
Bughh..
Rayhan membogem mentah Van armasta.
"Berani nya kau akan lecehkan istri ku" ucap Rayhan geram pada Van Armasta.
"Al tolong bawa Raya dari sini" ucap Rayhan pada Alena.
"Ya aku akan bawa Raya" ucap Alena.
Rayhan menatap pada Van Armasta.
"Jangan mentang mentang aku menyerang markas mu, lalu kau menculik Raya dan Akan menodai nya" geram Rayhan.
"Ray aku gak tau paman dia yang menjual nya aku sudah bayar Raya mu itu sebesar sepuluh juta" ucap Van.
Namun Van merasa aneh pada ucapan Rayhan.
"Tunggu kau bilangan kau yang menyerang markas ku" tanya Van.
"Ya, apa karena itu kau dendam pada ku Van" geram Rayhan.
"Dendam? Bukan nya yang menyerang markas ku itu Dion? Saat aku pulang dari Dubai dia sudah mengalahkan semua anak Buah ku" ucap Van.
"Arghh seharusnya aku fikirkan ini anak buah ku dan Anak Buah Dion juga banyak kan anak buah ku" gumam Van.
"Lalu sekarang apa kau mau selesai kan masalah ini dengan balik menyerang pada ku dengan menyuruh paman Raya menculik Raya" tanya Rayhan.
"Kau berfikir sangat ja hat tentang aku, Rayhan aku bukan siapa siapa lagi sekarang, markas ku di ambil Dion Adinata punya apa lagi aku sekarang" ucap Van.
"Itu lebih baik" ucap Rayhan.
"Kau harus tau Rayhan kalau setelah aku mungkin Dion akan menghancurkan mu, aku berikan kau suatu pernyataan, sebenarnya yang menjebak mu itu bukan aku dalang yang sebenarnya itu adalah Dion adinata namun dia melibat kan anak buah ku untuk menghancurkan mu, entah apa lagi yang akan Dion lakukan pada mu tapi aku saran kan kau jelaskan dulu semuanya pada istri mu, karena dulu Dion adinata menjebak mu membuat mu ja hat lalu dia kirim kan foto dan video pada istri mu itu, hahaha Dion itu musuh dalam selimut" ucap Van panjang lebar.
"Kau tak bohong" tanya Rayhan.
"CK kalau kau tak percaya lihat saja pesan di ponsel istri mu, aku selesai sekarang aku sudah memberikan informasi ku pada mu, dan soal istri mu aku tak melakukan apa apa pada nya, tak apa aku harus kehilangan uang sepuluh juta ku asal aku selamat dari ancaman mu" ucap Van.
"Kau mau mengelabui ku" tanya Rayhan datar.
"Hahah kau masih tak percaya pada ku, Rayhan kau bisa meminta bantuan ku, anggap saja balas Budi ku karena kau telah membebaskan ku hari ini" ucap Van.
Rayhan tak menjawab dia hanya diam saja mendengar semua perkataan yang dikatakan Van.
"Aku permisi kau tau kan di mana aku berada" ucap Van.
"Ups aku lupa kau tak akan tau rumah ku, kau tau kediaman Atmala aku ada di sana" ucap Van.
Van armasta pergi dari sana meninggalkan Rayhan yang masih mematung di sana.
"Tuan maafkan kak Van dia memang begitu" ucap Kevin yang langsung mendekati Rayhan.
"Tak masalah" ucap Rayhan.
"Terima kasih" ucap Kevin.
"Lukas ayo kita bertemu Raya" ucap Rayhan pada Lukas.
"Tuan bisa aku ikut, aku mau minta maaf langsung pada Raya" ucap Kevin.
"Ikut lah" ucap Rayhan ketus.
Kevin ikut pada Rayhan.
Sedang kan Raya sekarang dia sedang bersama dengan Alena.
Alena sekarang sangat syok dia sejak tadi marah pada karyawan nya karena sudah membiarkan orang yang tak menikah dulu masuk ke dalam hotel itu.
"Sudah kak Al" ucap Raya.
"Raya aku sangat menyesal karena aku jarang datang kemari mungkin sebelum nya mereka memasukkan orang yang belum nikah ke hotel ku ini" geram Alena.
"Tak apa ini juga salah paman ku" ucap Raya.
"Tapi Raya aku sangat minta maaf pada mu kalau saja laki laki itu tak datang mungkin kau sudah di apa apakan olehnya" ucap Alena.
"Tak masalah" ucap Raya.
Rayhan, Lukas dan Kevin datang ke sana.
Kevin langsung mendekat pada Raya.
"Ray sungguh aku malu pada kakak ku sendiri, maaf kan kakak ku Ray" ucap Kevin yang sekarang jongkok di hadapan Raya yang sedang duduk di kursi.
"Tak masalah Vin, makasih kau sudah datang Kalau tak ada kau mungkin aku sudah" ucap Raya.
"Sekali lagi aku minta maaf" ucap Kevin.
"Ya" ucap Raya.
"Terima kasih" ucap Rayhan datar dan ketus pada Kevin.
"Ya sama sama, aku permisi" ucap Kevin.
"Ray kenapa kau tak menghubungi aku" tanya Rayhan.
"Mas aku sangat takut aku lupa nomor ponsel mu" ucap Raya.
"Kau tak apa kan" tanya Rayhan.
"Tidak" ucap Raya.
Rayhan menyelip kan rambut Raya ke belakang telinga nya, Rayhan melihat ada luka merah di kening Raya.
"Astaga Raya apa ini ulah Van" tanya Rayhan.
Raya tak menjawab namun dia berusaha menutupi nya.
"Be de bah orang itu, kalau aku tau dia melukai mu maka aku akan habisi dia tadi" ucap Rayhan geram.
"Sudah lah mas" ucap Raya.
"Al apa kau punya obat untuk luka Raya" tanya Rayhan pada Alena.
"Ada" ucap Alena yang langsung mencari kotak p3k di dalam lemari yang ada di ruangan itu.
Alena menyodorkan kotak p3k pada Rayhan.
__ADS_1
"Biar aku obati" ucap Rayhan.
"Mas tak apa hanya luka biasa saja" ucap Raya.
"Luka biasa bagai mana Raya, lihat sangat merah" ucap Rayhan.
"Mas jangan berlebihan" ucap Raya.
"Diam lah aku akan obati" ucap Rayhan.
Alena menatap pada Lukas.
"Kau tak kerja" tanya Lukas.
"Aku libur, tadi nya aku akan istirahat di sini karena rumah aku belum selesai" ucap Alena.
"Oh ya bisa kah aku berkunjung ke rumah mu nanti" tanya Lukas.
"Tentu saja" ucap Alena.
Rayhan memasang kan pelester ke luka Raya.
"Sudah aku yakin akan cepat sembuh" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
"Oh ya Lukas aku akan pulang duluan, kau bisa kan naik taksi" ucap Rayhan.
"Ya tuan" ucap Lukas.
"Baik lah aku akan pulang" ucap Rayhan.
"Kak Alena terima kasih ya sudah menolong" ucap Raya pada Alena.
"Ya Ray tak masalah" ucap Alena.
"Kalau tak ada kau aku tak tau nasib ku seperti apa" ucap Raya.
"Ya tak apa Raya" ucap Alena.
"Aku permisi" ucap Raya.
"Ya, hati hati di jalan" ucap Alena.
Raya dan Rayhan sekarang sudah ada di dalam mobil, sekarang mereka akan pulang ke kediaman Rayhan.
"Ray apa paman mu yang melakukan nya" tanya Rayhan.
"Ya mas katanya dia ingin aku membayar semua biaya yang pernah dia berikan padahal aku sudah membayar nya " ucap Raya.
"Apa paman mu bangkrut" tanya Rayhan.
"Bangkrut" tanya Raya.
"Ya tadi sebelum aku ke hotel aku ke rumah paman mu dulu" ucap Rayhan.
Flash back onn..
Rayhan dan Lukas sampai di rumah paman Soni Paman nya Raya.
"Ya benar" ucap Rayhan.
Rayhan mengetuk pintu rumah mewah itu, tetapi tak ada jawaban dari pemilik rumah itu.
"Mungkin sedang tak ada" ucap Lukas.
"Mungkin" ucap Rayhan.
Seorang ibu datang ke sana karena melihat ada Rayhan di sana.
"Cari pak Soni" tanya ibu itu.
"Ya Bu apa pak soni nya ada" tanya Rayhan.
"Pak Soni rumah nya pindah ke belakang" ucap ibu itu.
"Oh kenapa pindah" tanya Rayhan.
"Saya kurang tau tapi baru beberapa Minggu dia pindah ke rumah belakang" ucapnya.
"Oh baik lah terima kasih Bu" ucap Rayhan.
"Ya sama sama" ucap nya.
Rayhan dan Lukas berjalan ke arah belakang rumah itu karena akan menemui paman nya Raya.
Rayhan melihat ada satu rumah yang sangat kumuh di sana ada seorang ibu ibu paruh baya di sana yang sedang membersihkan rumahnya.
"Apa kau istrinya Soni paman nya Raya" tanya Rayhan pada ibu itu.
"Ya aku Rosa" ucapnya.
"Di mana suami mu, dia menculik Raya istri ku" ucap Rayhan.
"Mas Soni menculik Raya, itu bagus biarkan Mbak Ajeng tau kalau anak nya itu sudah ada padaku" ucapnya.
"Dia istri ku tak ada hubungannya dengan Bu Ajeng" ucap Rayhan.
"Kau suami nya" tanya ibu bernama Rosa itu.
"Ya aku suami nya dan aku akan mengambil lagi Raya dari suami mu" ucap Rayhan.
"Oh pantas Raya sekarang memutuskan untuk menikah ternyata suami nya orang kaya pantas saja dia suka sugar Daddy" ucapnya.
"Sugar Daddy, apa yang kau katakan" tanya Rayhan kesal.
"Ya karena sejak dulu Raya memang simpanan orang kaya" ucap nya.
"Kau salah tentang Raya, aku yang buktikan sendiri kalau Raya masih tersegel" ucap Rayhan.
"Hah tak mungkin" ucapnya.
"Ayo Lukas tinggal kan orang gi la ini" ucap Rayhan pada Lukas.
Flash back off..
"Di mana sekarang mereka tinggal" tanya Raya.
__ADS_1
"Di belakang rumah nya" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Raya.
Sesampainya di rumah Raya langsung masuk ke dalam kamar bersama dengan Rayhan.
"Mas aku akan mandi dulu di kamar mandi" ucap Raya.
"Ya" ucap Rayhan.
Rayhan menata pada Tas Raya yang berada di atas meja kamarnya, saat Raya di culik tadi tas Raya tertinggal di gerbang rumah Rayhan.
Karena penasaran dengan ucapan Van tadi, Rayhan pun membuka tas Raya dan mencari ponsel Raya di dalam nya.
Rayhan melihat benar saja ada pesan dari nomor tak di kenal di sana.
Rayhan mencoba membuka nya dan benar saja ada pesan video dengan foto Rayhan di sana.
"Astaga Dion kau sangat licik" geram Rayhan.
Drtt drtt
Ponsel Rayhan berdering.
"Ada apa dia menelpon" gumam Rayhan.
📞📞
"Ada apa" tanya Rayhan.
"Tuan aku baru dapat kabar kalau markas Mafia blooder di rebut oleh orang baru aku lihat dan aku memastikan nya langsung" ucap anak buah Rayhan.
"Apa" tanya Rayhan.
"Ya tuan secepatnya saya akan cari tau siapa ketua nya sekarang" ucap Anak buah Rayhan.
"Ya".
📞📞
"Jadi benar Van armasta tak berbohong" gumam Rayhan.
"Mas" ucap Raya di dalam kamar mandi.
Rayhan langsung memasukkan kembali ponsel Raya ke dalam tas nya.
"Ya Ray ada apa" tanya Rayhan.
"Aku mau minta handuk di kamar mandi gak ada" ucap Raya.
"Oh ya" ucap Rayhan yang langsung memberikan handuk pada Raya.
"Terima kasih" ucap Raya.
Rayhan berfikir sejenak.
"Apa sikap Raya berubah karena masalah ini, apa karena Raya percaya pada foto ini, lalu ponsel Raya kenapa bisa ada di markas ku? Apa Raya datang ke sana" gumam Rayhan bertanya tanya.
Rayhan kembali lagi mencari bukti di tas Raya, Rayhan mengubrak abrik tas Raya, hingga Rayhan melihat ada secarik kertas yang isinya alamat markas nya.
"Alamat markas" gumam Rayhan.
Rayhan terduduk di sofa.
"Apa jangan jangan ponsel Raya jatuh karena Raya ke sana" gumam Rayhan.
Rayhan menarik nafas kasar.
"Tak bisa di biarkan aku harus cari tau apa Raya diam diam memata matai aku" gumam Rayhan.
Malam harinya Raya dan Rayhan mereka rebahan di kasur, karena malam ini terasa sangat dingin jadi mereka memutuskan untuk rebahan saja.
"Apa kau sudah tidur" tanya Rayhan.
"Belum" ucap Raya.
"Ray apa kau punya rahasia" tanya Rayhan.
"Rahasia apa" tanya Raya.
"Kalau kau punya rahasia beri tau aku nanti aku akan beri tau kau sebuah rahasia" ucap Rayhan.
"Apa ya" tanya Raya.
"Bilang saja" ucap Rayhan.
"Aku gak punya rahasia mas semua rahasia aku sudah kamu ketahui kan" ucap Raya.
"Oh ya".
"Lalu kau" tanya Raya.
"Raya aku punya pengakuan" ucap Rayhan.
"Bentar mas, Mas bisa aku tidur menatap ke sana" ucap Raya memunggungi Rayhan.
"Silakan" ucap Rayhan.
"Oh ya aku punya pengakuan Raya sebenarnya aku takut kau marah tapi melihat dari bukti yang aku lihat pada mu aku tau kau sudah tau sebagian dari hidup ku" ucap Rayhan.
Saat ini Raya sudah menguap karena mengantuk tanpa sadar Raya tertidur dengan posisi membelakangi Rayhan.
"Aku itu Mafia Raya mau kau terima atau tidak aku adalah Mafia aku punya bisnis hitam Raya" ucap Rayhan.
"Apa kau marah" tanya Rayhan.
Rayhan menatap pada punggung Raya tak ada jawaban darinya.
"Ray" ucap Rayhan.
Kemudian Rayhan melihat ada wajah Raya ternyata Raya sudah tidur dengan pulas.
"Astaga ucapan ku barusan tak Raya dengarkan" gumam Rayhan.
"Biarlah besok aku bicara lagi pada nya" ucap Rayhan.
bersambung
__ADS_1