
Rayhan dan Lukas melihat ke ruangan Cctv karena ingin melihat bagai mana penyelusup itu masuk.
Namun di layar monitor menampakkan keadaan ruangan yang gelap karena memang semalam saat Rayhan masih berada di kantor semua lampu padam.
"Tuan lihat ada dua orang yang datang" ucap Lukas.
"Itu aku dan Raya, Lukas kau tak melihat nya" ucap Rayhan.
"UPS maaf tuan" ucap Lukas.
"Aku ingat" ucap Rayhan setelah lama berfikir.
"Semalam Raya bilang dia melihat ada bayangan di perusahaan ini apa jangan jangan bayangan itu adalah penyelundup itu" ucap Rayhan.
"Bisa jadi tuan" ucap Lukas.
"Argh menyesal sekali aku karena semalam tak mempercayai ucapan Raya" ucap Rayhan menyesali perbuatannya semalam.
"Kenapa kau tak bicara pada ku" ucap Lukas.
"Aku tak percaya pada Raya sebelum nya tapi sekarang aku percaya" ucap Rayhan.
"Baik lah tuan kita bisa apa sekarang" ucap Lukas.
"Kita bereskan saja ruangan karyawan, oh ya Lukas apa kita tadi memeriksa ruangan ku" tanya Rayhan.
"Belum" ucap Lukas.
"Gawat di sana banyak uang ku" ucap Rayhan.
"Astaga tuan ayo kita lihat" ucap Lukas.
Mereka berdua ke ruangan Rayhan ternyata semuanya aman dan bahkan pintu ruangan Rayhan masih terkunci rapih.
"Syukurlah tuan ruangan mu masih aman" ucap Lukas.
"Ya" ucap Lukas.
Rayhan melihat berangkas yang di dalam nya ada uang untuk gajih karyawan dan aset perusahaan.
"Semua aman" ucap Rayhan.
"Aku heran tuan kalau tak mengambil uang dan aset perusahaan lalu apa yang penyelundup itu inginkan" tanya Lukas.
"Aku tak paham Pada semua ini Lukas" ucap Rayhan.
"Mas ada apa ini" tanya Raya yang baru saja datang ke sana.
"Kenapa kacau begini" tanya Raya lagi.
"Raya bayangan yang kau lihat kemarin malam itu adalah penyelundup yang masuk ke sini" ucap Rayhan.
"Hah benar kah lalu apa yang hilang" tanya Raya.
"Tak ada yang hilang Raya hanya saja perusahaan kita sedikit berantakan" ucap Rayhan.
"Ya Allah kenapa ada orang seperti itu" ucap Raya.
"Tak apa lah kita lihat saja sampai mana mereka akan mengobarkan api peperangan" ucap Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas.
"Ayo kita sebaik nya kerja saja" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Semua karyawan kembali bekerja karena banyak nya pekerjaan yang tertunda.
Tokk
Tokk
Ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Rayhan.
"Masuk" sahut Rayhan.
seorang wanita masuk kedalam sana dengan membawa map berwarna coklat di tangannya.
"Siapa" tanya Rayhan.
"Saya mau melamar kerja tuan" ucap nya.
"Tapi kami tak membuka lowongan kerja" ucap Rayhan ketus.
"Tolong saya tuan saya tak punya kerja jadi office girl saja saya tak masalah tuan" ucap wanita itu memohon.
"Apa kau tak dengar aku tak buka lowongan kerja" ucap Rayhan sedikit marah pada wanita itu.
Raya masuk kedalam sana.
"Ada apa ini mas" tanya Raya.
"Nona saya akan melamar pekerjaan di sini saya tak punya kerja bahkan kalau jadi Office girl saja saya tak masalah" ucap nya.
"Mas apa tak bisa kah kau terima dia " ucap Raya.
"Tapi Ray kita sudah tak buka lowongan kerja" ucap Rayhan.
"Hanya untuk satu orang mas" ucap Raya.
"Ck kau ini" ucap Rayhan marah pada Raya namun Rayhan memilih diam saja.
"Boleh kan" tanya Raya.
"Terserah" ucap Rayhan.
"Kau boleh bekerja di sini, siapa nama kamu" tanya Raya.
"Mina" ucap nya.
"Ya Mina kau boleh kerja Sekarang" ucap Raya.
"Terima kasih Nona" ucapnya.
"Ya sama sama" ucap Raya.
Di markas Mafia Blooder.
Dion tengah memberikan kabar pada Van kalau rencana yang dia susun berhasil dan hal itu mampu membuat Rayhan marah dan mengalami kerugian walau pun hanya sedikit.
"Bagai mana apa aku sudah cocok untuk menjadi pemimpin" tanya Dion.
__ADS_1
"Bagai mana cara mu melakukan nya" tanya Van menatap Dion dengan tatapan ketus.
"Gampang saja aku menyuruh anak buah ku ke cabang perusahaan listrik aku suruh dia memadam kan semua listrik di wilayah itu dan Wushh listrik padam dan anak buah ku berhasil mengubrak Abrik perusahaan Rayhan" ucap Dion.
"Aku akui kau memang pintar tapi kenapa saat kemarin di Dermaga kau sangat bo doh" tanya Van.
"Soal kemarin aku hanya terobsesi dengan kematian Topan tapi aku tak sadar siapa Rayhan sebenar nya setelah bertemu dengan mu aku jadi fokus pada satu tujuan yaitu harta Rayhan aku tak perduli lagi dengan orang tuanya yang tua itu" ucap Dion yang tak sadar bahwa diri nya sendiri lebih tua dari Topan.
"Baik lah aku akan jadikan kau pemimpin tapi satu hal yang harus kau tau aku tetap atasan mu" ucap Van.
"Ya aku paham" ucap Dion.
Drtt drtt
📞📞
"Ya ada apa Mina" tanya Dion pada wanita yang baru saja dia suruh memata matai Rayhan dengan menyuruh Mina melamar pekerjaan di perusahaan Rayhan.
"Tuan semua berjalan dengan baik bahkan Aku bekerja di sini sekarang" ucap Mina.
"Bagus" ucap Dion.
"Lakukan pekerjaan mu dengan benar jangan sampai ada orang lain yang mencurigai mu" ucap Dion.
"Baik tuan" ucapnya.
📞📞
"Pekerjaan kedua berhasil" ucap Dion.
"Apa" tanya Van.
"Aku memasukan mata mata ke perusahaan Rayhan walau hanya melihat dari jarak jauh saja setidak nya aku bisa memantau Rayhan dan pergerakan Rayhan" ucap Dion.
"Lakukan apa yang kau ingin kan tapi ingat satu hal kau tak boleh lupa kalau aku atasan mu" ucap Van.
"Kau tenang saja" ucap Dion.
Tetapi malah sebalik nya Dion malah semakin ingin menguasai semua tanpa Van ikut campur pada keberhasilan nya nanti.
Dion melakukan ini hanya memanfaatkan Van dan anak buah Van untuk melancarkan aksinya, bahkan Dion hanya tinggal duduk saja dan yang melakukan semua adalah anak buah nya dan anak buah Van.
Dion pergi dari sana meninggal kan Van dan anak buah nya.
"Tuan saya rasa Dion itu bukan orang yang baik tuan" ucap anak buah Van.
"Maksud mu" tanya Van.
"Aku rasa dia ingin mengalahkan anda tuan, sangat terlihat dari gerak gerik dan kelakuannya tuan" ucap anak buah Van.
"Ya aku juga berfikir hal yang sama tapi mau bagai mana lagi dia punya ide kan" ucap Van.
"Tuan kau pintar kau kaya kalah kan dia jangan buat dia menjadi keras kepala tuan, jangan mau kalah karena beralasan Dion punya ide" ucap anak buah Van.
"Apa lagi yang akan aku bangga kan Hah? Aku selalu kalah dari Rayhan bahkan ide yang aku punya saja selalu gagal" ucap Van.
"Kau bukan gagal tuan hanya saja kau terlalu cepat memutus kan sesuatu" ucap anak buah Van.
"Sudah kita lihat saja bagai mana Dion sekarang kalau memang dia ada niat ja hat bersiap siap lah" ucap Van.
"Baik tuan kami akan waspada sekarang" ucap anak buah nya.
Namun sayang nya Bu Ajeng malah memanggil Julia untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Bu memanggil saya" tanya Julia.
"Ya Jul" ucap Bu Ajeng.
"Ada apa Bu" tanya Julia.
"Duduk lah" ucap Bu Ajeng.
"Sebenarnya Ibu mau bertanya ini sudah lama pada kamu tapi Ibu belum ada waktu, dan sekarang Ibu ada waktu untuk bertanya tanya pada mu" ucap Bu Ajeng.
"Ya" ucap Julia.
"Ibu mau tanya tentang Raya, apa Raya sejak dulu bersikap toxic kau kan teman nya pasti kau tau banyak kan" tanya Bu Ajeng.
"Hah Toxic? Tidak Bu, Raya baik orang nya bahkan Raya tipikal orang yang gampang merasa kasihan pada orang lain, dahulu pernah ada orang yang ja hat pada Raya namun Raya memaafkan nya jadi Raya juga orang pemaaf" ucap Julia.
"Ayo jujur saja" ucap Bu Ajeng.
"Benar Bu aku jujur" ucap Julia.
"Memang nya ada apa" tanya Julia.
"Kemarin saat kau ijin akan membayar uang pendaftaran ulang dia datang kemari dan kau tau Raya menolak uang pemberian dari ku, apa salah nya Jul jika menerima uang pemberian ibu, Ibu hanya ingin Raya menghargai Ibu sebagai mamah nya" ucap Bu Ajeng.
"Masa sih aku gak percaya Raya se ja hat itu" ucap Julia.
"Beneran bahkan Raya sekarang sombong mentang mentang punya suami kaya dia lupa pada Ibu, dia tak pernah datang lagi kemari" ucap Bu Ajeng.
"Mungkin sibuk kali" ucap Julia.
"Sibuk? Haha sibuk apa? Kau tau kan Raya istri Rayhan pemilik perusahaan ternama mana mungkin dia akan sibuk" ucap Bu Ajeng.
"Ya juga ya" ucap Julia.
"Entahlah sekarang Ibu gak tau harus apa pada Raya Ibu capek melihat sifat Raya" ucap Bu Ajeng.
"Apa ibu pernah bertanya pada Raya" tanya Julia.
"Tanya apa" tanya Bu Ajeng.
"Ya tanya Raya mau apa dan ibu harus bersikap bagai mana supaya Raya bisa menerima ibu sebagai ibunya" ucap Julia.
"Ck anak itu aku sangat yakin sikap itu pasti di ajarkan oleh Ayah nya, kau tau kan Jul orang kampung itu memang begitu" ucap Bu Ajeng.
Julia tak menjawab justru sekarang Julia merasa kaget karena melihat Bu Ajeng yang sangat berbeda dari biasa nya.
"Menyesal aku Karena sudah menitipkan Ayya pada Ayahnya" ucap Bu Ajeng lagi.
"Tapi kan Ayah nya Raya sudah meninggal" ucap Julia.
"Ya aku tau, lalu mau bagai mana lagi" ucap Bu Ajeng.
"Oh ya bukan nya kau akan ijin silahkan pulang Jul besok masuk lagi ya" ucap Bu Ajeng.
"Ya Bu" ucap Julia.
"Saya permisi" ucap Julia lagi.
__ADS_1
Di perjalanan pulang Julia bingung dengan sikap Bu Ajeng yang menurut Julia sangat berbeda bahkan Bu Ajeng terkesan ja hat saat tadi bicara dengan nya.
"Jul" sahut seseorang dari arah belakang Julia.
Julia melihat ternyata Fikri yang baru saja memanggil nama nya.
"Ya" tanya Julia.
"Apa kau akan pulang" tanya Fikri.
"Ya" jawab Julia.
"Baik lah, mau aku antar" tanya Fikri.
"Tidak usah apartemen ku juga sudah dekat" ucap Julia.
"Kau tau kabar tentang Raya" tanya Fikri.
"Kabar apa" tanya Julia.
"Ya maksud ku apa sekarang Raya sedang hamil atau Raya bagai mana apa kau tau" tanya Fikri.
"Oh tidak aku gak tau malahan aku gak pernah ketemu lagi dengan Raya" ucap Julia.
"Oh" ucap Fikri.
Tiba tiba ada Rega yang datang ke sana dan mencekal tangan Julia.
"Jul ayo pulang" ucap Rega.
"Hah ya" ucap Julia kaget melihat Rega ada di sana.
"Fik aku duluan ya" ucap Julia.
"Ya" sahut Fikri.
Rega menarik Julia untuk segera pergi dari sana karena Rega cemburu melihat Julia bersama dengan Fikri.
"Ayo masuk" ucap Rega saat mereka sudah berada di depan kamar Apartemen milik Julia.
"Kamu kenapa" tanya Julia.
"Kenapa harus selalu bicara dengan Dia bukan nya dia itu atasan mu" tanya Rega.
"Ya emang nya kenapa" tanya Julia.
"Jangan terlalu dekat dengan nya" ucap Rega.
"Cemburu" tanya Julia.
"Ya tentu saja karena kan aku pacar mu" ucap Rega.
"Ya maaf tadi dia nanya tentang Raya" ucap Julia.
"Raya istri tuan Rayhan" tanya Rega.
"Ya Raya siapa lagi" ucap Julia.
"Nanya apa" tanya Rega.
"Entah lah tak jelas" ucap Julia.
"Oh" ucap Rega.
"Oh ya Rega aku baru tau kalau ternyata Bu Ajeng itu adalah dua orang yang berbeda, kau tau selama ini aku yakin kalau Bu Ajeng itu orang baik tapi ternyata baru hari ini aku merasakan kalau Bu Ajeng sangat berbeda" ucap Julia.
"Maksud mu apa Bu Ajeng berubah ubah" tanya Rega.
"Ya sikap nya" ucap Julia.
"Apa mungkin Bu ajeng itu ahli dalam berkarakter mungkin saja Bu Ajeng pernah main Film" ucap Rega.
"Masa sih" tanya Julia.
"Ya mungkin saja kan" ucap Rega.
"Sudah lah aku akan masuk dan mandi dulu" ucap Julia.
"Baik lah tuan Putri ayo mandi, nanti sore mau kan ikut dengan ku" tanya Rega.
"Kemana" tanya Julia.
"Jalan jalan" ucap Rega.
"Ya ayo" ucap Julia.
Di perusahaan Raya sekarang tengah memikirkan ucapan Mutiya, bahkan sikap Rayhan juga membuat Raya menjadi terngiang ngiang.
"Heem sikap nya tuh aneh banget kalau lagi marah kan dia akan berteriak teriak tak jelas bahkan anak buah nya juga sering datang ke rumah, bahkan dulu pernah dia pulang dengan keadaan babak belur" ucap Mutiya yang terngiang ngiang di benak Raya.
"Apa Mas Rayhan juga Mafia" batin Raya.
Raya berfikir lagi.
"Bisa saja kan bahkan Mas Rayhan juga punya musuh, banyak anak buah yang selalu datang ke rumah bahkan dulu pernah mas Rayhan pulang dengan keadaan babak belur" gumam Raya.
"Ahh aku jangan berfikiran begitu mungkin hanya sama saja sikap nya, mana mungkin Mas Rayhan seorang Mafia kan" ucap Raya.
"Ada yang bisa aku bantu Bu" tanya Karyawan yang melihat Raya bicara sendiri.
"Tidak" ucap Raya.
"Oh baik lah" ucapnya.
Raya berjalan ke arah ruangan Rayhan karena akan menanyakan apa Rayhan lapar atau Rayhan mau minum.
"Mas" sahut Raya sambil membuka kan pintu.
"Ya" tanya Rayhan.
"Mau makan atau mau minum" tanya Raya.
"Aku mau kopi saja" tanya Rayhan.
"Biar aku buatkan" ucap Raya.
Raya membuat kan kopi untuk Rayhan, karena sekarang Raya cukup bersyukur akhirnya Rayhan tak mabuk mabukan lagi.
Bahkan minuman yang ada di kulkas pun tak pernah Rayhan buka lagi.
bersambung
__ADS_1