
Setelah pulang ke rumah Raya membantu Rayhan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, karena baru pulang dari rumah sakit Rayhan pun harus banyak istirahat.
"Mas mau minum" tanya Raya.
"Gak usah" ucap Rayhan yang langsung tidur karena efek samping obat dari rumah sakit tadi.
Raya berjalan ke arah lemari dia membuka nya tapi sudah tak ada baju Raya di sana.
"Aku mandi dan pakai baju yang mana" gumam Raya.
Karena keringat yang membuat Raya risih akhir nya Raya mandi dan memakai kemeja Rayhan yang ada di lemari.
Setelah mandi Raya memakai kemeja itu dan dia melihat pantulan nya di cermin.
Sangat besar kalau Raya yang pakai.
"Apa ini benar kemeja mas Ray" gumam Raya karena sangat besar kalau di pakai oleh Raya.
Raya mendengar kalau ponsel nya berbunyi,
Drtt drtt
📞📞
"Ya Jul ada apa" tanya Raya.
"Ray gawat aku baru dapat kabar kalau Kak El akan menikah besok" ucap Julia.
"Apa" tanya Raya terkejut.
"Ya Ray aku baru saja mau ke rumah kak El namun satpam tak membiarkan aku masuk" ucap Julia.
"Kenapa mendadak" tanya Raya.
"Ray kau tau kan kalau orang kaya itu bisa apa saja" ucap Julia.
"Lalu bagai mana Rahma" tanya Raya.
"Entah ponsel nya pun tak bisa di hubungi" ucap Julia.
"Mungkin Rahma hatinya sedang hancur sekarang" ucap Raya.
"Ya Ray" ucap Julia.
"Baik lah kita ke sana besok" ucap Raya.
"Ya Ray" ucap Julia.
📞📞
"Astaga kasihan Rahma" gumam Raya yang ikut merasakan sakit hati teman nya itu.
Raya berjalan ke arah ranjang.
Mata Rayhan terbuka karena mendengar Raya yang tadi menelpon.
Namun Rayhan malah melihat pakaian Raya yang sekarang sangat pendek, membuat kelakian Rayhan seolah bangkit melihat itu.
"Ray" ucap Rayhan melihat kemeja yang Raya pakai adalah kemeja nya.
"Maaf mas kemeja nya aku pakai aku tak punya baju" ucap Raya.
"Tak masalah tapi kenapa kau tak pakai celana" tanya Rayhan.
"Pakai celana pendek mu" ucap Raya memperlihatkan nya.
"Astaga" gumam Rayhan.
"Oh ya mas" ucap Raya yang langsung melihat ke arah Rayhan dan duduk di samping Rayhan yang sedang berbaring.
"Mas kata Julia kak El akan menikah besok" ucap Raya.
"Menikah besok" tanya Rayhan terkejut.
"Ya" ucap Raya.
"Apa El sudah Gi la" ucap Rayhan.
"Entah lah mas, tapi aku kepikiran pada Rahma mas apa dia baik baik saja" ucap Raya.
"Aku yakin dia pasti kuat" ucap Rayhan.
"Tapi mas hati istri mana yang rela saat melihat kalau suami nya menduakan nya" ucap Raya.
"Kita datang besok" ucap Rayhan.
Tokk
Tokk
"Tuan ada tamu" sahut satpam dari arah pintu kamar Rayhan.
"Siapa" tanya Rayhan.
"Tuan Elpan" sahut nya.
"Baik lah aku akan ke sana" ucap Rayhan.
"Aku ikut mas" ucap Raya.
"Ya ayo" ucap Rayhan.
Mereka berjalan ke arah ruang tamu.
Terlihat kalau di sana ada Elpan dan juga Rahma yang sekarang tengah duduk di sofa.
"Rah" sahut Raya yang langsung memeluk teman nya itu.
"Ray kau ada di sini" tanya Rahma seolah baik baik saja padahal dia tengah menghadapi masalah besar.
"Ya aku sudah kembali lagi ke sini" ucap Raya.
"Ada apa kalian datang" tanya Rayhan ketus karena jujur saja Rayhan sangat kesal pada Elpan karena kemarin pernah menamparnya.
"Aku hanya akan memberikan ini" ucap elpan menyodorkan undangan pada Rayhan.
"Ck" Rayhan berdecak kesal.
"Ray bisa aku bicara" tanya Rahma Sambil berbisik.
"Ayo ke dapur" ucap raya.
"Mas aku akan biarkan minuman" ucap raya.
"Ya" ucap Rayhan.
Rahma dan Raya berjalan ke arah dapur, karena sekarang mereka akan bicara hanya empat mata saja.
__ADS_1
"Ada apa Rahma" tanya Raya.
"Ray aku mohon padamu pada Julia untuk merahasiakan ini dari papah, aku tak mau kalau sampai papah tau masalah ini" ucap Rahma yang langsung menangis.
"Rahma sabar ya" ucap raya memeluk Rahma guna memenangkannya.
"Ray aku sudah tak punya jalan lagi sekarang, untuk pulang pun aku takut Ray, papah punya serangan jantung aku takut dengan mendengar berita ini dia akan kena serangan lagi" ucap Rahma.
"Kamu tenang saja aku pasti kan papah kamu ga akan tau" ucap Raya.
"Terima kasih Ray" ucap Rahma.
"Ya sama sama" ucap Raya.
"Aku bingung Ray, hati kecil aku menolak ini aku tak siap di madu Ray, bukan kah masalah anak itu hal cukup sepele bahkan banyak yang sudah menikah tapi tak punya anak dan mereka hidup bahagia lalu kenapa mamah nya Kak El ingin sekali punya cucu sampai rela menyuruh Kak El menikah lagi" ucap Rahma.
"Apa kau sudah beri tau pada kak El kalau kau menolak" tanya Raya.
"Sudah hampir beberapa kali aku menolak Ray tapi sayang kak El tak mau dengar" ucap Rahma yang sekarang mata nya sembab karena mungkin kebanyakan menangis.
"Rah aku gak sangka kau akan menderita begini" ucap Raya yang ikut menangis melihat teman nya itu.
"Ray aku wanita paling bo doh di dunia hanya aku saja yang masih bisa bertahan walau pun suami ku menikah lagi" ucap Rahma.
"Rah kau tak bo doh, aku janji suatu saat nanti aku akan bebas kan kau dari permasalahan ini" ucap Raya.
"Jangan Ray, ini biar lah menjadi urusan ku, kau urus saja rumah tangga mu" ucap Rahma.
"Rah aku hanya ingin kau bahagia" ucap Raya.
"Itu pasti Ray aku pasti bahagia dan bukan sekarang, terkadang rencana Tuhan itu selalu indah namun perlu air mata untuk menerima nya" ucap Rahma.
"Aku salah tentang mu aku pikir kau rapuh tapi ternyata kau sangat Kuat Rah bahkan mungkin aku tak akan bisa seperti diri mu kalau aku ada di posisi mu" ucap raya.
"Aku tau kalau Tuhan tidak tidur" ucap Rahma.
Rahma memeluk sahabatnya itu lagi.
"Aku ingin kau datang bersama dengan Raya" ucap Elpan.
"Ya aku pasti datang untuk menguatkan Rahma" ucap Rayhan.
"Ray plis dengar kan aku, aku tau aku salah karena aku sudah menampar mu tapi Ray soal ini Rahma juga terima" ucap Elpan.
"Terserah, tapi El satu hal yang harus kau tau tak ada seorang istri yang akan mau di dua kan" ucap Rayhan.
"Tapi Rahma terima karena setelah aku punya anak dengan Wanda aku akan ceraikan dia dan anak nya akan Rahma dan aku yang urus" ucap Elpan.
"Yakin? Apa kau yakin?" Tanya Rayhan.
"Tentu saja bahkan aku sudah membuat perjanjian dengan Wanda" ucap Elpan.
"El kau menikah dengan Wanda, apa kau berjanji tak akan jatuh cinta pada nya, hah apa lagi dahulu kalian pernah punya rasa apa kau yakin rasa itu tak akan balik lagi" ucap Rayhan.
"Aku yakin Ray, Bahkan penghianatan Wanda masih aku ingat sampai sekarang" ucap Elpan.
"Kau akan menikah dengan Wanda kalian akan hidup bersama dalam satu atap bahkan ada waktu berbulan bulan sampai Wanda bisa melahirkan, apa kau berjanji pada Rahma untuk tidak mencum bui Wanda, apa kau janji tidak akan menjamah Wanda? El lihat saja aku dan Raya bahkan aku sudah beberapa kali melakukan dengan Raya tapi belum berhasil sama seperti kau dan Rahma tak akan ada yang langsung tokcer El semua nya butuh proses" ucap Rayhan.
"Aku janji Ray hanya sampai Wanda hamil" ucap elpan.
"Terserah" ucap Rayhan.
Raya dan Rahma datang ke sana dengan membawa minuman.
"Silahkan kak El maaf lama tak ada air soal nya" ucap raya.
"Tak masalah" ucapnya.
"Kenapa sekarang nanti saja" ucap Raya.
"Kak El harus piting baju" ucap Rahma.
"Oh baik lah" ucap Raya.
"Kalian jangan lupa datang ya" ucap Rahma.
"Ya Rahma kami pasti datang" sahut Rayhan.
"Ya" ucap Rahma.
Raya menatap kepergian Rahma dan Elpan sungguh Raya sangat bahagia karena punya teman yang kuat seperti Rahma.
"Mas" ucap Raya pada Rayhan.
"Apa" tanya Rayhan.
Raya mendekat dan memeluk Rayhan.
"Mas aku kasihan pada Rahma" ucap Raya yang langsung menangis di pelukan Rayhan.
"Sudah lah Rahma juga kuat masa kamu teman nya tidak" ucap Rayhan.
"Tapi Mas, aku yakin kalau dalam hati Rahma dia sangat rapuh" ucap Raya.
"Tapi dia tak bersedih" tanya Rayhan.
"Dia sedih mas tapi Rahma itu tipikal wanita yang gak gampang nangis dia berusaha menutupi nya dengan senyum palsu nya" ucap Raya.
"Sudah kita datang besok untuk menyemangati Rahma" ucap Rayhan.
"Ya" ucap Raya.
Malam harinya Raya akan bermalam di sana dan esok dia akan mengambil pakaian nya di rumah mamah Ajeng.
Raya saat ini tengah masak karena akan makan malam bersama.
"Ayo mas makan" ucap Raya.
"Kamu masak apa" tanya Rayhan.
"Ayam" ucap Raya.
"Kenapa ayam gosong begini" tanya Rayhan.
"Mas bukan gosong itu karena ayam nya aku bakar, kau tau kalau Ayam bakar itu paling enak kalau di masak sampai gosong" ucap Raya.
"Benarkah" tanya Rayhan.
"Tentu saja mas coba dulu" ucap Raya.
Rayhan memakan nya dan benar saja masakan Raya emang paling Juara.
"Oh ya Ray, ada hal yang ingin aku bicarakan pada mu" ucap Rayhan.
"Apa mas" tanya Raya sambil memakan nasi dan ayam itu.
"Kemarin paman mu ingin mencelakai mu aku sudah beri dia pelajaran, aku ancam dia, maaf kan aku Ray aku melakukan ini karena aku tak ingin kau kenapa kenapa" ucap Rayhan.
__ADS_1
"Paman" tanya Raya.
"Ya aku mengancam dia kalau sampai dia berani mendekat pada mu walau lima senti saja maka aku tak akan segan segan membalas nya" ucap Rayhan.
"Ya tak apa, terkadang kita perlu mengancam seseorang untuk kebaikan kita juga" ucap raya.
"Kau tak marah" tanya Rayhan.
"Tak lah" ucap Raya.
Malam harinya mereka tidur bersama bahkan Rayhan selalu memeluk Raya seolah enggan untuk melepas kan Raya.
Pagi harinya Raya sudah bersiap karena akan pergi ke pernikahan Elpan, bahkan sekarang Julia juga sudah berada di sana bersama dengan Rega.
Lukas juga datang ke sana bersama dengan Alena, karena Wanita yang akan menikah dengan Elpan adalah teman Alena.
"Oh ya kak apa kau dan Wanda itu teman sekolah" tanya Julia.
"Tidak hanya teman main saja" ucap Alena.
"Oh tapi kenapa bisa berteman dekat kalian kenal di mana" tanya Julia lagi.
"Aku dan Wanda itu sering nongkrong bersama jadi aku kenal dia, mungkin aku dan Wanda sama sama seorang wanita bebas" ucap Alena.
"Oh" ucap Julia.
"Tapi kenapa Elpan kan sudah menikah tapi kenapa dia menikah lagi" tanya Alena.
"Entah lah" ucap Julia.
"Aku paham pada posisi Rahma sekarang" ucap Alena.
"Ya kak" ucap Julia.
Mereka berangkat ke rumah Elpan secara bersamaan dan benar saja di sana sudah banyak tamu dan rumah itu di hias dengan sangat indah.
"Sangat mewah ya" ucap Raya.
Mereka masuk ke dalam dan Langsung duduk di meja yang sudah di sediakan.
Mungkin mereka lah saksi bisu pernikahan kedua Elpan karena tak ada lagi tamu yang datang selain mereka.
Pernikahan berjalan dengan lancar walaupun tak ada yang datang selain mereka dan beberapa tamu yang lain.
Terlihat kalau Rahma sekarang hanya bisa sabar saja dan kuat, bahkan saat ijab qobul di langsung kan Rahma terlihat tersenyum melihat nya.
"Ray lihat Rahma" ucap Julia menunjuk ke arah Rahma yang sekarang tengah melihat pernikahan kedua suaminya.
"Dia sangat tabah" bisik Alena.
"Bukan tabah kak cuman Rahma pandai menyembunyikan kesedihannya" ucap Raya.
"Kalau aku yang jadi dia mungkin aku sudah minta cerai" bisik Alena.
"Kita tak akan sesabar Rahma" ucap Julia.
"Kata Rahma kemarin dia tak mau sampai papah nya tau karena dia takut papah nya akan terkena serangan jantung karena mendengar Rahma yang di perlakukan begitu" ucap raya.
"Rahma kau terlalu baik" ucap Julia.
"Aku doa kan semoga Rahma bisa bahagia nantinya" ucap Alena.
"Amin" serempak.
Namun Raya melihat sekarang Rahma tengah mendapat telpon, terlihat kalau wajah Rahma sekarang tengah tegang dan cemas.
Lalu Rahma menyimpan ponsel nya pada tas dan membawa tas nya.
Raya memicing kan matanya.
Karena saat ini Rahma keluar dari sana entah akan kemana Rahma.
"Mas, lihat Rahma keluar" ucap Raya.
"Mungkin dia tak kuat melihat ini" ucap Rayhan.
"Masa sih" ucap Raya.
Raya hanya diam saja karena mungkin yang di ucapkan Rayhan itu benar.
Tak lama setelah itu Iqbal datang ke sana karena akan menyaksikan teman nya menikah.
"Ray" sahut Iqbal yang langsung duduk di dekat Rayhan.
"Kemana saja kau" tanya Rayhan.
"Aku ada urusan biasa ngisi energi" ucap Iqbal.
"Terserah" ucap Rayhan.
"Tunggu aku ingin melihat Wanda itu seperti apa" ucap Iqbal.
"Apa kau tak tau, dia mantan nya Elpan" ucap Rayhan.
"Yang mana" tanya Iqbal.
Iqbal melihat wanita yang sekarang tengah bersanding dengan Elpan.
Iqbal seketika terkejut melihat hal itu.
"Wanita itu" ucap Iqbal yang langsung ingat dengan malam panas mereka saat di hotel.
"Kau kenal" tanya Rayhan.
"Tidak" ucap Iqbal menggeleng kan kepalannya,
Iqbal berbohong karena Tak mau sampai Rayhan tau kalau wanita yang sekarang menjadi istri nya Elpan adalah wanita sewaan Iqbal beberapa bulan yang lalu.
"Elpan menikah dengan nya, apa Elpan war as menikahi wanita malam seperti dia" gumam Iqbal.
Acara berjalan dengan lancar, namun Raya tak melihat kedatangan Rahma padahal sudah lama Rahma pergi dari sana.
"Ayo lah kita ucapkan selamat dan pulang" ucap Rayhan.
"Ya ayo" ucap mereka serempak.
Mereka naik ke pelaminan karena akan menemui Elpan.
"Selamat kak" ucap Raya.
"Selamat" ucap Julia ketus.
"Selamat hari pernikahan ya Wanda" ucap Alena.
"Ya Al terima kasih" ucap Wanda.
"Selamat El, hati hati Rahma pergi" ucap Rayhan berbisik di telinga Elpan.
__ADS_1
"Hah pergi? Kemana" tanya Elpan.
"Entah" ucap Rayhan.