
"tuan aku kemarin datang ke rumah Nona aku bilang padanya kalau tuan sudah berubah tapi nona tak mau mendengarkan aku, tuan sebenarnya nona itu masih sayang pada mu hanya saja Nona gengsi" ucap Lukas.
Rayhan menatap pada Lukas.
"Beraninya kau membicarakan istri ku dengan sebutan gengsi" ucap Rayhan yang langsung bangkit dari duduknya.
Bughh
Rayhan memukul Lukas.
"Jangan pernah bicara kan keburukan Raya pada orang lain apa lagi di hadapan ku" ucap Rayhan.
Lukas hanya diam saja tanpa membalas apa apa.
"Kau tau kan Raya bagai mana aku yakin dia akan sadar nanti" ucap Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas mengalah.
"Belikan aku minuman" titah Rayhan pada anak buah nya.
"Baik lah tuan" ucap anak buah nya yang langsung pergi dari sana membeli minuman.
Perubahan Rayhan cukup terasa bahkan anak buah nya pun tak bisa lagi bercanda di hadapan Rayhan karena takut kena marah.
Rayhan hanya menatap ke arah depan saja menjadi datar dingin dan ketus.
Malam ini setelah minum banyak Rayhan tidur di markas karena untuk pulang pun tak mungkin dia dalam keadaan mabuk parah.
Berbeda dengan Raya sekarang dia tengah melihat pemandangan langit yang indah di taburi bintang bintang yang berkilau tertata rapih di atas sana.
Raya meminum teh hangat yang dia buat tadi, terasa sangat hambar dan terkesan kesepian.
"Turun Kan Gengsi mu Raya kau tau kan kalau orang tampan dan kaya itu bisa berbuat apa apa, contoh nya saja Kak Elpan pada Rahma" gumam Raya.
Raya menatap ponselnya namun di aplikasi gagang telepon Rayhan sedang tak online.
"Besok aku akan datang ke rumah nya" ucap Raya.
Raya masuk ke dalam kamarnya karena akan tidur, malam ini terasa sangat dingin bahkan menusuk sampai ke kulit, raya mencoba menaikan suhu ruangan itu supaya tak dingin lagi.
Pagi harinya di markas Rayhan sudah akan pulang ke rumah karena akan masuk kerja.
Namun Rayhan merasa sangat lelah dan mengantuk,
Sesampainya di rumah Rayhan sangat malas untuk makan bahkan saat melihat rumah berantakan membuat Rayhan seolah enggan untuk pulang.
Rayhan berjalan ke arah dapur dia melihat kulkas nya yang khusus untuk minuman nya, ternyata masih banyak Minuman Rayhan di sana.
Rayhan mengambil nya dan meminum nya hingga habis beberapa botol.
Rayhan seolah tak puas walau pun sudah meminum sangat banyak.
Hingga sekarang mata Rayhan merah keadaan nya sangat kacau, dia hanya ingin sekali tidur, kepala nya yang pusing membuat nya tak bisa berpikir jernih.
Rayhan memuntahkan semua minuman yang dia minum ke lantai sehingga lantai itu sangat basah dengan minum, bau alko hol meruak di ruangan itu.
Rayhan merasakan perut nya sakit bahkan sekarang dia tengah memegang perut nya, dan tiba tiba saja tubuh Rayhan ambruk ke lantai dan dia berbaring di sana,
Sedangkan Raya sekarang akan pergi ke rumah Rayhan, dia sudah berada di mobil milik mamahnya, karena Raya tak bisa bawa Mobil dia selalu memakai supir pribadi.
"Langsung ke kampus, nona" tanya pak supir.
"Aku ingin ke rumah mas Rayhan dulu" ucap Raya.
"Baik Nona" ucap supir
Raya menatap jalanan yang pagi ini sangat ramai dengan orang orang yang akan sekolah dan bekerja.
Bahkan motor dan mobil pun selalu memenuhi jalanan.
Sesampainya di rumah Rayhan, Raya langsung menuju ke arah pak satpam.
"Pak apa Mas Rayhan ada" tanya Raya.
"Ada Nona baru pulang" ucap satpam.
"Oh baiklah" ucap Raya.
Satpam membuka kan gerbang untuk mobil yang membawa Raya masuk ke sana,
"Pak tunggu di sini aku akan masuk ke dalam dulu" ucap Raya.
"Baik Nona" ucap satpam.
Raya masuk ke dalam rumah Rayhan, tadinya Raya akan mengetuk pintu nya dulu tapi saat Raya lihat pintu nya terbuka.
Raya masuk ke dalam namun betapa terkejutnya Raya saat melihat kalau Rayhan sudah terkapar di lantai dengan lantai yang basah.
"Astaga Mas" sahut Raya yang langsung berjalan ke arah Rayhan.
"Mas.... Bangun mas..." Raya mencoba membangun kan Rayhan.
"Astaga kenapa mas Ray" gumam Raya setelah lama mencoba membangunkan Rayhan namun Rayhan tak bangun juga.
Raya berjalan ke arah luar rumah nya dia langsung memanggil satpam yang ada di sana.
"Pak" sahut Raya.
Satpam dan supir nya Raya pun datang ke sana.
__ADS_1
"Ada apa Nona" tanya nya.
"Tolong mas Rayhan pingsan" ucap Raya.
"Pingsan" tanya satpam terkejut.
Mereka masuk ke dalam rumah.
"Tolong angkat dia, aku akan membawa nya ke rumah sakit" ucap Raya.
"Baik nona" ucap Satpam.
Satpam dan supir Raya membawa Rayhan masuk ke dalam mobil karena takutnya Rayhan akan kenapa kenapa dengan cepat mereka langsung menuju ke Rumah sakit terdekat.
Sesampainya di sana Rayhan langsung di tangani dengan cepat, dan Raya sekarang menunggu di kursi tunggu.
"Pak pergi saja aku akan menunggu di sini nanti kalau aku butuh aku akan telpon" ucap Raya pada supir nya yang sejak tadi menunggu di sana.
"Baik nona" ucapnya.
Raya menunggu di sana sampai lama sekali Dokter memeriksa Rayhan.
Raya melihat layar ponsel nya.
Drtt drtt
"Julia telpon ada apa" gumam Raya.
📞📞
"Ya Jul ada apa" tanya Raya.
"Ray aku sekarang di kampus kau di mana" tanya Julia.
"Maaf Jul aku harus ke rumah sakit mungkin aku ijin sekarang" ucap Raya.
"Rumah sakit? Siapa yang sakit" tanya Julia.
"Mas Rayhan saat aku ke rumah nya dia pingsan" ucap Raya.
"Pingsan, oh baik lah semoga cepat sembuh" ucap Julia.
"Ya Jul terima kasih" ucap Raya.
📞📞
Dokter keluar dari ruangan itu.
"Dok bagai mana keadaan mas Ray" tanya Raya.
"Nona keadaan tuan sekarang cukup baik tak seperti tadi yang lemas dan kurang energi, dari gejala yang kami lihat tuan ini penyakit lambung di duga dia tak makan terus minum alko hol secara berlebihan" ucap Dokter.
"Tidak cukup jaga saja pola makan nya, jangan sampai telat makan dan di saran kan tidak minum minuman lagi" ucap Dokter.
"Oh ya Dok" ucap Raya
"Baik lah saya permisi" ucap Dokter.
"Ya" ucap Raya yang langsung masuk ke dalam ruangan Rayhan.
Terlihat oleh Raya kalau Rayhan masih berbaring dan belum sadar kan diri.
Raya duduk di ranjang dengan Rayhan.
"Mas kau kenapa" gumam raya.
Raya memegang tangan Rayhan.
"Mas jangan begini lagi aku merasa bersalah kalau kau sampai sakit begini" ucap Raya.
Raya mencium punggung tangan Rayhan.
Mata Rayhan terbuka dengan perlahan, Rayhan bisa melihat kalau sekarang Raya tengah berada di samping nya dan sedang memegang tangan nya.
"Hanya tangan saja yang di ci um" ucap Rayhan dengan suara yang lemas.
Raya tersadar dan melihat ke arah Rayhan.
"Mas" ucap Raya yang langsung memeluk Rayhan.
"Sudah aku sakit" ucap Rayhan.
"Jangan minum lagi dan jangan begini lagi kalau tidak aku akan tinggal kan kamu" ucap Raya.
"Gak akan" ucap Rayhan.
"Bagus lah" ucap Raya.
"Apa kau mau memaafkan aku" tanya Rayhan menatap pada Raya.
"Ya" ucap Raya sambil mengangguk kan kepalanya.
"Syukur lah aku senang mendengar nya" ucap Rayhan.
"Cepat lah sembuh" ucap Raya.
"Sekarang juga aku sudah sembuh" ucap Rayhan.
"Shutt diam jangan banyak bicara" ucap Raya menempel kan jari telunjuk nya di bibir Rayhan.
__ADS_1
"Ya sayang" ucap Rayhan.
Raya tersenyum melihat suami nya itu, karena gengsi nya Raya hampir saja terpisah dari Rayhan yang sudah jelas jelas adalah mood booster nya sendiri.
Sampai siang harinya Raya masih berada di sana karena menunggu Rayhan di perbolehkan pulang oleh dokter.
"Kamu tak apa tak masuk kuliah" tanya Rayhan.
"Tak apa lah" ucap Raya.
"Aku takut saja nanti dosen kamu marah" ucap Rayhan.
"Tak akan" ucap Raya.
"Kapan dokter datang ya, aku sudah bosan di sini ingin pulang apa lagi sekarang Lukas sudah aku tempat kan di Markas, aku sangat yakin perusahaan tak ada yang handle" ucap Rayhan.
"Tenang saja ada sekertaris mu itu kan" ucap Raya.
"Ya tapi dia baru, aku belum percaya penuh padanya" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Raya.
"Ray kau benar sudah memaafkan aku" tanya Rayhan.
"Ya aku benar" ucap Raya.
"Ray aku hanya gak mau saja kau seperti kemarin aku begini dan aku bukan orang baik aku begini orang nya aku Mafia aku tak pantas menjadi suami yang baik" ucap Rayhan.
"Jangan, jangan katakan itu lagi kau suami ku, kau suami terbaik mas" ucap Raya.
"Terima kasih Raya aku janji akan berubah" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
"Janji gak boleh mabuk lagi" ucap Raya.
"Ya aku janji gak akan mabuk lagi" ucap Rayhan.
"Baik lah, aku akan ke ruangan dokter dulu ya, aku akan tanyakan pada Dokter kapan kau bisa pulang" Ucap Raya.
"Ya aku bosan di sini" ucap Rayhan.
Raya berjalan ke arah ruangan Dokter, namun saat ini Raya tengah melihat sepatu nya yang tali nya terlepas.
Tapi karena tali sepatu Raya pendek jadi Raya tak menghiraukan itu.
Tiba tiba saja ada seorang wanita cantik yang berjalan dengan terburu buru.
Wanita itu tak melihat ada Raya di sana karena dia sibuk berlari sambil melihat ke belakang hingga dia langsung menubruk Raya yang sekarang berhenti di depan nya.
Brughh
Raya terjatuh karena wanita itu lebih besar besar dari Raya,
"Awss" raya meringis.
"Nona kau tak apa" tanya wanita itu.
"Tak apa" ucap Raya yang langsung bangun dan itu pun di bantu oleh wanita itu.
Sebuah amplop hasil pemeriksaan medis jatuh ke lantai dari saku wanita yang menubruk Raya itu.
"Maaf Nona saya harus pergi saya buru buru" ucap nya.
"Ya" ucap Raya.
Wanita itu pergi dari sana meninggalkan Raya dengan berlari.
Namun mata Raya melihat amplop itu.
"Apa itu milik dia" gumam Raya sambil mengambil amplop itu namun tanpa sengaja ada sebuah tes pack yang jatuh dari amplop itu.
Raya melihat kalau hasil nya itu positif.
" Mungkin ini milik Mbak tadi" gumam Raya.
Karena takut nya Mbak itu datang lagi maka Raya akan memberikan nya pada Dokter.
"Dia sudah pergi, aku akan titip kan pada dokter saja takut nya dia akan datang lagi ke sini" gumam Raya.
Raya masuk ke ruangan Dokter yang tadi memeriksa Rayhan.
"Permisi" ucap Raya.
"Ya ada apa" tanya Dokter.
"Dok saya mau tanya kapan pasien yang bermana Rayhan bisa pulang" tanya Raya.
"Oh silahkan duduk Nona" ucap Dokter.
"Dok aku lihat ini tadi, kaya nya ada pasien yang menjatuhkan nya, takut nya penting mungkin dia akan kembali lagi ke sini" ucap Raya.
"Oh ini ibu yang baru saja datang" ucap Dokter.
"Ya" ucap Raya.
Setelah selesai mengurus administrasi dan obat obat akhirnya Rayhan bisa pulang juga.
Raya memesan taksi online karena akan pulang ke rumah Rayhan.
__ADS_1
bersambung