
Rayhan dan Lukas masuk kesana Lukas bertanya pada resepsionis yang berjaga disana sedangkan Rayhan hanya menunggu di kursi tunggu saja.
"Nona apa ada tamu dengan nama Pak Dion adinata" tanya Lukas.
"Tunggu sebentar tuan" ucap resepsionis itu.
"Ada tuan di kamar nomor 6, sebelah sana tuan" ucap resepsionis itu.
"Terima kasih" ucap Lukas yang langsung pergi dari sana mendekat pada Rayhan.
"Tuan kamar nomor 6, dia sangat kaya raya tuan bahkan dia sampai menyewa kamar Vip untuk bertemu dengan anda" bisik Lukas pada Rayhan.
"Sudah lah ayo kita masuk" ucap Rayhan tersenyum tipis.
Mereka mencari kamar dengan nomor 6, Lukas mengetuk pintu kamar itu dan benar saja seorang body guard keluar dari sana.
"Anda tuan Rayhan" tanya Body guard itu.
"Ya saya Rayhan" ucap Rayhan.
"Mari masuk tuan" ucap Body guard itu mempersilahkan Rayhan dan Lukas masuk kedalam kamar.
Rayhan tak terlalu terkejut melihat ada dua gadis seksi yang ada di dalam sana, karena bahkan dia paham betul kalau para pembisnis selalu saja di dampingi oleh gadis bayaran.
"Selamat malam tuan, maaf saya datang terlambat" ucap Rayhan membungkuk di hadapan pak Dion.
"Tak apa nak Rayhan, kau masih sangat muda dan kau sangat pintar aku kagum padamu, silahkan duduk nak Rayhan" titah pak Dion.
"Terima kasih pak kau sangat baik" ucap Rayhan.
"Baiklah kita mulai pembicaraanya, saya sedang sibuk sekarang" ucap pak Dion.
"Ya silahkan tuan" ucap Rayhan.
"Tapi tunggu apa perusahaan Wiguna Group milik nak Rayhan" tanya pak Dion yang sekarang sudah tua itu.
"Ahh tidak tuan, perusahaan itu punya papah saya" ucap Rayhan tersenyum pada pak Dion.
"Lalu dimana tuan Wiguna" tanya Pak Dion.
"Papah ada di kampung dia sedang liburan" ucap Rayhan.
"Oh ya" ucap pak Dion.
Selanjutnya mereka berdua membicarakan bisnis yang Rayhan jalan kan sekarang bahkan pak Dion tak segan segan bertanya pada Rayhan masalah keluarga Rayhan.
Dan hal itu membuat Rayhan merasa curiga kepada pak Dion, dari caranya bicara dan bertanya seolah dia sangat ingin tau kehidupan Rayhan.
"Baiklah tuan hanya itu saja yang bisa saya sampaikan" ucap Rayhan setelah selesai bicara.
"Saya sangat tertarik Nak Rayhan, perusahaan saya sangat ingin bekerja sama dengan perusahaan nak Rayhan" ucap pak Dion.
Rayhan mengkode pada Lukas untuk memberikan map kontrak yang harus pak Dion tanda tangani.
"Maaf nak Rayhan siapa nama anda" tanya Pak Dion.
__ADS_1
"Rayhan Putra Wiguna" ucap Rayhan dengan senyum tipis.
"Oh saya kira nama kamu Wijaya" ucap pak Dion.
Rayhan terkejut mendengar hal itu dari mana pak Dion tau marga Wijaya, hal itu semakin membuat Rayhan penasaran dengan sosok pak Dion ini.
Bahkan dalam pikiran Rayhan, Rayhan sangat yakin kalau pak Dion yang ini adalah Dion yang sama yang menghancurkan keluarganya.
"Nak Rayhan saya punya hadiah kecil buat anda" ucap pak Dion itu sambil menyerahkan map yang sudah dia tanda tangani.
"Hadiah" ucap Rayhan.
"Ya, kedua wanita itu saya pilihkan spesial untuk anda" ucap pak Dion menunjuk kedua wanita yang sejak tadi duduk di ranjang kamar hotel itu.
"Terima kasih pak tapi saya" ucap Rayhan terpotong karena pak Dion langsung bangkit dari duduknya.
"Maafkan saya tapi saya harus segera pulang, selamat menikmati nak Rayhan" ucap pak Dion yang langsung pergi dari sana meninggalkan Rayhan dan Lukas yang masih duduk di sana.
"Tuan saya permisi" ucap Lukas yang hendak pergi dari sana.
"Mau kemana" tanya Rayhan.
"Tuan saya malu kalau harus melihat anda" ucap Lukas melirik pada kedua gadis bayaran itu.
"Kau, Lukas aku gak tertarik dengan mereka" ucap Rayhan menatap tajam pada kedua wanita itu.
"Lalu" tanya Lukas.
Rayhan bangkit dari duduknya dia mengambil uang dari dalam dompetnya.
"Tuan kenapa pergi" tanya kedua wanita itu dengan suara manjanya.
Rayhan dan Lukas membuka pintu, namun betapa terkejutnya Rayhan saat melihat Alena ada di sana dan sedang berdiri di ambang pintu.
"Tuan Ray" ucap Alena.
"Hah" ucap Rayhan takut kalau Alena akan berbuat macam macam lagi padanya.
"Sedang apa tuan Ray kau di sini" tanya Alena.
"Lukas tunggulah di luar" ucap Rayhan yang langsung masuk dan menutup pintunya rapat.
"Lukas sedang apa tuan Ray" tanya Alena pada Lukas yang ada di sana.
"Tidur dengan dua wanita" jawab Lukas.
"Apa" pekik Alena, karena tak terima Alena pun membuka pintu kamar hotel itu, dan benar saja terlihat kalau Rayhan sedang berdiri dekat Ranjang dengan kedua wanita yang sedang duduk di ranjang.
"Nona jangan begitu" ucap Lukas yang langsung menutup kembali pintu.
"Tapi Lukas Rayhan sedang bersama wanita seksi" ucap Alena.
"Biarkan tuan dia sedang bersenang senang" ucap Lukas.
Sedangkan Rayhan dia sedang duduk di sofa yang tadi dia duduki.
__ADS_1
"Tuan duduklah di ranjang jangan di kursi" ucap wanita itu menggoda Rayhan.
"Tetap diam dan duduk" ucap Rayhan dingin dan datar.
"Yasudah" ucap wanita itu.
Selama satu jam Rayhan berada di ruangan itu dengan kedua gadis itu, tetapi Rayhan tak melakukan apa apa hanya duduk dan melihat sosial medianya.
Dirasa sudah lama Rayhan keluar dari kamar itu meninggalkan kedua gadis yang sekarang sudah tertidur di ranjang karena menunggu Rayhan menyentuhnya.
"Lukas ayo pulang" ucap Rayhan saat sudah berada di loby.
"Tuan Ray, kau melakukan itu pada gadis itu" tanya Alena yang sejak tadi duduk dengan Lukas.
"Tentu" ucap Rayhan.
"Hikss kau jahat" ucap Alena sambil menangis.
"Aku lelah aku mau pulang" ucap Rayhan yang langsung pergi dan di ikuti oleh Lukas.
Lukas melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah Rayhan.
"Tuan bagaimana" tanya Lukas.
Tak.
Rayhan melayangkan sebuah pukulan kecil pada kepala Lukas.
"Kau mengejekku Lukas" tanya Rayhan.
"Maaf tuan saya hanya" ucap Lukas.
"Aku tak melakukannya, mereka bukan tipe ku" ucap Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas sambil menahan tawanya karena takut Rayhan akan memukulnya lagi.
Rayhan masuk kedalam rumahnya saat mobil sudah terparkir di halaman rumahnya, dia langsung masuk kedalam kamar karena hari ini Rayhan merasa sangat lelah.
Namun dia tak jadi masuk saat mendengar suara adiknya yang seperti sedang berbincang dengan orang lain di dalam kamarnya.
Karena takutnya Zia sedang bicara dengan laki laki Rayhan pun langsung masuk kedalam kamar Zia tanpa mengetuk pintu dahulu.
"kak aku tak sopan" ucap Zia yang sekarang sedang duduk di ranjang.
"bicara dengan siapa" tanya Rayhan.
"dengan Akash" jawab Zia singkat.
"aku kira kau membawa laki laki itu masuk kedalam kamar" ucap Rayhan.
"kakak kau selalu berburuk sangka padaku" ucap Zia.
"kakak akan tidur kau tidurlah jangan begadang" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana.
Bersambung..
__ADS_1