Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 100


__ADS_3

Sore hari nya Rega dan Julia jalan jalan ke taman, bahkan sekarang mereka tengah duduk di bangku taman sambil menikmati es krim yang baru saja Rega beli.


"Kenapa sekarang pulang cepat" tanya Rega.


"Aku baru saja gajian" ucap Julia.


"Oh ya" tanya Rega.


Julia mengambil uang di tas nya.


"Ini aku bayar uang yang dulu pernah kau pinjam kan terima kasih Rega karena kau sudah menolong aku" ucap Julia.


"Tak masalah" ucap Rega.


"Ayo ambil" ucap Julia.


"Jangan buat kamu saja" ucap Rega.


"Ah jangan begitu Rega aku tak enak" ucap Julia.


"Ambil saja" ucap Rega.


Julia memasukan kembali uang nya ke dalam tas nya.


"Mau makan" tanya Rega.


"Makan apa" tanya Julia.


"Ayo ke sana" ucap Rega menunjuk Cafe yang ada di sebrang jalanan.


Rega memegang tangan Julia mencengkeram tangan Julia dan membawa Julia ke Cafe itu.


Mereka duduk di meja paling depan sehingga dekat dengan kaca jendela yang besar, sehingga langsung mengarah ke jalanan.


"Mau pesan apa" tanya Rega sambil memanggil pelayan agar datang ke sana.


Pelayan itu datang dan menyodorkan buku menu pada Rega dan Julia.


"Mau pesan apa" tanya Rega.


Julia melihat daftar menu yang ada di sana, namun Julia sangat terkejut saat melihat harga harga yang tertera di sana.


"Rega apa ini beneran" tanya Julia berbisik bahkan Julia juga menyembunyikan wajah nya di balik Daftar menu.


"Beneran" ucap Rega.


"Mahal" bisik Julia pada Rega.


"Baik lah tuan Nona mau pesan apa" tanya Pelayan.


"Aku pesan ini saja" ucap Rega menunjuk menu.


"Nona" tanya pelayan.


"Sama kan saja" ucap Julia.


"Mohon di tunggu" ucap pelayan yang langsung pergi dari sana.


"Rega kenapa sangat mahal" tanya Julia.


"Tak apa sebanding kan" ucap Rega.


"Sebanding bagai mana bahkan aku saja yang pernah jadi Waiters di cafe, harga makanan nya tak semahal ini" ucap Julia.


"Ini beda Jul" ucap Rega.


Makannya datang di bawa kan oleh pelayan, ternyata yang Rega pesan adalah daging BBQ dengan saus di sisi nya.


"Makanan apa ini" tanya Julia.


"Ini BBQ Jul" ucap Rega.


Julia menancapkan garpu di daging itu.


Julia menyuap kan semua Daging itu ke dalam mulut nya,


"Bukan begitu Jul" ucap Rega.


"Lalu bagai mana" tanya Julia.


Rega menunjukan cara memakan daging itu.


"Oh ya Rega kau tau tak" tanya Julia.


"Tau apa" tanya Rega.


"Mamah nya Raya, Bu Ajeng" ucap Julia.


"Ada apa dengan dia" tanya Rega.


"Sikap nya tuh berubah" ucap Julia.


"Berubah bagai mana" tanya Rega.


"Dia bilang kalau Raya itu toxic, aku jadi heran mana ada seorang Ibu yang membicara kan keburukan anak nya" ucap Julia.


"Sudah lah jangan di bahas ini kan masalah orang lain" ucap Rega.


"Ya tapi aku cuman heran saja" ucap Julia.


Tiba tiba saja Raya dan Rayhan datang ke sana karena tadi Rayhan mengajak Raya untuk makan di sana.


"Mas itu Julia" ucap Raya menunjuk Julia dan Rega.


"Ayo ke sana" ucap Rayhan.


Rayhan dan Raya pun mendekat ke sana.


"Jul" ucap Raya.


"Eh Raya kau di sini panjang umur kamu Ray" ucap Julia.


"Memang nya kenapa" tanya Raya.


"Apa jangan jangan kalian sedang membicara kan aku" ucap Raya.


"Ya" ucap Julia.


"Ah tak masalah asal kan jangan bicara kan aku yang tidak tidak" ucap Raya.


"Tuan ayo gabung" ucap Rega.


"Tidak usah aku tak mau mengganggu kalian" ucap Rayhan.


"Mas kita duduk di sini saja" ucap Raya menunjuk meja sebelah Julia.

__ADS_1


"Ayo" ucap Rayhan.


Mereka duduk di sana, Raya dan Rayhan memesan makanan berat karena mereka sangat lapar.


"Jul aku akan ke kamar mandi dulu" ucap Rega.


"Ya jangan lama lama" ucap Julia.


"Oh ya Jul apa kalian pacaran" tanya Raya.


"Hah ya begitu lah baru saja" ucap Julia.


"Baru pacaran" tanya Rayhan.


"Bukan tapi baru satu hari Mungkin" ucap Julia.


"Wah selamat ya" ucap Raya.


"Ya Ray" ucap Julia.


"Aku yakin kalau Rega itu sangat baik" ucap Raya.


Rayhan hanya menatap istrinya dengan tatapan ketus karena baik dirinya atau pun Rega sama sama tak baik.


"Aku akan ke sana untuk mengangkat telpon" ucap Rayhan karena sekarang ponselnya bergetar tanda ada yang memanggil.


"Ya mas" ucap Raya.


"Ray ada sesuatu yang mau aku bicarakan" tanya Julia yang sekarang sudah pindah tempat ke meja Raya.


"Apa" tanya Raya.


"Tentang mamah mu, ada masalah apa dia dengan mu" tanya Julia.


"Masalah tak ada aku tak pernah punya masalah dengan mamah" ucap Raya.


"Kata Bu Ajeng dia bilang pada ku katanya kau itu Toxic Raya, ya aku tak terlalu ikut campur ya tapi cuman bertanya saja karena dia bilang pada ku kalau kau menolak uang yang Bu Ajeng berikan padahal Bu Ajeng ingin kau mengambil uang nya walau pun uang itu sedikit" ucap Julia.


"Entah lah Jul aku fikir mamah itu tak sayang pada ku, kau tau kan mamah kaya namun bukan itu yang aku ingin kan aku hanya ingin mamah itu memberikan sedikit saja kasih sayang nya pada ku karena yang aku tau mamah itu sangat sayang pada Fikri yang notabene nya Fikri itu anak tiri mamah" ucap Raya.


"Mungkin karena Fikri sudah Bu Ajeng urus sejak kecil" ucap Julia.


"Justru itu Jul karena sejak kecil jadi aku fikir seharusnya mamah lebih sayang aku kan yang jelas kalau aku anak kandungnya" ucap Raya.


"yang sabar saja ya Ray" ucap Julia.


"Ya mau bagai mana lagi Jul" ucap Raya.


"Semua kekayaan mamah ada dari Papah nya Fikri jadi wajar saja kalau Fikri menjadi anak kesayangan mamah" ucap Raya lagi.


"Yang sabar ya" ucap Julia.


Rega kembali lagi ke sana.


"Sedang bicara apa" tanya Rega.


"Tak ada" ucap Julia yang kembali lagi ke tempat duduk nya.


Pelayan datang membawakan makanan untuk Raya dan Rayhan.


"Terima kasih" ucap Raya.


"Nona di mana tuan" tanya Rega.


"Ayo makan" ucap Rayhan.


"Ayo mas" ucap Raya.


Mereka menikmati makanan yang baru saja mereka pesan.


Namun di sisi lain ada seseorang yang tengah mengawasi keempat orang itu, dia mengarahkan pistol pada Raya yang sekarang sedang makan.


Mata Rayhan yang sangat jeli pun melihat orang itu, lalu Rayhan melihat pelatuk pistol itu dan pelatuk itu mengarah pada Raya yang tak lain adalah istrinya.


Orang itu hendak meloloskan peluru nya.


Dengan cepat kilat Rayhan mendorong meja ke arah dekat dengan Rega dan langsung menarik Raya dan membuat Raya terjatuh ke atas pangkuannya.


dorr


Prak


Kaca jendela yang ada di samping Julia dan Rega pun pecah, Rega dengan cepat memalingkan wajah Julia menggunakan tangannya karena tak mau sampai wajah Julia terkena pecahan kaca itu.


Peluru mengenai tembok cafe itu.


Sedangkan Raya sekarang masih berada di pangkuan Rayhan.


"Be de bah" geram Rayhan.


"Kau tunggu lah di sini" ucap Rayhan pada Raya.


"Tapi mas kau mau ke mana" tanya Raya.


"Ayo Rega" ucap Rayhan.


Mereka berdua keluar dari sana karena akan menangkap orang itu.


"Ray kau tak apa" tanya Julia yang langsung mendekat pada Raya.


"Tak apa Jul kalau kau" tanya Raya.


"Aku tak apa" ucap Julia.


"Tapi Mas Rayhan dan Rega" ucap Raya.


"Aku yakin mereka akan baik baik saja" ucap Julia.


Pihak Cafe langsung menelpon kepolisian karena baru pertama kali mereka menemukan kasus ini.


Sedangkan Rayhan dan Rega yang sekarang sedang mengejar orang itu, mereka tak menemukan jejak orang itu bahkan dengan cepat nya dia lari dari hadapan Rayhan.


"Tuan kau ingat wajah nya" tanya Rega.


"Wajah nya di tutup masker" ucap Rayhan.


"Kemana orang itu" tanya Rega.


"Kita kembali saja ke cafe tadi takut Raya dan Julia kenapa kenapa" ucap Rayhan.


"Ayo tuan" ucap Rega.


Mereka kembali ke cafe itu, ternyata sudah banyak polisi di sana bahkan Raya dan Julia pun menjadi saksi dan banyak di tanya tanya polisi.


"Lihat mereka" ucap Rayhan pada Raya.

__ADS_1


"Ck tuan kita akan di tanya juga" ucap Rega.


"Selamat siang tuan" ucap Polisi yang mendekat pada Rayhan.


"Siang" ucap Rayhan dan Rega.


Benar saja polisi itu banyak bertanya tanya pada Rayhan dan Rega, bahkan sekarang Rayhan dan Rega hanya menjawab dengan ucapan tidak tau dan tidak kenal saja karena kalau mereka bilang yang sebenarnya maka sudah Rayhan pastikan mereka akan menjadi tersangka.


Malam harinya mereka pulang ke rumah karena banyak nya pertanyaan membuat Rayhan pulang larut malam.


Namun sekarang Rayhan sudah memberi taukan pada seluruh anak buah nya untuk kumpul di markas karena akan membicarakan masalah tadi.


"Raya maaf aku ada urusan sebentar, kau bisa kan tidur tanpa aku" ucap Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya.


"Aku akan usaha kan pulang cepat" ucap Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya.


Sedangkan di apartemen Rega sudah mengantar kan Julia pulang sampai depan pintu apartemen.


"Aku ada urusan" ucap Rega.


"Ya" ucap Julia.


Rega langsung menuju apartemen Lukas tapi ternyata Lukas tidak ada di apartemen nya.


"Mungkin kakak sudah berangkat" ucap Rega.


Rega berangkat ke markas di sana sudah ada semua orang bahkan Lukas juga ada di sana,


Mereka tinggal menunggu Rayhan yang sekarang tengah terjebak kemacetan.


"Aku akan jemput Tuan" ucap Lukas.


"Ya kak" ucap Rega.


"Karena kejadian tadi sore kita jadi harus sedikit waspada Sekarang" ucap Rega lagi.


Lukas mengendarai motor nya karena akan menjemput Rayhan, karena Lukas ingin memastikan saja kalau Rayhan tak ada yang menganggu.


Namun di perjalanan Rayhan mendapat sedikit gangguan karena dia baru saja di cegat oleh polisi lalu lintas di sana padahal menurut Rayhan, mobil Rayhan komplit bahkan SIM dan STNK pun Rayhan punya.


"Selamat malam tuan" ucap nya.


"Malam ada apa ini, apa aku punya salah" tanya Rayhan.


"Tidak, boleh saya lihat KTP dan SIM nya" tanya polisi itu.


Rayhan memberikan KTP dan SIM nya pada polisi itu.


"Tuan ada masalah sedikit dengan SIM card anda "ucap nya.


"Masalah apa" tanya Rayhan.


"Nama wajah dan karakter nya berbeda" ucap nya yang membuat Rayhan heran.


Rayhan keluar dari mobil nya namun baru saja Rayhan akan keluar dengan sengaja polisi gadungan itu menutup pintu dengan sangat keras sehingga membuat kaki Rayhan yang baru saja turun sebelah terjepit pintu.


"Be de bah" geram Rayhan.


Bugh.


Orang itu meninju wajah Rayhan tepat di bawah dagu Rayhan sehingga membuat kepala Rayhan menengadah ke atas.


Dengan cepat orang itu lari dari sana karena tak mau sampai Rayhan mengejar nya bahkan sudah dia pastikan kalau sekarang kaki Rayhan sangat kesakitan.


"Be de bah" geram Rayhan merasakan kaki nya yang sakit karena kejepit pintu mobil.


Lukas datang ke sana dia tau betul kalau mobil yang sedang terparkir itu adalah mobil tuan nya.


"Tuan ada yang terjadi" tanya Lukas.


Lukas melihat ada SIM dan KTP Rayhan yang tergeletak di bawah.


"Kau tau Lukas ada polisi yang menghentikan aku lalu dia meminta KTP dan SIM ku dan dengan bo doh nya dia menjepit kaki ku saat itu aku mau keluar dan dia mem bogem mentah dagu ku" ucap Rayhan geram.


"Di mana dia tuan" tanya Lukas.


"Sudah pergi" ucap Rayhan.


"Apa perlu kita cari dia" tanya Lukas.


"Sebaik nya kita ke markas saja" ucap Rayhan.


"Apa kau bisa tuan" tanya Lukas.


"Ya aku bisa, kau berjalan lah di belakang ku" ucap Rayhan.


"Baik tuan" ucap Lukas.


Rayhan dan Lukas melaju menuju ke Markas karena sekarang semua anak buah Rayhan sudah berada di markas.


Sedangkan di kediaman Rayhan.


Raya sekarang sedang memikirkan tentang ucapan Julia yang memberi tau kan kalau mamah Raya bicara begitu pada Julia.


"Aku benar benar tak habis pikir pada mamah bagai mana dia bisa bicara begitu pada Julia" ucap Raya.


Raya tengah memikirkan hal itu namun tiba tiba saja di pikiran nya terlintas ucapan Mutiya tentang suaminya.


Bahkan jika Raya pikir pikir sekarang Rayhan juga sama seperti Suami nya Mutiya yang banyak musuh dan Rayhan juga sama, bahkan kejadian tadi siang terus saja berputar di benak Raya.


Yang menimbulkan rasa penasaran Raya pada suami nya.


Raya berjalan ke arah jendela kamarnya dia melihat pada bintang bintang di luar rumahnya.


"Aku sangat yakin kalau Mas Rayhan itu bukan orang yang sembarangan bahkan jika di sama kan dengan suaminya Mutiya mereka sangat sama apa mas Rayhan itu Mafia" gumam Raya bertanya tanya.


Raya melihat ada seseorang laki laki yang sangat mencurigakan bagi Raya karena terlihat jelas oleh Raya kalau orang itu seperti mengawasi rumah Rayhan.


Namun mereka tak melakukan pergerakan, dia hanya diam saja di dekat rumah Rayhan.


"Apa itu orang jahat" gumam Raya.


Raya semakin waspada sekarang karena takut orang itu orang jahat.


bersambung


Alhamdulillah sudah bab 100 juga..


terima kasih karena sudah membaca novel Mak othor..


jangan lupa like comen dan vote nya ya.

__ADS_1


__ADS_2