
Raya menunggu Rayhan selesai mandi di bibir ranjang, Raya sungguh sangat menyesal karena Fikri memukulnya tadi.
"Ya ampun aku harus secepatnya pindah kalau begini" gumam Raya.
Rayhan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan wangi sabun yang sering Raya pakai menyeruak di hidung Raya.
"Raya aku harus pergi" ucap Rayhan.
Raya mengambil kotak p3k untuk mengobati luka lebam yang di lakukan oleh Fikri tadi.
"Pak Ray aku obati lukanya" ucap Raya.
"Tak usah ini hanya luka biasa" ucap Rayhan.
"Tapi lukanya membiru pak" ucap Raya maksa.
"Baiklah" ucap Rayhan pasrah dan langsung duduk di ranjang.
Raya memberikan alkohol pada luka Rayhan dan membalutnya dengan perban, Rayhan menatap wajah Raya yang sekarang berada tepat di hadapannya.
"Cantik" batin Rayhan.
"Sudah, sekali lagi maaf kan Fikri ya pak, aku gak sangka dia akan senekad ini" ucap Raya.
"Ya tak masalah" ucap Rayhan.
"Maaf aku harus pergi" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Raya yang masih mematung sendirian.
Rayhan tak pergi memakai mobil, dia menyewa Hellikopter milik Elpan karena jaraknya dan jarak Zia sekarang sangat jauh bahkan bisa Rayhan pastikan Lukas dan Zia pun belum sampai.
"Baru juga nikah, aku harus pergi lagi" ucap Rayhan.
Rayhan menaiki Hellikopter yang sekarang sudah menunggu Rayhan di taman dekat rumah Bu Ajeng rasanya sangat malas jika harus menyusul Zia namun Rayhan pun takut Zia kenapa kenapa.
"Antarkan aku ke hotel Xxxx" ucap Rayhan pada pilot pribadi Elpan.
Sedangkan di hotel Xxx tepatnya di sebuah puncak yang cukup jauh dari kota.
Zia berhenti di pekarangan penginapan yang sudah Zia pastikan kalau Akash dan istrinya ada di sana.
"Non jangan begitu kita harus ijin dulu pada pemiliknya" ucap Lukas yang melihat Zia menerobos masuk kedalam penginapan.
"Bac*t" ucap Zia yang langsung masuk kedalam tanpa memperdulikan Lukas yang sekarang berteriak memanggil manggil namanya.
"Dimana kamar mana Akash dan istrinya menginap" tanya Zia pada wanita yang menjaga resepsionis penginapan itu.
"Saya tidak tau Nona" ucap wanita itu ketakutan melihat Zia yang sekarang seperti sedang kesetanan.
"Cepat beri tau atau aku akan membunuhmu" ucap Zia yang langsung menodongkan pistol punya Lukas yang sering Lukas bawa di dalam mobil.
Wanita itu mengangkat kedua tangannya.
"Kamar sebelah sana Nona" ucap wanita itu menunjuk sebuah kamar.
Zia langsung berlari kesana, amarahnya sekarang sudah sangat ingin dia lampiaskan pada laki laki seperti Akash.
Brakkk
Pintu penginapan yang tak terkunci itu pun terbuka karena tendangan dari kaki Zia, Akash dan seorang wanita cukup tua berada di dalamnya.
"Keterlaluan kau Akash" ucap Zia menodongkan pistol pada Akash.
"Mau apa kau kemari Zia" tanya Akash terkejut dan takut karena yang Zia pegang sekarang adalah pistol beneran.
"Kau penghianat Akash, katanya kita akan nikah tapi kau malah menikahi wanita tua ini, kalian pantas menjadi ibu dan anak bukan jadi suami istri" ucap Zia menatap tajam pada wanita tua itu.
__ADS_1
"Dasar Bocah jaga bicaramu" ucap wanita tua yang di yakini istri barunya Akash itu.
"Hahahah apa karena dia kaya Akash, jadi kau mau padanya hah? Dasar buaya tak di untung, aku berikan kau uang selama ini tapi kau malah gunakan untuk menikah dengan wanita tua ini" ucap Zia yang tangannya hendak menekan pistol.
Untung saja dengan cepat Rayhan datang dan mengarahkan tangan Zia keatas, jadi tak mengenai Akash atau wanita itu.
Dorr
Suara peluru menggema di kamar itu, seluruh satpam dan keamanan datang kesana karena wanita penjaga resepsionis juga sudah memanggil mereka.
"Sadar Zia, kau ingin mereka mati" ucap Rayhan sedikit meninggikan suaranya.
"Kak Akash" ucap Zia yang langsung memeluk Rayhan dan menangis di dada bidang Rayhan.
"Ck kau menangisi laki laki bod*h itu, sudahlah Zia banyak laki laki yang mau padamu dari pada si Bod*h itu" ucap Rayhan.
"Tuan, Nona silahkan keluar anda mengganggu ketertiban penginapan ini" ucap satpam yang datang kesana.
"Maafkan adik saja" ucap Rayhan.
"Keluarlah" titah Rayhan pada Zia.
"Tapi kak Akash".
"Biar aku yang beri dia pelajaran" ucap Rayhan dengan berbisik di telinga Zia.
Dengan terpaksa Zia keluar dan Rayhan mendekat pada Akash yang sekarang sedang berdiri bersama dengan wanita tua itu.
Bughh
Plakk
Bughh
Dua satpam masuk dan langsung menyeret Rayhan keluar, karena di rasa cukup Rayhan pun ikut dengan kedua satpam itu keluar.
"Kau memang Mafia Rayhan, pantas saja Zia melakukan ini karena ada titisan dari mu" teriak Akash yang terdengar jelas di telinga Rayhan.
Bibir Rayhan tersenyum tipis mendengar hal itu, Rayhan mendekat pada Zia dan Lukas yang sekarang berada di luar penginapan itu karena di usir para satpam.
Terlihat jelas oleh Rayhan kalau Zia masih saja menangis,
"Zia kau datang sejauh ini hanya untuk menemui laki laki Brengs*k itu" tanya Rayhan.
Zia memeluk Rayhan dengan sangat erat.
"Kak, Akash menikah dengan wanita itu, kak uang aku juga raib di bawa Akash" ucap Zia.
"Sudah iklaskan saja, suatu saat nanti kau juga akan mendapat laki laki yang baik lebih dari si Brengs*k itu" ucap Rayhan.
Rayhan merasa kasihan pada adiknya itu tapi mau bagaimana lagi Rayhan bukan tuhan yang akan memutuskan hidup dan matinya seseorang.
"Kita pulang, Mamah sejak kemarin mencari mu" ucap Rayhan membawa Zia naik kedalam Hellikopter.
"Lukas kau bisa mengemudikan mobil sendirian" tanya Rayhan.
"Tak masalah tuan saja akan sampai besok" ucap Lukas.
Rayhan menatap Zia dengan tatapan sendu namun jika mengingat sikap bar bar Zia tadi ingin sekali rasanya Rayhan tertawa terbahak bahak karena bisa bisanya Zia menodongkan pistol pada Akash.
Hanya cukup menempuh dua jam saja hellikopter itu sampai di taman dekat rumah Rayhan. Tak lupa Rayhan memberikan uang tips pada pilot karena uang sewanya sudah Rayhan transfer pada Elpan itu pun Elpan memberikan Rayhan Diskon.
"Masuklah" titah Rayhan.
"Lalu kau akan kemana" tanya Zia pada kakaknya.
__ADS_1
"Kau" tanya Rayhan menatap tajam pada Zia.
"Maksud aku kakak akan kemana" tanya Zia mengulang kembali pertanyaanya.
"Kakak akan menjemput Raya" ucap Rayhan yang langsung pergi mengendarai mobilnya menuju ke rumah Bu Ajeng Widirdja.
Tak lama kemudian Rayhan sampai di kediaman Widirdja, Rayhan masuk dan melihat ada Bu Ajeng disana yang akan berpergian.
"Bu mau kemana" tanya Rayhan.
"Oh nak Ray, Ibu akan ke luar kota untuk beberapa hari ini maaf ya Ibu tinggal" ucap Ibu Ajeng.
"Tak apa, tapi Bu saya minta ijin, saya akan membawa Raya tinggal di rumah saya apa boleh" tanya Rayhan pada Bu Ajeng.
"Tentu saja sekarang Raya istrimu kemana pun kau ikut kau berhak membawanya" ucap Bu Ajeng.
"Terima kasih Bu" ucap Rayhan.
Rayhan berjalan ke kamar Raya yang berada di lantai dua, Rayhan langsung masuk kedalam tanpa Rayhan sadari saat ini Raya sedang tertidur.
Rayhan menatap Raya yang terlihat sangat cantik saat sedang tidur, Rayhan tersenyum.
"Raya aku tak akan menyakitimu, aku janji akan melindungimu meski pun aku belum cinta pada mu bahkan kau juga tak cinta padaku tapi aku yakin suatu saat kau akan cinta padaku" ucap Rayhan.
Mata Raya perlahan terbuka karena melihat ada Rayhan di sana.
"Pak Ray maaf aku ketiduran" ucap Raya.
"Tak apa kau tidurlah" ucap Rayhan.
"Apa kau mau makan pak, biar aku buatkan" ucap Raya yang hendak bangkit dari ranjang.
"Tak usah aku tak lapar" ucap Rayhan.
"Apa Kak Zia sudah ketemu" tanya Raya yang hanya di balas anggukan kepala oleh Rayhan.
"Syukurlah" ucap Raya.
"Sekarang kita ke rumah aku, kau mau Raya" tanya Rayhan.
"Boleh tapi Mamah" tanya Raya.
"Aku sudah minta ijin pada bu Ajeng, dan sekarang Bu Ajeng pergi ke luar kota" ucap Rayhan.
"Benarkah, kenapa mamah tak menemui ku dulu" ucap Raya.
Rayhan menggelengkan kepalanya.
"Aku bantu kau mempacking barangmu" ucap Rayhan.
"Tak perlu pak Ray" ucap Raya tak enak pada suaminya itu.
"Tak apa aku bisa melipat baju" ucap Rayhan.
Rayhan membantu Raya mempacking semua baju bajunya, setelah selesai Rayhan membantu Raya membawakan kopernya menuju mobil Rayhan.
"Kau mau kemana" tanya Fikri pada Raya dan Rayhan.
"Aku akan pindah ke rumah Pak Rayhan" ucap Raya.
"Syukurlah aku harap pak tua mu itu bisa menjaga mu" ucap Fikri.
"Ya" ucap Raya yang langsung pergi meninggalkan Fikri yang sedang duduk di Sofa.
Bersambung..
__ADS_1