
Di kediaman Rayhan, Nita sekarang sedang menceramahi putri bungsunya itu karena semalaman tak pulang dan dengan tanpa berfikir panjang Zia datang kesana untuk menemui Akash yang sedang Honey Moon.
"Jadilah wanita mahal Zia, kau sangat gampang di manfaatkan laki laki" ucap Nita sejak tadi bicara pada Zia.
"Sudah Mah, Kasihan Zia" ucap Topan yang sudah bosan mendengar ceramah istrinya itu yang sejak tadi hanya mengulang ulang ucapannya.
"Mas kau sama saja, kau terlalu memanjakan Zia lihat dia sekarang manja dan sangat kekanak kanakan" ucap Nita menatap tajam pada Topan.
"Tapi mah" ucap Topan.
"Kalian sama saja, Rayhan dia juga memanjakan Zia dan kau juga akan membela Zia, kalau kau begini terus maka mamah akan kirim kamu ke Asrama" ucap Nita.
"Kenapa mah" tanya Rayhan yang baru saja datang bersama dengan Raya.
"Ini salah kau Rayhan" ucap Nita.
"Aku" tanya Rayhan.
"Ya karena kau terlalu memanjakan Zia lihat dia sekarang menjadi Bod*h karena cinta, dan mamah ingatkan saat kamu gajihan nanti Mamah harap yang pegang uang itu Raya" ucap Nita.
Saat Rayhan hendak bicara, dia melihat Topan yang menempelkan jarinya pada bibirnya mengkode pada Rayhan agar diam saja dan mendengarkan ocehan Nita.
"Ya mah aku minta maaf" ucap Rayhan pasrah.
"Besok mamah akan pulang, mamah harap kau bisa menjaga Zia dengan baik Rayhan mamah tak mau Zia menjadi lepas kendali" ucap Nita.
"Mah kenapa pulang, tinggalah di sini lebih lama" ucap Rayhan.
"Mamah harus pulang karena sawah dan kebun mamah di kampung tak ada yang jaga, mamah titip pada mang Ujang kasihan mang ujang sudah tua sekarang" ucap Nita.
"Ya baiklah supir ku akan mengantar kalian" ucap Rayhan pasrah.
"Raya maafkan mamah karena tak bisa menemani kamu di hari hari pertama kamu tinggal di rumah Rayhan" ucap Nita.
"Tak apa Mah, ada Kak Zia juga kan di sini jadi aku ada temannya" ucap Raya.
"Ya mamah harap kau bisa menjaga Zia" ucap Nita yang langsung menatap Zia dengan tatapan tajam.
"Aku akan menjaganya Mah" ucap Raya sambil tersenyum.
"Aku akan ke kamar" ucap Rayhan dan langsung mengajak Raya ke dalam kamarnya untuk membereskan pakaiannya ke dalam lemari.
Hal itu menjadi kesempatan juga bagi Zia untuk kabur dari ceramahan sang mamahnya yang sejak tadi tak membiarkannya masuk kedalam kamar.
Di dalam kamar Raya menatap kamar Rayhan yang polos dengan cat berwarna putih saja.
"Pak Ray dimana aku bisa menyimpan pakaian ku" tanya Raya.
"Lemari itu masih kosong Raya, kau bisa menyimpannya di sana" ucap Rayhan.
Raya membuka lemari yang Rayhan maksud, Raya terkejut melihat pakaian Rayhan yang hanya beberapa biji saja sedangkan lemari itu cukup besar.
"Pak Ray apa baju mu hanya sedikit" tanya Raya.
"Itu banyak Raya, ada piyama 5 setel, ada jas, kemeja dan celana bahan 6 setel, baju hoddie 2, jaketku hanya ada 4 dan pakian dalamku..." ucap Rayhan mengingat ingat ****** ********.
"Sudah pak Ray, tapi kenapa pakaian mu sedikit bukannya kau punya banyak uang kenapa tak kau belikan saja pakaian" ucap Raya.
__ADS_1
"Untuk apa banyak pakaian, aku tak akan memakainya semua sekaligus kan" ucap Rayhan.
"Bukan begitu, tapi.. " ucap Raya terpotong.
"Sudah aku akan turun dan makan" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Raya sendirian.
"Aku belum selesai bicara" gerutu Raya.
Karena kesal Raya pun memasukan pakaiannya dengan bibir cemberut, setelah selesai semua Raya hendak turun kebawah bergabung dengan keluarga Rayhan.
"Raya sini makan" ucap Nita dari meja makan.
"Ya mah" timbal Raya mendekat pada keluarga suaminya itu.
"Ayo makanlah, kau harus banyak makan" ucap Nita pada Raya yang baru saja duduk di meja makan.
Rayhan menatap Raya yang sekarang sedang menyuapkan makanan pada mulutnya, dengan cepat Rayhan beranjak dari meja makan karena sudah selesai makan.
"Rayhan apa kau mau tambah nasi" tanya Nita.
"Tidak mah aku akan bekerja saja" ucap Rayhan yang langsung menuju ke dalam kamarnya.
Malam harinya, Raya sangat gelisah karena takutnya Rayhan akan melakukan hal itu pada Raya.
Jujur saja Raya belum siap melakukan hal itu apa lagi kalau sampai punya anak.
Rayhan datang ke dalam kamar dia mengambil bantal dan selimut.
"Pak Ray kau akan kemana" tanya Raya.
"Raya aku akan tidur di Sofa saja" ucap Rayhan.
"Aku tak mau kau merasa risih jika tidur denganku" ucap Rayhan.
"Pak Ray tidurlah di ranjang, lagian ranjang ini sangat besar aku akan sangat berdosa jika membiarkan suamiku tidur di Sofa" ucap Raya.
"Benarkah" tanya Rayhan yang hanya di balas anggukan oleh Raya.
Rayhan merebahkan dirinya di ranjang sebelah Raya,
"Aku akan mandi" ucap Raya yang langsung pergi ke kamar mandi.
Karena belum mengantuk Rayhan memutuskan untuk melihat lihat sosial medianya, berselancar di dunia maya membuat Rayhan sedikit tau tentang bagaimana keadaan di luaran sana.
"Oh ya ampun banyak sekali kejadian bencana alam" gumam Rayhan melihat layar ponselnya.
"Aku harap mereka baik baik saja" gumam Rayhan lagi.
Mata Rayhan menatap pada Raya yang baru saja keluar dari kamar mandi, hal yang paling membuat Rayhan terkejut adalah baju yang sekarang sedang Raya pakai.
"Kenapa dia harus pakai baju itu" gumam Rayhan.
Raya membaringkan badannya di ranjang sebelah Rayhan.
"Raya, bisakah kau tak memakai baju itu lagi" tanya Rayhan.
"Memangnya kenapa" tanya Raya yang tak paham pada maksud ucapan Rayhan.
__ADS_1
"Tidak hanya saja itu membuat mu sedikit gemuk" ucap Rayhan.
"Oh ya, tak apa Pak Ray lagian hanya untuk tidur saja tak aku gunakan untuk keluar kamar" ucap Raya.
"Apa kau tak suka" tanya Raya pada Rayhan.
"Tidak aku sangat suka" ucap Rayhan tersenyum tipis.
"Baiklah aku akan tidur, oh ya pak Ray besok aku akan mulai kuliah seperti biasa lagi, aku sudah mengambil jadwal kelas pagi supaya tak sering bertemu dengan Fikri" ucap Raya.
"Ya biar aku antar" ucap Rayhan.
"Ya terima kasih pak Ray" ucap Raya.
"Sama sama".
Keesokan harinya Raya sudah bersiap memakai baju kuliahnya, dengan segera Raya membantu Nita dan Bi Ratna membuatkan sarapan untuk semua orang.
"Raya apa kau akan kuliah" tanya Nita.
"Ya mah, aku akan mulai kuliah karena sudah beberapa hari ini aku ijin pada dosen" ucap Raya.
"Raya mamah harap kau bisa betah di sini" ucap Nita.
"Aku betah mah".
"Tolong jagakan Rayhan dan Zia untuk mamah, mamah percaya padamu" ucap Nita pada menantunya itu.
"Ya mah aku akan jaga mereka" ucap Raya.
Rayhan yang sudah bersiap pun datang kesana dan duduk di meja makan.
"Mah dimana Zia" tanya Rayhan pada mamahnya yang sekarang sedang masak.
"Sejak kemarin mamah tak melihat Zia keluar kamar" ucap Nita.
"Anak itu pasti dia sedang merajuk" ucap Rayhan.
"Biarkan saja mamah sangat marah pada Zia, Ray bisa bisanya Zia meminta antar pada Lukas lihat sampai sekarang Lukas belum juga pulang" ucap Nita.
"Tak apa mah nanti aku akan naikkan gajih Lukas" ucap Rayhan.
"Ya harus karena sudah mau mengantar adikmu itu" ucap Nita.
Sedangkan Zia saat ini dia sedang berada di kamarnya menatap foto kebersamaan dirinya dengan Akash dahulu, karena hubungan Zia dan Akash sudah menginjak 3 tahun lamanya jadi pantas saja Zia susah untuk melupakan Akash.
Zia menatap pada jam dinding yang ada di kamarnya.
"Oh ya ampun sudah pukul tujuh pagi" ucap Zia sambil mengusap air matanya.
Zia turun dari kamarnya menuju lantai bawah namun dia tak mendapati keberadaan Rayhan disana.
"Mah apa kakak sudah berangkat" tanya Zia.
"Baru saja berangkat katanya Raya ada kelas pagi" bukan Nita yang menjawab tapi Topan karena Nita masih marah pada Zia.
"Lalu bagaimana aku berangkat bekerja" ucap Zia.
__ADS_1
"Naik taksi saja Zia" jawab Topan.
Bersambung..