Dendam Lama Sang Mafia

Dendam Lama Sang Mafia
bab 90


__ADS_3

Raya pulang dengan perasaan marah, entah kenapa Raya semakin merasa kalau Bu ajeng itu bukan ibu kandungnya, karena sikap bu Ajeng yang selalu saja menyepelekan Raya bahkan saat itu juga pernah bu ajeng lebih memperhatikan Fikri dari pada Raya yang jelas jelas anak kandungnya.


"Aku sangat kesal pada mamah" ucap Raya.


Raya pulang ke kediaman Rayhan.


Namun mata Raya tak sengaja melihat ada pamannya yang sekarang tengah melihatnya dari jarak yang cukup jauh.


"Paman" gumam Raya.


Namun saat Raya melihat paman nya sudah tak ada.


"Apa itu benar paman, apa aku hanya salah lihat saja" tanya Raya sambil mengucek matanya.


"Ahh mungkin hanya salah lihat saja" gumam Raya.


Raya pulang ke rumah Rayhan, dia masuk dengan rasa kesal karena masalah dengan mamahnya itu.


"Sudah pulang Ray" tanya Nita pada menantunya itu.


"Ya mah" ucap Raya menyalimi tangan mamah mertuanya.


"Rayhan sedang istirahat di kamar" ucap Nita.


"Ya mah aku akan mandi dulu ke kamar" ucap Raya.


"Ya sayang" ucap Nita.


Raya naik ke dalam kamarnya disana ada Rayhan yang sekarang duduk di ranjang menatap pada layar laptop.


"Raya sudah pulang" tanya Rayhan.


"Ya mas" ucap Raya murung.


"Ada apa" tanya Rayhan.


"Mas" ucap Raya yang langsung mendekat pada Rayhan, Raya memeluk Rayhan yang sekarang sedang bekerja.


"Ya sayang ada apa" tanya Rayhan mengusap lembut rambut Raya yang terurai.


"Mas" ucap Raya yang langsung menangis di pelukan Rayhan.


"Kamu kenapa Raya" tanya Rayhan.


"Hiksss hikss" Raya malah semakin menangis di dalam dekapan Rayhan.


Rayhan mengeratkan pelukannya guna supaya Raya bisa sedikit tenang sekarang.


"Tenang dan cerita kan ada apa" tanya Rayhan.


"Mas tadi aku mampir ke perusahaan mamah, kau tau di sana mamah tak melihat ku dia hanya memberikan aku uang sebesar delapan ratus ribu, kau tau Mas mamah memaksa aku mengambil nya, dia fikir aku butuh uang nya tapi tidak mas aku juga butuh kasih sayang nya sampai sini aku paham kalau benar mamah pergi ninggalin ayah itu karena mamah ingin banyak harta" ucap Raya menangis.


"Sabar Raya" ucap Rayhan.


"aku sudah tak punya siapa siapa lagi mas hanya mamah saja yang aku punya" ucap Raya.


"Jangan bilang begitu Ray, kamu punya aku sekarang kamu gak sendirian lagi" ucap Rayhan.


"Mas aku gak sanggup" ucap Raya.


"Kalau bisa aku ingin sekali Ayah hidup biar mamah saja yang pergi" ucap Raya.


"Huss jangan begitu dia ibu mu orang yang sudah melahirkan kamu, kalau tak ada dia kamu juga gak akan ada" ucap Rayhan.


"Tapi mas apa begitu sikap seorang ibu, bahkan aku sangat iri pada orang lain yang hidupnya sederhana tapi banyak kasih sayang dari ibu dan bapak nya lalu aku" ucap Raya.


"Sabar ya, aku yakin nanti juga Bu ajeng akan sadar" ucap Rayhan.


"Ya mas Aminn" ucap Raya.


Di sisi lain tepatnya di perusahaan Bu Ajeng Widirdja, saat ini pemilik perusahaan itu sangat marah pada perlakuan putri kandungnya sendiri.


"Benar benar, apa sikap itu yang di ajarkan ayahnya Raya, aku tak sangka kalau Ayah nya Raya mendidik anak dengan tak be cus menyesal aku meninggalkan Raya kenapa dahulu aku gak bawa saja" geram Bu Ajeng.


"Mah aku akan ke kampus" ucap Fikri.


"Ambil lah" ucap Bu ajeng menujuk uang delapan ratus ribu yang tadi akan dia berikan pada Raya.


"Mah kenapa" tanya Fikri sambil mengambil uang itu.


"Mamah gak habis fikir pada Adik mu Fik, apa salah nya jika dia mengambil uang yang mamah berikan, kalau memang dia banyak uang dari suaminya, tapi apa salah nya menghargai mamah" ucap Bu Ajeng marah marah.


"Sudah lah mah tak masalah" ucap Fikri.


"Tapi Fik ini mamah loh mamah kamu mamah Raya apa salah jika mamah ini memikirkan kebahagiaan anak anak nya" ucap Bu Ajeng.


"Mungkin Raya sedang tak baik baik saja mah" ucap Fikri.


"Sudah lah mamah kesal padanya" ucap Bu ajeng.


"Kenapa mamah" batin Fikri bertanya tanya.


Fikri berjalan menuju loby, Fikri ingat dengan masa lalu nya bersama dengan Raya.


Flash back onn


Fikri melajukan mobilnya dengan perasaan cemburu, dia tak bisa berpikir jernih dia takut mengalami kecelakaan kalau dia terus melajukan mobilnya.


Karena Fikri sedang cemburu pada Raya karena bisa bisanya Raya mengobrol dengan laki laki lain sedangkan sekarang pacarnya adalah fikri.


Fikri menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Siapa dia" tanya Fikri ketus.


Raya hanya tersenyum tipis.


"Kau cemburu Boy" tanya Raya meledek.


"Tidak" ketus Fikri.


"Jangan berbohong aku tau raut wajahmu saja terlihat sangat garang" ucap Raya tersenyum tipis.


Fikri memandang Raya yang duduk di sampingnya,


"Jangan marah dia pak Rayhan dia yang menolongku saat aku di pukuli paman dulu" ucap Raya.


"Oh lantas kenapa tadi kau duduk dan menemaninya makan" ucap Fikri.

__ADS_1


"Itukan hanya aturan dari cafe" ucap Raya.


Fikri mendekatkan wajahnya ke wajah Raya dia sangat ingin mencium pipi Raya yang sangat menggemaskan itu.


Saat bibirnya akan bersentuhan dengan pipi Raya..


Ehemkk..


Suara temannya dari belakang mengangetkan Fikri sehingga membuat Fikri tak jadi mencium Raya.


Raya melihat kearah belakang kursi yang sedang di dudukinya, Raya melihat kalau ada Kevin dan Dendi yang sedang duduk manis di belakang jok mobil dari tadi.


"Kau tak bilang jika ada mereka di belakang, aku malu Fik" bisik Raya.


"Bukannya kalian akan naik taksi" tanya Fikri kesal pada kedua temannya itu.


"Tuan muda kau tak memberikan aku uang untuk naik taksi" sahut Dendi.


"Apa, kalian ini" gerutu Fikri kesal.


"Antarkan saja kami pulang Fik, gak akan lama kok rumahku juga sudah dekat" ucap Kevin.


Fikri melihat kearah Raya dan Raya hanya megangguk saja.


"Dasar teman tak waras" gerutu Fikri sambil melajukan kembali mobilnya.


Flash back off.


"Aku rindu pada Mu Raya, kapan aku bisa seperti itu lagi, padahal jelas jelas kita bukan keluarga karena mamah Ajeng adalah mamah mu Raya bukan mamah ku" gumam Fikri.


Saat ini fikri masih melamun sambil bersandar di dinding, kantor itu.


Julia datang kesana.


"Anak ini kenapa apa kemasukan" tanya Julia.


"Tuan muda" ucap Julia mengangetkan Fikri.


"Julia ada apa kau" tanya Fikri kaget.


"Tuan kau melamun sendirian di sini" ucap Julia.


"Terserah" ucap Fikri yang langsung pergi dari sana.


"Tak waras" gumam Julia.


Sekarang Lukas sudah kembali ke kota setelah mengantar Zia ke pesantren.


Lukas langsung ke kosannya karena akan pindah rumah karena sebelumnya Lukas sudah bilang pada pengelola apartemen yang Rega tempati bahwa sekarang Lukas akan kesana.


Tanpa Lukas duga, ada Alena yang datang kesaa entah kenapa Lukas merasa sangat malas jika melihat Alena.


"Ada apa" tanya Lukas ketus.


"Aku hanya mau ber tanya" ucap Alena.


"Apa" tanya Lukas.


"Apa Zia sudah pulang" tanya Alena.


"Sudah sampai di pesantren, ada yang lain" tanya Lukas masih dalam keadaan ketus.


"Damai" tanya Lukas.


"Ya, aku bosan terus terusan begini pada mu, apa lagi apa yang aku dapatkan dengan melakukan ini" tanya Alena.


"Baik lah aku menerima ajakan mu" ucap Lukas.


"Terima kasih" ucap alena.


"Apa kita berteman sekarang" tanya Alena pada Lukas.


"Ya" ucap Lukas.


"Kau masih ketus pada ku" ucap Alena.


"Tidak" ucap Lukas.


"Sekarang apa lagi, ayo pulang lah aku sibuk" ucap Lukas.


Alena kaget karena bisa bisa nya Lukas mengusirnya dari sana.


Alena pergi dari sana karena Lukas sudah mengusirnya.


"Nyesel aku ngajak damai apa lagi dia kaya begitu" gumam Alena.


Lukas melajukan mobilnya menuju apartemen tapi seorang anak buah Rayhan menghubunginya untuk datang ke markas karena ada masalah.


"Masalah apa lagi" gumam Lukas.


Lukas melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena dia sangat ingin cepat sampai ke markas.


Mobil Lukas terparkir di halaman Markas Tiger Group, Lukas masuk kedalam dengan membawa pistol yang pelurunya sudah habis.


"Ada apa" tanya Lukas pada anak buah Rayhan yang sekarang tengah duduk di sana.


"Tuan Lukas ada beberapa klien membatalkan pesanan mereka, mungkin malam ini kita gak jadi mengirim barang tuan" ucap anak buah Rayhan.


"Baiklah tak apa aku akan laporkan sekarang pada tuan Rayhan" ucap Lukas.


📞📞


..."Tuan" ucap Lukas....


..."Ada apa Lukas" tanya Rayhan....


..."Tuan ada klien yang membatalkan pesanan kita gagal melakukan pengiriman malam ini" ucap Lukas....


..."Tak masalah" ucap Rayhan....


..."Pastikan kalau dia tak bisa memesan barang lagi pada kita" ucap Rayhan....


..."Baik tuan" ucap Lukas....


📞📞


Rayhan yang saat ini berada di rumahnya pun hanya diam saja saat mendapat kabar itu.

__ADS_1


"Apa ini" gumam Rayhan.


Tokk


Tokk


"Siapa" tanya Rayhan yang sekarang berada di kamarnya sedangkan Raya sekarang tengah mandi.


"Mamah" sahut Nita yang mengetuk pintu.


"Ada apa mah" tanya Rayhan.


"Ray besok mamah akan pulang, kau sudah sembuh kan jadi mamah tak cemas akan meninggalkan mu" ucap Nita.


"Tinggal lah lebih lama lagi" ucap Rayhan.


"Tak bisa Ray, kami punya sawah yang harus di rawat" sahut Topan yang baru datang kesana.


"Pah tinggal lah dua hari lagi saja" ucap Rayhan.


"Maaf Ray tapi mamah dan papah benar benar harus segera pulang" ucap Topan.


"Baik lah aku dan Raya akan antar kan mamah ke kampung besok" ucap Rayhan.


"Ya kau menginap lah di sana satu malam saja" ucap Nita.


"Ya mah" ucap Rayhan.


Raya keluar dari kamar mandi menggunakan pakian yang lengkap.


"Mah" ucap Raya.


"Ray besok mamah akan pulang" ucap Nita.


"Kenapa pulang mah" tanya Raya.


"Ya Raya mamah terlalu lama di sini" ucap Nita.


"Lama bagai mana baru saja tiga hari mah" ucap Raya.


"Tetap saja sayang mamah punya sawah yang harus mamah rawat" ucap Nita.


"Ya baik lah" ucap Raya.


"Kau ikut lah dan menginap di sana satu malam saja" ucap Nita.


Raya menatap pada Rayhan, karena paham pada kode yang Raya berikan Rayhan pun menganggukan kepala nya, mengiyakan ucapan mamahnya itu.


"baik lah aku akan ikut" ucap Raya.


"mamah akan ke kamar dulu beres beres ya" ucap Nita.


"ya mah" ucap Rayhan dan Raya.


Sore harinya di apartemen Julia saat ini sudah pulang dari kerjanya karena sudah pukul empat sore juga, Julia masuk kedalam kosannya karena sekarang hari yang cukup melelahkan bagi Julia.


Julia melihat kalau pintu apartemen punya Rega masih di kunci gembok.


"kemana dia apa belum pulang ya" tanya Julia.


julia tak memperdulikan Rega dia langsung masuk mengambil handuk dan salin karena sekarang Julia akan mandi.


Saat ini di kamar mandi Julia harus mengantri karena ada beberapa orang juga yang hendak ke kamar mandi.


"ya ampun ada yang cukup elit tapi kamar mandi sulit, kemarin di kosan kamar mandi nya selalu kosong tapi airnya keruh" gumam Julia.


Datang lah Rega kesana sambil membawa jaket yang dia jinjing di tangannya.


Rega jalan dengan sempoyongan dengan mata merah dan mulut yang bau alko hol menyeruak.


"dia kenapa" tanya penghuni apartemen yang mengantri bersama dengan Julia.


"bukan nya dia teman mu* tanya nya.


" ya dia teman ku" ucap Julia.


"lihat dulu siapa tau dia kenapa kenapa".


" ya aku akan lihat" ucap Julia.


Julia langsung ke kamar punya Rega dia melihat kalau sekarang Rega tengah berbaring di ruangan tengahnya dengan tubuh yang langsung bersentuhan dengan lantai tanpa sehelai benang pun yang mengalasi nya.


"Rega kau kenapa" tanya Julia.


"ehmmt" Rega tak menjawab matanya ter tutup dan tanpa terasa Rega langsung tidur.


"dia tidur" gumam Julia.


Julia mengambil bantal dan selimut dari kamar Rega, Julia memakai kannya pada Rega karena takutnya Rega akan kedinginan.


Tiba tiba Lukas datang kesana.


"ada apa ini" tanya Lukas yang sekarang sedang berada di ambang pintu kamar apartemen Rega.


"tuan Lukas, Rega mabuk" ucap Julia.


"mabuk" gumam Lukas.


"biar kan saja Jul nanti juga dia akan bangun sendiri" ucap Lukas.


"ya oh ya tuan Lukas datang kemari untuk menyewa kamar kan" tanya Julia.


"kau benar, Jul kalian pindah aku di sana sendirian maka dari itu aku datang kemari" ucap Lukas.


"ya baik lah tuan aku akan mandi dulu kaya nya antrian nya juga sudah tak ada" ucap Julia.


"apa akan mandi harus mengantri dahulu" tanya Lukas.


"ya tuan tapi kalau soal ari, di sini bagus tuan tak seperti di kosan" ucap Julia.


Julia ke kamar mandi karena akan mandi, sedangkan Lukas sekarang dia masuk kedalam kamarnya dan membereskan barang barang nya di sana.


"selesai" gumam Lukas menatap pada sekeliling arah sekarang sudah bersih dab rapih.


Lukas hendak mandi dan untung saja sekarang kamar mandi kosong jadi Lukas bisa senang tiasa mandi tanpa harus di gangu dengan antrian.


"aku tak punya sabun, tak apa lah besok aku akan beli di super market dekat sana sekarang aku mandi saja tanpa sabun" gumam Lukas.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2