisa mendengar nya" gumam Rayhan.


Namun saat Rayhan melihat ada seorang laki laki yang hendak mengarah kan pisau pada Nita mamahnya.


"Hey" sahut Rayhan yang membuat semua orang menatap pada nya.


Rayhan berlari menuju orang itu dan langsung menendang nya sehingga laki laki itu tersungkur ke tanah.


"Mau apa kau, kau mau melukai mamah ku dengan pisau itu, siapa yang menyuruh mu datang kemari, hah" tanya Rayhan.


"Aku hanya akan bertanya pada Nita apa daging nya akan di potong sekarang " ucap laki laki itu.


"Ray kau ini apa apaan, dia itu mang Koko tetangga kita " ucap Nita.


"Tapi mah dia mengarahkan pisau itu pada mamah" ucap Rayhan.


"Tidak aku membawa nya di tangan" ucap mang Koko itu.


"Ray jangan begitu lagi" ucap Nita.


"Tapi mah aku benar" ucap Rayhan.


"Minta maaf padanya" ucap Nita namun Rayhan menolak.


"Ayo" ucap Nita.


Mau tak mau Rayhan pun meminta maaf pada mang Koko itu.


"Masuk lah ke dalam" ucap Nita.


Sedangkan sekarang Raya semakin takut pada Rayhan apa lagi sikap Rayhan yang sekarang semakin banyak marah dan ka sar.


"Apa mas Ray seja hat itu" gumam Raya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2