
Sore hari nya Raya pulang ke rumah nya, Raya masih ingat dengan ucapan Rayhan tadi siang padanya.
Flash back on
Mereka duduk di meja cafe karena membicarakan masalah Rahma dan Elpan.
"Masalah kalian bagai mana sekarang" tanya Iqbal.
Rayhan menatap pada Raya.
"Seperti yang kau lihat" ucap Rayhan.
Raya hanya membuang muka saja karena di tatap oleh Rayhan.
"Ayo lah kalian akur saja hanya masalah itu kan" ucap Iqbal.
"Tapi tak segampang itu kak" ucap Raya.
"Apa lagi yang perlu di jelaskan Raya, semuanya sudah jelas bukan, kau tau Rayhan siapa dan sekarang Rayhan seperti ini" ucap Iqbal.
"Tapi aku sudah ajukan surat gugatan ke pengadilan" ucap Raya.
"Secepat itu, Raya kau tau proses perceraian itu tak mudah nanti akan ada mediasi dan kau tau perceraian itu bisa memakan waktu sampai 6 bulan itu pun kalau cepat bagai mana kalau lama" ucap Iqbal.
"Tak kak aku akan pertahankan keinginan ku ini" ucap Raya.
"Terserah aku sibuk aku akan kerja" ucap Iqbal.
"Ray semua keputusan ada pada mu, aku hanya bisa menerima saja, tapi tolong sebelum surat cerai kita selesai aku akan suruh anak buah ku untuk menjaga mu, aku Takut kalau kau akan di sakiti oleh paman mu itu" ucap Rayhan.
"Jangan so peduli mas" ucap Raya.
"Kau masih sah istri ku jadi sudah tugas ku menjaga mu" ucap Rayhan yang langsung pergi dai sana menuju pintu namun tiba tiba saja ada pelayan yang membawa makanan dan bertubrukan dengan Rayhan.
Prakk
Makanan itu terkena ke baju Rayhan.
"Maaf tuan saya tidak se..." Ucap pelayan itu terhenti saat tangan Rayhan mengkode dia untuk tak bicara.
Tanpa memperdulikan baju nya yang kotor Rayhan pergi dari sana.
Jujur saja sebagai seorang laki laki Rayhan merasa kurang tegas pada Raya.
Sekarang Raya sudah mengajukan surat perceraian pada pengadilan dan Rayhan hanya bisa diam saja.
"Ray apa kau yakin gak akan menyesal" tanya Julia.
"Menyesal" tanya Raya.
"Ray aku tau se cinta apa kau pada Mas Rayhan" ucap Julia.
"Tapi Jul aku gak mungkin menerima dia lagi" ucap Raya.
"Ray sudah lah stop gengsi mu itu, sebelum kau menyesal Ray" ucap Julia.
"Jul aku mohon aku hanya ingin tenang" ucap Raya.
Flash back of.
__ADS_1
Raya duduk di sofa ruang tamu, dia menatap pada layar televisi yang sekarang menampilkan film bersambung.
"Apa yang harus aku perbuat sekarang, hati ini jujur saja aku masih ingin bersama dengan Mas Rayhan tapi mau bagai mana lagi aku masih tak sangka kalau Mas Ray adalah seorang pembu nuh apa lagi dia melakukan nya di hadapan ku" gumam Raya.
Drrt drtt
📞📞
"Ya mah ada apa" tanya Raya pada mamah mertuanya itu.
"Ray mamah tau masalah rumah tangga mu, maaf mamah menelpon mu" ucap Nita.
"Tak apa mah" ucap Raya.
"Sayang tolong maaf kan lah Rayhan mamah tau Rayhan itu salah Rayhan ja hat bahkan mamah juga baru tau sekarang kalau Rayhan itu seorang Mafia, mamah harap kau bisa memaafkan Rayhan dan kembali lagi padanya, karena Raya setau mamah Rayhan orang nya sangat nekad dia selalu melakukan hal yang tidak tidak saat dia marah" ucap Nita panjang lebar.
"Mah aku akan pikir kan lagi bagai mana ke depan nya" ucap Raya.
"Tolong jaga Rayhan selalu lihat dia takut nya dia nekad" ucap Nita.
"Ya mah aku akan lihat dia" ucap Raya.
"Mamah hanya punya kamu saja Raya untuk menemani Rayhan karena sejak kecil Rayhan tak mendapat kan kasih sayang dari orang tuanya" ucap Nita.
"Ya mah aku akan coba pikirkan ini lagi" ucap Raya.
"Ya" ucap Nita.
📞📞
Saat ini Rayhan masih berada di ruangan nya dia sibuk dengan layar laptop nya.
"Apa" tanya Rayhan ketus dan dingin.
Saat ini Rayhan sudah kembali ke mode pabrik yang ketus, dingin, dan datar tanpa ekspresi.
"Tuan apa kau mau makan" tanya Yuli.
Namun tak ada jawaban dari Rayhan, sedang kan Yuli yang tak tau kalau Rayhan ketus dan dingin pun bertanya lagi pada Rayhan.
"Tuan bagai mana apa mau makan" tanya Yuli lagi.
"Apa kau tak bisa lihat aku sedang apa Hah" sentak Rayhan membuat Yuli terkejut karena yang Yuli tau Rayhan cukup ramah dan baik walau pun tak banyak bicara.
Namun sekarang Yuli merasa kalau Rayhan sedikit berbeda.
"Aku permisi" ucap Yuli yang langsung pergi dari sana.
Dada Rayhan naik turun karena menahan emosi,
Tanpa Rayhan perduli kan lagi dia langsung melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Yuli sekarang tengah berada di meja para karyawan sekarang.
"Apa tuan Rayhan sikap nya selalu berubah" tanya Yuli.
"Emang kenapa" tanya salah satu Karyawan di sana.
"Tadi saat aku tawarkan makanan dia langsung marah dan membentak aku apa aku punya salah padanya" ucap Yuli
__ADS_1
"Apa tuan Rayhan begitu" tanya nya.
"Ya".
"Apa tuan Rayhan sudah kembali ke setelah pabrik ya" ucapnya.
"Apa maksud mu" tanya Yuli.
"Tuan Rayhan itu memang garang, bahkan dia ketus dan dingin, hanya Nona Raya saja yang bisa mencairkan kulkas seribu pintu itu" ucap Karyawan.
"Apa mungkin Tuan begini karena akan pisah dengan Nona Raya" tanya Yuli.
"Hah bisa jadi" ucapnya.
"Bagai mana sekarang" tanya Yuli.
"Bekerja saja seperti biasa" ucap nya.
"Ya".
Rayhan keluar dari ruangan nya, terasa oleh semua karyawan kalau hawa dingin sedang berada di tubuh dan sikap Rayhan.
Rayhan benar benar berubah kemarin kemarin dia sangat ceria dan murah senyum namun sekarang dia berusaha untuk dingin lagi.
"Sore tuan" ucap karyawan.
Namun Rayhan tak menjawab dia hanya menatap dan langsung pergi dari sana.
"Tuan aneh Sekarang" ucap karyawan yang lain.
"Katanya tuan akan pisah dengan Nona".
"Masa sih" tanya yang lain.
"Beneran" ucap yang lain berbisik bisik membicarakan Rayhan.
"Pantas saja kembali dingin lagi" ucap yang lain.
Rayhan sekarang akan ke markas mencoba menenangkan hatinya yang masih tak terima pada keputusan Raya.
Rayhan melajukan mobilnya secara ugal ugalan di jalanan yang sepi pengendara motor atau pun mobil.
Sekarang Rayhan tak memikirkan hidup nya tapi dia memikirkan cara nya agar Raya bisa memaafkan nya.
Sesampainya di markas Rayhan langsung masuk ke dalam markas yang sekarang banyak orang itu karena Lukas juga ada di sana jadi Markas tak pernah terlihat sepi.
"Selamat sore tuan" ucap Rega.
"Hmm" Rayhan berdehem.
Lukas paham pada keadaan tuan nya itu,
"Tuan apa Nona masih menolak mu" tanya Lukas.
"Kau tau jawaban nya bukan" tanya Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas.
"Kenapa bertanya" tanya Rayhan ketus.
__ADS_1