Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 127


__ADS_3

Setelah selesai Raya memaksa untuk pulang ke rumah nya.


"Ray ayo lah maafkan aku" ucap Rayhan.


"Kau salah mas" ucap Raya.


"Ayo lah kembali pada ku" ucap Rayhan.


"Ck" Raya berdecak kesal.


"Aku sudah berubah" ucap Rayhan.


"Berubah" tanya Raya.


"Ya aku sudah berubah" ucap Rayhan.


"Aku gak percaya" ucap Raya.


"Ayo lah Ray plis" ucap Rayhan.


Raya tak mendengar kan Rayhan dia hanya pergi dari sana menuju kediaman Widirdja.


Grab yang Raya pesan sudah tiba di sana tanpa berpamitan Raya langsung pergi dari sana.


"Raya andai kamu paham" gumam Rayhan.


Sekarang Mutiya dan Van datang ke sana bertepatan dengan pulang nya Raya.


"Selamat siang tuan Rayhan" ucap Mutiya yang langsung keluar dari mobil nya.


"Siang" ucap Rayhan.


"Aku datang kemari karena ingin berterima kasih pada mu" ucap Mutiya.


"Terima kasih untuk apa" tanya Rayhan.


"Karena kau sudah menyelamatkan aku dan markas ku" ucap Van.


"Tak masalah setidaknya aku yang harus berterima kasih karena berkat kau dan anak buah mu aku bisa membalaskan dendam ku pada Dion adinata" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Van.


"Lalu bagai mana jasad dia sekarang" tanya Rayhan.


"Dia di bawa ke rumah sakit kau tau Ray istri muda nya menuntut semua anak buah ku" ucap Van.


"Lalu" tanya Rayhan.


"Aku mengancam nya" ucap Van.


"Parah" ucap Rayhan.


"Tuan Rayhan di mana Raya" tanya Mutiya.


"Kau tau ada rasa bahagia dan sedih yang sedang aku rasakan sekarang, aku bahagia karena Dion Adinata sudah tewas di tangan ku tapi ada yang membuat aku sedih, saat Raya tau semua dia langsung meminta untuk pisah bahkan sekarang dia pulang ke rumah mamahnya" ucap Rayhan.


"Wah sayang sekali" ucap Mutiya.


"Ayo masuk ke dalam, tak sopan sekali aku tak membiarkan tamu masuk ke dalam rumah" ucap Rayhan.


Mereka masuk ke dalam rumah Rayhan, Rayhan hanya menyuguhkan air putih saja karena tak ada cemilan di kulkas nya.


"Maaf aku hanya bisa berikan ini" ucap Rayhan.


"Tak masalah" ucap Van.


"Di mana pembantu mu" tanya Mutiya.


"Aku tak punya pembantu, dulu ada tapi setelah Raya ada di sini dia sudah tak punya kerja karena semua nya Raya yang mengerjakan, jadi dia mengundurkan diri ya karena dia sudah tua juga" ucap Rayhan.


"Oh rajin sekali Raya" ucap Mutiya.


"Ya begitu lah" ucap Rayhan.


"Tapi kata anak buah ku kau menyerahkan markas ke kaki tangan mu itu" ucap Van.


"Ya aku berikan pada nya, bukan berikan lebih tepatnya cuman aku hanya menyerahkan tanggung jawab nya saja" ucap Rayhan.


"Apa Raya tak bisa menerima mu karena itu" tanya Mutiya.


"Ya mungkin saja karena dia menyangka aku adalah Mafia" ucap Rayhan.


"Kau tau tuan sejak dulu Raya selalu tanya tentang Mafia pada ku" ucap Mutiya.


"Ya dan sekarang dia tau aku siapa" ucap Rayhan.


"Begitu lah wanita" ucap Van.


"Aku hanya ingin berterima kasih pada Raya" ucap Mutiya.


"Berterima kasih untuk apa" tanya Rayhan.


"Biasa lah masalah wanita" ucap Mutiya.


"Oh ya" ucap Rayhan.


Sedangkan sekarang Raya sudah berada di rumahnya,


Raya sekarang tengah duduk di sofa ruang tamu rumah mamahnya itu.


"Nona ada tamu" ucap Satpam yang ada di ambang pintu.


"Siapa" tanya Raya.


"Seorang wanita dan laki laki" ucap Satpam.


"Apa mas Rayhan" tanya Raya.


"Bukan Nona" ucapnya.


"Biarkan mereka masuk" ucap Raya.


"Baik Nona" ucap Satpam.


Raya menatap pada televisi yang sekarang tengah hidup dan menampilkan film kartun yang biasa Raya Tonton saat masih kecil.


"Permisi" ucap Alena yang sekarang bertamu pada rumah Raya.


Raya menatap pada pintu.


"Kak Alena, Ayo masuk kak" ucap Raya.


Raya melihat Ada Alena dan Lukas yang datang ke sana, Raya tau kalau kedatangan mereka ke sana adalah karena ingin membujuk Raya memaafkan Rayhan.


"Bi tolong bawa kan minuman dan cemilan untuk tamu ku" ucap Raya.


"Baik nona" ucap nya.

__ADS_1


"Ray rumah mu sangat bagus" ucap Alena.


"Bukan rumah ku tapi rumah mamah" ucap Raya.


"Ya sama saja kan" ucap Alena.


"Ya" ucap Raya.


Pelayan datang menyuguhkan minuman dan cemilan buat Alena dan Lukas.


"Silahkan di minum kak Al, tuan Lukas" ucap Raya.


"Ya terima kasih" ucap Alena dan Lukas.


"Nona sebenarnya kedatangan kami kemari karena ingin bilang kalau tuan sekarang sudah berubah Nona, tuan sudah menyerahkan markas pada ku dan sekarang tuan hanya lah laki laki biasa yang hanya mengurus perusahaan saja" ucap Lukas.


"Tetap saja tuan" ucap Raya.


"Ray ayo lah kenapa kau bersikap begitu kau tau kan Rayhan seperti apa" ucap Alena.


"Kak aku hanya sakit hati saja terkadang lebih sakit tau kebenaran dari orang lain dari pada dari orang nya sendiri" ucap Raya.


"Nona, sebenarnya tuan sudah cerita pada mu cuman kau ketiduran saat itu" ucap Lukas.


"Tetap saja walau pun begitu, kan bisa pagi nya atau siangnya" ucap Raya.


"Nona, Tuan bukan orang ja hat apa nona tau dia orang baik orang paling baik, bahkan banyak orang yang bergantung pada tuan walau pun bisnis tuan yang terbilang hitam tapi mereka menganggap tuan sangat baik" ucap Lukas.


"Aku kayanya tak bisa lagi menerima dia" ucap Raya.


"Kenapa" tanya Alena.


"Lagi pula dia sudah punya pengganti" ucap Raya.


"Pengganti apa" tanya Lukas.


"Sekertaris Mas Rayhan sekarang sangat dekat dengan nya aku yakin dia akan cepat melupakan aku" ucap Raya.


"Ya ampun Raya jangan begitu" ucap Alena.


"Tapi kak aku bisa lihat kalau mereka sangat dekat" ucap Raya.


"Dekat belum tentu jadian kan, mereka hanya dekat karena paksaan kerjaan saja" ucap Alena.


"Tapi kak aku rasanya tak bisa menerima mas Ray lagi" ucap Raya.


"Kenapa Nona, tuan selalu menolong mu saat kau dalam kesusahan, buktinya saja tadi Tuan menolong mu dari anak buah paman mu itu, apa masih kurang rasa sayang tuan, Nona" ucap Lukas.


"Tuan Lukas aku tak minta dia menolong aku" ucap Raya.


"Nona kau sangat berbelit belit aku yakin kalau di sini itu bukan tuan yang salah tapi kau, kau yang tak mengerti kondisi tuan dan kau yang mempersulit semua ini" ucap Lukas ketus pada Raya.


"Apa salah kalau aku tak mau menerima Mas Ray lagi" tanya Raya.


"Tidak salah nona, hanya saja kau terlalu gengsi untuk menerima nya kembali" ucap Lukas.


Raya tak menjawab lagi dia hanya menatap datar ke arah depan.


"Ayo Al kita pulang saja" ucap Lukas pada Alena.


"Tapi Lukas" ucap Alena.


"Ayo lah" ucap Lukas.


Mau tak mau Alena harus ikut pada Lukas, walau pun Alena juga berfikir kalau Ucapan Lukas terlalu menyakiti hati Raya.


"Ck Nona itu sangat berbelit belit Al ucapan nya dan pikiran nya itu sangat beda jauh" ucap Lukas.


"Beda jauh bagai mana" tanya Alena.


"Ya Nona hanya membesar besar kan masalah padahal Tuan rela berubah hanya karena untuk Nona" ucap Lukas.


"Sudah Lukas" ucap Alena yang ikut kesal pada sikap Lukas.


Sedangkan sekarang Raya hanya diam saja, hatinya memang berkata kalau Raya harus memaafkan Rayhan tapi gengsi nya membuat Raya mengurung kan itu semua.


"Aku harus apa sekarang" gumam Raya.


Keesokan harinya Raya sudah bersiap akan ke kampus karena sekarang dia akan bertanya dulu pada Elpan tentang masalah yang sekarang Rahma alami.


"Kasihan Rahma" gumam Raya.


Raya berjalan ke arah ruang tamu dan di sana kakak nya sudah bersiap akan berangkat dengan nya.


"Berangkat sekarang" tanya Fikri.


"Ayo" ucap Raya.


Mereka masuk ke dalam mobil.


"Kenapa sekarang Kevin dan Dendi tak ikut lagi bersama dengan mu" tanya Raya.


"Sekarang Kevin punya Motor kan dan Dendi juga sekarang pakai supir kalau ke kampus" ucap Fikri.


"Apa Dendi orang kaya" tanya Raya.


"Kaya cuman lebih kaya Kevin" ucap Fikri.


"Oh aku dulu pernah bertemu dengan Kevin saat aku ke Bali katanya dia sedang mengurus bisnis orang tuanya" ucap Raya.


"Ya karena itu sekarang aku, Kevin dan Dendi jarang ketemu karena bisnis" ucap Fikri.


"Oh" ucap Raya.


Di kediaman Rayhan sekarang Rayhan tengah bersiap karena akan ke perusahaan nya.


Drttt drttt


"Siapa pagi sekali sudah menelpon" gumam Rayhan.


📞📞


"Ya Bal ada apa" tanya Rayhan.


"Aku baru dapat kabar kalau Elpan akan menikah lagi" ucap Iqbal.


"Menikah lagi" tanya Rayhan.


"Ya dan sekarang dia sedang di cafe" ucap Iqbal.


"Dari mana kau tau" tanya Rayhan.


"Aku tau dari klien ku" ucap Iqbal.


"Oh baik lah ayo ke sana" ucap Rayhan.


📞📞

__ADS_1


Sekarang Rayhan langsung tancap gas karena dia akan langsung menemui Elpan yang katanya akan menikah lagi.


"Bagai mana pemikiran El, dia kan sudah punya Rahma kenapa akan menikah lagi" gumam Rayhan.


Sekarang Raya sudah berada di Cafe di sana sudah ada Julia dan Rahma yang sedang duduk di salah satu meja.


Terlihat kalau Julia sangat Canggung dalam posisi itu karena sejak tadi Rahma dan Elpan pun tak saling bicara.


"Pagi" ucap Raya memecah keheningan.


"Pagi" ucap Julia.


"Maaf kak aku mengundang mu datang" ucap Raya.


"Tak masalah ada apa" tanya Elpan.


"Aku dengar masalah kalian, kak aku harap Kak El bisa paham kalau seorang wanita tak akan mungkin setuju saat akan di dua kan" ucap Raya.


"Aku juga berencana akan menolak tapi ini adalah jalan keluar bagi aku dan Rahma" ucap Elpan.


"Jalan keluar" tanya Raya.


"Ya mamah sangat ingin punya cucu dan Rahma belum juga mengandung jadi kalau aku menikah lagi dan punya anak maka akan menguntungkan bagi aku dan Rahma" ucap Elpan.


"Tapi menikah lagi bukan jalan keluar kak" ucap Raya.


"Raya benar El" sahur Iqbal dan Rayhan yang baru saja datang ke sana.


"Kalian Sedang ada di sini" tanya Elpan.


"Kami tau masalah mu El" ucap Rayhan.


"Aku hanya berpikir kalau mamah itu benar" ucap Elpan.


"Tapi dengan menikah lagi apa yang akan menguntungkan bagi Rahma" tanya Raya.


"Setelah menikah dan punya anak aku akan cerai kan dia dan anak itu biar aku dan Rahma yang asuh" ucap Elpan.


"Bisa kan kalian memakai bayi tabung" ucap Iqbal.


"Tapi mamah mau anak dari aku, anak kandung aku darah daging aku" ucap Elpan.


"Kalau begitu cerai kan Rahma" ucap Raya.


"Hah mustahil aku tak akan mencerai kan Rahma" ucap Elpan.


"Kau serakah El" ucap Rayhan.


"Ray kau akan paham setelah kau tau masalah ku" ucap Elpan.


"Aku paham permasalahan mu El tapi apa menikah lagi adalah jalan keluar" tanya Rayhan.


"Ya menurut aku, ini adalah jalan satu satu nya" ucap Elpan.


"Rahma bagai mana kau sekarang" tanya Iqbal namun Rahma tak menjawab.


"Ayo lah Rahma keluar kan unek unek mu jangan di pendam sendirian" ucap Rayhan.


"Aku tak mau pisah dan aku juga tak mau di dua kan" ucap Rahma Sendu.


"El sebaik nya kalau kau begini maka kau jadi seperti ku saja" ucap Iqbal.


"Ya El, Iqbal lebih terhormat dari pada kau" ucap Rayhan.


"Kalian gak paham" ucap Elpan.


"Gak paham bagai mana" tanya Iqbal.


"Kalian hanya melihat dari pandangan Rahma saja tapi tidak dari pandangan ku" ucap Elpan.


"Seharusnya kau de wasa untuk menyelesaikan ini El karena kau tau betul bukan bagai mana rasanya di khianati" tanya Rayhan.


"Ya aku tau Ray tapi apa kau tau orang yang akan aku nikahi adalah wanita yang sama yang membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali nya" ucap Elpan.


"CK kau memulung orang yang dulu sudah membuang mu" ucap Rayhan.


"Wanda tak membuang ku Ray tapi aku yang salah dulu" ucap Elpan.


"Ck" Rayhan berdecak kesal.


"Kalian jangan ikut campur plis aku tak mau kalau masalah ini akan ada orang yang dengar" ucap Elpan.


"Dasar serakah" ucap Rayhan.


Plak


Elpan menampar Rayhan tepat di hadapan semua orang.


"Sudah aku tekan kan kalau aku tak serakah" ucap Elpan.


Bugh


Iqbal memukul Elpan.


"Kau akan tau akibat nya nanti" ucap Iqbal.


"Aku akan tunggu" ucap Elpan.


"Beraninya kau menampar ku" ucap Rayhan marah.


Raya langsung berdiri dan menghentikan Rayhan yang sekarang akan membalas perbuatan Elpan.


"Sudah mas" ucap Raya.


Elpan pergi dari sana meninggal kan Rahma yang masih mematung di sana.


Rahma langsung pergi dari sana hendak menyusul Elpan.


"Ray aku tak akan masuk kuliah" ucap Rahma.


"Tapi Rah" ucap Raya.


"sudah lah biarkan saja mungkin Rahma akan menyusul Kak El" ucap Julia.


"tapi bagai mana dengan Rahma apa dia tak akan terkena masalah" tanya Raya.


"biarkan saja Raya" ucap Iqbal.


"kak dari mana kalian tau kalau Kak El itu akan melakukan itu" tanya Raya.


"aku tau dari klien Aku kerja, jadi tanpa aba aba lagi aku langsung mengajak Rayhan datang ke sini" ucap Iqbal.


"oh" ucap Raya.


sekarang mereka melanjutkan pembicaraan bersama di sana.


mencari jalan keluar untuk masala yang sedang Rahma alami ini karena jujur saja sebagai seorang teman mereka mau yang terbaik untuk kehidupan Rahma dan Elpan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2