
Pagi harinya Raya sedang berada di kamar mandi dia sangat gugup sekarang, bahkan Raya melihat pada tes pack yang berada di tangan nya.
"Aku takut gagal dan mas Ray akan berharap lagi" gumam Raya.
Raya menarik nafas nya.
"Coba saja Raya siapa tau sekarang ada keajaiban" gumam Raya menyemangati diri sendiri.
Raya mencoba tes pack itu, Raya duduk di toilet duduk di kamar mandi itu karena menunggu hasil dari tes pack itu.
"Semoga tidak mengecewakan" gumam Raya.
Hingga lama menunggu Raya belum juga beranjak dari sana untuk melihat tes pack itu.
Tokk
Tokk.
"Ray kau di dalam sedang apa" tanya Rayhan yang sekarang tengah di ambang pintu kamar mandi.
"Bentar mas" sahut Raya.
"Ayo lah Raya aku akan bekerja sekarang, bagai mana kalau aku telat, kau ini lama di kamar mandi apa kau sedang konser Raya atau kau sedang nge reog di kamar mandi" ucap Rayhan yang bergumam saja karena takut Raya marah kalau Rayhan bilang begitu.
Raya melihat hasil tes pack itu, mata Raya melotot karena melihat itu, senyum Raya merekah karena bahagia.
"Aaaaaa" teriak Raya di kamar mandi.
Hal itu membuat Rayhan terkejut karena mendengar Raya berteriak.
"Ray kau kenapa Ray buka pintu nya" sahut Rayhan takut istri nya kenapa kenapa.
Tokk
Tokk
Raya membuka pintunya dan sangking senang nya dia langsung memeluk Rayhan yang sekarang berada di ambang pintu.
"Ada apa sayang" tanya Rayhan.
"Mas aku sangat senang mas" ucap Raya mengecup pipi Rayhan beberapa kali walau pun tinggi badan Raya hanya sampai di dada Rayhan.
"Apa bicaralah" tanya Rayhan.
"Ini mas" ucap Raya memperlihatkan tes peck itu.
"Garis dua" tanya Rayhan yang langsung tersenyum bahagia melihat hal itu.
"Ya mas aku hamil" ucap Raya.
"Aku akan segera menjadi Ayah" ucap Rayhan.
"Ya mas aku akan menjadi mamah" ucap Raya senang melihat itu.
"Syukur lah aku akan punya bayi sebentar lagi" ucap Rayhan.
"Ya mas aku sangat senang karena ini" ucap Raya.
"Aku akan telpon mamah dia pasti sangat senang karena akan punya cucu" ucap Rayhan.
"Ya mas telpon saja, nanti aku juga akan telpon mamah Ajeng" ucap Raya.
"Ya" ucap Rayhan.
📞📞
"Mah ada kabar bagus" ucap Rayhan.
"Apa" tanya Nita dari kampung.
"Raya sedang mengandung mah" Ucap Rayhan.
"Apa, syukur lah mamah tak sangka akan cepat menjadi Nenek" ucap Nita.
"Ya mah aku juga senang" ucap Rayhan.
"Baik lah mamah akan ke sana secepatnya ya" ucap Nita.
"Ya mah datang lah kemari" ucap Rayhan.
"Baik lah, bisa mamah bicara dengan Raya" ucap Nita.
Rayhan memberikan ponsel nya pada Raya.
"Ya mah" ucap Nita.
"Nak semoga kamu dan bayi kamu sehat sehat ya mamah tak sangka kalau mamah akan jadi Nenek" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Raya.
"Baik lah mamah tutup dulu telpon nya ya mamah akan kabar kan pada Zia, dia pasti senang kalau mendengar kabar ini" ucap Nita.
"Ya mah" ucap Raya.
📞📞
"Aku akan telpon mamah sekarang" ucap Raya.
"Ya telpon saja" ucap Rayhan.
Tuuuttt
"Gak di angkat mas" ucap Raya.
"Nanti saja kita kasih kabar ini" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
Sangking bahagia nya Rayhan sampai lupa kalau sekarang dia masuk masuk kerja karena kemarin dia sudah cuti.
Rayhan menatap pada perut Raya yang sekarang masih datar.
"Sayang papah gak sabar ingin melihat kamu" ucap Rayhan.
"Mas masih lama" ucap Raya.
"Ya mas akan tunggu" ucap Rayhan.
Raya tersenyum melihat suami nya itu, baru kali ini Raya melihat suami nya itu bahagia seperti sekarang.
Beberapa hari ini Raya melakukan aktivitas nya seperti biasa namun sekarang dia lebih banyak diam karena gampang lelah dan lemas.
Saat ini Raya berada di kampus karena akan belajar walau pun hamil tetap saja Raya tak mau melewatkan belajar nya.
Semua teman teman nya tau kalau Raya tengah hamil bahkan mereka juga tak pernah membiarkan Raya kelelahan.
Raya sedang menunggu di kelas, namun ada hal yang membuat Raya terkejut.
Rahma membawa troli bayi ke dalam kelas dan paling parah nya lagi Rahma membawa perlengkapan bayi seperti popok dan baju yang lain.
"Rahma" tanya Raya.
Kondisi Rahma sangat menghawatirkan mata nya yang seperti mata panda karena kurang tidur, penampilan Rahma yang sekarang terlihat kucel.
"Rah ada apa kenapa kau bawa bayi" tanya Raya.
"Ray di rumah tak ada yang asuh dan Lian gak boleh di titip kan ke panti asuhan" ucap Rahma yang sekarang menguap beberapa kali.
"Astaga apa madu mu itu tak berpikir kalau sekarang kau akan belajar mana mungkin bawa bayi" ucap Raya.
"Tak apa lah lagi pula aku juga sudah ijin pada Dosen" ucap Rahma.
__ADS_1
"Bukan masalah itu Rah, apa bayi nya akan tenang kalau di ruangan yang bising dan banyak orang begini" tanya Raya.
"Entah lah" ucap Rahma.
"Bayi ini baru beberapa hari Rah aku takut dia terkena kuman atau apa gitu kalau di bawa bertemu banyak orang" ucap Raya.
"Lalu aku harus apa Ray" ucap Rahma.
Julia datang ke sana.
"Rahma kau bawa Lian" tanya Julia.
"Ya Jul" ucap Rahma.
"Kenapa di bawa apa mamah mertua mu mengijinkan" tanya Julia.
"Kau tau kan Jul, Ray aku kalah kalau bicara dengan Mbak Wanda, aku sebenarnya malu bawa Lian kesini belum lagi banyak orang di sini, aku sangat malu" ucap Rahma.
"Bukan soal malu nya Rah tapi bagai mana kalau banyak orang yang akan memegang dia" ucap Julia.
"Biarkan saja" ucap Rahma.
Dosen masuk ke dalam karena sekarang sudah waktunya belajar.
Oeeekk oekkk
Bayi Lian menangis saat semua orang sedang belajar, Dosen pun sudah mulai marah pada Rahma.
"Rahma bawa bayi itu keluar, Rahma ini bukan panti asuhan ini kelas ini kampus Makan nya kalau mau masih belajar jangan dulu punya anak" ucap dosen itu marah karena bayi Lian menganggu belajar.
Rahma membawa bayi Lian keluar dari kelas itu, Raya hanya menatap teman nya yang bernasib seperti itu.
Raya tak bisa membantu Rahma karena dia juga sedang belajar.
Namun beberapa menit kemudian Rahma datang lagi ke sana tanpa bayi.
"Rah di mana Lian" tanya Raya.
"Aku titip pada Kevin" ucap Rahma.
"Apa Kevin bisa menjaga bayi" tanya Raya.
"Katanya bisa" ucap Rahma.
"Ya baik lah" ucap Raya.
Sampai siang hari pelajaran selesai, Rahma ingin mengambil Lian yang sedang di asuh Kevin kata Kevin dia akan mengasuh di ruang UkS.
"Aku ikut Rah" ucap Raya dan Julia.
"Ya ayo" ucap Rahma.
Mereka masuk ke ruang UkS di sana ada Kevin yang sedang mengisi botol susu dengan susu formula.
"Kevin di mana Lian" tanya Rahma.
"Dia tidur Rahma, aku baring kan dia di blangkar, kau tenang saja aku sudah pakai kan kain di bawah nya supaya bayi mu tak terkena kuman" ucap Kevin.
Rahma melihat Lian dan benar saja dia tidur di sana.
"Kau pandai menjaga anak" ucap Julia menggoda Kevin.
"Tak pandai hanya saja aku pernah mengasuh bayi, kak Mutiya" ucap Kevin.
"Apa mutiya punya anak" tanya Raya.
"Ya baru satu Minggu" ucap Kevin.
"Wah" ucap Raya.
"Terima kasih Kevin karena kau aku bisa belajar, apa Lian rewel" tanya Rahma.
"Nama nya juga bayi ya pasti" ucap Kevin.
"Tak masalah" ucap Kevin.
"Sebenarnya aku akan ambil kelas jam sore, karena kan kalau sore mamah ada di rumah dan kak El juga ada jadi aku bebas belajar" ucap Rahma.
"Ya itu bagus Rahma" ucap Kevin.
"Yah kalau begitu kita gak akan satu kelas lagi dong" ucap Raya.
"Ya Ray aku terpaksa karena aku tak mau belajar aku terganggu kalau belajar aku terganggu kau tau kan papah pasti tau semua" ucap Rahma.
"Menurut aku Rahma benar" ucap Kevin.
"Ya ini jalan terakhir buat Rahma" ucap Julia.
"Ya" ucap Rahma.
"Ya Rah kau benar kalau kau masuk sore ibu nya Lian pasti sudah ada di rumah" ucap Raya.
"Memang nya Si Wanda itu kerja apa" tanya Julia.
"Entah lah, karena setau aku dia selalu pulang bawa belanjaan" ucap Rahma.
"Belanjaan apa" tanya Julia.
"Apa lagi baju tas dan yang lain" ucap Rahma.
"Apa barang barang nya tak akan banyak kalau belanja tiap hari" tanya Julia.
"Banyak bahkan kemarin juga dia baru beli lemari karena baju nya tak cukup di satu lemari" ucap Rahma.
"Hahahah" mereka tertawa mendengar cerita itu.
"Kau sangat kuat Rahma" ucap Kevin.
"Bukan kuat hanya saja mungkin sudah biasa" ucap Rahma.
"Kau pandai bercanda padahal aku tau hati mu hancur kan" ucap Kevin.
"Terkadang kita butuh air mata untuk menerima takdir Kevin" ucap Rahma.
"Kau sangat kuat, You is wonder woman" ucap Kevin.
"Ah kau sangat berlebihan, oh ya Kevin aku sangat berterima kasih karena berkat kau aku bisa belajar dengan tenang" ucap Rahma.
"Ya Rahma tak apa" ucap Kevin.
Mereka semua menunggu di gerbang kampus, menunggu jemputan karena supir pribadi Raya belum datang.
Sedang kan Rahma sekarang dia tengah menghubungi supir yang biasa menjemput nya.
"Bagai mana apa ada" Tanya Raya.
"Gak ada katanya dia Sedang sibuk" ucap Rahma.
Sejak tadi Rahma terus saja menguap karena dia ngantuk, raya pun berinisiatif membawa Rahma ke rumahnya.
"Rah ikut lah dengan ku ke rumah, aku akan jaga Lian dan kau bisa tidur nyenyak di rumah ku" ucap Raya.
"Tapi Ray aku tak mau merepotkan" ucap Rahma.
"Bayang kan saja kau butuh tidur Rahma, aku yakin kau tak tidur semalaman jadi tidur lah sekarang di rumah ku supaya nanti malam kau bisa bergadang menjaga Lian" ucap Raya.
"Ya baik lah" ucap Rahma yang berpikir kalau ide Raya memang benar.
Setelah jemputan Raya datang mereka langsung masuk ke dalam mobil, bahkan sekarang di dalam mobil Lian di gendong oleh Rahma karena troli nya gak masuk ke mobil.
"Rah kalau kamu pegel biar aku yang Gendong Lian" ucap Raya.
__ADS_1
"Gak usah Ray aku bisa kok" ucap Rahma.
"Ya aku takut kau pegal saja" ucap Raya
"Tak apa aku tak mau merepotkan mu, oh ya Raya apa kak Rayhan tak akan marah kalau kau mengasuh Lian sedang kan aku tidur" ucap Rahma.
"Gak akan mas Ray suka anak kecil" ucap Raya.
"Aku malu pada mu Ray, kau sudah banyak membantu aku" ucap Rahma.
"Ya ampun Rahma kau ini kita kan teman jadi jangan merasa gak enak begitu" ucap Raya.
"Beneran aku gak mungkin bisa membalas hutang Budi ku pada mu Ray" ucap Rahma.
"Jangan di balas Rahma, aku ikhlas" ucap Raya.
"Akan aku doa kan semoga anak mu itu akan menjadi anak yang Sholeh baik dan suka menolong seperti diri mu" ucap Rahma.
"Amin" ucap Raya.
Mereka sampai di rumah Rayhan.
Raya mendorong troli Lian sedang kan Lian di gendong oleh Rahma.
"Rah ini kamar tamu kamu bisa tidur di sini, dan aku akan mengasuh Lian di ruang tamu" ucap Raya.
"Ya baik lah" ucap Rahma.
Rahma tidur sangat nyenyak bahkan tak butuh waktu lama untuk Rahma terlelap dalam mimpinya.
Raya membaringkan Lian di sofa yang sangat empuk, dan Raya menjaga nya di sana.
"Ya ampun kau sangat manis sayang, lihat Dek saat kamu lahir nanti kamu punya teman nama nya Lian" ucap Raya sambil mengelus perutnya.
Raya melihat jam dinding ternyata sudah pukul satu siang, terdengar kalau ada suara mobil yang berhenti di halaman Rumah itu.
"Mas Ray sudah pulang tapi kenapa apa padahal masih siang" gumam Raya.
Dan benar saja Rayhan masuk ke dalam rumah dengan menenteng tas kerjanya.
"Raya aku ingin minum" sahur Rayhan dari Arah jauh.
"Shhtt" raya menempel kan jari telunjuk nya di mulutnya, mengkode pada Rayhan agar tak berisik.
"Apa" tanya Rayhan.
"Ada bayi" ucap raya menunjuk Lian.
"Bayi siapa ini Raya" tanya Rayhan.
"Lian bayinya Rahma" ucap Raya.
"Lalu di mana Rahma nya" tanya Rayhan.
"Rahma tidur mas kasian dia tak tidur semalaman karena menjaga Lian" ucap Raya.
"Oh baik lah" ucap Rayhan.
"Mas bisa kau jaga Lian aku akan buatkan kau minum" ucap Raya.
"Ya" ucap Rayhan.
raya ke dapur karena akan membuatkan minum, sedangkan Rayhan sekarang tengah menatap bayi itu.
"Hey boy kau tampan tapi tak mirip papah mu, Ingat ya kalau kau sudah dewa sa nanti jangan ikuti papah mu karena dia itu tak war as" ucap Rayhan.
"Ikuti saja aku, aku baik dan penyayang bahkan aku sangat tampan pintar rajin menabung, ikuti lah jejak ku oke" sambung Rayhan lagi.
Raya yang melihat hal itu hanya tertawa saja karena suami nya itu seperti bocah yang sedang bermain dengan sebaya nya.
Setelah lama menunggu akhirnya Lian bangun dan nangis dengan sigap Raya membuat kan susu untuk nya.
"Ayo minum Lian" ucap Raya.
"Ray apa Elpan seja hat itu sekarang" tanya Rayhan.
"Entah mas aku kasihan saja melihat Rahma" ucap Raya.
"Rahma juga seperti nya nyenyak tidur, aku kasihan melihat nasib Rahma nantinya" ucap Rayhan.
"Mas, Rahma itu kuat jadi apa yang harus di kasihani" ucap Raya.
"Ray tak semua wanita kuat" ucap Rayhan.
"Ada Rahma kuat" ucap Raya.
"Ya deh" ucap Rayhan mengalah.
Rahma keluar dari kamar tamu dalam keadaan mata yang masih mengantuk.
"Rahma kenapa bangun ayo tidur lagi" ucap raya.
"Astaga Ray lihat sudah pukul empat sore Kak El pasti sudah pulang" ucap Rahma.
"Rahma bilang saja kau kerja kelompok denganku" ucap Raya.
Rahma mengambil ponsel nya yang berada di tas nya.
"Tuh kan dia menelpon sangat banyak" ucap Rahma.
Drtt drtt
📞📞
"Ya kak, ada apa" tanya Rahma karena Elpan Langsung menelpon nya.
"Kau di mana" tanya Elpan.
"Maaf kak aku kerja kelompok dengan Raya aku di rumah Raya" ucap Rahma.
"Aku akan ke sana" ucap Elpan.
📞📞
"Tuh kan kak El marah dan dia akan datang kemari" ucap Rahma.
"Kau tenang saja kalau dia sampai berani macam macam pada mu maka aku akan langsung jitak dia" ucap Rayhan.
"Plis kak Ray bantu aku" ucap Rahma.
"Ya tak apa" ucap Rayhan.
"Tenang Rahma" ucap Raya.
Rahma tak bisa tenang sekarang karena dia takut akan kena marah Elpan.
"Astaga bagai mana ini" gumam Rahma.
"Tenang Rahma tenang" ucap Raya.
"Oh ya apa Lian rewel" tanya Rahma.
"Tidak dia tidak rewel, aku rasa tangan Kevin itu ajaib kau tau setelah pulang Lian anteng tidur" ucap Raya.
"Ya Kevin memang baik" ucap Rahma.
"Dia suka pada mu Rahma" ucap Raya.
"Hah ga mungkin" ucap Rahma.
"Beneran cuman dia mengalah karena kau sudah menikah" ucap Raya.
__ADS_1
"Sudah lah" ucap Rayhan.