
Bu Ajeng membawa kan kue bolu dan menyimpan nya di atas meja di ruangan nya itu.
"Ayo Raya berdoa dulu" ucap Bu Ajeng.
"Tapi bentar mah aku sangat bingung kenapa bisa di maju kan" tanya Raya.
"Ya karena kan dulu Ayah kamu yang minta" ucap Bu Ajeng.
"Oh" ucap Raya.
Raya berdoa dan menutup lilin yang langsung di beri kan tepuk tangan oleh Fikri dan Ibu Ajeng.
"Selamat 19 tahun Raya" ucap Bu Ajeng.
"Terima kasih Bu" ucap Raya.
Bu Ajeng memotong kan kue untuk Raya dan menyuapi Raya dengan tangan nya sendiri.
Sedangkan di perusahaan Rayhan sekarang Rayhan sedang menerima telpon dari mamahnya.
📞📞
"Ray cepat datang ke sini Zia akan menikah" ucap Nita.
"Menikah dengan siapa mah" tanya Rayhan.
"Dengan Adam anak Abah" ucap Nita.
"Kapan mah" tanya Rayhan.
"Tiga hari lagi" ucap Nita.
"Kenapa mendadak, aku akan datang ke sana secepatnya" ucap Rayhan.
"Ya mamah tunggu kalian" ucap Nita.
📞📞
"Zia akan menikah, semendadak itu" tanya Rayhan.
Rayhan menyelesaikan semua berkas yang Menumpuk di meja kerja nya.
"Aku harus segera susul Raya karena mungkin sekarang aku harus ke kampung" ucap Rayhan.
Rayhan masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Bu Ajeng Widirdja.
Sedangkan di perusahaan Ajeng Widirdja, Raya saat ini tengah menikmati kebersamaan bersama dengan kakak tiri dan mamah kandungan nya.
Mereka tengah memakan kue bolu yang Bu Ajeng bawa tadi dengan satu gelas teh hangat.
Drt
Tiba tiba saja ponsel Raya berbunyi.
Karena penasaran Raya melihat nya.
"Pesan dari siapa ini" tanya Raya.
"Siapa Ray" tanya Bu Ajeng.
"Gak tau mah gak kenal" ucap Raya.
Raya membuka nomor baru itu dan banyak sekali foto dan video yang nomor itu kirimkan.
"Mas Ray" batin Raya.
Saat Raya memperbesar gambar itu terlihat jelas kalau Rayhan tengah menampar pengemis yang tengah duduk di tanah.
"Astaga" gumam Raya.
"Apa semua baik baik saja" tanya Bu Ajeng.
"Ya mah" ucap Raya yang Langsung memasukan kembali ponselnya ke dalam tas nya.
"Baik lah, Raya maaf ya mamah selama ini tak mengerti kondisi mu" ucap Bu Ajeng menatap putri nya.
"Tak masalah mah" ucap Raya.
"Oh ya di mana suami mu" tanya Bu Ajeng.
"Mas Ray sekarang sedang kerja mah" ucap Raya.
"Ya mamah harap kalian bisa terus bersama" ucap Bu Ajeng.
"Ya Mah" ucap Raya.
Raya cukup senang karena akhirnya Bu Ajeng bisa paham juga pada kondisi nya sekarang apa lagi Raya yang nota bene nya kurang kasih sayang ibu nya sejak Raya masih kecil.
Rayhan datang ke sana.
"Permisi" ucap Rayhan yang langsung masuk ke dalam ruangan Bu Ajeng.
"Mas Ray" tanya Raya.
"Sini nak masuk" ucap Bu Ajeng.
"Terima kasih Bu maaf saya menganggu" ucap Rayhan.
"Tak mengganggu ayo gabung" ucap Bu Ajeng.
Rayhan duduk di samping Raya.
"Siapa yang ulang tahun" tanya Rayhan.
"Raya" ucap Bu Ajeng.
"Raya ulang tahun, kenapa gak bilang" tanya Rayhan pada istrinya itu.
"Ya aku juga gak tau mas" ucap Raya.
"Ya dulu saat masih kecil ayah nya Raya sengaja memajukan tanggal lahir Raya satu bulan entah karena apa tapi memang sekarang ulang tahun nya" ucap Bu Ajeng.
"Oh" ucap Rayhan.
Mereka berbincang bincang hingga sekarang Rayhan berpamitan pada Bu Ajeng karena akan mengajak Raya ke kampung.
"Bu maaf kami harus permisi karena sekarang aku harus bawa Raya kampung" ucap Rayhan.
"Ke kampung? Mau apa" tanya Bu Ajeng.
"Jadi begini adik saya Zia mau nikah dan ini dadakan banget Bu tiga hari lagi mereka menikah" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Bu Ajeng.
"Ya Bu saya harus segera ke kampung" ucap Rayhan.
"Ya hati hati di jalan ya" ucap Bu Ajeng.
__ADS_1
"Ya Bu" ucap Rayhan.
Raya berpamitan pada mamah dan kakak tiri nya itu apa lagi sekarang Raya masih bingung karena Zia akan menikah tanpa ada rencana awal.
"Mas kenapa mendadak begini" tanya Raya yang sekarang sudah berada di mobilnya.
"Aku gak tau Raya" ucap Rayhan.
"Lalu siapa yang memberi tau" tanya Raya.
"Mamah" ucap Rayhan.
"Dengan siapa Zia akan menikah mas" tanya Raya.
"Mas gak tau Raya" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Raya.
Mereka pulang ke rumah dan bersiap memasukan pakaian nya pada koper bahkan Raya juga memasukan pakaian Rayhan ke dalam kopernya.
Karena mereka pasti akan lama di kampung apa lagi Zia menikah pasti Raya akan sibuk di sana.
"Ayo mas" ucap Raya yang sudah membawa koper besar.
"Ayo, bentar mas hubungi Lukas dulu" ucap Rayhan.
"Ya" ucap Raya.
Rayhan menghubungi Lukas karena ingin menugas kan Lukas untuk menghandle perusahaan sedangkan Markas sudah Rayhan percaya kan pada Rega.
📞📞
"Lukas" ucap Rayhan.
"Ya tuan ada apa" tanya Lukas.
"Aku harap kau bisa menghandle perusahaan karena aku akan ke kampung kata mamah Zia akan menikah tiga hari lagi" ucap Rayhan.
"Oh siap tuan" ucap Lukas.
"Ya aku harap kau bisa" ucap Rayhan.
"Baik tuan".
📞📞
Rayhan dan Raya masuk ke dalam mobilnya Rayhan melajukan mobilnya supaya bisa cepat sampai di kampung bahkan sekarang jalanan cukup sepi membuat Rayhan leluasa berada di jalanan.
Mobil Rayhan melaju membelah jalanan selama dua setengah jam karena jalanan yang mereka lalui sepi jadi Rayhan cepat sampai ke kampung halaman orang tuanya.
"Di mana mamah gak ada" tanya Raya.
Saat mereka keluar dari mobil ada banyak sekali orang orang yang ikut rewang di sana.
"Raya aku harap kau tak marah" ucap Rayhan.
"Marah kenapa" tanya Raya.
"Ya aku akan berikan uang tabungan ku pada mamah ya anggap saja untuk biaya nikah Zia kau tak marah kan" tanya Rayhan.
"Tentu saja tidak mas kenapa harus marah" ucap Raya.
"Ya sudah kalau begitu aku akan segera temui Zia karena mamah Sedang sibuk" ucap Raya.
Raya masuk ke dalam rumah nya.
"Ya karena kan Neng Zia itu cantik".
"Ya beruntung sekali"
Raya berjalan ke arah kamar Zia.
"Oh jadi Zia menikah dengan anak nya pemilik pesantren, beruntung sekali Zia bisa mendapat kan Ustadz" gumam Raya.
"Zia" sahut Raya yang langsung masuk ke kamar Zia.
Raya memeluk adik ipar nya itu.
"Kak kapan kau datang" tanya Zia.
"Baru saja aku langsung ke sini karena ingin sekali bertemu dengan mu, aku lihat mamah sedang sibuk" ucap Raya.
"Ya kak mamah sangat sibuk sekali" ucap Zia.
"Ya mungkin karena mempersiapkan pernikahan putri nya" ucap Raya.
"Ya mungkin kau benar" ucap Zia.
"Bagai mana kabar mu" tanya Raya.
"Baik kak, Di mana kak Rayhan" tanya Zia.
"Ada di luar sedang mengobrol dengan papah" ucap Raya.
"Oh aku senang kalian datang secepat itu" ucap Zia.
"Ya karena jalanan juga cukup sepi, Aku tak sangka kau akan menikah Zia apa lagi kau menikah dengan Anak pemilik pesantren itu" ucap Raya tak sangka pada adik nya.
"Ah biasa saja justru aku lebih ke insecure kak karena aku yang tak baik ini bisa menikah dengan Gus Adam" ucap Zia.
"Zia kau ini bicara apa" ucap Raya menatap pada Adiknya.
"Aku bicara jujur kak" ucap Zia.
"Kau cantik kau baik apa lagi yang kurang dari mu hah" tanya Raya.
"Ya kak tapi tetap saja kan aku dulu siapa dan dia siapa" ucap Zia.
"Jangan begitu mungkin sudah Jodoh mu Zia" ucap Raya.
"Ya kak" ucap Zia.
"Oh ya di sini sangat ramai ya" ucap Raya.
"Kata mamah di kampung memang begini kak" ucap Zia.
Sedangkan Rayhan saat ini tengah bicara dengan papah nya.
"Pah aku ingin bicara dulu dengan Mamah" ucap Rayhan.
"Ya papah akan menerima tamu" ucap Topan.
Rayhan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Oh jadi ini anak sulung nya Bu Nita" tanya ibu ibu yang ikut rewang.
"Ya" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Tampan ya".
"Lihat otot nya sangat gagah".
"Kalau kau di kota mungkin kau sudah menjadi artis".
"Dia sudah kaya untuk apa menjadi artis".
"Aku tak sangka ada pangeran yang datang ke mari".
Suara ibu ibu memekik telinga Rayhan bahkan sampai sampai telinga Rayhan penuh dengan suara suara cempreng.
"Maaf Ibu saya harus bertemu mamah" ucap Rayhan.
"Ya silahkan ganteng".
Rayhan pergi dari sana menuju ke kamar mamahnya itu karena akan menemui mamahnya.
"Mah aku ada uang segini semoga saja cukup" ucap Rayhan.
"Uang untuk apa" tanya Nita.
"Untuk biaya ini semua mah" ucap Rayhan.
"Gak usah ini uang mu uang Raya" ucap Nita.
"Mah aku sudah ijin pada Raya dia membolehkan" ucap Rayhan.
"Oh baik lah terima kasih" ucap Nita menerima uang yang berada di tangan Rayhan.
Saat ini rumah nya sedang di dekorasi oleh pihak dekor, bahkan saat ini semua sudah lengkap.
Apa lagi keluarga Topan di sana cukup ngaruh di antara warga yang lain jadi banyak sekali warga yang akan membantu Topan.
Sesuai tradisi di kampung sana para warga akan datang dan memberi uang dan yang punya hajat akan memberikan makanan seperti sembako seharga uang yang mereka berikan.
Banyak sekali para tamu yang berdatangan.
Sampai Zia dan Raya pun ikut membantu menyuguhkan makanan dan minuman pada para tamu.
Raya membawa nampan berisi minuman dan Zia membawa cemilan, mereka menyuguhkan pada para tamu yang datang.
"Ini pengantin nya" tanya Warga.
"Ya" ucap Zia.
"Cantik ya" ucap warga yang datang.
"Terima kasih" ucap Zia.
"Silah kan di nikmati" ucap Raya.
"Terima kasih Neng" ucap Warga.
Zia menatap pada kakak nya yang sekarang tengah berada tak jauh dari sana Zia melihat kalau Rayhan sekarang tengah berbincang bincang dengan seseorang yang memiliki badan besar layak nya seorang body guard.
"Zia" ucap Raya menepuk pundak Zia.
"Kak lihat kak Ray sedang apa dia" tanya Zia menunjuk Rayhan.
"Mungkin sedang bicara dengan teman nya" ucap Raya.
"Oh" ucap Zia.
"Ayo kita suguh kan lagi makanan" ucap Raya.
"Ya ayo" ucap Zia.
Sedangkan Rayhan saat ini dia tengah bicara dengan anak buah nya yang dia tugas kan menjaga di sana.
"Aku mau acara ini kondusif jadi usahakan" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap anak buah Rayhan.
"Aku sudah hubungi anak buah yang lain kalian akan gantian di sini karena aku takut kalian kecapean" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap nya.
"Jangan sampai ada orang lain yang curiga pada kalian aku tak mau sampai ada yang menciptakan kegaduhan, aku akan pergi dari sini" ucap Rayhan.
Rayhan pergi dari sana menuju ke rumah nya karena akan membantu orang tuanya yang sekarang tengah sibuk sibuk nya dengan tamu.
"Mah apa mamah sudah undang Bibi Sarah" tanya Zia pada ibunya.
"Ahh mamah lupa belum hubungi bibi Sarah" ucap Nita yang langsung sibuk mencari ponsel nya karena akan menghubungi teman nya.
"Kenapa aku bisa lupa begini ya ampun padahal ini teman ku" ucap Nita menggerutu.
Nita menghubungi Sarah yang sekarang masih berada di Indonesia karena mereka belum pergi ke luar negeri.
Sedangkan sekarang Rayhan sedang menghubungi Aunty Puput yang sekarang berada diluar negeri.
📞📞 Video call
"Aunty, Zia akan menikah datang lah kemari" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Puput yang tak lain adalah adik kandung Nita.
"Datang lah lihat mamah sedang sibuk" ucap Rayhan mengarah kan kamera pada Nita yang sekarang tengah menelpon Sarah teman nya.
"Aku akan datang sekarang, kemarin saat kau menikah aku tak datang tapi sekarang aku akan usahakan datang" ucap Puput.
"Harus" ucap Rayhan.
"Kapan" tanya Puput.
"Tiga hari lagi mungkin hari Rabu" ucap Rayhan.
"Oh aku akan datang besok" ucap Puput.
"Ya aku tunggu" ucap Rayhan.
"Put" sahut Nita yang melihat adik nya sedang video call dengan Rayhan.
"Kak" ucap Puput.
"Zia akan menikah kau datang kemari" ucap Nita.
"Ya kak" ucap Puput.
"Aku tunggu" ucap Nita.
"Siap bos" ucap Puput.
📞📞
bersambung
__ADS_1