Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 97


__ADS_3

Di markas Rayhan tengah mengidentifikasi musuh yang menyerang Lukas, tapi sejak tadi mereka menjawab dengan jawaban yang tak masuk akal.


Rayhan hanya menatap mereka dengan tatapan tajam karena Rayhan tau sejak tadi mereka berbohong, sedangkan Lukas sekarang dia tengah menahan amarah karena mereka menjawab dengan Asal.


"Jujur siapa yang sudah menyuruh kalian" bentak Lukas pada keempat musuh itu.


"Van Armasta" jawab nya.


"Lalu kenapa kalian menyerang aku, apa alasannya" tanya Lukas.


"Tidak ada hanya perintah saja" ucap keempat musuh itu.


"Kalian yang benar saja, aku bukan anak kecil yang bisa kalian bo dohi, ayo jawab yang jujur nanti aku akan kasih kalian keringanan " ucap Lukas.


"Benar tuan kami tak bohong kami gak tau" ucap musuh memohon pada Rayhan.


"Baik kalau memang kalian jujur aku tak akan tanya lagi, tapi kalau begini bagai mana" tanya Rayhan menunjuk jalan masuk.


Datang lah dua bocah kecil yang cantik yang sudah Rayhan pastikan itu anak anak dari musuh itu.


"Papah" ucap anak itu memeluk papah nya yang sekarang tengah di ikat.


"Pah mereka siapa lalu kenapa papah ada di sini" tanya anak itu.


"Hey cantik" ucap Rayhan pada kedua anak itu.


"Sini sama om" ucap Rayhan.


Anak itu menurut saja dan mendekat pada Rayhan.


"Apa kalian baru pulang sekolah" tanya Rayhan.


"Ya om" jawab nya.


"Lihat ini Om punya es krim kau mau" tanya Rayhan.


"Tapi Om kata Mamah gak boleh makan makanan dari orang yang gak kita kenal" ucapnya.


"Kenapa bahkan papah mu saja akan mengijinkan" ucap Rayhan.


Gadis itu menatap pada papahnya.


"Boleh kan pah" tanya anak itu.


"Ya" ucapnya mengiyakan keinginan sang putri.


"Oh ya kalian main di sana dulu ya, Om akan bicara dengan papah mu" ucap Rayhan.


"Ya om" ucap kedua putri musuh nya itu.


"Bagai mana masih mau bungkam" tanya Rayhan.


"Kau jah at tuan kau melibat kan keluarga dalam permusuhan padahal anak ku tak salah apa apa" ucap Musuh.


"Ya anak mu tak salah tapi kau yang salah" ucap Rayhan.


"Tuan biar kan mereka pulang ke rumah walau pun aku meninggal di sini, tapi aku mohon jangan biarkan mereka melihat jasad ku nanti" ucap Musuh.


"Aku bukan malaikat yang bisa menentukan hidup matinya seseorang" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Apa kau tak sayang pada anak mu mereka datang kemari karena ingin menjemput mu" ucap Rayhan.


"Ayo jujur lah dan aku akan bebaskan kalian" ucap Rayhan.


"Ampun tuan aku akan jujur tuan" ucapnya memohon pada Rayhan.


"Hey kau jangan beri tau semua pada dia" ucap yang lain.


"Tapi ini tergantung pada kehidupan putri ku" ucap nya.


"Dasar kau, bahkan sampai anak mu mati pun tuan tak akan peduli pada mu" ucap nya.


Dorr


Rayhan menembak orang itu tepat di kakinya bahkan sekarang dia merasa sangat kesakitan karena tembakan itu.


"Kau lihat anak mu bahkan aku bisa melakukan hal yang sama pada mereka, jangan mentang mentang kau tak punya anak kau bisa menyepelekan anak orang lain bagai mana kalau kau yang merasakannya" ucap Rayhan pada orang itu.


"Ampun tuan" ucap nya sambil meringis kesakitan.


"Tuan saya akan katakan, sebenar nya kami anak Buah Dion Adinata tapi sekarang kami sudah menjadi anak buah Van Armasta karena mereka berdua melakukan kerja sama" ucap nya.


"Lalu apa tujuan mereka bekerja sama" tanya Rayhan.


"Katanya Van Armasta menawarkan kalau Tuan Dion akan mendapat harta mu setelah mereka bisa mengalahkan mu dan Van Armasta akan mendapat markas dan anak anak Buah mu bahkan dia ingin menguasai pekerjaan jual beli mu tuan" ucap nya.


"Pintar sekali mereka" ucap Rayhan.


"Tuan bagai mana sekarang apa mereka akan kita Bu nuh saja" tanya Lukas.


"Jangan Lukas bebaskan dua orang itu aku salut pada ke jujur an nya dan yang dua lagi masukan ke penjara bawah tanah" titah Rayhan.


"Pergi lah sebelum aku berubah pikiran" ucap Rayhan.


"Baik tuan".


Rayhan duduk menatap pada semua anak buah nya.


"Bersiap lah mereka sudah mengibarkan bendera perang" ucap Rayhan.


"Siap tuan" ucap anak buah Rayhan.


Rayhan hendak pergi dari sana karena sekarang dia harus segera masuk ke perusahaan karena banyak sekali pekerjaan yang menunggu dirinya.


"Lukas ayo ke perusahaan kita banyak pekerjaan" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Mereka berdua menuju ke perusahaan, Karena banyak sekali pekerjaan yang sudah menunggu mereka.


Sesampai nya di Perusahaan Rayhan langsung menuju ke ruangannya, Rayhan duduk di sana dan langsung membuka laptopnya.


Sadar kalau suami nya sudah kembali Raya yang baru saja kembali dari pertemuan dengan Klien pun langsung menuju ke ruangan suaminya.


"Mas" ucap Raya.


"Ya" ucap Rayhan.


"Tadi aku sudah bertemu dengan klien dari perusahaan Atmala group, dia bergabung dengan kita "ucap Raya.

__ADS_1


"Oh ya" tanya Rayhan.


"Ya kau tau mas pemilik nya itu wanita mungkin beda dua sampai tiga tahun dari ku bahkan dia sangat sopan mas" ucap Raya.


"Aku tak tau aku belum bertemu dengannya" ucap Rayhan.


"Ya dia sangat sopan mas bahkan aku sudah berteman dengan nya" ucap Raya.


"Oh ya secepat itu kalian berteman" tanya Rayhan.


"Tentu saja mas karena aku sangat yakin kalau dia juga baik" ucap Raya.


"Ya terserah kau saja, Ray di mana berkas berkas ku" tanya Rayhan.


"Ada di lemari apa perlu aku ambil kan" ucap Raya.


"Ambil kan saja" ucap Rayhan.


Raya mengambil berkas yang berada di lemari ruangan itu, bahkan hampir semua berkas Raya keluar kan dari lemari itu.


"Apa ini semua pekerjaan aku" tanya Rayhan.


"Kau hanya perlu menanda tangani nya saja" ucap Raya.


"Oh baik lah" ucap Rayhan.


Rayhan membuka semua berkas itu ternyata banyak sekali yang harus dia pelajari.


"Raya tolong bantu aku menyelesai kan ini" ucap Rayhan pada Raya yang sekarang berada di meja nya.


Raya datang kesana dan membantu Rayhan.


"Apa kau tak ada pekerjaan" tanya Rayhan.


"Ada kan ini" ucap Raya.


"Ck bukan yang diluar an" tanya Rayhan.


"Tidak aku sudah selesai hanya ini saja" ucap Raya.


"Ayo lakukan lagi bersama dengan ku" ucap Rayhan.


"Lakukan apa" tanya Raya.


"Ayo lah masa gak peka" ucap Rayhan.


"Apa" tanya Raya.


"Sebentar saja" ucap Rayhan memohon.


Bahkan sekarang Rayhan sudah berada di samping Raya.


"Sebentar saja" ucap Rayhan.


Rayhan memeluk Raya dan mendaratkan kecupan di pipi Raya.


"Mas nanti malu" ucap Raya.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2