Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 87


__ADS_3

Malam harinya Rayhan sedang di obati oleh Raya karena tadi siang Dokter datang membawa obat yang cukup mahal untuk mengobati luka bakar Rayhan.


"Mas" ucap Raya.


Rayhan cukup merasa aneh pada panggilan dari Raya sekarang karena kemarin Raya panggil pak sekarang panggil mas.


"Ada apa" tanya Rayhan.


"Besok Zia akan pulang" ucap Raya.


"Jam berapa" tanya Rayhan.


"Katanya setelah Sholat Shubuh mungkin jam lima subuh" ucap Raya.


"Baiklah aku akan bicarakan pada Lukas" ucap Rayhan.


"Ya, tapi apa tuan Lukas sudah mendingan bukannya masih di rawat di rumah sakit" ucap Raya.


"Dia sudah pulang" ucap Rayhan.


"Oh" ucap Raya.


Di kosan Lukas, Lukas baru saja mendapat pesan dari Rayhan kalau Zia ingin pulang jam lima subuh, Lukas pun harus sudah stay di rumah Rayhan sekitar jam empat subuh.


"Kau mau kemana" tanya Lukas pada Rega yang sekarang sedang mengemasi pakaiannya.


"Aku akan pindah ke apartemen" ucap Rega.


"Pindah kau tak ajak aku" ucap Lukas.


"aku kira kakak tak mau ikut" ucap Rega.


"Dengan siapa kau kesana" tanya Lukas.


"Dengan Julia" ucap Rega.


"Apa kau akan satu apartemen dengan Julia" tanya Lukas.


"Tidak kita pisah apartemen lagi pula tempat itu sangat ketat penjagaan kak, tak ada laki laki yang berani masuk ke kamar wanita tak seperti di sini" ucap Rega.


"Aku ikut kapan" tanya Lukas.


"Sekarang" ucap Rega.


"Tapi ini sudah malam" ucap Lukas.


"Ya tak masalah, lagi pula aku sudah menghubungi pemilik apartemen itu" ucap Rega.


"Aku akan sewa satu kamar di sana, tapi aku akan kesana besok" ucap Lukas.


"Baiklah aku akan pergi sekarang lagi pula masih pukul delapan malam" ucap Rega.


"Naik apa" tanya Lukas.


"Grab".


Julia dan Rega sekarang sudah berada di mobil mereka menuju ke apartemen, barang barang Julia juga sudah di angkut ke mobil hanya ada lemari kecil dan kasur kecil saja yang Julia bawa.


"Di mana orang tua mu" tanya Rega.


"Orang tua" gumam Julia.


"Ya orang tua mu, ayah ibu saudara adik atau kakak" ucap Rega.


"Aku korban broken home" ucap Julia.


"Oh ya" tanya Rega.


"Ayah ku sudah menikah dan hidup bahagia bersama dengan istri barunya dan ibu ku juga sama dia sudah menikah lagi dan hidup bahagia, lalu bagai mana nasib anak nya, ya seperti aku begini" ucap Julia.


"Oh lalu apa tak ada keluarga yang bisa di hubungi" tanya Rega.


"Tak ada bahkan mereka seolah lupa padaku" ucap Julia.


"Apa kau selalu pulang pada mereka" tanya Rega.


"Penah pulang tapi begitu lah seorang ayah dan ibu setelah punya anak yang baru" ucap Julia.


"Padahal mereka bo doh jika menyia nyiakan anak seperti diri mu" ucap Rega.


"Kenapa" tanya Julia.


"Ya karena kau pekerja keras kau juga cantik apa lagi yang tak ada di diri mu" ucap Rega.


"Apa aku se sempurna itu" tanya Julia.


"Tentu saja itu kelebihan mu" ucap Rega.


"Aku senang ada yang memuji aku" ucap Julia.


"Memangnya pacar mu tak memuji mu" tanya Rega.


"Aku tak punya pacar dan seingat aku terakhir kali aku pacaran saat aku sma kelas dua" ucap Julia.


"Oh baiklah kalau begitu mau gak pacaran dengan ku" ucap Rega.


"Hah" tanya Julia kaget.




Di sebuah rumah sakit ternama di kota itu, beberapa pasien berjajar di blangkar dengan masalah yang sama yaitu karena terkena peluru.



Seorang laki laki yang cukup ber pengaruh masih berada di sana bersama dengan anak buahnya,


"Tuan apa anda mau makan" tanya anak buahnya.



"Aku tak nafsu" ucapnya.



Dia adalah seorang laki laki berdarah dingin yang tak akan mengenal siapa pun lawannya, pasti dengan jalan tercepat dia akan menghabisinya.



"Apa kau yakin kalau dia adalah musuh dari Rayhan si ketua Tiger Group itu" tanya nya.



"Ya tuan aku melihat di sosial media" ucap anak buahnya.



"Lalu bagai mana kondisinya" tanya nya.



"Sudah membaik tuan".



"Bagus lah kita akan ajak mereka kerja sama untuk menghancurkan Rayhan" ucap nya.



Laki laki itu tak lain dan tak bukan adalah Van armasta ketua dari Mafia yang bernama Blooder musuh bebuyutan Rayhan.


"Aku ingin sekali menghancurkan Rayhan, semoga saja dengan ini aku bisa membuat Rayhan menderita" ucapnya.



Flash back onn 2 hari yang lalu



Saat itu kapal anggota Mafia Blooder melintas kesana, mereka baru saja selesai bertransaksi jual beli minuman keras ke negri orang lewat jalur laut.



Saat itu tanpa di sengaja dia melihat ada sekumpulan para wanita di kapal yang berteriak meminta tolong, bahkan ada kapal yang terbakar tak jauh dari sana yang sisa sisa kayu nya mengambang di lautan.



"Ada apa ini, kenapa mereka" tanya Van Armasta.



"Sepertinya ada perang tuan" jawab anak buahnya.



"Tolong..... Tolongg kami..." teriak para wanita yang berada di kapal yang berhenti di tengah tengah laut itu.



"Apa kita akan menolong mereka" tanya anak buah Van.



"Kita tolong saja mereka" ucap Van dengan sangat malas.



"Ada apa" tanya Anak buah Van saat mereka sudah pindah ke kapal yang banyak wanita itu.



"Kapal kami tadi di serang musuh, lihat semua anak buah ku kena luka tembakan" ucap istri muda Dion.



"Siapa yang menyerang kalian" tanya Van yang langsung turun tangan.



"Rayhan" jawab nya.



"Rayhan" gumam Van.



"Tuan, mungkin Rayhan Pratama Wiguna" ucap anak buah Van.



"Kalian cari tau dan sekarang selamatkan mereka yang masih hidup" ucap Van.



"Baik tuan" ucap anak buah Van serempak.



Saat kapal hendak berangkat dan para wanita sudah berada di kapal Van, ada seorang tubuh manusia yang mengambang di air.



"Tuan, ada mayat yang mengapung di laut" ucap anak buah Van.



"Apa dia teman mu" tanya Van pada wanita muda dan se ksi itu.



"Ahh ya dia suami ku" ucapnya.



"Oh baiklah bawa dia naik ke atas kapal" ucap Van.

__ADS_1



"Baik tuan" serempak anak buahnya.



Mayat itu di bawa masuk kedalam kapal, namun bukan mayat karena Dion saat ini masih hidup hanya pingsan saja karena banyak menelan air laut saat tenggelam.



"Mas" ucap Tina istri kedua Dion Adinata.



"Beri dia pertolongan pertama" ucap Van.



"Baik tuan" ucap anak buah nya yang langsung menangani Dion yang saat ini masih pingsan.



Anak buah Van menekan nekan dada Dion bahkan sampai perut dion, dan setelah cukup lama akhirnya Dion batuk dan memuntahkan air laut yang tertelan.



"Mas" ucap Tina yang langsung memeluk suaminya itu.



"Apa aku masih hidup" tanya Dion dengan nafas tersengal senggal.



"Kita masih hidup mas" ucap Tina.



"Huhh aku tak akan maafkan Rayhan" ucap Dion.



"Apa Rayhan yang kau maksud adalah Rayhan Pratama Wiguna" tanya Van.



"Bukan Wiguna tapi nama aslinya Wijaya" ucap Dion.



"Ada masalah apa kau dengannya" tanya Van.



"Jangan ikut campur kau tak akan paham" ucap Dion.



"Kau berani marah pada ku berarti kau belum tau aku, perkenalkan aku Van Armasta Anggota Mafia terkenal kedua di negara ini" ucap Van.



"Lalu" tanya Dion.



"aku lah musuh bebuyutan Rayhan" ucap Van lagi yang membuat Dion tersenyum memikirkan sesuatu.



"Benarkah kau musuh Rayhan" tanya Dion.



"Benar sekali dan sudah lama ini aku ingin sekali menghancurkan Rayhan, kau tau dia terus mencari gara gara padaku" ucap Van berbohong padahal kenyataanya yang mencari gara gara itu dari pihak Van.



"aku akan bawa kalian ke rumah sakit bersama dengan semua anak buah mu yang terkena luka tembak" ucap Van lagi.



Flash back off



Dion yang kemarin di rawat sekarang sudah di perbolehkan pulang bahkan sekarang dia datang menemui Van.



"Sudah sembuh" tanya Van.



"Sudah" ucap Dion.



"Baiklah aku tak akan basa basi aku mau mengajak mu kerja sama untuk menghancurkan Rayhan" ucap Van.



"Boleh" ucap Dion.


"Apa keuntungan yang akan aku dapatkan" tanya Dion.



"Kita hancurkan Rayhan, kau bisa mengambil hartanya dan aku akan mengambil markas dan anak buahnya serta bisnis nya di bidang persenjataan" ucap Van.



"Bagai mana caranya" tanya Dion.




"Aku suka kerja sama" gumam Dion tersenyum tipis sambil menatap pada Van yang sudah pergi.



Sedangkan di apartemen sederhana, Julia dan Rega sedang kebingungan karena kamar cuman ada satu bahkan yang sebelah lagi kosong tapi belum di bersihkan.



"Bagai mana" tanya pengelola apartemen itu.



"Bagai mana sekarang" tanya Rega.



"Kita ambil saja karena kita sudah membawa barang barang kita" ucap Julia.



"Baiklah Bu kami ambil" ucap Rega.



"Tapi cuma satu kamarnya belum di bersihkan" ucap Ibu Ibu pengelola apartemen itu.



"Tak apa Bu, biar kami saja yang bereskan" ucap Rega.



"Baiklah Ibu akan panggilkan pak satpam untuk membantu kalian" ucap Ibu itu.



"Ya bu" ucap Julia.



"Ini kuncinya" ucap Ibu itu sambil menyerahkah kunci apartemen itu.



Rega mengambilnya dan dia langsung membuka pintu apartemen yang katanya belum di bersihkan, dan benar saja saat pintunya sudah terbuka kamar itu sangat kotor bahkan banyak sarang laba laba disana.



"Apa kamar ini sudah lama tak di tempati" tanya Rega.



"Mungkin saja" ucap Julia.



Mereka berdua membereskan kamar itu, di dalam satu kamar apartemen ada kamar, Wastafle dan tempat masak.



Satu ruangan yang cukup luas untuk ruang tamu, karena kamar sudah ada bahkan kamar mandi pun ada di paling ujung kamar.


Setiap lantai ada kamar mandi di ujung.



Dan apartemen itu memiliki tiga lantai dan 18 pintu, dan ada juga tiga kamar mandi di ujungnya.


Apa lagi apartemen ini ketat penjagaannya dan bersih juga rapih, bahkan sangat aman karena tamu tak boleh masuk kalau tak ada ijin dari sang pengelola Apartemen.



"Sudah" ucap Rega.



"Baik lah kau mau di mana" tanya Julia.



"Kau di sini saja, biar aku di kamar sebelah" ucap Rega.



"Ya baik lah" ucap Julia.



"Aku akan bantu memasukan perabotan mu" ucap Rega.



"Terima kasih" ucap Julia.



Di kediaman Rayhan, Saat ini Rayhan tak bisa tidur karena rasa sakit dari luka nya terasa lagi, bahkan sekarang malah semakin perih dan linu saja.



"Mas" tanya Raya.



"Ya".



"Kenapa belum tidur" tanya Raya.

__ADS_1



"Luka nya semakin sakit Raya" ucap Rayhan.



"Apa" tanya Raya.



"Bisa bawa aku ke bawah dan tolong kompreskan es batu pada ku" ucap Rayhan.



"Ayo" ucap Raya.



Raya mengompreskan es batu pada punggung Rayhan, bahkan Raya juga meniup niup luka Rayhan karena kata Rayhan lukanya terasa sangat panas.



"Cepat sembuh mas" ucap Raya.



"Ya sayang" ucap Rayhan.


"Memangnya kalau aku sembuh kamu mau apa" tanya Rayhan.



"Tidak ada" ucap Raya.



"Ayo lah jujur saja" ucap Rayhan.



"Ray belum tidur" tanya Nita yang baru saja datang kesana karena ingin mengambil minum.



"Belum mah luka ini terasa sakit lagi" ucap Rayhan.



"Sudah di olesi obat" tanya Nita.



"Sudah mah" ucap Raya.



"Nanti juga sembuh" ucap Nita yang langsung berjalan ke dapur mengambil air.



Drtt drtt



"Siapa" tanya Rayhan saat ponselnya berdering karena ada yang manggil.



"Dari kantor mas" ucap Raya.



"Angkat saja" ucap Rayhan.



📞📞



"Ya" tanya Raya.



"Bu ada masalah sedikit dengan klien, bisa kah tuan datang ke kantor besok".



"Tuan gak mungkin datang karena dia masih sakit" ucap Raya.



"Bisakah Ibu saja yang datang, ini sangat ber masalah Bu".



" aku akan usahakan" ucap Raya.



📞📞📞



"Siapa" tanya Rayhan.



"Dari kantor katanya ada masalah sedikit" ucap Raya.



"Oh kamu saja yang ke sana Raya, aku masih sakit" ucap Rayhan.



"Ya mas aku akan datang kesana" ucap Raya.



Mereka kembali lagi ke kamar dan tidur karena besok Raya harus ke bekerja ke kantor.



Keesokan harinya pagi sekali kira kira pukul 5 pagi, Raya sudah melaksanakan Sholat lima waktu nya, karena sekarang Zia akan kembali ke pesantren jadi Nita sudah sibuk menyiapkan sarapan.



Raya turun ke bawah ternyata ada Zia dan Lukas yang tengah sarapan sedangkan Nita mamah mertuanya sedang masak.



"Zia akan berangkat sekarang" tanya Raya.



"Ya kakak ipar aku harus berangkat sekarang, karena aku juga harus ikut belajar" ucap Zia.



"Ya hati hati di jalan" ucap Raya.



"Ya kak" ucap Zia.



"Ayo makan Raya" ucap Nita.



"Ya mah, sekarang aku harus ke kantor karena katanya ada masalah dengan klien" ucap Raya.



"Oh ayo sarapan dulu, jangan pergi dengan perut kosong" ucap Nita.



"Ya mah aku akan ke kamar dulu membangunkan mas Ray" ucap Raya.



"Mas" serempak yang ada di sana terkejut mendengar panggilan baru Raya pada Suaminya.



"Ya katanya mau di panggil mas" ucap Raya.



"Ya tak masalah" ucap Nita.



"Aku akan ke kamar" ucap Raya gugup.



Raya menuju ke kamarnya, ternyata Rayhan sudah bangun.


"Sudah bangun mas" tanya Raya.



"Ya Raya" ucap Rayhan yang sekarang sudah lebih bersabar menghadapi Raya.



"aku bawa sarapan untuk mu mas" tanya Raya.



"Duduklah" titah Rayhan.



Rayhan sekarang duduk di atas ranjang, dan Raya duduk di samping Rayhan.


Rayhan memeluk Raya, saat ini Rayhan tengah mendaratkan beberapa kecupan pada pipi dan kening Raya.



"Boleh" tanya Rayhan.



"Mas sudah siang lagi pula aku harus ke kantor" ucap Raya.



"Sebentar saja" ucap Rayhan.



"Mas" ucap Raya.



Bukan Rayhan namanya kalau diam saja saat mendapat penolakan, Rayhan langsung melakukan hal itu pada Raya dan dengan terpaksa Raya pun hanya pasrah pada kung kungan Rayhan.



"Sebentar ya" ucap Rayhan.


__ADS_1


**Bersambung**...


__ADS_2