
Seketika tubuh Raya gemetar hebat, karena dari kecil dia tak pernah berdekatan dengan lelaki, Raya cukup paham tentang seorang lelaki dan perempuan bersama dalam rumah, Raya takut jika Rayhan melakukan itu padanya.
Dengan kekuatan penuh Rayhan menggendong tubuh ramping Raya masuk kedalam Rumah.
Rayhan membawa Raya kekamar tamu untuk membaringkan Raya disana.
Namun hati Raya malah merasa sangat takut saat Rayhan membawanya masuk kamar.
"Jangan apa apa kan saya pak, saya mohon" rengek Raya tak terasa sangking takutnya Raya meneteskan air matanya.
"Haha..hahaha.. Raya aku tak akan meper*ko*sa mu aku tak tertarik padamu Raya Haha.. Dasar Bocil mesum" sahut Rayhan sambil tertawa mentertawakan reaksi Raya.
Mungkin ini pertama kalinya Rayhan bisa tertawa lepas lagi karena selama dua belas tahun Rayhan tak pernah tertawa lepas.
Raya memoyongkan bibirnya karena sebal dengan Rayhan itu.
Ada Sedikit rasa malu dihati Raya karena dia memang sudah berpikiran mesum tadi.
"Aku akan panggil pembantuku untuk mengobati lukamu, tidurlah disini Raya aku tak akan menyentuhmu sedikit pun" sahut Rayhan masih cengengesan mentertawakan Raya.
"Kenapa Raya kamu ngomong gitu tadi jadikan dia berpikir kalau aku mesum" batin Raya menyalahkan diri sendiri.
Rayhan berjalan kearah dapur disana ada Bi Ratna yang sedang mencuci piring, Rayhan berjalan ke sana dan membuka laci mengambil kotak P3K.
"Bi tolong obati teman aku dia luka" titah Rayhan.
"Dimana Den" tanya Bi Ratna menyudahi kegiatan cuci piringnya.
"Di kamar tamu" ucap Rayhan pergi dari sana menuju kamarnya.
Tokk tok..
"Maaf non boleh bibi masuk" ucap seseorang dari balik pintu.
"Masuk" sahut Raya.
Saat pintu terbuka, nampaklah bi Ratna yang membawa kotak P3K sedang berdiri di ambang pintu.
"Kata den Rayhan non terluka mana biar bibi obati" sahut bi Ratna.
"Ini bi" Raya membuka jaket hoddie yang melekat pada tubuhnya, Raya merasa tak canggung pada pembantu itu karena sama sama perempuan jadi Raya tak segan pada bibi Ratna.
"Ini kenapa non kok merah begini" tanya bi Ratna terkejut karena melihat luka di tubuh Raya sangat banyak dan sudah mulai membiru.
"apa ini perbuatan den Rayhan non" tanya bibi Ratna dengan penuh selidik takut anak asuhnya itu menyakiti perempuan yang tak berdosa.
__ADS_1
"Bukan bi ini ulah paman saya, begitulah dia selalu kasar pada saya walau pun saya tak salah apa apa" curhat Raya dengan meneteskan Air mata.
"Kasihan sekali kamu non, yang sabar ya suatu hari nanti non pasti akan bahagia" sahut bi Ratna menguatkan Raya.
"Amin, terima kasih bi sudah membantu saya" sahut Raya.
"Apa non ini pacarnya den Rayhan" tanya bi Ratna.
"Bukan bi saya tak kenal pada Rayhan" jawab Raya cepat tak mau kalau bi Ratna berpikir terlalu jauh tentang mereka.
"Gak papa Non jika itu benar malah bagus untuk den Rayhan, dari dulu dia tak pernah bawa perempuan ke rumah hanya non saja yang sekarang dibawa kerumah" jelas bibi Ratna.
"Siapa nama non" tanya bibi Ratna sambil mengobati luka Raya dengan bethadin.
"Saya Raya bi kalau bibi" tanya Raya balik.
"Nama bibi Ratna pangil saja bibi Ratna" jawabnya.
"Oh apa pak Rayhan tinggal dengan bibi saja disini" tanya Raya yang sedari tadi tak melihat orang lain lagi selain bi Ratna.
"Tidak non Den Rayhan tinggal dengan adiknya tapi sekarang gak ada karena sedang bersama ibu bapaknya Den Rayhan sedangkan ibu dan bapaknya den Rayhan tinggal di luar negri, jadi dari kecil pun den Rayhan bibi yang urus" jelas bi Ratna.
"Oh" sahut Raya.
"Sudah non silahkan istirahat" sahut bi Ratna sambil berjalan keluar dari kamar Raya.
"Udah, terima kasih bi" sahut Raya.
Raya membaringkan tubuhnya di kasur empuk dan besar itu, namun betapa terkejutnya Raya saat melihat Rayhan yang sudah berada di sana padahal saat ini Raya belum memakai baju karena lukanya belum kering.
"Aaaaa" teriak Raya sambil menutupi badannya yang tak memakai baju dengan selimut.
"Baju ini pakai lah" ucap Rayhan.
"Pak bisakan kalau kesini ketuk dulu pintu, aku kan wanita pak" ucap Raya.
"Pintunya kebuka bagaimana aku akan mengetuknya" ucap Rayhan ketus.
"Ck" decak Raya.
Rayhan mendekat kearah Raya dia memberikan kemeja miliknya untuk di pakai Raya karena sudah bisa di pastikan kalau baju Raya kotor.
"Selamat istirahat" ucap Rayhan datar.
"Terima kasih" ucap Raya.
__ADS_1
**
Pagi ini Raya sudah bersiap untuk pergi ke kampus, Raya masih berada di rumah Rayhan dan hari ini Raya harus segera mencari tempat untuknya tinggal.
Raya keluar dari kamarnya dia melihat Rayhan yang sedang duduk Sofa dan matanya Fokus pada layar ponsel pada tangannya.
"Terima kasih pak" sahut Raya yang membuat Rayhan menoleh kearah suara lembut itu.
"Untuk apa" tanya Rayhan datar.
"Karena bapak sudah membantu saya, saya janji jika nanti saya sudah punya uang saya akan balas semua kerugian bapak" sahut Raya.
"Sudahlah aku ikhlas menolongmu, aku tak tahan jika melihat seorang perempuan menjadi korban pelecehan" sahut Rayhan yang masih menatap layar ponselnya.
"Baiklah kita berangkat sekarang dan akan aku carikan kontrakan yang pas untukmu" sahut Rayhan sambil bangkit dari duduknya.
"Jangan pak sekarang saya harus segera masuk kampus sekarang saya masuk kelas pagi" sahut Raya sambil melihat jam yang menempel di dinding dan menunjukan pukul 7 pagi.
"Saya antar kamu sampai ke kampus" perintah Rayhan.
Raya hanya menurut saja karena jika dia menolak maka dia akan terlambat masuk ke kampusnya.
Mobil yang Rayhan kendarai melaju dengan kecepatan sedang, mobil Rayhan melaju membelah jalan ibu kota yang tak terlalu ramai.
"Sampai" ucap Rayhan saat mobil sudah terparkir di depan gerbang kampus.
"Terima kasih pak" ucap Raya sambil pergi meninggalkan mobil Rayhan.
Semua orang yang ada di kampus melihat kearah Raya yang diantar oleh pria tampan yang baru saja keluar dari mobil mewahnya.
Semua mata melihat pada dua sejoli yang sedang berbincang.
"Nanti aku jemput jam 12 siang aku akan antar kamu mencari kontrakan" sahut Rayhan datar.
"Tidak usah pak, biar saya yang mencarinya sendiri" jawab Raya tak enak karena semua orang melihatnya.
"Jangan menolak Raya aku takut kamu di culik jadi biar aku yang antar kamu mencarinya" ucap Rayhan memaksa.
"Baiklah aku jalan sekarang" ucap Rayhan sambil melengos pergi meninggalkan Raya yang masih mematung sendirian.
**Bersambung...
Bagaimana Raya malu gak udah berfikir mesum begitu..
Jangan lupa like comen dan votenya ya**...
__ADS_1