Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 17


__ADS_3

Rayhan pergi menuju markasnya yang sekarang sudah menjadi abu dan rata dengan tanah, tak ada siapa pun di sana karena markas Rayhan berada jauh dari rumah warga.


Rayhan menatap dengan tatapan datar.


"Hasil kerja keras ku" gumam Rayhan sambil tersenyum tipis.


Rayhan berjalan kembali menuju mobilnya dia lebih memilih untuk pulang karena sekarang waktunya Rayhan istirahat di rumah menikmati sore yang indah dengan segelas minuman untuk menghangat kan tubuhnya.


Rayhan pulang ke rumah menikmati minuman yang sudah tersedia di meja, tak ada siapa pun di rumah itu karena Lukas sedang bekerja mencari bahan bangunan untuk membangun kembali markas.


Sedangkan Aziya, bahkan Rayhan pun tak tau kemana adiknya itu pergi dan kemungkinan besar Zia sedang bersama dengan Akash pacarnya.


Benar saja dugaan Rayhan, Zia dan pacarnya datang ke rumah Rayhan dan hal itu membuat Rayhan marah karena setiap saat mereka malah semakin dekat karena yang Rayhan takut kan adalah mereka lupa kalau mereka belum menikah.


"Dari mana kau" tanya Rayhan dengan nada datar dan dingin.


"Kak aku baru jalan jalan" jawab Zia.


"Jangan terlalu dekat kalian belum menikah" ucap Rayhan.


"Ya ampun kak sebentar lagi kau akan menikah kan jadi aku juga akan segera menikah" ucap Zia.


"Tetap saja Zia tak baik anak perempuan terlalu dekat dengan laki laki apa lagi kalian sudah besar" ucap Rayhan.


"Kakak banyak bicara, aku benci kau" ucap Zia marah pada Rayhan.


"Terserah kau saja aku sudah mengingatkan" ucap Rayhan.


Zia dan Akash pergi ke halaman rumah Rayhan yang luas dan sangat segar apa lagi sore hari.


"Zi apa kau melihat wajah kakak mu setiap kita bertemu" tanya Akash pada Zia.


"Memangnya kenapa" tanya Zia.


"Dia sepertinya tak suka padaku Zi, apa kita batal kan saja pernikahannya" ucap Akash memancing Zia untuk marah pada Rayhan.


"Jangan begitu Akash, aku sudah menyuruh kakak menikah dan dia akan membawa calon istri nya minggu depan untuk bertemu dengan mamah dan papah" ucap Zia.


"Baiklah" ucap Akash pasrah.


Padahal niat Akash menikahi Zia adalah untuk mendapatkan harta Rayhan, namun Akash malah mendapat tatapan sinis dan hinaan dari Rayhan.

__ADS_1


Pagi hari..


Rayhan masuk kerja bersama Zia tak ada pembicaraan di dalam Mobil hanya suara radio saja yang menggema di dalam mobil itu.


Dan hal itu membuat Zia sedih karena yang Zia ingin kan dia bisa bercanda, tertawa dengan Rayhan seperti adik dan kakak pada umumnya namun Zia punya Kakak seperti kulkas seribu pintu.


Rayhan hanya diam dan tak banyak bicara bahkan senyum pun hanya sesekali saja.


"Ck memang benar kata orang, dia bukan kakak ku tapi kulkas yang ada di dapur" gumam Zia memalingkan wajahnya.


"Jangan membicarakan aku" ucap Rayhan yang mendengar ucapan Zia yang menghina nya itu.


"Siapa yang membicarakan kamu" ucap Zia.


"Kamu" gertak Rayhan.


"Ya kak maaf" ucap Zia kaget karena Rayhan langsung memberikan pukulan kecil pada kepalanya.


"Jangan banyak melamun aku takut setan akan mendekati mu" ucap Rayhan.


"Setan nya sudah ada di sini kak" ucap Zia yang tak sengaja dan langsung menutup mulutnya.


"Siapa yang kau anggap setan? Ya ampun aku tak tau kalau adik ku ini indigo" ucap Rayhan tersenyum tipis.


"Oh ya aku harap kau menjadi Spidermen" ucap Rayhan.


"Kakak" bentak Zia yang langsung cemberut di depan Rayhan.


Hahahah


Rayhan dan Lukas tertawa bersama mentertawakan Zia yang cemberut karena marah, ada rasa senang dalam hati Zia karena Rayhan akhirnya bisa tertawa di hadapannya.


"Ini lah kak Rayhan" gumam Zia.


Sesampainya di perusahaan milik Rayhan dia langsung masuk kedalam ruangannya sedangkan Zia dia masuk kedalam ruangan karyawan karena Zia sekarang bekerja bersama karyawan.


Karena alasan belum berpengalaman dan juga Rayhan ingin Zia merasakan susah nya mencari uang jadi kerja karyawan cocok untuk membuat Zia berubah.


Rayhan duduk di kursi kebesarannya, sejak tadi ponselnya berbunyi Rayhan melihat siapa yang menelponnya sepagi ini.


"Mamah" ucap Rayhan sambil tersenyum.

__ADS_1


📞📞


..."Ya mah ada apa" tanya Rayhan....


..."Kau benar akan kesini Ray, bersama calon istrimu" tanya Nita mamahnya Rayhan....


..."Ya mah, minggu depan apa rumah kita sudah selesai" tanya Rayhan....


..."Hampir nak sepuluh persen lagi jadi" ucap Nita....


..."Baiklah aku akan kirim kan uang siapa tau saja ada yang kurang kan" ucap Rayhan....


..."Terima kasih nak" ucap Nita....


..."Oh ya mah aku kesana bersama kedua orang tua nya Calon aku, aku harap mamah tak keberatan" ucap Rayhan....


..."Mamah malah senang kalau calon besan mamah akan datang" ucap Nita....


..."Baiklah aku tutup telponnya Ya mah aku harus kerja" ucap Rayhan....


..."Dimana Zia" tanya Nita....


..."Dia kerja mah bersama karyawan" ucap Rayhan....


..."Kau sangat jahat Ray menempatkan adik mu bersama karyawan" ucap Nita....


..."Tak apa mah biarkan dia mandiri, biarkan dia merasakan kalau mencari uang itu susah" ucap Rayhan....


..."Ya mamah titip adik mu" ucap Nita....


..."Ya mah"....


📞📞📞


Rayhan memandang foto keluarga yang selalu dia simpan di laci mejanya,


"Zia beruntung sekali kamu bisa mendapatkan kasih sayang yang lengkap walau pun hanya satu tahun tapi kau merasakan yang tak pernah aku rasakan" gumam Rayhan.


Bahkan sering kali Rayhan berfikir kalau orang tua nya hanya menyanyangi Zia saja tapi Rayhan membuang mentah mentah pikirannya itu.


Rayhan hanya menyalahkan satu orang yaitu dalang di balik pengeboman rumahnya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2