Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 83


__ADS_3

Rayhan mengendarai jet sky dengan kecepatan penuh di arah belakang bahkan anak buah Rayhan mengikuti di belakang Rayhan.


Lukas dan Rega memakai jes sky yang sama dan Lukas yang mengendarai nya, Rega merasa ketakutan karena Lukas mengendarai nya dengan kecepatan penuh.


"Kak bisa perlahan" ucap Rega sambil mengeratkan tangannya yang sekarang sudah melingkar di pinggang Lukas.


"Hey kau lepaskan tangan mu, perut ku sakit apa lagi aku belum makan" ucap Lukas.


"Maaf kak aku takut" ucap Rega.


"Kenapa takut kalau pun kau jatuh kau pakai pelampung kan" ucap Lukas.


"Tapi tetap saja kak, aku takut mati kak aku belum menikah" ucap Rega.


"Makannya cepat lah menikah" ucap Lukas.


"Ya aku akan menikah tapi nanti" ucap Rega.


Rega menatap pada arah sekeliling banyak anak buah Rayhan yang mengikuti mereka, tiba tiba saja kepala Rega pusing bayangan tentang dirinya kecelakaan terbesit di benaknya.


Rega memegang kepalanya dengan kedua tangannya bahkan sekarang dia tak ber pegangan pada Lukas.


"Hey kau jangan lepaskan pegangangan nya nanti kau jatuh" ucap Lukas.


"Kak kepala aku pusing" ucap Rega.


"Arrgghhh" Rega mengerang kesakitan.


"Kau kenapa" tanya Lukas.


Tiba tiba saja Rega ingat semuanya dari dia kecelakaan sampai mobil masuk jurang Rega ingat semuanya.


"Kau kenapa Rega" tanya Lukas lagi.


Tapi Rega tak menjawab dia malah memegang pinggang Lukas untuk ber pegangan.


Jet Sky itu sudah berhasil menyusul kapal yang cukup mewah dan benar saja itu adalah kapal Dion.


Di dalam kapal, Dion sedang ber pesta bersama dengan anak buah dan istri mudanya bahkan ada beberapa wanita juga di sana.


Sedangkan Topan dan Nita yang sekarang masih di ikat di sebuah ruangan di dalam kapal, mereka hendak melepaskan diri, tetapi itu tak mungkin karena sekarang mereka sedang berada di atas kapal, di lautan lepas.


Topan melihat istrinya yang sekarang sudah menangis namun tanpa suara karena mulutnya di ikatkan kain.


Topan hanya bisa diam saja karena jujur saja dia tak bisa apa apa sekarang.


Di atas lantai ruangan yang sudah Dion jadikan tempat disko, Dion tengah menari nari bersama dengan para wanita cantik yang memakai baju kurang bahan.


"Ayo nikmati saja karena sebentar lagi kita akan melepaskan dua cecunguk itu ke lautan lepas" ucap Dion.


Sekarang Dion bisa ter tawa tawa dan bahagia namun dia tak sadar kalau bahaya sedang mengancamnya sekarang.


Sekarang Rayhan sudah mengatur strategi untuk masuk kedalam kapal Dion, Rayhan sekarang sangat yakin kalau itu kapal Dion karena tadi Rayhan melihat ada orang yang sama yang menyerang rumah Rayhan malam tadi.


Rayhan dan Lukas masuk kedalam dan menyamar menggunakan masker dan topi milik anak buahnya, Rayhan nekad naik memanjat pada kapal itu walau pun licin.


Saat Rayhan sudah berpegangan pada pagar kecil di kapal itu, Rayhan menarik Lukas yang masih berada di bawah dan terlihat kesusahan.


Saat Rayhan dan Lukas sudah berada di atas, anak buah Dion menatap pada Rayhan dan Lukas.


"Siapa kalian" tanya anak buah Dion.


"Jangan banyak Ba cot" ucap Rayhan.


Rayhan mencekik orang itu bahkan Lukas sempat berkelahi tetapi mereka berdua bisa di kalahkan oleh Rayhan dan Lukas.


"Tuan aku kira di dalam sana akan banyak orang, kita berpencar saja" ucap Lukas.


"Ya baiklah, jangan sampai kau ketahuan" ucap Rayhan.


Rayhan masuk kedalam kapal mewah itu, ada banyak anak buah Dion tapi mereka bersikap biasa saja tak mencurigai kedatangan Rayhan.


Saat Rayhan masuk kedalam ruangan tempat Nahkoda mengendalikan kapal, Rayhan langsung menotok urat nadi awak kapal itu hingga pingsan.


Dengan melihat cara menghentikan kapal di gu gel Rayhan mempraktekannya pada kapal itu, Rayhan mulai mengikuti langkah langkah yang ada di ponselnya itu.


Dan benar saja kapal itu berhenti, dan saat itu juga anak buah Rayhan yang mengikuti dari jarak jauh bisa bersembunyi di bawah kapal besar itu.


Seseorang yang mengintai setiap penjuru kapal mendapati anak buah Rayhan yang hendak naik ke kapal Dion.


"Gawat" ucapnya.


Saat dia akan memberi taukan pada Dion, dengan cepat Lukas menghadangnya dan mengikat serta menutup mulutnya.


"Tambang ini sangat berguna" ucap Lukas melihat tambang yang ada di kapal itu.


Lukas menyembunyikan tambang itu ke dalam bajunya, sekarang dia akan mencari ruangan tempat Dion menyekap orang tua Rayhan.


Sedangkan Rayhan saat ini dia masuk ke sebuah Ruangan yang di dalamnya banyak sekali orang orang yang sedang menari nari layaknya di sebuah Dis kotik.


"La cur" gumam Rayhan.


Rayhan keluar dari sana lalu dia mendekat pada sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh anak buah Dion.


"Aku tak sangka Dion punya banyak anak buah juga" gumam Rayhan.


Rayhan masuk kedalam sana.


"Mau kemana kau" tanya anak buah Dion.


"Kata tuan aku harus memeriksa mereka" ucap Rayhan.


"Oh baiklah" ucap anak buah Dion mengijinkan Rayhan masuk kedalam.


"Bo doh kenapa mereka tak ber tanya, dasar keparat" batin Rayhan.


"Oh ya kata tuan sebentar lagi kita akan membuang mereka" ucap anak buah Dion.


"Baik tuan" ucap Rayhan.

__ADS_1


Rayhan masuk dan benar saja kedua orang tuanya ada di dalam, dengan posisi mereka sedang di ikat dan mulutnya di ikat dengan kain.


Topan menatap pada Rayhan yang sekarang Topan tak mengenali kalau itu anak kandungnya.


Rayhan mendekat pada Nita yang sekarang hanya bisa menangis saja karena yang ada di fikirannya sekarang adalah Mereka akan mati tenggelam di lautan.


"Mah" ucap Rayhan yang membuat Nita menatap padanya.


Nita tersenyum walau pun mulutnya di ikat tapi Rayhan bisa tau kalau ibunya itu sedang tersenyum.


Rayhan membuka ikatan pada mulut mamahnya itu.


"Rayhan kau datang" tanya Nita.


Rayhan langsung memeluk ibu nya itu dengan sangat erat karena bahagia sekali Rayhan mendapati ibunya yang baik baik saja.


Rayhan membuka ikat pada tangan dan kaki Nita lalu membuka tali yang mengikat papahnya juga.


"Syukurlah kau datang" ucap Topan.


Rayhan menatap pada bekas luka lebam pada wajah papahnya itu.


"Apa luka itu karena Dion, aku akan beri perhitungan padanya" ucap Rayhan geram.


Di saat yang bersamaan anak buah Dion masuk dan menyadari kalau Rayhan bukan salah satu dari temannya,


"Hey beraninya pemberontak masuk" ucap anak buah Dion.


Rayhan menatap pada sekumpulan anak buah Dion yang sudah berdiri hendak menyerang Rayhan.


Rayhan membuka masker dan Topinya, betapa terkejutnya para anak buah Dion saat melihat ada musuhnya masuk ke kapal mereka.


"Tuan Rayhan, hahaha berani sekali kau masuk dengan begini kau sama saja dengan masuk ke kandang macan" ucap anak buah Dion.


"Tutup mulut mu jangan banyak bicara tapi ber tindak lah" ucap Rayhan.


"Lawan dia" ucapnya.


Beberapa anak buah Dion menyerang Rayhan bahkan mereka ada yang membawa senjata, Rayhan mengeluarkan pistol yang dia bawa.


Dorr


Dorr


Rayhan menembak lawan dan ada beberapa yang langsung tumbang.


Karena sesuai rencana saat mendengar tembakan anak buah Rayhan akan naik ke kapal dan benar saja semua anak buah Rayhan naik ke kapal dan membantu Rayhan mengalahkan lawan.


"Nak hati hati" ucap Nita yang sekarang hanya diam saja di sudut ruangan itu.


Topan pun hanya diam saja karena sadar akan umur nya yang sudah tua dia tak bisa membantu Rayhan melawan para musuh.


Apa lagi sekarang badan Topan sudah sangat lemas dan remuk karena tak di beri makan dan hanya mendapat bogem mentah saja.


Bugh


Bugh


Dor


Suara pukulan dan tembakan mengisi ruangan itu apa lagi saat anak buah Rayhan naik semua anak buah Dion di buat kucar kacir karena menyadari jumlah lawan yang cukup banyak.


Bahkan Dion yang sekarang sedang menikmati hidup pun langsung terhenti saat mendengar suara tembakan di arah ruangan tempat dia tadi menawan Topan dan Nita.


"Ada apa ini" tanya Dion.


"Rayhan menyerang kita tuan" ucap anak buah Dion.


"Arggh tak bisa di biarkan" ucap Dion sambil membawa senjata.


Sedangkan Rayhan dia tersadar kalau dia harus secepatnya menolong orang tuanya.


"Mah Pah ayo ikut aku" ucap Rayhan.


Saat ada musuh yang mendekat Rayhan akan menendang dan memberikan bogem mentahnya.


Rayhan melihat pada jet sky yang tadi dia bawa.


"Pah pakai itu" ucap Rayhan.


"Tapi bagai mana kita turun" tanya Nita.


Rayhan menatap ke sekeliling arah kapal itu ada tambang serta jangkar disana, Rayhan mengambilnya dan mengikatnya pada pagar kapal itu.


"Hati hati mah" ucap Rayhan.


"Kau cepatlah turun nak" ucap Nita.


"aku akan menghabisi Dion dahulu mah" ucap Rayhan.


"Jaga diri baik baik" ucap Topan.


Nita hanya menangis saja melihat anaknya akan menghadapi musuh yang sekarang bersenjata itu, hati ibu mana yang rela jika anaknya menderita.


"Ya allloh tolong selamatkan Rayhan" batin Nita.


Saat mamah dan papahnya turun ke bawah, Rayhan melihat tali itu yang meral dan hampir putus, Rayhan kemudian menariknya dan memeganginya sampai mamahnya turun dengan selamat.


Namun tanpa Rayhan duga ada anak buah Dion yang menendang Rayhan sampai Rayhan terjungkal ke samping, namun Rayhan tak melepaskan talinya jadi mamahnya bisa turun dengan selamat.


Saat anak buah Dion itu akan menendang Rayhan lagi, bahkan kakinya sudah akan mendekat pada tubuh Rayhan, ada Sebuah kaki dari arah belakang yang terlebih dahulu menendang anak buah Dion sehingga membuatnya hampir jatuh ke lautan.


"Beraninya kau" ucap Rega yang sekarang sudah ingat semuanya.


Bughh


Bughh


Laki laki itu mendapat bogem mentah dari Rega, awalnya Rayhan tak percaya kalau Rega akan melawan karena yang Rayhan tau kalau setelah Rega amnesia dia tak bisa ber kelahi.

__ADS_1


Rega berhasil menumbangkan anak buah musuhnya itu, Rega menyodorkan tangan pada Rayhan.


"Ayo tuan banyak musuh yang harus kita kalahkan" ucap Rega.


Rayhan menerima sodoran tangan Rega, Rayhan bangkit dan langsung masuk kedalam untuk menghabisi semua musuh.


Namun bukan anak buah Dion yang ingin Rayhan habisi, tetapi Dion sendiri lah yang sangat ingin Rayhan habisi apa lagi luka lebam yang banyak di wajah papahnya membuat Rayhan semakin murka pada Dion adinata.


Rayhan mencari cari keberadaan Dion yang sekarang entah dimana ada nya, Rayhan mencari di setiap seluk beluk kapal itu tapi tetap tidak ada.


Rayhan melihat kalau ternyata Dion sekarang sudah akan melarikan diri, menggunakan kapar pesiar para nelayan yang tiba tiba lewat kesana.


"Breng sek, kau kira bisa kabur" gumam Rayhan yang sekarang amarahnya semakin membuncah.


Rayhan turun dari kapal dan naik ke atas jet sky, Rayhan mengejar Dion yang sekarang berada di atas kapal nelayan.


"Buruan bo doh lihat bocah itu mengejar kita" ucap Dion marah marah pada nelayan itu.


Rayhan terus mengejar kapal itu, di dalam kapal itu hanya ada satu nelayan saja yang mengemudikan kapal tak ada yang lain lagi hanya dia dan Dion saja.


Rayhan mengambil pistol ber isi peluru api, Rayhan membidik kapal itu lalu menembak kan pada kapal itu.


Dengan cepat Rayhan mengemudikan jet sky nya guna untuk menolong nelayan itu kalau soal Dion Rayhan tak peduli.


"Loncat pak" ucap Rayhan saat sudah sejajar dengan kapal yang sudah setengah terbakar itu.


Nelayan pun ragu karena takut tenggelam namun dia juga takut terbakar.


Nelayan itu pun loncat pada Jet sky yang Rayhan kemudikan.


"Apa di kapal itu tak ada lagi orang" tanya Rayhan.


"Tidak tuan hanya tuan itu" ucap nelayan itu.


"Sudah biarkan saja dia, bahkan kalau mati pun aku tak peduli" ucap Rayhan.


"Tapi tuan" ucap nelayan itu.


"Sudah, aku antarkan ke daratan nanti aku akan ganti kerugiannya" ucap Rayhan.


"Ya" ucapnya.


Rayhan mengantarnya ke daratan disana ada Topan dan Nita yang sudah menunggu.


"Mah aku akan kembali kesana anak buah ku masih di sana aku harus selamatkan mereka" ucap Rayhan.


"Tapi Ray ada Lukas juga kan di sana" ucap Nita.


"Tidak mah aku harus ber tanggung jawab" ucap Rayhan.


"Baiklah jaga diri baik baik Ray" ucap Topan.


Rayhan kembali ke kapal itu karena akan menyelamatkan anak buahnya.


Namun pertama tama Rayhan melihat lihat keberadaan Dion yang sekarang sudah tak ada.


Rayhan kembali kesana namun semua anak buahnya sudah turun dan naik ke jet sky.


"Bagaimana apa yang lain selamat" tanya Rayhan.


"Selamat tuan hanya ada beberapa saja yang ter kena peluru dan kami akan segera bawa mereka ke markas untuk segera di obati" ucap anak buah Rayhan.


"Baiklah bagaimana musuh kita" tanya Rayhan.


"Semua tumbang tuan hanya wanita la cur saja yang selamat tuan, apa kita perlu menyelamatkannya" tanya anak buah Rayhan dengan tersenyum penuh arti.


"Kalian ini, kita akan cari wanita yang higienis bukan bekas campur tangan orang lain" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucapnya.


Hahaha


Suara tawa terdengar dari setiap orang yang ada di sana karena tak mau berlama lama berada di sana Rayhan menyuruh anak buahnya untuk jalan duluan.


Karena dari tengah lautan menuju daratan itu cukup jauh, entah kenapa Rayhan seharusnya bahagia tapi kenapa Rayhan malah merasakan sesuatu.


Di kapal anak buah Dion.


Seorang anak buah Dion sedang membidik Rayhan dari arah kapal, walau pun jauh tapi dia bisa mengarahkan senjatanya pada Rayhan.


Dorr


Bledugg.


Tiba tiba saja jet sky yang sedang Rayhan naiki meledak karena terkena peluru dari anak buah Dion yang masih sadar.


Rayhan terpental cukup jauh, bahkan sekarang Rayhan tenggelam, anak buah Rayhan langsung melihat ke arah di mana ledakan itu berada mereka langsung terkejut saat yang mereka lihat adalah jet sky tuannya yang sudah terbakar.


"Tuan" serempak anak buahnya


bahkan Nita dan Topan yang melihat pun langsung teriak histeris karena melihat putranya terpental sangat jauh.


Sedangkan di kediaman Rayhan.


Prakk


Raya tak sengaja menjatuhkan gelas yang berada di tangannya.


"ada apa kak" tanya Zia.


"ini Zia gelas jatuh" ucap Raya.


"hati hati kak" ucap Zia.


"zia aku merasa tak enak hati apa terjadi sesuatu pada pak Ray" tanya Raya.


"istighfar kak, kak Rayhan pasti baik baik saja percaya pada Alloh kak, seharusnya kita mendoa kan mereka semoga mereka selamat dan mamah serta papah segera di temukan jangan ber fikir yang macam macam" ucap Zia.


"ya Zia aku hanya tak enak hati saja" ucap Raya.

__ADS_1


"ayo kita berdoa saja" ucap Zia mengajak kakak iparnya itu.


Bersambung...


__ADS_2