Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 67


__ADS_3

Keesokan harinya Rayhan menyiapkan makanan untuk Raya, karena hari ini Raya ulangan jadi Rayhan tak mau sampai Raya kesiangan.


"Den, biar bibi saja yang kerjakan" ucap Bi Ratna.


"Tidak Bi, aku buatkan ini untuk Raya" ucap Rayhan.


"Yasudah bibi akan beres beres halaman" ucap Bi Ratna.


"Pak Ray" sahut Raya dari lantai atas.


"Ya Raya" jawab Rayhan.


"Ck aku fikir kau sudah berangkat pak Ray, aku kesiangan" ucap Raya sambil turun dari lantai atas.


"Baru pukul setengah tujuh pagi Raya, kau masih punya waktu satu jam lagi" ucap Rayhan.


"Ya tapi tetap saja pak Ray aku tak menyiapkan makanan untuk mu malah kau yang menyiapkannya" ucap Raya.


"Tak apa Raya aku tak mau kau terlambat dan aku tak mau kau lelah saat mengisi ulangan nanti" ucap Rayhan.


"Kau sangat perhatian pak Ray" ucap Raya.


"Oh ya" tanya Rayhan.


"Ya" ucap Raya sambil mendekat pada Rayhan yang sekarang sedang memasak.


Dengan secara tiba tiba, Raya memeluk Rayhan dari belakang dan hal itu membuat Rayhan cukup terkejut.


"Kau mengagetkan aku saja Ray" ucap Rayhan.


"Pak Ray, maafkan aku karena sampai sekarang aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu, bahkan sampai saat ini juga aku belum bisa mencintai mu sepenuhnya" ucap Raya sembari menenggelamkan wajahnya di punggung Rayhan.


"Aku tau Raya, jika kau bertanya padaku apa aku sudah menyukai mu? Tentu saja jawaban aku sama, aku belum mencintai mu tapi maukan kau bersabar sampai ada rasa cinta itu untuk mu" ucap Rayhan.


"Pak aku janji akan secepatnya melupakan Fikri dan aku juga janji akan secepatnya mencintai mu pak" ucap Raya.


"Begitu lebih baik Raya" ucap Rayhan berbalik pada Raya, sehingga keduanya saling tatap satu sama lain.


"Pak Ray" ucap Raya mengkode pada Rayhan untuk menurunkan kepalanya sedikit.


"Apa" tanya Rayhan.


"Menunduklah" ucap Raya.


"Apa" tanya Rayhan.


Cup


Tanpa Rayhan duga Raya menciumnya, dan membuat Rayhan salah tingkah mendapatkan ciuman di pagi hari.


"Kau sangat tampan" ucap Raya.


"Aku memang tampan" ucap Rayhan.


"Pak Ray nanti masakannya gosong" ucap Raya.

__ADS_1


"Aah ya aku lupa" ucap Rayhan yang langsung mematikan kompor.


Rayhan dan Raya makan bersama, setelah selesai mereka langsung berangkat ke kampus Raya, walau pun sering kali Rayhan kesiangan ke kantor tapi demi Raya apa pun akan Rayhan lakukan.


"Pak Ray aku sangat gugup sekarang" ucap Raya.


"Tenang lah aku tau kau pasti bisa" ucap Rayhan.


Raya menyalami tangan Rayhan dan Rayhan mendaratkan kecupan singkat pada kening Raya.


"Aku sayang padamu Pak Ray" ucap Raya.


Rayhan tersenyum bahkan sampai dia sudah berada di perusahaannya pun Rayhan tak henti hentinya tersenyum dan membayangkan kembali ucapan Raya tadi.


"Tuan" ucap Lukas yang sekarang berada di ruangan Rayhan.


Namun Rayhan tak menyahuti, dia hanya tersenyum dan melamun, Lukas pun keheranan melihat tuannya yang agak beda sekarang.


"Tuan" ucap Lukas lagi namun tetap saja tak ada jawaban,


"Ya ampun apa tuan salah makan" gumam Lukas.


"Tuan" ucap Lukas untuk yang ketiga kalinya namun tetap tak ada jawaban.


"Tak beres" gumam Lukas.


Lukas kemudian mendekat pada Rayhan, dan memegang tangan Rayhan.


Sontak saja Rayhan terkejut mendapat sentuhan dari orang yang tak ia kenal.


"Ampun tuan" ucap Lukas sambil meringis kesakitan.


"Kau kenapa ada di sini" ucap Rayhan sambil melepaskan tangan Lukas.


"Tuan aku sudah tiga kali memanggil mu tapi kau tak menjawab" ucap Lukas.


"Maaf aku sedang tak fokus" ucap Rayhan.


"Kau kenapa tuan melamun lalu tersenyum, aku bisa tebak kalau kau sedang jatuh cinta" ucap Lukas sambil duduk di kursi hadapan Rayhan.


"Jatuh cinta? Ahh tak mungkin" bantah Rayhan.


"Lalu kau mau apa datang kemari" tanya Rayhan.


"Tuan ada kiriman berkas dari pak Dion Adinata" ucap Lukas sambil menyodorkan berkas yang saat ini masih di bungkus rapih.


"Buka" titah Rayhan.


Lukas membukanya dan menyerahkan pada Rayhan.


Rayhan membaca setiap kata yang tertulis di berkas itu dengan teliti.


"Gil* apa dia mau memeras aku hah, kau lihat Lukas dia meminta 1 M untuk kerja sama ini" ucap Rayhan.


"Apa? Tapi untuk apa? Bukannya pak Dion tak meminta uang apa pun kemarin" tanya Lukas.

__ADS_1


"Apa apaan ini" geram Rayhan.


Rayhan dengan cepat mencari ponselnya dan menghubungi Pak Dion.


📞📞📞


..."Hallo pak saya sudah melihat berkas yang anda kirim, tapi maafkan saya pak Dion yang terhormat saya kurang setuju dengan keputusan ini" ucap Rayhan....


..."Tapi nak Rayhan itu juga dari pihak klien kita" ucap pak Dion....


..."Oh ya kalau pun benar mungkin perusahaan kita yang akan menanggungnya bersama" ucap Rayhan....


..."Ya tapi sekarang perusahaan saya sedang mengalami penurunan" ucap Pak Dion....


..."Lalu apa menurut bapak saya juga sedang untung, tidak pak, kalau begitu aku tak bisa bukan kah Bapak yang mengajak perusahaan saya bergabung tapi kenapa saya yang harus membayarnya sendiri" ucap Rayhan....


...📞📞...


Di sebuah ruangan luas, seorang laki laki sedang menggerutu karena mendapat penolakan dari Rayhan,


"Aku tak mengira kalau Rayhan ternyata secerdik ini" gumam pak Dion.


"Tuan sebaiknya anda datang saja kesana dan meminta baik baik padanya" ucap Anak buah Dion.


"Arrggh bde bah" geram Dion.


Sedangkan Rayhan dia merasa sangat acuh pada Dion sekarang, apa lagi sekarang Dion sangat menyebalkan.


Rayhan bahkan sudah tak perduli untuk bergabung dengan Dion, bahkan kalau bisa Rayhan ingin segera membatalkan kontrak mereka, namun Rayhan harus konsisten untuk hal itu dia tak akan mungkin membatalkan kontrak begitu saja karena akan membuat perusahaannya bermasalah nantinya.


"Tuan" sahut Lukas dari luar ruangan Rayhan.


"Ya" ucap Rayhan.


"Ada pak Dion Adinata di luar" ucap Lukas.


"Suruh dia masuk" titah Rayhan.


Pak Dion dan satu anak buahnya masuk kedalam ruangan Rayhan, dan Rayhan mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa dan Rayhan pun menyambutnya dengan ramah seolah olah tak terjadi apa apa.


"Ada apa pak datang kemari" tanya Rayhan.


"Aku hanya ingin bicara saja" ucap Dion.


"Baiklah" ucap Rayhan.


"Nak Ray pastinya kau tau apa alasan saya datang kemari, saya ingin meminta uang itu" ucap pak Dion.


"Pak Dion anda salah sangka pada saya, bukan kah kita sama sama bekerja sama dan itu adalah klien anda, jadi saya rasa saya tak harus membayarnya" ucap Rayhan.


"Tapi kau juga merasakan penghasilannya kan" ucap Dion.


"Ohh kau itungan ternyata, baiklah aku akan kembalikan uang mu yang pernah kau berikan itu, anggap saja aku membayar uang tak jelas itu" ucap Rayhan.


Rayhan mengutak atik ponselnya dan dia mentransfer kan uang sejumlah yang pernah Rayhan dapatkan dari perusahaan Dion.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2