Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 25


__ADS_3

Hari ini Rayhan sudah menugaskan kembali anak buahnya untuk mencari Dion yang sudah dia kirim kan fotonya pada anak buahnya.


Rayhan berharap kalau Dion itu segera ketemu dan hal itu pasti akan sangat mudah bagi anak buah Rayhan karena ada foto juga, bahkan Elpan juga sekarang tak bisa lagi membantu Rayhan karena hal itu sangat pribadi bagi Elpan.


Apa lagi anak buahnya tak berhasil menemukan Dion karena Dion bagaikan di telan bumi tak ada orang yang tau kemana dan bagaimana dia sekarang.


Lagi pula masalah itu adalah masalah Rayhan, Elpan pun angkat tangan karena tak mau mencampuri masalah keluarga Rayhan walau pun Rayhan adalah temannya tapi itu resiko yang cukup besar bagi Elpan.


"Aku harap kalian bisa menemukannya" gumam Rayhan.


Markas Rayhan sudah selesai karena biaya yang besar dan orang yang banyak jadi markas itu cepat selesai, bahkan sekarang Rayhan akan melakukan lagi transaksi senjata yang sempat tertunda selama beberapa hari ini.


Lukas datang ke markas untuk menemui Rayhan karena ada hal penting yang akan dia sampaikan pada Rayhan.


"Kau datang Lukas" tanya Rayhan dingin pada Lukas yang baru saja datang.


"Ya tuan ada hal yang harus aku sampaikan" ucap Lukas.


"Apa" tanya Rayhan yang fokus memandang pada anak buahnya yang sedang bekerja merapihkan senjata.


"Pak Dion Adinata dia mengajak anda bertemu, apa kita akan menyetujui ajakannya tuan" tanya Lukas.


"Haha aku sangat senang bertemu dengannya, bilang kapan kita akan bertemu" tanya Rayhan.


"Katanya nanti malam bisa tuan" ucap Lukas.


"Baiklah beri tau dia kita akan bertemu" ucap Rayhan dengan senyum tipis di bibirnya.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Rayhan mendekat apa anak buahnya yang sekarang sedang mencari informasi tentang Dion yang sudah menghancurkan keluarga Rayhan itu.


"Cari tau identitas Dion Adinata" titah Rayhan dengan ekspresi datar.


"Baik tuan" ucap anak buah itu.


Anak buah itu mencari nama yang sudah Rayhan sebutkan tadi,


"Tuan dia sangat kaya dan cukup terkenal di kalangan para pembisnis, dia punya istri namanya Ibu Marwati Wirdjo, dan dua anak namanya Ardan Mahes Adinata dan Derana Wati Adinata" ucap anak buah itu.

__ADS_1


"Apa ada foto dia saat masih muda" tanya Rayhan sambil menatap pada layar komputer.


"Tak ada tuan, mungkin identitas saat mudanya dia sembunyikan rapat rapat tuan karena tak ada satu pun penjelasan nya saat masih muda, padahal setau saya orang paling terkenal pasti ada berita saat dia masih mudanya" ucap anak buah itu.


"Apa kau tak bisa mencarinya, atau membobol satu situs begitu" tanya Rayhan.


"Tidak tuan, kalau untuk masalah itu saya tidak bisa karena itu Ilegal tuan bahkan jika saya masih berani membobolnya maka saya akan dengan mudah di temukan tuan" ucap Anak buahnya itu.


"Berapa tahun penjara jika kau membobolnya" tanya Rayhan.


"Bisa lima belas tahun atau bahkan bisa sampai hukuman mati mungkin" ucap anak buahnya itu.


"Ck yasudah lanjutkan mencari info tentang Dion" titah Rayhan, namun Rayhan berubah pikiran dia mendekat kearah anak buah itu dan berbisik.


"Cari nama Lynda Arya Wijaya" titah Rayhan berbisik.


"Baik tuan" ucap anak buah itu patuh.


"Apa orang nya yang ini tuan" tanya anak buah itu.


"Pergilah biar aku yang melihatnya sendiri" ucap Rayhan yang langsung duduk di kursi yang sejak tadi Anak buah itu duduki.


Hanya berisikan kisah hidup Lynda Arya yang hidup tanpa suami dan membesarkan putra semata wayangnya.


"Papah" gumam Rayhan saat melihat Foto Topan papahnya yang terpampang jelas di layar komputer itu.


Namun mata Rayhan memicing saat melihat tragedi kematian Lynda Arya Wijaya, disana di tuliskan kalau Lynda bunuh diri dengan menggunakan peledak Bom.


- Lynda Arya Wijaya yang terkenal akan kekayaannya dia membunuh diri di rumahnya yang berada di jalan Xxxx, semua orang tak tau bagaimana kronologinya karena yang jelas Lynda melakukan ini karena depresi akibat dia terlalu banyak di bohongi anaknya yang bernama Topan Wijaya.


Bahkan sampai sekarang tak ada yang tau dimana Topan beserta istri dan anaknya karena setelah kejadian itu mereka seperti di telan bumi.


Hal itu menjadi dugaan yang sangat kuat kalau memang benar anak semata wayangnya Lynda memang sudah membuat Lynda depresi -


Rayhan marah membaca berita itu, dadanya naik turun membaca hal itu karena ada orang yang tak bertanggung jawab yang melakukan hal itu bahkan ini sudah termasuk pencemaran nama baik.


"Aaaaa.. As* siapa yang menulis berita ini" teriak Rayhan marah marah.


Bughh.

__ADS_1


Rayhan meninju meja yang ada di hadapannya.


"Aku tak akan segan segan mencek*k orang yang sudah membuat berita tak ber mutu ini" teriak Rayhan dengan sangat marah.


Sedangkan anak buahnya yang sejak tadi bekerja mereka hanya diam dan menundukan kepalanya karena takutnya Rayhan marah pada mereka.


"Ada apa tuan" tanya Lukas.


"Kau lihat itu" ucap Rayhan menunjuk layar komputer yang masih menyala.


"Ya" ucap Lukas.


"Mereka memfitnah Nenekku, bahkan orang tua ku namanya sudah lama tercemar" ucap Rayhan geram.


"Sabar tuan" ucap Lukas.


"Arrgh aku tak akan mengampuni mu brengs*k" geram Rayhan.


"Lukas cari orang yang sudah menulis ini bawa dia kemari" titah Rayhan dengan suara yang keras sehingga mengelegar di ruangan itu.


"Baik tuan" Lukas langsung mencari orang itu di komputer dia melihat dulu bio data penulis itu.


"Ikut aku kita akan cari orang ini" ucap Lukas pada anak buah yang berada dekat dengannya.


"Tuan saya permisi" ucap Lukas pada Rayhan.


"Pergilah" ucap Rayhan.


Rayhan mencoba menahan amarahnya supaya tak keluar lagi, sungguh berita receh itu membuat Rayhan tak bisa mengontrol emosinya.


Tak ada anak buah yang berani bertanya atau melakukan kegiata apa pun di hadapan Rayhan karena mereka takut pada Rayhan.


"Bekerja lah maafkan aku karena marah marah tak jelas" ucap Rayhan pada seluruh anak buahnya.


Rayhan memainkan tanganya bahkan sesekali tangannya mengepal erat karena marah sekali, namun Rayhan bukan orang jahat yang akan langsung membuhun orang lain.


Karena Rayhan selalu berfikir dulu sebelum bertindak, dalam hati Rayhan sudah membulat kan Tekad nya untuk memaafkan orang itu hanya saja dengan satu Syarat dan satu kesempatan lagi kalau orang itu mengabaikan kesempatan dari Rayhan maka dengan terpaksa Rayhan akan membun*h orang itu.


Rayhan bukan orang yang gegabah dalam melakukan sesuatu jadi apa yang dia lakukan sudah pasti itu benar dan dengan pemikiran yang sangat matang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2