Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 91


__ADS_3

Saat ini Rayhan tengah duduk di sofa kamar tidurnya, sejak tadi siang Rayhan tak melihat tanda tanda istrinya karena Rayhan sudah yakin kalau Raya pasti sedang masak bersama dengan mamahnya.


Hanya segelas air putih saja yang sekarang menemani Rayhan,


"Aku merasa penghasilan dari markas tak cukup untuk membayar anak buah" ucap Rayhan ber monolog sendiri.


"Ck apa aku harus mengambil uang dari perusahaan lagi" gumam Rayhan.


Ponsel yang Rayhan simpan di atas meja bergetar tanda ada yang memanggil Rayhan.


Rayhan mengambil ponselnya.


📞📞


..."Ada apa" tanya Rayhan pada anak buah nya yang sekarang sedang menelponnya....


..."Tuan saya lihat kalau Dion Adinata masih hidup" ucap anak buah Rayhan....


..."Apa" tanya Rayhan....


..."Ya tuan" ucap nya....


..."Dimana dia" tanya Rayhan....


..."Di jalan *** rumah tingkat nomor ***" ucap anak buah Rayhan....


..."Aku akan kesana" ucap Rayhan....


📞📞📞


"Aku sangat yakin kalau orang itu pasti masih hidup" geram Rayhan.


Brak


Rayhan menendang meja yang berada di hadapan nya sampai terguling.


Prakk.


Kaca dalam meja itu pecah sampai berhamburan ke lantai.


Rayhan pergi dari sana menuju garasi tempat mobilnya di simpan, Rayhan sangat ingin menghabisi Dion sekarang karena dendam Rayhan semakin menjadi jadi apa lagi saat kejadian kemarin.


Rayhan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena dia sudah tak sabar ingin sekali membuat Dion jera.


Sedangkan Raya yang saat ini masih di dapur, dia berjalan kearah kamarnya, betapa terkejutnya Raya saat melihat keadaan kamar yang berantakan.


"Ya ampun apa ini" tanya Raya terkejut.


"Bi" sahut Raya.


"Ya Non" tanya Bi Ratna.


"Tolong ambil kan sapu dan pengki aku akan bereskan ini semua" ucap Raya.


"Astagfirulloh apa itu non" tanya Bi Ratna.


"Gak tau Bi, tapi mas Rayhan juga tak ada" ucap Raya.


Bi Ratna berjalan ke dapur karena akan mengambilkan sapu dan pengki,


"Bi mau sapu di mana" tanya Nita yang sekarang sedang duduk di meja makan.


"Ini Nyonya kamar Nona berantakan ada pecahan kaca di sana" ucap Bi Ratna.


"Pecahan kaca siapa" tanya Nita.


"Tidak tau Nyonya" ucap Bi Ratna.


"Aku akan datang kesana untuk melihatnya" ucap Nita.


Nita dan Bi Ratna menuju kamar Raya dan benar saja kamar nya berantakan.


"Dimana Rayhan" tanya Nita.


"Aku gak tau mah waktu aku datang kamar sudah begini" ucap Raya.


"Apa ini ulah Rayhan" tanya Nita.


"Gak tau mah" ucap Raya.


"Baiklah aku akan bersihkan" ucap Raya.


"Biar bibi saja Non" ucap Bi Ratna.


"Tak usah Bi" ucap Raya.


Raya membersihkan semuanya sampai bersih,


Sedangkan sekarang Rayhan sudah sampai di lokasi yang anak buah nya sebutkan.


Seorang anak buah Rayhan mendekat pada mobil tuannya yang sedang terparkir tak jauh dari sana.


"Dimana dia" tanya Rayhan.


"Di rumah itu tuan" ucap Anak buah Rayhan.


"Kita pantau dari sini saja" ucap Rayhan.


"Kau yakin kan kalau dia benar benar Dion Adinata" tanya Rayhan.


"Ya tuan saya yakin seratus persen" ucap Anak buah Rayhan.


Lama Rayhan dan anak buahnya menunggu namun tak ada juga tanda tanda Dion di sana.


"Kau coba lah tanya ke satpam itu" titah Rayhan.

__ADS_1


"Baik tuan".


Anak buah Rayhan turun dan mendekat pada satpam yang menjaga rumah itu.


"Pak apa ini kediaman Dion Adinata" tanya anak buah Rayhan.


"Bukan ini kediaman Mutiya Atmala, ada yang bisa saya bantu" tanya satpam itu.


"Tidak aku hanya bertanya saja, terima kasih pak" ucap anak buah Rayhan.


"Ya sama sama" ucap nya.


Anak buah Rayhan kembali lagi ke mobil yang di dalam nya ada Rayhan.


"Tuan katanya bukan, itu kediaman mutiya Atmala" ucap anak buah Rayhan.


"Apa, lalu apa guna nya selama berjam jam kita diam di sini" tanya Rayhan.


"Beneran tuan saya tadi melihat ada Dion masuk kedalam, ini benar benar Dion aku sangat yakin" ucap anak buah Rayhan merasa bersalah.


"Kita ke markas" ucap Rayhan.


Rayhan melajukan mobilnya ke markas dengan rasa marah karena tak percaya dia akan kecewa begini.


"Tuan maaf kan saya" ucap anak buah Rayhan bersumpah.


"Tak apa" ucap Rayhan mencoba menahan amarahnya.


Sesampainya di markas, Rayhan memarkirkan mobilnya di halaman Markas dan Rayhan langsung masuk kedalam.


Brakk


Rayhan menendang kursi kayu yang berada di hadapannya.


Semua anak buah Rayhan langsung ber kumpul dan menunguk di hadapan Rayhan.


"Aku ingin kalian semua cari Dion sampai ketemu" titah Rayhan dengan menahan amarahnya.


"Baik tuan" ucap anak buahnya serempak.


Semua anak buah Rayhan bubar hanya beberapa saja yang masih di sana karena harus menjaga markas yang sekarang banyak senjata di sana.


"Aku tak habis fikir pada orang itu, kenapa Tuhan sangat susah untuk membuatnya meninggal" ucap Rayhan.


"Mungkin belum waktunya tuan" ucap anak buah Rayhan.


"Ya aku tau" ucap Rayhan.


Sedangkan di rumah yang tadi sempat Rayhan pantau yang tak lain adalah kediaman Mutiya Atmala.


Dion baru saja keluar dari sana karena kediaman itu tak lain adalah kediaman Van armasta karena Mutiya itu tak lain adalah istri Van Armasta.


"Tuan sangat baik" ucap Dion pada anak buah nya.


"Ya tuan" ucap anak buah Dion.


"Oh ya apa sekarang ada pertemuan" tanya Dion.


"Ada tuan kata sekertaris anda sekarang ada pertemuan dengan perusahaan yang besar itu" ucap anak buahnya.


"Oh tuan Elpan yang kaya raya itu, baik lah untuk yang ini aku akan maksakan datang kesana karena dia sangat mudah jika di ajak kerja sama" ucap Dion.


Mobil yang Dion tumpangi melaju ke cafe yang sudah di janjikan oleh perusahaan Elpan, namun Dion harus merasa kecewa karena yang datang bukan Elpan tapi anak buahnya.


Dion menjelaskan semuanya pada perusahaannya yanf sudah lama inu bergabung.


Sedangkan di perusahaan besar di kota itu, Elpan tengah mengutak atik ponselnya, dia sangat penasaran pada perusahaan Dion ini karena sudah jelas Elpan melihat kalau kapal yang di tumpangi Dion terbakar dan sudah di yakini kalau Dion sudah meninggal.


Elpan menghubungi anak buahnya yang dia tugaskan untuk menemui Dion.


📞📞


..."Ya tuan ada apa, apa ada yang bisa aku bantu" tanya anak buah Elpan....


..."Siapa yang datang kesana menemui mu" tanya Elpan....


..."Pak Dion adinata" ucapnya....


..."Pak Dion asli" tanya Elpan....


..."Asli tuan" ucap anak buahnya....


..."Sekarang di mana" tanya Elpan....


..."Sudah pulang" jawab anak buah Elpan....


..."Ahhh"...


📞📞


"Berarti Rayhan benar kalau Dion memang belum meninggal" ucap Elpan yang sekarang mencari cari nomor Rayhan di dalam ponselnya.


"Mana nomor Rayhan" tanya Elpan bermonolog sendiri.


"Ck aku lupa nomor Rayhan ada di ponsel yang satu lagi, apa lagi aku gak tau nomor ponselnya" gumam Elpan.


Elpan mencari cari nomor Iqbal akhirnya dia menemukan juga,


"Nomor Iqbal" gumam Elpan.


{Kirim nomor Rayhan} pesan dari Elpan pada Iqbal.


{085****} balas Iqbal.


Elpan menekannya karena akan melakukan panggilan.

__ADS_1


📞📞


..."Ray" tanya Elpan....


..."Siapa" tanya Rayhan yang sekarang masih sangat kesal....


..."aku Elpan" ucap Elpan....


..."Kau, ada apa" tanya Rayhan....


..."Ray aku dengar dari anak buah ku kalau Dion masih hidup" ucap Elpan....


..."Ya aku tau hal itu, apa kau tau di mana dia" tanya Rayhan....


..."Tadi di jalan ** karena sekarang adalah waktu bertemu dengannya" ucap Elpan....


..."Apa dia masih di sana" tanya Rayhan....


..."Dia sudah pergi" ucap Elpan....


📞📞


"Arrgg, sampai kapan kau akan sembunyi dari ku Dion" ucap Rayhan geram.


Rayhan menunggu di sana cukup lama sampai sampai Rayhan hanya bisa marah marah saja karena pencarian anak buahnya tak membuah kan hasil.


"Aku akan pergi beri tau aku kalau ada kabar bagus" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap anak buahnya.


Rayhan keluar dan pergi dari sana meninggalkan Markas dan anak buahnya, Namun sejak tadi Rayhan tak menemukan Lukas di mana pun.


"Kemana Lukas dan Rega aku tak melihatnya" gumam Rayhan.


Sedangkan sekarang Lukas tengah belanja karena peralatan mandinya sudah habis, tiba tiba ponsel Lukas bergetar.


📞📞


..."Ada apa" tanya Lukas yang sekarang sedang melihat lihat produk di mini market....


..."Tuan, tuan Rayhan marah marah katanya Dion masih hidup"....


..."Kenapa kau baru bilang sekarang" tanya Lukas....


..."Maaf tuan"....


..." aku akan kesana membantu mencari" ucap Lukas marah karena tak ada yang menghubunginya....


📞📞


"Mereka ini bagai mana kenapa tak meng hubungi aku" geram Lukas.


Lukas ke kasir untuk membayar, setelah selesai Lukas langsung melajukan mobilnya ke lokasi tempat anak buah mencari Dion Adinata.


"Apa Dion ada" tanya Lukas pada anak buahnya.


{Datang ke rumah ku} pesan dari Rayhan pada Lukas.


{Ajak Rega} pesan dari Rayhan lagi.


"Gawat" ucap Lukas.


Lukas menghubungi Rega yang tadi siang dia tepar karena mabuk,


📞📞


..."Datang ke rumah tuan Rayhan" ucap Lukas....


..."Siap kak" ucap Rega....


📞📞


Rega yang baru saja bangun tidur menatap pada kamar apartemennya,


"Aku ketiduran" gumam Rega.


Julia datang kesana membawa jus lemon untuk Rega.


"Minum lah ini" titah Julia.


"Apa itu keruh begitu apa itu air kobokan" tanya Rega.


"Ini air lebih dari kobokan, air ini bekas mencuci kaki ku" ucap Julia.


"Jorok" ucap Rega.


"Ini jus Rega minum lah" ucap Julia.


"Jus mana ada Jus keruh begitu" tanya Rega.


"Apa itu jus kobokan" tanya Rega.


Walau pun begitu tapi Rega tetap meminum nya.


Rega meminumnya sampai habis walau pun rasanya sangat asam.


"Terima kasih" ucap Rega.


"Sama sama" ucap Julia.


Rega pergi dari sana meninggalkan Julia yang masih berada di apartemennya.


"Jul tolong kunci pintu apartemen ku" teriak Rega dari bawah.


"Ya" teriak Julia.

__ADS_1


Bersambungg...


__ADS_2