
"yang benar saja" tanya Lukas.
"Ya aku benar" ucap Alena.
"Kau fikir saja mana mungkin aku memaksa begini pada mu kalau aku gak mau nikah dengan mu" ucap Alena.
"Oh ya tapi aku gak punya apa apa" tanya Lukas.
"Aku miskin" ucap Lukas.
"Lalu" tanya Alena.
"Aku juga miskin" ucap Alena.
"Tapi apa orang tua kamu akan merestui kita" tanya Lukas.
"Asal kau mau pada ku mereka pasti akan menerima kamu" ucap Alena.
"Aku gak yakin" ucap Lukas.
"Kita buktikan saja ke rumah" ucap Alena.
"Nanti ya aku sedang berusaha mengumpulkan uang yang banyak" ucap Lukas.
"Ya aku tunggu" ucap Alena.
Malam harinya Lukas pulang dari hotel itu menuju ke apartemen nya.
Lukas merasa sangat lapar walau pun sudah makan dengan Alena tapi Alena hanya makan roti dan selai kacang.
Tak heran jika Lukas merasa lapar lagi karena Lukas harus banyak tenaga untuk besok bekerja lagi di perusahaan Rayhan.
Lukas mampir ke salah satu Cafe yang berada di pinggir jalan arah ke apartemen.
Lukas melihat ada Julia dan Rega di sana.
"Hey" ucap Lukas yang langsung bergabung dengan kedua sejoli yang sedang pa ca ran itu.
"Kak kau dari mana saja apartemen mu gelap" ucap Rega.
"Aku jalan jalan" jawab Lukas.
"Gaya nya" ucap Rega.
"Pesan apa kalian" tanya Lukas.
"Aku pesan nasi goreng" ucap Julia.
"Aku juga akan pesan nasi goreng saja" ucap Lukas yang langsung memesan ke arah kasir di sana.
Setelah selesai Lukas kembali duduk di meja bersama dengan Rega dan Julia.
"Oh ya kak aku butuh rekaman cctv yang kau pasang di mobil Tuan" ucap Rega.
"Ya nanti aku akan kirim kan aku juga belum lihat" ucap Lukas.
"Kenapa? Kan siapa tau saja kita dapat bukti di sana" ucap Rega.
"Setau aku tak ada kejadian yang terjadi sekarang" ucap Lukas.
"Ya siapa tau saja kan ada" ucap Rega.
"Ya" ucap Lukas.
Sedangkan di sisi lain Dion Adinata tengah memikirkan rencana untuk membalas Rayhan, bahkan sekarang Dion mau kalau dia membuat Rayhan hancur sekali gus.
"Tuan aku baru dapat kabar kalau sekarang Rayhan baru saja pulang ke rumah nya" ucap salah satu anak buah Dion.
"Apa berita itu penting bagi ku bahkan sebelum kau memberi tau pun aku sudah tau, kau fikir saja sendiri Rayhan kalau gak pulang ke rumah dia akan ke mana lagi" ucap Dion.
"Tuan aku punya rencana yang cukup unik" ucap Anak buah Dion.
"Rencana apa" tanya Dion.
"Bagai mana kalau kita beri tau pada istri nya Rayhan siapa sebenarnya Rayhan karena kan Istri nya belum tau kalau Rayhan itu Mafia" ucap nya.
"Ya kau benar sekali" ucap Dion tersenyum tipis.
"Baik lah apa rencana berikut nya" tanya Dion.
"Anda hanya harus memata matai Rayhan lalu memotret Rayhan yang sedang berbuat ke jam pada orang lain, aku yakin kalau istrinya akan percaya" ucap nya.
"Ya lakukan" ucap Dion.
"Baik lah" ucap anak buah nya.
Pagi hari nya Rayhan dan Raya akan berangkat ke kantor karena sekarang Raya masih ada waktu tiga hari lagi karena setelah tiga hari Raya akan kembali ke kampus untuk belajar.
"Mas sudah makan nya" tanya Raya.
"Sudah" ucap Rayhan.
"Tadi pagi aku lihat di ponsel mu kalau Bu Ajeng mengirim pesan agar kau datang ke perusahaan nya" ucap Rayhan.
"Ya" ucap Raya.
"Datang saja" ucap Rayhan.
"Tapi mas" ucap Raya.
"Datang saja Raya siapa tau penting itu kan mamah mu juga" ucap Rayhan.
"Ya baik lah" ucap Raya.
"Siang nanti aku akan ke sana" ucap Raya.
"Ya bagus" ucap Rayhan.
Mereka berangkat ke kantor saat ini Lukas kembali lagi bekerja karena sudah cuti kemarin.
"Mas" tanya Raya.
"Apa" tanya Rayhan.
"Misal kalau kau punya anak kau mau yang seperti apa" tanya Raya.
"Kau hamil" tanya Rayhan.
"Gak maksud ku kalau punya anak kau mau cowo atau cewek" tanya Raya.
"Cowo kaya nya" ucap Rayhan.
"Loh kok cowok" tanya Raya.
"Lalu kau tanya kan pada ku ya aku jawab dan aku mau anak cowok" ucap Rayhan.
"Padahal aku mau cewek" ucap Raya.
"Ya terserah kau saja kau juga yang mengandung" ucap Rayhan.
"Ya mas tapi kan aku hanya tanya saja" ucap Raya.
"Baik lah aku juga mau cewek" ucap Rayhan.
"Gitu dong" ucap Raya.
__ADS_1
Mereka sampai di kantor di sana sudah ada Lukas yang Sedang menunggu kedatangan tuan nya karena akan memberi kan hasil rekaman Cctv yang dia pasang di mobil Rayhan pada Rega.
"Selamat pagi tuan" ucap Lukas.
"Pagi Lukas" ucap Rayhan.
"Bisa saya keluarkan Rekaman Cctv yang saya Pasang di mobil" tanya Lukas.
"Kenapa sekarang nanti sore saja" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas.
Mereka masuk ke dalam perusahaan karena akan langsung bekerja bahkan sekarang sudah banyak file yang menumpuk di sana untuk Rayhan tanda tangani.
Sedangkan diparkir an mobil ada dua orang suruhan Dion yang akan melancarkan aksinya yang akan menjebak Rayhan.
"Mereka" tanya nya.
"Ya tuan siap membayar mu mahal asal kau dapat, soal model nya aku sudah dapat kan" ucap seorang anak buah Dion.
"Itu hal gampang" ucap seorang Fotografer handal yang sudah di bayar oleh Dion.
"Aku tak mau kalau sampai kau gagal".
"Kau tenang saja tuan aku tak akan gagal" ucap nya.
"Kau diam lah di sini sampai orang yang akan bertengkar dengan Rayhan datang kau hanya perlu memfotret nya saja" ucap nya.
"Siap tuan" ucap Fotografer itu.
Fotografer itu diam di sana sampai siang hari karena menunggu waktu senggang dan menunggu model yang di sewa Dion datang.
"Kau" tanya Fotografer.
"Aku yang jadi model nya" ucap salah seorang laki laki yang baru saja datang ke sana.
Siang harinya di dalam perusahaan Raya berpamitan Karena akan ke perusahaan mamahnya walau bagai mana pun ucapan Rayhan ada benar nya juga kalau bagai mana pun Bu Ajeng itu tetap lah ibu kandung Raya.
"Mas aku akan ke perusahaan Mamah" ucap Raya.
"Ya hati hati di jalan sayang" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
Raya pergi dari sana menuju ke perusahaan mamahnya dengan naik mobil pribadi yang di antar supir.
Fotografer itu tersenyum penuh arti.
"Lakukan tugas mu" ucap nya.
Laki laki yang menjadi model itu masuk ke dalam mobil untuk berganti pakaian karena dia akan menyamar sebagai pengemis dan masuk ke dalam perusahaan Rayhan untuk mencari gara gara.
Laki laki itu masuk sebagai pengemis dengan membawa keresek.
Kedua satpam yang menjaga di sana langsung sigap menghalangi karena sesuai peraturan pengemis atau pengamen di larang masuk ke dalam.
"Maaf pak ini perusahaan" ucap kedua satpam itu.
"Saya mau bertemu dengan atasan kalian" ucap pengemis.
"Tidak bisa karena ini perusahaan" ucap Satpam.
"Tapi saya mau masuk".
"Ayo bawa keluar" ucap Satpam pada teman satpam nya.
Mereka hendak membawa pengemis itu keluar tapi sayang pengemis itu malah berteriak kesakitan.
Rayhan yang sekarang tengah berada di dapur pun mendengar hal itu.
"Itu tuan katanya ada pengemis maksa untuk masuk" ucap salah satu karyawan.
"Ada ada saja" ucap Rayhan.
"Rayhan keluar kau Rayhan" teriak pengemis dari luar.
"Berani nya dia" bisik para karyawan.
Rayhan yang merasa nama nya di panggil pun langsung keluar dari sana mendekat pada pengemis itu.
"Ada apa" tanya Rayhan.
"Aku hanya mau minta sedekah pada mu" ucap pengemis itu.
Rayhan mengambil uang dalam saku celana nya.
Rayhan memberikan uang satu lembar berwarna merah pada pengemis itu.
"Hanya seratus ribu aku fikir kau itu kaya" ucap pengemis itu menatap uang seratus ribu itu dengan jijik.
"Lalu" tanya Rayhan.
"Tambah" ucapnya.
"Tuan kami akan bawa dia keluar" ucap kedua satpam itu.
"Jangan biarkan saja dia di sini" ucap Rayhan.
"Kau mau berapa" tanya Rayhan.
"Satu juta" ucapnya.
"Kau sehat umur mu masih muda kenapa gak kerja" tanya Rayhan.
"Terserah aku hidup lah kenapa kau ngatur" ucapnya marah pada Rayhan.
"Ck dasar miskin adab" ucap Rayhan.
"Suka suka mending aku dari pada kau pembunuh bahkan Rayhan hidup tak akan tenang karena kau seorang pembunuh" ucap nya.
Rayhan emosi dengan ucapan nya apa lagi dia tau kalau Rayhan adalah seorang pembunuh.
"Berani nya kau bilang begitu" ucap Rayhan marah.
Rayhan meraih leher pengemis itu, Rayhan mencengkeram nya dengan sangat kuat bahkan pengemis itu sampai terangkat oleh Rayhan.
Brak
Rayhan melempar pengemis itu sampai terlempar keluar dari perusahaan Rayhan.
"Pergi kau dari sini" ucap Rayhan.
Namun dia tak mau pergi dia hanya tersenyum saja pada Rayhan.
Rayhan mendekat pada orang itu Rayhan menampar orang itu sampai mengeluarkan darah dari hidung nya.
"Pergi dari sini atau kau akan celaka" ucap Rayhan.
Pengemis itu pergi dari sana meninggal kan perusahaan Rayhan.
Sedangkan fotografer itu hanya menatap Rayhan dengan tatapan senang karena sekarang dia mendapat potretan tentang kekerasan Rayhan tanpa editan.
"Huhh berani sekali dia sudah meminta lalu menghina" gumam Rayhan yang sekarang sudah mengontrol emosi nya.
Lukas datang ke sana.
__ADS_1
"Ada apa tuan" tanya Lukas.
"Ada pengemis dia minta uang aku kasih tapi dia malah menghina aku sebagai pembunuh" ucap Rayhan.
"Tuan apa jangan jangan" ucap Lukas.
Rayhan menatap pada Lukas.
"Jangan jangan apa" tanya Rayhan.
"Ikut lah ke ruangan ku tuan" ucap Lukas.
Rayhan mengikuti Lukas sampai ke ruangan nya karena ada hal penting yang akan Lukas bicarakan dengan Rayhan.
"Ada apa" tanya Rayhan.
"Tuan jangan jangan pengemis itu orang suruhan Dion atau Van karena mana mungkin orang orang tau tentang mu" ucap Lukas.
"Ya bisa jadi itu" ucap Rayhan.
"Tuan apa kau lihat bagai mana orang nya" tanya Lukas.
"Tidak aku tak lihat karena kan muka nya cemong dengan tanah" ucap Rayhan.
"Pandai sekali tuan, Van dan Dion bermain mereka sampai menyewa orang lain hanya untuk membuat nama mu tercemar" ucap Lukas.
"Tapi apa guna nya mereka melakukan ini Lukas" tanya Rayhan.
"Aku takut nya mereka akan memasukan video mu pada media, tuan kalau sampai itu terjadi aku tak bisa bayangkan bagai mana nantinya" ucap Lukas.
"Tapi aku gak salah" ucap Rayhan.
"Tetap saja tuan kalau kau sampai menampar dan melempar orang itu kau sudah termasuk ke dalam kekerasan tuan" ucap Lukas.
"Separah itu" tanya Rayhan.
"Tentu saja tuan" ucap Lukas.
"Astaga kalau sampai terjadi bagai mana nantinya" ucap Rayhan.
"Aku akan usaha kan berita itu gak akan nyebar" ucap Lukas.
"Ya" ucap Rayhan.
Sedangkan di perusahaan Ajeng Widirdja.
Raya tengah berada di ruangan mamah nya itu.
Karena sekarang Bu Ajeng tengah menghadiri meeting bersama dengan beberapa klien nya.
Raya duduk di sofa Rungan itu lalu datang lah Fikri ke sana membawa sebuah berkas yang harus di tanda tangani oleh Bu Ajeng.
"Raya" ucap Fikri.
Raya menatap pada mantan kekasih dan kakak tiri nya itu.
"Ya" ucap Raya.
"Sedang apa di sini kapan datang" tanya Fikri.
"Aku sedang menunggu mamah katanya mamah mau bertemu" ucap Raya.
"Oh" ucap Fikri yang langsung duduk di sofa bersebrangan dengan Raya.
"Kau kerja" tanya Raya.
"Ya" ucap Fikri.
"Oh" ucap Raya.
"Gak sangka ya dunia sangat sempit" ucap Fikri.
"Maksud mu" tanya Raya.
"Ya kemarin kita sepasang kekasih dan sekarang kita adik kakak" ucap Fikri.
"Sudah lah" ucap Raya.
"Oh ya kak setelah masuk kuliah kau akan ambil pagi atau siang" tanya Raya.
"Malam kaya nya seru" ucap Fikri.
"Ck kau mau uji nyali kalau malam" ucap Raya.
"Ya biar ada seru seru nya" ucap Fikri.
"Terserah " ucap Raya.
"Apa kau sudah mengandung" tanya Fikri.
"Belum aku belum berfikir untuk punya anak" ucap Raya.
"Ya itu lebih baik" ucap Fikri.
"Kemana mamah" tanya Raya.
"Kata nya ketemu klien" ucap Fikri.
"Ya di mana" tanya Raya.
"Di cafe yang sedang populer itu" ucap Fikri.
"Oh dengan siapa" tanya Raya.
"Dengan perusahaan almarya" ucap Fikri.
"Oh aku belum dengar" ucap Raya.
"Ya karena kan yang paling populer itu perusahaan suami mu" ucap Fikri.
"Ya aku sangat bersyukur" ucap Raya.
"Setidaknya adik ku menikah dengan seorang laki laki yang kaya raya" ucap Fikri.
"Kau ini bisa saja" ucap Raya.
Bu Ajeng datang ke sana dengan di ikuti oleh sekertaris nya.
Bu Ajeng menatap pada Raya.
"Raya kapan datang" tanya Bu Ajeng.
"Tadi" ucap Raya.
"Syukurlah kau datang sekarang hari ulang tahun mu jadi mamah mau merayakan nya" ucap Bu Ajeng.
"Ulang tahun" tanya Raya bingung.
"Bukan nya hari ulang taun ku masih jauh bahkan hampir satu bulan lagi" ucap Raya.
"Tidak sekarang kau ulang tahun dulu Ayah kamu sengaja membuat mu satu bulan lebih tua" ucap Bu Ajeng.
"Oh" ucap Raya.
Bu Ajeng membawa kan kue bolu dan menyimpan nya di atas meja di ruangan nya itu.
__ADS_1
bersambung...