
Raya tak bisa tidur karena dia terus saja melihat orang yang mengawasi rumah nya itu, karena yang Raya takut kan adalah orang itu dengan tiba tiba menyerang Raya.
Bahkan mau telpon Rayhan pun rasa nya percuma karena orang itu belum tentu penjahat.
Sedangkan di markas Rayhan, dia tengah memikirkan bagai mana cara nya untuk mencari tau kalau orang orang yang sudah meneror nya itu adalah anak buah Van Armasta supaya Rayhan bisa dengan mudah mendatangi Markas Mafia Blooder itu.
"Tuan apa kita perlu pasang keamanan lebih banyak lagi" tanya Anak buah Rayhan.
"Tapi aku sudah pasang keamanan di rumah dan apa lagi yang harus aku aman kan" tanya Rayhan.
"Ya keamanan mu tuan" ucap nya.
"Keamanan ku, kalian santai saja karena aku bisa menjaga diri " ucap Rayhan.
"Baik lah tuan" ucap nya.
"Tuan bagai mana kalau kita jebak saja anggota Blooder itu" tanya Lukas.
"Jebak bagai mana" tanya Rayhan.
"Di jebak tuan" ucap Lukas membicarakan rencana nya pada semua anak buah Rayhan dan termasuk Rayhan.
"Kita coba saja tuan" ucap Rega
"Aku serahkan semua pada mu saja" uca Rayhan.
"Kalian tau kita layak nya pecundang dan seperti orang bo doh di mata mereka beberapa kali mereka mencelaka kan aku dan kita hanya diam tak bisa menangkap dia" ucap Rayhan.
"Kita buktikan pada mereka kalau kita bukan orang yang patut di permainkan" ucap Rayhan.
"Siap tuan" ucap anak buah Rayhan serempak.
Rayhan menatap pada jam yang melingkar di tangannya.
"Sudah larut malam ayo pulang" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap anak buah serempak.
Rayhan pulang dengan di kawal oleh Lukas dan Rega karena mereka tak mau sampai Tuan nya di ganggu lagi oleh musuh mereka.
Sesampai nya di rumah Rayhan memarkir kan mobil nya di halaman rumah nya.
Rayhan mendekat pada anak buah yang sejak tadi berada di sana.
Raya yang sejak tadi tak tidur pun hanya menatap pada orang itu.
"Ya ampun orang itu mendekat pada Mas Ray" ucap Raya.
Raya terus saja melihat Rayhan dan orang itu, terlihat jelas oleh Raya kalau mereka bicara bahkan berbincang bincang di halaman rumah.
"Ada apa ini" gumam Raya.
Raya melihat Rayhan yang sekarang masuk ke dalam rumah.
Raya langsung menuju ke ranjang dan pura pura tidur karena tak mau kalau Rayhan tau sejak tadi Raya belum tidur karena takut.
Sedangkan Rayhan dia berjalan dengan langkah tertatih tatih karena kaki nya masih sakit akibat tadi ulah musuh nya.
"Arghh kau fikir apa Van aku tak tau semua perbuatan mu, awas saja kalau sampai terbukti kau yang salah aku tak akan membiarkan kau hidup lagi" geram Rayhan.
Rayhan masuk ke dalam kamar nya, terlihat oleh Rayhan kalau sekarang Raya Sedang tidur di ranjang.
Rayhan dengan cepat mandi dan ganti baju memakai piyama untuk tidur.
"Harus apa aku sekarang" gumam Rayhan.
Raya sekarang sudah tertidur karena mengantuk sejak tadi memata matai orang yang ada di halaman depan rumah nya.
Rayhan menatap wajah istri nya yang sekarang tengah tidur di atas ranjang kamar nya.
"Kau baik Raya tapi seharusnya kau tak menikah dengan ku aku bukan orang baik baik Raya, aku tak bisa bayangkan bagai mana nanti nya kalau kau tau aku yang sebenarnya" ucap Rayhan.
Cup
Rayhan mencium bibir Raya yang sekarang dia sedang tertidur pulas.
Pagi harinya Raya sudah bangun karena akan menyiapkan makanan untuk Rayhan bahkan semalam Raya juga tak tau Rayhan tidur jam berapa karena Raya ketiduran.
Raya melihat ponselnya.
Banyak pesan dari Mutiya di ponselnya.
"Ada apa Mutiya memberi aku pesan" tanya Raya.
{Bisa ketemu}
{Aku mohon Raya}
{Aku datang} balasan pesan dari Raya.
Raya memasak dan menyiapkan makanan di meja makan.
Raya berjalan ke arah kamar Rayhan karena sekarang Raya harus membangunkan Rayhan karena sebentar lagi mereka harus ke kantor.
"Mas bangun" ucap Raya menepuk nepuk lengan Rayhan.
Namun Rayhan tak membuka matanya.
Rayhan langsung menarik Raya karena tubuh Raya yang kecil dan ramping, jadi Raya bisa dengan mudah Rayhan gendong.
Raya berbaring di ranjang dengan posisi membelakangi Rayhan dan tangan Rayhan mengunci tubuh Raya supaya tak bisa bergerak dengan memeluk perut Raya dengan erat.
"Mas lepas" ucap Raya.
"Aku mau" ucap Rayhan.
"Mau apa kan kemarin udah" ucap Raya.
"Bentar" ucap Rayhan.
"Gak bisa mas aku harus ketemu Mutiya sekarang" ucap Raya.
"Mutiya siapa" tanya Rayhan.
"Mutiya pemilik perusahaan Atmala itu mas" ucap Raya.
"Apa ada pekerjaan bukan nya sudah ya kemarin, biar kan karyawan saja yang ke sana" ucap Rayhan.
"Dia ingin bertemu aku karena ingin bicara sesuatu mas bukan pekerjaan" ucap Raya.
"Kalian ini selalu saja bertemu" ucap Rayhan yang langsung bangun dan duduk di pinggir ranjang.
"Mas ayo lah" ucap Raya.
"Ya tak apa pergi saja" ucap Rayhan.
"Terima kasih mas" ucap Raya.
"Aku tunggu di kantor" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
Sedangkan di kediaman Mutiya Atmala sekarang Dion ada di sana karena akan membicarakan keberhasilan nya pada Van.
"Aku sudah menipu Rayhan selama dua kali berturut turut" ucap Dion.
"Lalu" tanya Van.
"Dan itu berkat dia" ucap Dion pada seorang laki laki yang berada di samping nya.
"Siapa dia" tanya Van.
__ADS_1
"Nama nya Haykal" ucap Dion.
"Dia sudah banyak membantu kita maka dari itu aku mau kau membayar nya" ucap Dion lagi.
Van mengambil uang di dompet nya dia memberi kan pada Haykal.
"Lakukan apa yang kalian ingin kan tapi ingat jangan sampai Rayhan tau kalau kita sedang bermain main dengan nya" ucap Van.
"Siap tuan" ucap Dion.
Mutiya datang ke sana.
"Nona" sapa Dion.
Mutiya hanya tersenyum tipis saja karena masih sangat kesal pada Van.
"Mau ke mana" tanya Van ketus.
"Bukan urusan mu dan aku harap kau tak banyak tanya" ucap Mutiya.
"Sangat sangat sombong bahkan kejadian semalam sudah membuktikan kalau kau pecundang" ucap Van.
"Diam kau" geram Mutiya.
"Dasar cewek Naf su" ucap Van.
Mutiya kesal pada suami nya itu.
"Nona ada apa" tanya Dion saat Van sudah pergi dari sana.
"Dasar Van bo doh dia sangat to lol" geram Mutiya.
Dion memperhatikan Mutiya istri Van yang cantik dan se ksi itu bahkan jika di lihat dari dekat Mutiya terlihat sangat mempesona.
Mutiya langsung pergi dari sana karena tadi dia sudah menghubungi Raya untuk bertemu.
"Mungkin bukan harta Rayhan saja yang akan aku rebut tapi istri nya Van juga kan aku ambil" batin Dion tersenyum jah at.
Di cafe tempat Raya dan Mutiya bertemu.
Raya memesan minuman saja karena dia sudah makan.
"Bagai mana" tanya Raya.
"Gagal" ucap Mutiya.
"Kau tau karena itu aku di ledek cewe naf su oleh Van" ucap Mutiya.
"Kau harus tenang lakukan dengan perlahan Mut jangan tergesa gesa" ucap Raya.
"Aku yakin dia memang gi la Raya" ucap Mutiya.
"Sabar lah lakukan lagi siapa tau percobaan kedua berhasil" ucap Raya.
"Coba lagi" tanya Mutiya.
"Ya coba lagi saja tapi perlahan" ucap Raya.
"Aku akan coba" ucap Mutiya.
"Oh ya Raya aku sekarang ada janji dengan salah satu perusahaan aku datang kan dia kemari tak masalah kan" tanya Mutiya.
"Ya ampun kau sangat percaya pada ku Mut jangan begitu bagai mana kalau ada seseorang yang akan menduplikat rahasia perusahaan mu" ucap Raya.
"Pada mu aku sangat percaya Raya kau orang baik" ucap Mutiya.
"Terima kasih" ucap Raya.
"Aku bahkan bisa melihat sikap seseorang dari sorot matanya" ucap Mutiya.
Seseorang datang ke sana.
Raya melihat pada orang itu.
"Kak Iqbal" ucap Raya.
"Eh Raya sedang apa di sini" tanya Iqbal.
"Kalian berteman" tanya Mutiya.
"Ah ya Kak Iqbal ini teman nya Mas Rayhan" ucap Raya.
"Wah kebetulan sekali ya, tuan Iqbal aku Mutiya dari perusahaan Atmala" ucap Mutiya.
"Selamat pagi Nyonya Mutiya" ucap Iqbal menjabat tangan Mutiya.
"Pagi" ucap nya.
Mutiya dan Iqbal membicara kan kesepakatan mereka dan Raya hanya menanggapi saja.
"Baik lah Nona aku tertarik pada mu" ucap Iqbal.
"Ya terima kasih" ucap Mutiya.
"Aku akan datang ke perusahaan mu" ucap Iqbal.
"Aku tunggu kedatangan mu" ucap Mutiya.
"Ya baik lah waktu ku sangat padat sekarang aku permisi" ucap Iqbal.
"Raya aku pamit" ucap Iqbal pada Raya.
"Ya kak" ucap Raya.
"Hati hati di jalan tuan" ucap Mutiya.
"Ya".
Drtt drtt
📞📞
"Ya" tanya Raya karena ponselnya bergetar.
"Ray pernikahan aku sudah di tentu kan mungkin tiga hari lagi" ucap Rahma yang menelpon.
"Apa mendadak sekali" tanya Raya.
"Ya Ray aku harap kau bisa datang ke sini" ucap Rahma.
"Ya aku akan datang" ucap Raya.
"Aku juga sudah beri tau Julia katanya dia akan ijin kerja kalian menginap lah di rumah ku karena aku tak punya teman lagi selain kalian" ucap Rahma.
"Aku pasti akan datang" ucap Raya.
"Aku tunggu Raya aku sangat butuh suport " ucap Rahma.
"Ya kau tunggu saja" ucap Raya.
,📞📞
"Siapa" tanya Mutiya.
"Teman ku mau menikah" ucap Raya.
"Wah siapa" tanya Mutiya.
"Kau tau Elpan yang pengusaha kaya itu" tanya Raya.
"Tentu saja" ucap Mutiya.
__ADS_1
"Dia yang akan menjadi mempelai laki laki nya dan wanita nya teman aku nama nya Rahma mahoji" ucap Raya.
"Waw seorang pengusaha dengan anak pengusaha" ucap Mutiya.
"Ya aku senang karena pernikahan ini" ucap Raya.
"Oh ya Raya aku tak bisa lama lama di sini karena sekarang aku harus masuk kantor ada meeting" ucap Mutiya.
"Baik lah aku juga akan ke perusahaan mas Ray" ucap Raya.
"Kapan kapan temu lagi ya" ucap Mutiya.
"Kabari aku" ucap Raya.
Mereka berpisah karena akan kembali ke perusahaan nya.
Raya kembali ke perusahaan nya karena sekarang akan memberi tau kan pada Rayhan kalau Rahma akan menikah.
"Selamat pagi Bu" ucap karyawan yang menyapa Raya di kantor.
"Pagi" ucap Raya.
"Tuan menunggu anda di ruangan nya" ucap karyawan itu.
"Baik" ucap Raya.
Raya langsung menuju ke ruangan suaminya,
"Mas tadi Rahma bilang kalau" ucap Raya sambil mendekat pada suami nya yang sekarang tengah sibuk menatap layar laptop.
"Mau nikah" tanya Rayhan.
"Loh mas tau" tanya Raya.
"Tentu saja Elpan memberi tau" ucap Rayhan.
"Ya, mas aku akan ke rumah Rahma aku akan temani dia" ucap Raya.
"Hah kapan" tanya Rayhan.
"Besok mas aku akan menginap di sana" ucap Raya.
"Hah gak boleh" ucap Rayhan tegas.
"Kenapa" tanya Raya.
"Pernikahan nya tiga Hari lagi kan dan kau akan ke sana besok masih lama Ray" ucap Rayhan.
"Mas aku akan temani Rahma" ucap Raya.
"Tapi" ucap Rayhan.
Raya menatap tajam pada Rayhan suami nya.
"Ya aku ijin kan" putus Rayhan.
"Terima kasih mas" ucap Raya.
"Kau gak tau Ray dua malam tanpa mu itu aku tak bisa bayang kan" gumam Rayhan.
Lukas datang ke sana karena akan memberikan berkas pada Rayhan, apa lagi Raya baru saja datang ke sana.
"Tuan ada berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Lukas.
"Lukas bisa kah kau temani aku di rumah" tanya Rayhan pada Lukas.
"Kapan tuan" tanya Lukas.
"Dua hari kedepan" ucap Rayhan.
"Tapi tuan" ucap Lukas.
"Raya akan ke rumah sahabat nya" ucap Rayhan.
"Oh baik lah tuan" ucap Lukas.
"Ajak juga Rega karena Julia juga akan ikut dengan Raya" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Raya dan Rayhan kembali lagi bekerja,
Di perusahaan Bu Ajeng, Julia sedang bekerja di meja nya karena sekarang Julia menduduki stap admin jadi Julia hanya diam saja di depan layar laptop.
Drtt drtt
Ponsel Julia bergetar.
📞📞
"Ada apa Rega" tanya Julia.
"Aku hanya ingin tau sedang apa kau" tanya Rega.
"Aku sedang kerja kau tau kan jawaban nya" ucap Julia.
"Oh" ucap Rega.
"Oh ya selama dua hari aku dan Raya akan ke rumah Rahma karena Rahma akan menikah" ucap Julia.
"Oh ya" tanya Rega.
"Ya aku tak akan pulang ke apartemen aku titip apartemen pada mu" ucap Julia.
"Ya tak masalah aku memang kang jaga apartemen" ucap Rega.
"Baik lah" ucap Julia.
"Aku akan kembali kerja" ucap Rega.
"Silahkan" ucap Julia.
📞📞
"Ada ada saja Rega" gumam Julia.
Julia melihat Bu Ajeng yang sekarang tengah berada dengan Fikri.
Dan seorang wanita yang bersama dengan Fikri.
"Apa itu pacar Fikri" gumam Julia bertanya tanya.
Julia melanjutkan kembali pekerjaan karena besok dia akan ijin pada Bu Ajeng karena akan menginap di rumah Rahma.
Sore harinya Julia sudah di perbolehkan pulang, saat ini dia akan ijin pada Bu Ajeng karena akan cuti beberapa hari ke depan.
"Bu" ucap Julia yang langsung masuk ke dalam ruangan Bu Ajeng.
"Ada apa" tanya Bu Ajeng.
"Aku akan minta cuti bu selama dua hari saja" ucap Julia.
"Memang nya ada apa" tanya Bu Ajeng.
"Aku akan ke pernikahan teman ku" ucap Julia.
"Ya aku ijin kan tapi jangan lebih dari dua hari" ucap Bu Ajeng.
"Ya Bu" ucap Julia yang langsung pergi dari sana karena akan pulang ke apartemen.
bersambung..
__ADS_1