
Kedua pasangan itu jalan jalan kesebuah pusat perbelanjaan, karena rencana ini di buat oleh Elpan padahal tak ada wanita yang akan belanja.
"Kau tak salah mengajak main" tanya Rayhan menatap toko toko yang berjajar rapih di gedung luas itu.
"Memang nya kenapa" tanya Elpan.
"Kau akan tau akibatnya" ucap Rayhan.
"Baiklah Rahma kau mau belanja apa" tanya Elpan.
"Tapi aku tak mau belanja kak" ucap Rahma.
"Ayo Rahma belanja saja, ajak juga Raya" ucap Rayhan.
"Baiklah" ucap Rahma.
"Ayo Ray" ucap Rahma.
Rayhan dan Elpan mengikuti kedua gadis yang masih ber status maha siswi itu, bahkan sejak tadi Rayhan dan Elpan mengikuti mereka dari toko ini ke toko yang lain.
Tetapi yang membuat kedua laki laki tampan itu menepuk jidat adalah kedua gadis itu tak membeli apa apa mereka hanya sengaja melihat lihat.
"Kaki ku pegal" ucap Elpan sedikit berbisik.
"Kau tau akibatnya bukan" ucap Rayhan.
"Aku tak tau akan seperti ini" ucap Elpan.
"Pak Ray lihat bagus gak" tanya Raya pada suaminya.
"Bagus sayang ambil saja" ucap Rayhan tersenyum padahal kakinya juga cukup pegal.
"Gak ah warna nya terlalu mencolok" ucap Raya.
"Ray lihat ada gaun bagus" ucap Rahma menunjuk satu toko yang bersebrangan dengan toko itu.
"Raya, aku dan Elpan akan ngopi di sana" ucap Rayhan.
"Baiklah" ucap Raya.
"Belanja lah yang banyak sayang" ucap Rayhan berusaha menyembunyikan rasa pegal di kakinya.
"Ayo kita duduk di sana" ucap Elpan.
"Aku menyesal mengajak kesini, lihat kaki ku pegal begini" ucap Elpan.
"Kau tau aku lebih baik mengejar penjahat dari pada menemani wanita belanja karena itu sangat lama dan memakan banyak waktu" ucap Rayhan.
"Aku menyesal" ucap Elpan.
Kedua pria tampan itu membeli minuman dingin di dekat sana dan meminumnya, Rayhan melihat istrinya yang sekarang sedang belanja.
Namun tak jauh dari sana Rayhan melihat seorang laki laki misterius memakai jaket hitam dan masker.
Sedang memotret Raya dan Rahma, Rayhan masih melihatnya dengan teliti siapa tau salah.
Namun benar laki laku itu memotret Raya menggunakan ponsel.
"Oh ya Ray kata mu pa..." ucap Elpan terpotong karena Rayhan langsung lari dari sana.
"Ck katanya pegal kaki tapi kenapa lari" gumam Elpan.
Rayhan mendekat pada laki laki itu dan langsung menarik laki laki itu menjauh dari sana karena Rayhan akan memberikan dia perhitungan kalau saja benar dugaanya.
Rayhan membawa laki laki itu ke toilet khusus laki laki, Rayhan mendorong laki laki itu hingga terjatuh ke lantai.
"Katakan kenapa kau mempotret istri ku" tanya Rayhan.
"Aku hanya di suruh" jawabnya.
"Siapa yang menyuruh mu" tanya Rayhan geram pada laki laki itu.
Namun laki laki itu hanya bungkam saja tak menjawab apa apa, Rayhan pun membuka masker yang menutupi mulutnya.
"Jawab pertanyaan aku" ucap Rayhan dengan meninggikan suaranya.
Dia tak menjawab, dengan cepat Rayhan mengambil ponselnya dan melihat ada foto apa saja di ponselnya, dan yang membuat Rayhan terkejut adalah di dalamnya adalah foto foto Raya yang sedang berdiri, duduk dan bahkan sedang berjalan.
"Be de bah siapa yang menyuruh mu" ucap Rayhan pada laki laki itu namun sayang dia sudah lari dari sana.
Namun saat Rayhan akan mengejarnya dia sudah tak ada dan mungkin saja dia kabur.
"Siapa dia kenapa memotret Raya" gumam Rayhan.
Dengan teliti Rayhan membuka semua ponsel punya laki laki itu, namun tak ada apa apa seolah ponsel itu baru dan hanya di isi foto Raya saja.
"Be de bah kalau aku tau siapa orang itu tak akan aku maafkan dia" gumam Rayhan.
Rayhan kembali ke tempat duduk nya tadi bersama dengan Elpan.
"Siapa tadi" tanya Elpan.
"Kau tau laki kaki itu mempotret Raya" ucap Rayhan marah.
"Siapa apa kau mengenalnya" tanya Elpan.
"Tidak aku tak mencarinya, karena dia sudah pergi" ucap Rayhan.
"Bo doh orang itu berani beraninya mengganggu Rayhan" ucap Elpan.
"Aku gak habis fikir" ucap Rayhan.
Lama mereka menunggu akhirnya Raya dan Rahma datang dengan menenteng satu paper bag, yang jumlahnya hanya satu.
"Kenapa cuman satu" tanya Elpan.
"Kak aku beli baju tiga aku Raya dan Julia Couple kan" ucap Rahma.
.
"Ya bagus" ucap Elpan.
"Maaf aku belanja menggunakan kartu mu" ucap Rahma.
"Tak masalah ini kan memang uang mu" ucap Elpan.
"Uang ku" tanya Rahma.
"Ya kalau misalkan kita sudah menikah ini semua akan menjadi milik mu" ucap Elpan.
"Ray kita pulang" tanya Rayhan.
"Ayo pak" ucap Raya.
"El aku pulang duluan, jangan lupa antarkan Rahma pulang sampai ke rumah" ucap Rayhan.
"Rah aku pulang ya" ucap Raya.
"Ya hati hati di jalan" ucap Rahma.
"Kak El titip Rahma ya" ucap Raya.
__ADS_1
"Ya".
Raya dan Rayhan pulang, karena mereka sudah jalan jalan terlalu lama apa lagi sekarang Rayhan ingin tau siapa yang melakukan itu pada Raya.
"Ray" tanya Rayhan.
"Ya".
" kau tau saat kalian belanja tadi ada laki laki yang memakai jaket dan masker memotret diri mu" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Raya.
"Apa sebelum nya kau punya musuh" tanya Rayhan.
"Musuh? Siapa pak aku tak pernah punya musuh" ucap Raya.
"Ya siapa tau saja" ucap Rayhan.
Rayhan mengantarkan Raya pulang ke rumah, Rayhan tak masuk kedalam dia hanya mengantarkan sampai gerbang saja.
"Pak Ray mau kemana lagi" tanya Raya.
"Aku ada urusan Ray" ucap Rayhan.
Raya mendekat pada Rayhan, kemudian Raya mencium pipi Rayhan dengan sangat lama.
Cup
"Nanti Raya, aku ada urusan" ucap Rayhan.
"Pak Ray hanya sebentar" ucap Raya.
"Baiklah" ucap Rayhan.
Raya kembali mencium Rayhan.
"Jangan lama lama" ucap Raya.
"Siap Bu Negara" ucap Rayhan yang hanya di balas senyuman oleh Raya.
Rayhan melajukan mobilnya menuju Markas, namun Rayhan lupa dia harus menelpon dahulu anak buah nya untuk menjaga Raya.
📞📞
..."Jaga Raya dari jarak jauh" ucap Rayhan....
..."Baik tuan" ucap anak buah Rayhan....
..."Hati hati jangan sampai ada yang masuk kedalam rumah ku" ucap Rayhan....
..."Ya tuan" ucapnya....
📞📞
Rayhan melajukan kembali mobilnya menuju markas yang sudah beberapa hari tak Rayhan datangi karena sengaja agar Raya tak curiga tapi sekarang masalah nya sudah semakin banyak.
Rayhan memarkirkan mobilnya di markas dan para anak buahnya menyambut Rayhan dengan hormat.
"Selamat datang tuan" ucap anak buah Rayhan.
"Apa Lukas ada di dalam" tanya Rayhan.
"Ada tuan sedang memeriksa pengiriman untuk malam nanti" ucap Anak buah Rayhan.
Rayhan langsung pergi kesana untuk menemui Lukas.
"Tuan anda datang" tanya Lukas.
Sedangkan Rayhan duduk di meja dan kursi yang biasa Rayhan duduki kalau dia berada di Markas.
Semua anak buah Rayhan berdiri di hadapan Rayhan dengan sigap dan tak banyak bicara.
Bahkan tak ada yang berani bicara pada Rayhan.
"Ada yang macam macam pada ku" ucap Rayhan yang membuat semua anak buahnya yang tadinya menunduk sekarang menatap pada Rayhan.
"Aku tak tau siapa tapi baru saja aku mengantar Raya belanja, ada laki laki misterius yang diam diam memotret isri ku" ucap Rayhan sambil menyodorkan ponsel laki laki tadi di atas meja.
"Apa tuan melihat wajahnya" tanya Lukas.
"Aku sempat melihatnya tapi aku tak kenal padanya, mungkin saja dia suruhan" ucap Rayhan.
"Boleh saya lihat" tanya Lukas.
"Boleh" ucap Rayhan.
Lukas mengutak atik ponsel itu dan benar saja di dalam galery nya ada banyak foto Raya, lalu Lukas melihat kontak di ponsel itu hanya ada satu nomor saja yang ada disana.
"Ada satu nomor tuan" ucap Lukas.
"Ya" ucap Rayhan.
"Aku akan lihat pesan terkini" ucap Lukas.
Lukas melihat pesan yang berada di aplikasi ber warna hijau, ada satu kontak yang sama.
"Tuan mereka sempat bertukar pesan" ucap Lukas.
"Apa katanya" tanya Rayhan.
"Pemilik ponsel ini hanya mengirimkan Foto Nona Raya saja, apa kita coba menelpon dia" ucap Lukas.
"Coba saja pakai ponsel mu Lukas" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Lukas mencoba menghubungi nomor itu menggunakan ponselnya.
"Coba speker kan" ucap Rayhan.
📞📞
..."Bo doh, bo doh kenapa kau tak mengirimkan aku foto Raya lagi" ucap seseorang marah marah di telpon....
..."Aku tak mau tau pokoknya kamu harus kirimkan foto yang banyak" ucap dia lagi....
..."Kau dengar kan apa yang aku katakan, Bo doh" ucapnya lagi membentak....
..."Ya tuan" ucap Lukas mengubah suara nya....
..."Beri tau aku dimana alamat Raya sekarang" tanya laki laki itu....
...Lukas melihat pada Rayhan, dan Rayhan menganggukan kepala nya supaya Lukas memberi taukan alamat Raya sekarang....
..."Jalan ****, datang saja kesana sekarang karena suaminya sedang tak ada" ucap Lukas dengan suara agak di cemprengkan....
..."Aku akan datang kesana" ucap laki laki itu....
...📞📞...
"Tuan dia akan datang" ucap Lukas.
__ADS_1
"Ayo kita kesana" ucap Rayhan.
"Apa kita akan kesana semuanya" tanya Lukas.
"Jangan ikut saja dua orang" ucap Rayhan.
Rayhan, Lukas dan kedua anak buah ikut kesana menggunakan mobil Rayhan, karena Rayhan yakin kalau orang itu pasti akan datang tak banyak orang.
Rayhan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena dia tak sabar untuk melihat orang yang sudah main main padanya itu.
"Aku yakin tuan, orang ini Bo doh karena bisa bisa nya dia percaya pada nomor baru" ucap Lukas.
Rayhan berfikir sejenak.
"Apa jangan jangan ini jebakan" tanya Rayhan.
"Ahh ya bisa jadi tuan" ucap Lukas.
"Tuan bagaimana kalau kita pantau saja rumah anda dari jarak jauh, bahkan ada anak buah tuan juga kan disana yang sedang menjaga Nona" ucap anak buah yang lain.
"Baiklah kita ikut rencana dia saja" ucap Rayhan.
Keempat orang itu memantau rumah Rayhan dari jarak yang cukup jauh karena tak mau membuat orang lain curiga.
{Pantau terus} pesan Rayhan pada anak buah yang tadi dia suruh memantau rumah.
Setelah lama memunggu dan benar saja ada sebuah mobil berhenti di gerbang rumah Rayhan, turun lah seorang lelaki paruh baya yang melihat lihat rumah Rayhan.
"Aku seperti nya mengenal orang itu, tapi siapa" ucap Rayhan.
{Tuan ada yang datang, apa perlu kita bantai dia} pesan dari anak buah Rayhan.
{ sebentar} balas Rayhan.
Rayhan menatap pada laki laki paruh baya yang sekarang sedang memencet bel.
Satpam yang berada di sana membuka kan gerbang.
"Ada yang bisa saya bantu pak" tanya Satpam.
"Apa benar ini rumah Raya" tanya laki laki itu.
"Benar pak".
"Saya paman nya, saya mau bertemu dengannya" ucapnya.
"Sebentar pak" ucap Satpam.
Pak Satpam masuk kedalam tapi tak jadi karena laki laki itu membius satpam dengan kain yang sudah di campur obat bius.
"Hahah ternyata ini rumah mu Raya, dasar anak tak tau di untung" gumamnya.
Sedangkan di mobil.
"Tuan dia masuk" tanya Lukas.
"Ya aku akan melajukan mobil nya mendekat kesana" ucap Rayhan.
{Pastikan kalau mobil itu kosong} pesan Rayhan.
{Kosong tuan}.
Rayhan menghentikan mobilnya di depan gerbang dan keluar lalu masuk kedalam rumah nya dengan cara perlahan dan mengendap endap.
{Kalian ikuti aku jika aku beri kode} pesan Rayhan.
Sedangkan di dalam rumah itu laki laki paruh baya itu sudah membius Bi Ratna, dan saat bersamaan Raya turun dari kamarnya karena hendak memasak.
"Siapa kau" tanya Raya menatap laki laki tua yang sekarang sedang membelakanginya itu.
"Raya" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
"Paman Soni" gumam Raya.
"Mau apa kau ke sini" tanya Raya.
"Aku akan membawa mu, enak saja kau tinggal di rumah ini tapi aku sengsara di sana" ucap paman.
"Paman kau ja hat" ucap Raya.
Raya hendak lari dari sana, namun paman menghentikan langkahnya dengan memegang tangan Raya.
"Lepaskan aku paman" teriak Raya.
"Enak saja, aku akan menjual mu pada tempat Ju di aku akan untung banyak apa lagi kau masih kecil" ucap paman.
"Kau ja hat paman, kau tak ber adab" ucap Raya.
Paman menarik Raya menuju tempat sapu yang berada di sudut ruangan, lalu paman mendorong Raya dan memukul mukulkan gagang sapu pada badan Raya.
Bugg
Bugg
"Awss paman sakit" teriak Raya.
"Pak Ray" teriak Raya sambil menangis.
"Tak ada ampun bagi mu Raya, salah siapa kenapa tak mengirim aku uang" ucap Paman yang tak henti hentinya memukul Raya.
Rayhan yang sejak tadi mendengar Raya berteriak pun langsung berlari kedalam, namun Rayhan di kejutkan dengan pemandangan Raya yang sedang di pukuli oleh paman.
"Hentikan be de bah" geram Rayhan.
Bugh..
Rayhan langsung memukul paman Raya itu sampai tumbang ke lantai.
Rayhan membantu Raya berdiri dan langsung memeluknya dengan erat.
Bahkan bisa Rayhan pastikan kalau sekarang Raya sedang ketakutan karena terlihat jelas dari tangan dab badannya yang sekarang bergetar hebat.
"Tenang lah Raya aku ada di sini" ucap Rayhan.
"Siapa kau" tanya Paman yang sekarang sudah berdiri lagi.
"Oh laki laki yang dulu pernah membawa Raya" ucap paman Soni.
"Ya aku suaminya" ucap Rayhan.
"Hahaha pantas saja Raya membangkang ternyata suaminya juga be jat" ucap Paman.
"Mau apa kau di sini" tanya Rayhan.
"Aku akan membawa Raya, aku akan menjualnya" ucap paman.
"Enak saja dulu aku yang membiayai kuliahnya dan sekarang dia tak membalas budi ku" ucap paman.
"Itungan" gumam Rayhan.
Bersambung..
__ADS_1