
Rayhan menatap Raya dengan tatapan senang karena akhirnya hal yang paling Rayhan takut kan ternyata tak benar benar terjadi pada Raya.
"Baiklah mau makan apa sekarang" tanya Rayhan.
"Pak Ray apa kita akan makan lagi, bukan kah tadi kita sudah makan" tanya Raya.
"Benar juga tapi aku hanya menawarkan saja siapa tau kau lapar" ucap Rayhan.
Di sisi lain anak buah Dion serta pak Dion sendiri sudah berdatangan ke dekat penginapan Rayhan, mereka tak tau saja kalau di sekeliling mereka ada empat anak buah Rayhan yang berjaga jaga.
"Apa itu penginapannya" tanya Dion.
"Ya tuan" jawabnya.
"Aku akan menunggu di hotel ini, ingat terus awasi gerak gerik Rayhan dan jangan sampai lengah" ucap Dion.
"Baik tuan".
"Dendam ku akan segera terbalaskan, jika aku kehilangan uang dan aset perusahaan aku dahulu, tapi setidaknya Topan Arya Wijaya akan segera kehilangan anak anaknya yang sangat dia sayangi" gumam Dion tersenyum bahagia.
Anak buah Dion mencari celah untuk masuk kedalam perusahaan itu, untuk melihat lihat apa saja yang akan di lakukan Rayhan dan Raya, namun realitanya sangatlah susah karena penginapan itu ternyata sudah Rayhan sewa secara pribadi jadi orang orang tak bisa masuk tanpa ijin dari Rayhan sendiri.
"Maaf tuan penginapan ini tidak dapat di kunjungi siapa pun karena sudah di sewa selama tiga hari" ucap satpam yang menjaga disana.
"Saya hanya ingin melihat lihat saja" ketus anak buah Dion.
"Maafkan saya tuan tapi tolong demi keamanan dan ketertiban anda tak boleh berada di sini" ucap Pak Satpam.
"Sombong sekali" gumamnya.
Tak ada yang Rayhan dan Raya lakukan, mereka hanya menonton siaran televisi yang entah menayangkan apa, karena semenjak tadi hanya iklan saja yang Raya dan Rayhan tonton.
"Pak Ray apa kau bosan" tanya Raya.
"Apa kau bosan" tanya Rayhan tanpa menjawab pertanyaan dari Raya tadi.
"Ya aku bosan" ucap Raya.
"Apa yang ingin kau lakukan" tanya Rayhan.
"aku hanya ingin jalan jalan saja" ucap Raya.
"Nanti saja ya, pukul tiga sore kalau sekarang tanggung" ucap Rayhan.
"Ya terserah" ucap Raya.
Hanya duduk dan minum yang mereka lakukan tak ada hal hal romantis seperti yang di katakan oleh teman teman Raya tempo lalu.
"Pak Ray apa bulan madu begini" tanya Raya.
"Ya mungkin begini, si alnya aku belum pernah bulan madu dulu" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Raya.
"Pak Ray kapan kapan kita ajak saja Zia supaya suasananya tak hening begini" ucap Raya.
"Jangan ajak Zia dia akan cerewet" ucap Rayhan.
Tersirat di pikiran Raya untuk menanyakan tentang Alena lagi pada Rayhan.
"Pak Ray apa Alena cantik" tanya Raya.
"Cantik tapi sayang dia gadis yang sangat bar bar" ucap Rayhan.
"Maksudnya" tanya Raya.
"Dia akan mengajak seorang laki laki untuk menikah, padahal itu di hari pertama pertemuannya" ucap Rayhan.
"Apa kalian juga akan menikah" tanya Raya.
"Ya dulu bahkan aku sudah membawa orang tua Alena untuk bertemu mamah dan papah di kampung, tapi sayang ternyata kita saudara" ucap Rayhan.
"Kalau kalian bukan saudara apa kalian akan menikah" tanya Raya.
"Tentu saja, tapi keinginan aku bukan begitu, aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku sukai" ucap Rayhan.
"Jika kau bertemu dengan orang yang kau sukai kau akan menikahinya" tanya Raya.
"Tentu saja siapa orang yang akan melewatkan kesempatan itu" ucap Rayhan.
"Jadi kalau ada wanita yang kau suka kau akan menikah dan meninggalkan aku" ucap Raya.
"Hah? Bukan begitu Raya kau salah paham" ucap Rayhan.
"Salah paham bagaimana sudah jelas jelas kau bicara kalau kau akan menikah lagi" ucap Raya kesal.
Rayhan hanya tersenyum melihat tingkah Raya yang sangat kekanak kanakan, benar apa yang Rayhan fikirkan menikah dengan gadis yang sangat muda itu sangat menggemaskan.
Sore jam 3, Rayhan menempati janjinya untuk membawa Raya jalan jalan, tapi tetap saja muka Raya di tekut karena kesal pada Rayhan.
"Apa kita pulang saja" tanya Rayhan namun tak dapat jawaban dari Raya.
"Raya ayolah jangan marah" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Gak marah" ucap Raya singkat.
"Baiklah kalau kau gak marah" ucap Rayhan.
"Pak Ray kau sangat tak peka" teriak Raya di dalam mobil.
"Tak peka bagaimana" tanya Rayhan.
"Kalau aku marah tolong bujuk aku bukan malah membiarkan aku begini" gerutu Raya.
"Salah siapa" tanya Rayhan.
"Salah kamu pak" ucap Raya.
"Kau mau apa" tanya Rayhan.
"Aku mau sendiri" ucap Raya.
"Baiklah".
Rayhan hendak membelokan kembali mobilnya.
" mau kemana" tanya Raya.
"Pulang katanya kau mau sendiri" ucap Rayhan.
"Pak Ray kau sangat tak peka, aku benci kau" ucap Raya kesal.
"Aku harus apa Raya sejak tadi aku selalu menuruti keinginan mu tapi kamu malah marah terus" ucap Rayhan pasrah.
"Aku ingin makan" ucap Raya.
Rayhan melajukan kembali mobilnya menuju restauran yang berada di sana, Raya dan Rayhan masuk kedalam restauran itu.
"Mau pesan apa bapak Ibu" tanya pelayan Restauran itu.
"Aku mau bakso mercon" ucap Raya.
"Es teh saja" ucap Rayhan.
"Baik, mohon tunggu sebentar" ucap Pelayan.
Raya hanya kesal saja pada Rayhan yang menurutnya tak peka dan sangat dingin, sedangkan Rayhan menatap gemas pada Raya.
"Pak Ray kata tantenya Rahma kau perlu di periksa" ucap Raya.
"Aku sehat kenapa harus di periksa" tanya Rayhan.
"Aku laki laki dengan has rat Raya, aku normal" ucap Rayhan.
"Oh ya" ucap Raya memancing Rayhan.
"Kau masih sangat kecil Raya, kau tak akan paham" ucap Rayhan.
"Aku sudah besar pak Ray" ucap Raya.
Bakso mercon dan es teh pesanan Raya dan Rayhan sudah datang, dengan cepat Raya memakan bakso dengan kuah merah itu.
"Jangan terlalu banyak makan pedas Raya" ucap Rayhan.
"Baru sekarang kemarin tidak" ucap Raya.
"Terserahlah" ucap Rayhan.
Malam harinya, di kediaman Rayhan di daerah elit, Zia dan Alena berada di sana karena tadi siang mereka mabuk dan anak buah Rayhan membawa mereka ke rumah Rayhan.
"Zia aku bosan" ucap Alena.
"Aku sakit hati Alena lihat Akash sedang bermesraan dengan istri tua nya" ucap Zia memperlihatkan postingan terbaru Akash.
"Nasib kita sama Zia bahkan sekarang, kakak mu sedang bulan madu bersama dengan istrinya" ucap Alena.
"Ya kita sama sama bernasib si al" ucap Zia.
"Mau kah kau minum lagi bersama ku" tanya Zia.
"Apa tak akan merusak badan jika satu hari kita minum dua kali" tanya Alena.
"Kakak punya minuman mahal di kulkas kau mau" tanya Zia.
"Boleh" ucap Alena.
Zia membawa satu botol minuman Wine berisi 750 ml kepunyaan kakaknya, tak lupa Zia juga membawa dua gelas untuk tempat minumnya.
"Oh ya ampun Zia ini minuman mahal" ucap Alena.
"Sudah pasti ini punya kakak" ucap Zia.
"Oh ya ampun kau sejak dulu melihat ini tapi jangan bilang ini pertama kalinya kau minum ini" ucap Alena.
"Ya ini pertama kali aku minum minuman ini" ucap zia.
"Gi la" ucap Alena.
__ADS_1
Mereka meminum minuman mema bukan itu, untuk kedua kalinya mereka berpesta di kediaman Rayhan yang sekarang sedang di jaga ketat di luar.
Sedangkan di penginapan Rayhan sedang berbaring di ranjang penginapan yang empuk itu, Raya semenjak tadi mandi dan belum keluar juga dari kamar mandi.
"apa Raya sakit perut karena makan bakso yang pedas tadi" gumam Rayhan.
Drtt drtt
📞📞
..."tuan senjata datang lebih cepat sekarang" ucap anak buah Rayhan....
..."oh ya, apa anak buah ku semuanya ada di markas" tanya Rayhan....
..."ada tuan tapi sebagian menjaga Non Zia di kediaman anda" ucapnya....
..."kenapa Zia, sampai di jaga begitu" tanya Rayhan....
..."hah tidak tuan hanya saja mereka sengaja menjaga Non Zia karena takutnya para anggota Blooder bermain main dengan kita" ucapnya....
..."baiklah selesaikan pengiriman dengan cepat" ucap Rayhan....
..."baik tuan"....
📞📞
"ada apa dengan Zia kenapa di jaga ketat" ucap Rayhan bertanya tanya.
Rayhan hanya menduga duga saja tanpa menanyakan nya pada Lukas karena takutnya Lukas juga sedang sibuk karena akan menghandle pekerjaan di kantor selama Rayhan tak ada.
Raya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju transparan yang selalu membuat Rayhan gelisah memikirkannya.
"Raya" tanya Rayhan.
"ya pak" tanya Raya.
"bisakah kau memakai baju yang kemarin aku belikan, aku yakin aku membawanya kemarin" tanya Rayhan.
"pak Ray tapi itu daster dan sangat terlihat tua saat aku yang pakai" ucap Raya.
"bukan tua, tapi aura keibuan mu terasa saat kau memakai baju itu" ucap Rayhan.
"nanti ya saat aku sudah hamil aku akan memakainya" ucap Raya.
"terserah kau saja" ucap Rayhan.
Sedangkan di kediaman Rayhan sekarang kamar Zia sedang di penuhi dengan anak buah Rayhan yang berada di ambang pintu.
Karena sejak tadi Zia dan Alena teriak teriak tak jelas sehingga membuat anak buah Rayhan menjadi panik dan takutnya mereka kenapa kenapa.
"dobrak saja pintunya" ucap salah satu anggota Rayhan.
"apa Non Zua tak akan marah" tanya nya.
"kau dengarkan mereka berteriak di dalam".
" coba saja kau dobrak".
Brakkk..
Pintu terbuka dan memperlihatkan Zia dan Alena yang sekarang sedang mabuk berat, bahkan sampai meracau tak jelas.
"minuman Tuan Rayhan" ucap salah satu anak buahnya.
"bagaimana ini" tanya salah satu anak buah Rayhan yang panik.
📞📞
..."tuan bagaimana ini Non Zia mabuk dan meminum minuman mahal milik tuan Rayhan" ucap anak buah Rayhan mengadukan hal itu pada Lukas....
..."bisa kah kau membersihkan tempat tidur Non Zia dan membelikan lagi minuman yang sudah mereka minum" ucap Lukas....
..."baik tuan"....
..."uang nya akan aku transferkan padamu" ucap Lukas....
📞📞
Dengan cepat para anak buah Rayhan membersihkan kamar Zia sebersih mungkin dan membelikan lagi minuman satu botol yang sudah Zia dan Alena habiskan.
Mereka bersikap seolah olah tak terjadi apa apa karena mereka takut jika memberi taukan itu pada Rayhan, dan Rayhan akan marah dan secepatnya pulang.
Karena mereka tau kalau sekarang Rayhan sedang berbulan madu, jadi mereka tak mau menganggu, Lukas akan memberi taukan hal itu pada Rayhan saat tuannya sudah pulang dari jalan jalannya.
Mereka memutuskan untuk berjaga depan pintu dan di luar rumah juga, karena salah satu dari mereka tadi melihat kalau ada laki laki asing yang melihat lihat rumah itu.
Mereka menduga kalau itu anak buah Blooder yang melihat lihat Rayhan di rumahnya, maka dari itu mereka memperketat penjagaan di rumah Rayhan.
sampai malam ini Lukas belum juga pulang dari kantornya karena pekerjaan yang cukup banyak jadi memaksa Lukas untuk lembur malam ini.
Karena hanya Lukas lah yang Rayhan percayai, apa lagi Lukas sudah beberapa tahun mengabdi pada Rayhan.
Bersambung...
__ADS_1