Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 77


__ADS_3

"Itungan" guman Rayhan.


"Baiklah berapa uang yang sudah kau keluarkan untuk Raya" tanya Rayhan.


"Haha tak ter hitung karena itu sangat banyak" ucap paman.


"Oh ya berapa sepuluh juta atau dua puluh juta" tanya Rayhan.


"Jangan mentang mentang kau sudah kaya, Raya jadi kau menyepelekan aku, kau harus tau satu hal kau harus ikut dengan ku karena kau sudah aku jual" ucap paman.


"Berani sekali" ucap Rayhan.


"Baiklah akan aku ganti" tanya Rayhan mengambil uang cash di saku celananya.


Rayhan mendekat pada paman dan menyerahkan uang itu pada paman,


"Ambil lah dan jauhi aku dan Raya" ucap Rayhan.


"Bo doh" geram paman.


Rayhan memanggil anak buahnya, dan dengan cepat mereka semua datang dan menangkap paman Soni lalu membawanya keluar.


"Awas kau Raya" teriak Paman berontak.


Rayhan kembali memeluk Raya dan Raya menumpahkan semua air matanya di pelukan Rayhan.


"Maafkan aku Raya, aku tak datang cepat" ucap Rayhan.


Raya hanya menangis saja karena pamannya itu sangat keterlaluan, bahkan dia tak malu minta uang pada Rayhan.


"Maaf pak Ray" ucap Raya.


"Jangan minta maaf" ucap Rayhan menghapus air mata Raya yang tak henti hentinya itu.


"Maaf karena menikah dengan ku kau selalu dapat masalah" ucap Raya.


"Jangan bicara begitu, aku sayang pada mu Raya" ucap Rayhan.


Sedangkan anak buah Rayhan hanya diam saja di luar karena mau masuk pun mereka malu karena tuannya sedang memeluk istrinya.


"Ayo pulang saja" ucap Lukas.


"Ya tuan" ucap yang lain.


Rayhan membawa Raya ke dalam kamarnya, namun terlebih dahulu Rayhan membangunkan Bi Ratna yang sekarang pingsan.


Setelah sadar, Rayhan ke kamar untuk mengobati luka Raya yang sekarang sudah mulai membiru karena pukulan itu.


"Buka baju mu, aku akan obati" ucap Rayhan.


"Pak Ray" ucap Raya.


"Apa" tanya Rayhan.


"Aku malu" ucap Raya.


"Hahah ayo lah Raya bahkan aku pernah melihat seluruh tubuh mu" ucap Rayhan.


"Ya tapi aku malu" ucap Raya.


"Biar Bi Ratna saja yang mengobati" ucap Raya.


"Bi Ratna baru saja bangun pingsan Raya, apa harus aku panggilkan Lukas untuk mengobati mu" ucap Rayhan.


"Pak Ray kau" kesal Raya.


"Ayo buka baju mu" ucap Rayhan.


Mau tak mau Raya pun membuka bajunya dan Rayhan mengobati Luka Raya, sekarang Luka di tubuh Raya semakin banyak bahkan luka dahulu juga belum menghilang.


Sore harinya Raya hanya rebahan saja di kamarnya karena Rayhan memarahi Raya kalau Raya sampai turun dari ranjang.


"Ayo makan" ucap Rayhan yang sudah membawa satu piring nasi dan sayur.


"Pak Ray aku bosan, biar aku saja yang mengambil makan" ucap Raya.


"Tidak boleh, aku akan suapi" ucap Rayhan.


Dengan terpaksa Raya menurut saja pada Rayhan apa lagi sekarang Rayhan sangat takut kalau terjadi apa apa pada Raya.


"Sejak kapan paman mu meminta uang" tanya Rayhan.


"Aku boleh cerita, tapi janji pak Ray kamu gak boleh marah" ucap Raya.


"Janji" ucap Rayhan.


"Dulu saat kita bertemu dan kau menolong ku, aku sempat bekerja di cafe kan, waktu itu malam hari rencananya aku dan Fikri akan makan malam bersama dengan mamahnya, namun tiba tiba kami sedang asik makan bahkan Fikri saja belum mengenalkan aku sebagai pacarnya, karena dulu di hari papa ku meninggal aku di bantu mamah Ajeng saat itu aku terjatuh karena mengejar mobil paman, dunia memang sempit, saat makan malam itu tak ada percakapan di antara kami hanya makan malam saja" ucap Raya.


Flash back onn Raya.


Suasana cafe terasa sangat ramai tapi meja yang Raya duduki hanya sepi, tak ada percakapan antara mereka karena alasan canggung dan tak saling mengenal.


Namun tiba tiba paman soni pamannya Raya datang kesana karena akan membawa pulang Raya ke rumah, karena saat itu paman soni sudah kekurangan uang.


Tanpa melihat sekeliling Paman Soni langsung menarik Raya agar menjauh dari sana.


"Lepas" teriak Raya.


"Siapa kamu" tanya Bu Ajeng marah pada laki laki itu.


Paman Soni melihat pada wanita yang menghentikannya itu.


"Mbak Ajeng" gumam paman soni.


"Mah, mamah kenal" tanya Fikri yang ada disana.


"Dia adik dari mantan suami mamah" ucap Bu Ajeng.


"Hahaha selamat malam Mbak, sudah kaya ya sekarang tapi sayang anak mu menderita sekarang" ucap Paman Soni.


"Anak" tanya Bu Ajeng heran.


"Hahah kau lupa ternyata, Aya Khoiru Nissa" ucap paman Soni.


"Hah Aya, dimana dia" tanya Bu Ajeng mengingat anak perempuannya yang pernah dia tinggalkan.


"Ya kau pergi saat dia masih kecil, hahaha kau tau dia hidup kesusahan dan kau hidup senang, ber dosa sekali kau Mbak mentelantarkan anak mu sendiri" ucap paman Soni.


"Paman jaga bicara paman dia bu Ajeng" ucap Raya.

__ADS_1


"Ya dia Ajeng, dia ibu mu" bentak paman soni pada Raya.


"Hah" semua orang terkejut disana.


"Ibu" gumam Raya.


"Ayo ikut dengan ku jangan mau dengan ibu mu ini, lihat dia kaya dan kau menderita dengan mengurus ayah mu" ucap paman Soni.


"Aya" ucap Bu Ajeng menatap pada Raya.


"Apa menyesal" tanya paman soni tersenyum tipis.


"Soni berikan Raya pada ku" ucap Bu Ajeng.


"Enak saja, aku yang membiayai nya" ucap Soni.


"Paman lepas" ucap Raya berontak.


Paman Soni melepaskan cekalan tangan Raya, saat itu juga Raya ber sembuyi di balik badan Bu Ajeng.


"Pergi kau dari sini" ucap Bu Ajeng.


"Sombong" ucap paman soni.


"Satpam dia menggangu makan malam saya, bawa dia pergi" teriak Bu ajeng pada satpam yang ada di sana.


Paman soni di bawa paksa keluar dari sana.


Sedangkan Raya masih tak percaya pada ucapan paman Soni yang bilang kalau bu Ajeng adalah mamahnya.


"Aya" ucap Bu Ajeng yang langsung memeluk Raya dengan sangat erat.


"Kau putri kecil ku" ucap Bu Ajeng.


Raya menatap pada Fikri dan terlihat jelas kalau Fikri sangat bingung dengan kejadian itu.


Flash back off..


"Kau tau pak Ray, bagaimana susahnya aku menerima orang asing yang berstatus mamah ku, bahkan aku tak pernah merasakan kasih sayang nya" ucap Raya.


Raya meneteskan air matanya.


"Apa Bu Ajeng menjelaskan alasan dia meninggalkan kamu dulu" tanya Rayhan.


"Ya katanya dia terpaksa karena masalah ekonomi" ucap Raya.


"Sudah tenang Raya" ucap Rayhan.


"Maaf pak Ray aku melarikan diri pada mu, aku menjadi kan mu sebagai pelarian ku maaf tapi yang dulu aku fikirkan kau orang baik dan aku yakin aku akan aman dengan mu" ucap Raya.


"Pelarian" tanya Rayhan.


"Ya di sisi lain aku sangat di manja oleh mamah bahkan setiap yang aku sebutkan mamah selalu menuruti ke mauan ku, tetapi di balik itu semua paman mendesak aku untuk memberikan uang setiap bulan padanya bahkan setiap minggu pun paman selalu meminta, aku tak bilang pada mamah bahkan aku memberikan uang jajan ku pada paman" ucap Raya.


"Oh pantas paman mu datang" ucap Rayhan.


"Ya karena dia ingin uang" ucap Raya.


"Baiklah mulai sekarang kamu aman" ucap Rayhan.


"Terima kasih pak Ray kau sangat baik" ucap Raya.


"Ya sama sama".


Namun di sisi lain ada Alena yang sedang marah pada Lukas.


Dia hendak menjebak Lukas dengan menggodanya namun saat Lukas ter goda Alena akan pergi dan minta tolong pada kedua body guard yang sudah Alena bawa.


"Kalian tunggu di sini kalau aku teriak nanti kalian datang oke" ucap Alena.


"Tapi Nona yang kami tau Lukas itu orang kepercayaan Rayhan, apa tak apa apa jika kami ada di sini" ucap salah satu body guard Alena.


"Ya Nona siapa tau saja ada anak buahnya yang sedang mengawasi tempat ini" ucap salah satunya.


"Ahh kalian ini jangan takut" ucap Alena yang langsung mendekat pada kosan Lukas dan memulai mengetuk pintu kosan Lukas.


Tokk


Tokk


"Kak ada yang mengetuk pintu" ucap Rega pada Lukas.


"Jangan panggil aku kakak" ucap Lukas.


"Tapi kau lebih tua dari ku, bahkan umur ku saja baru 20 tahun" ucap Rega.


"Terserah" ucap Lukas yang langsung berjalan menuju pintu kosan itu.


Lukas membukanya, betapa terkejutnya Lukas saat melihat Alena yang berada di sana dengan hanya memakai c d dan b ra dengan di tutupi oleh kemeja yang panjang.


Alena langsung masuk kedalam dan menutup pintu kosan Lukas, tanpa Alena sadar dia langsung membuka kemeja itu di hadapan Lukas.


Sedangkan Lukas hanya menatap dengan biasa saja, bahkan Lukas tak tertarik pada lekuk tubuh Alena.


Namun bagi Alena dia sudah terbiasa berpakaian seperti itu karena sejak di kanada Alena sudah terpengaruh dengan budaya di sana.


"Kalian sedang apa" tanya Rega yang sejak tadi melihat hal itu.


Alena langsung menatap pada laki laki itu.


"Aaaaaa kakak kenapa wanita itu melepas bajunya" ucap Rega sambil menutup matanya dengan tangan.


"Kau tinggal dengan adik mu" tanya Alena.


Lukas langsung mengambil kemeja Alena yang sekarang sudah berada di lantai.


Lukas memakai kan nya pada Alena.


"Pulang lah sudah malam" ucap Lukas datar sambil menatap Alena dengan tajam.


"Awas kau Lukas" geram Alena.


Alena keluar dari sana dengan rasa malu karena, niat ingin menjebak Lukas malah Alena yang terjebak.


"Sudah Nona" tanya body guard nya.


"Diam aku sedang kesal, jangan beri tau hal ini pada papah" ucap Alena.


"Baik Nona" ucap keduanya.

__ADS_1


Alena melajukan mobilnya menuju jalan pulang karena Alena sangat kesal karena rencananya gagal,


"Kenapa kau gegabah Alena, niat nya mau menjebak Lukas tapi kenapa aku yang terjebak" ucap Alena marah.


Sedangkan di kediaman Rayhan.


Rayhan sedang melihat Raya yang sekarang sudah tidur, Rayhan melihat wajah Raya yang sekarang menjadi chaby.


Bahkan pipi Raya pun sekarang terlihat sangat gembul, Rayhan tersenyum melihat Raya yang terlihat lebih cantik saat tertidur.


Drtt drtt


Rayhan melihat ponselnya yang ber dering karena ada panggilan masuk.


"Ada apa mereka menelpon ku" gumam Rayhan.


📞📞


..."Ada apa" tanya Rayhan....


..."Tuan anggota Blooder menghentikan barang yang akan di kirimkan" ucap anak buah Rayhan....


..."Huh baiklah aku akan datang, dimana kalian" tanya Rayhan....


..."Dermaga" jawabnya....


..."aku kesana" ucap Rayhan....


📞📞📞


"Mereka tak kapok padaku" gumam Rayhan.


Rayhan langsung memakai jaket, dia langsung berangkat kesana menggunakan motor punya pak satpam yang bekerja pada Rayhan.


Rayhan melajukan motornya dengan kecepatan penuh, bahkan Rayhan tak memperdulikan jalanan yang cukup ramai karena sekarang malam hari, jadi pantas saja kalau orang orang baru saja pulang dari kerja.


Hingga satu jam perjalanan Rayhan sampai kesana dan benar saja ada perkelahian di sana, anak buah Rayhan terancam kalah karena sekarang anggota Blooder sangat banyak.


"Be de bah" geram Rayhan.


Rayhan langsung membantu anak buahnya untuk membantai para musuhnya, hingga Rayhan merebut sebuah samu rai yang di gunakan anak buahnya.


Slahhh


Slahh


Rayhan melukai tangan musuh hingga berdarah, bahkan ada beberapa yang tumbang.


Bugh


Bugh


Rayhan di pukul dari arah belakang,


"Dasar lucnut" geram Rayhan.


Slah


Rayhan menyabetkan samu rainya pada tubuh lawan hingga banyak darah bercucuran disana.


Namun tiba tiba datang polisi dengan suara sirine nya.


Untung saja saat itu kapal yang membawa senjata sudah bergerak cukup jauh dari Dermaga.


"Lari" teriak Rayhan pada anak buahnya.


Semua orang yang berada di sana ber hamburan pergi hanya tersisa anak buah Rayhan dan anggota Blooder yang sempat tumbang tadi.


"Aku akan segera bebaskan kalian" ucap Rayhan pada anak buahnya yang sudah tergeletak di tanah.


Rayhan melajukan motornya untuk pulang karena jika Rayhan berurusan dengan polisi maka akan sangat berabe.


Rayhan pulang ke rumah banyak sekali luka yang di dapatkan Rayhan bahkan punggung nya pun terasa sangat sakit sekarang.


Rayhan mengambil ponselnya dan meng hubungi anak buahnya.


📞📞


..."Kalian selamat" tanya Rayhan....


..."Tuan ada dua orang yang tertangkap polisi" ucap anak buah Rayhan....


..."Ck siapa yang memanggil polisi" tanya Rayhan geram....


..."Mungkin mereka sedang patroli tuan"....


..."Ya besok aku akan bebaskan kedua anak buah yang ter tangkap" ucap Rayhan....


..."Baik tuan"....


📞📞


Rayhan pulang ke rumah dan yang di takutkan Rayhan ternyata terjadi juga.


Raya sudah menunggunya di ruangan tamu.


" dari mana pak" tanya Raya.


"Ak Aku baru beli makan" jawab Rayhan terbata bata.


"Beli makan pukul sepuluh malam" tanya Raya.


"Ya aku lapar" jawab Rayhan.


"Kenapa tak bangunkan aku" tanya Raya.


Saat Raya mendekat pada Rayhan, Raya sangat terkejut melihat Rayhan yang sekarang ada bekas luka lebam di wajahnya.


"Pak Ray kenapa ini Lebam" tanya Raya.


"Tadi aku jatuh Raya" ucap Rayhan ber bohong.


"Jatuh bagaimana, lihat ini ada tiga luka pak Ray, ayo aku obati" ucap Raya.


Rayhan hanya ikut saja karena takut Raya akan mencurigai Rayhan.


"Makannya kalau malam jangan keluar jadi jatuh kan" ucap Raya.


"Ya maaf" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Pak Ray sedang ber bohong tak mungkin jatuh tapi yang luka wajah" batin Raya sambil mengobati luka yang ada di wajah tampan suaminya itu.


Bersambung...


__ADS_2