
Di kamar Rayhan sekarang sedang kesal karena mamah nya lebih memilih membela orang itu dari pada Rayhan, apa lagi yang tadi Rayhan lihat itu benar benar nyata.
"Arghh kenapa jadi aku yang salah" gumam Rayhan marah.
Drtt drtt
Ponsel Rayhan berdering layar ponsel itu menampakan nama Rega di sana.
"Ada apa Rega menelpon" gumam Rayhan.
📞📞
"Ya ada apa" tanya Rayhan ketus.
"Tuan aku mau bilang kalau di rumah mu ada penyelundup yang masuk, tapi aku sudah beri tau tapi kau mematikan ponsel nya" ucap Rega.
"Bukan mati tapi sinyal nya buruk" ucap Rayhan.
"Ya tapi tadi ada suara keras tuan" ucap Rega.
"Ya mereka tengah mengecek sound" ucap Rayhan.
"Oh" ucap Rega.
"Kau bilang apa penyelundup, siapa" tanya Rayhan.
"Ya tuan aku sudah melihat dari rekaman Cctv di mobil mu itu, orang yang kau tendang itu dia penyelundup tuan, dia bekerja sama dengan anak buah Van Armasta" ucap Rega.
"Dari mana kau tau dia itu mang Koko tetangga nya mamah" ucap Rayhan.
"Entah tuan tapi aku seratus persen yakin kalau orang yang bersama nya itu tadi adalah Anak buah Van yang menyamar" ucap Rega.
"Tetap saja kau lihat hasil rekaman nya kan aku yang di salah kan Rega" ucap Rayhan.
"Ya tuan tapi di rekaman ini tak terlihat kalau orang itu mengarah kan pisau nya pada Nyonya" ucap Rega.
"Lalu apa kau akan menyalahkan aku juga seperti orang lain" tanya Rayhan marah.
"Tentu saja tidak tuan mana mungkin aku begitu" ucap Rega.
"Aku sedang emosi sekarang" ucap Rayhan.
"Baik lah aku tutup telpon nya tuan" ucap Rega.
📞📞
Zia datang ke kamar Rayhan,
"Kak Rayhan" ucap Zia yang langsung masuk ke dalam kamar kakak nya itu.
"Apa" tanya Rayhan ketus.
"Jangan begitu kak, kau menendang mang Koko dia itu tetangga mamah untung saja dia baik" ucap Zia.
"Zia aku beneran melihat mang itu mengarah kan pisau itu pada mamah, aku tak ngada ngada" ucap Rayhan.
"Tapi tetap saja kak aku malu ih" ucap Zia.
"Sudah lah maaf kan kakak, sekarang aku sedang banyak pikiran jadi masalah sepele saja aku anggap besar" ucap Rayhan memijat keningnya.
"Rubah sikap kak sebelum kak Raya mengetahui siapa kakak sebenar nya, aku tak mau dia sampai kecewa karena melihat sikap asli kakak yang jauh dari kata baik" ucap Zia menatap wajah sang kakak.
"Zia aku hanya ingin membelas kematian Nenek dan masa lalu ku yang suram karena Dion" ucap Rayhan.
"Kak sudah lah maaf kan saja, lagi pula Nenek juga sudah tenang di alam sana, sekarang pikirkan saja bagai mana hidup kakak" ucap Zia.
"Kau tak akan paham Zia" ucap Rayhan.
"Kak aku juga sama, sama merasakan akibat nya tapi mau bagai mana lagi ini sudah menjadi takdir" ucap Zia.
Rayhan memutar bola matanya malas meladeni adik nya itu yang sekarang banyak ceramah.
"Lalu apa dengan balas dendam Nenek akan hidup lagi, keluarga kita akan balik lagi seperti dahulu?, Hah tidak kan?" Tanya Zia.
"Ya Zia aku tau tapi setidaknya aku bisa melampiaskan amarah ku ini pada orang yang sudah menghancurkan keluarga kita" ucap Rayhan.
"Ya sudah terserah kakak saja" ucap Zia.
Namun di ambang pintu Raya tengah mendengar kan percakapan itu, dan hal itu menjadi bukti yang sangat kuat bagi Raya kalau Rayhan bukan manusia sembarang.
Karena melihat Zia yang akan keluar, Raya pun langsung pergi dari sana menuju ke kamar Zia.
"Apa benar ya kata Zia, tapi aku juga belum siap untuk memaafkan orang orang itu" gumam Rayhan.
Di kota sekarang Lukas tengah melihat rekaman Cctv yang Rega berikan pada nya tadi pagi, karena saking sibuk nya Lukas sampai lupa pada video itu.
Mata Lukas menatap pada layar saat melihat Mina yang sedang bicara dengan seseorang dan setelah nya dia datang ke sana.
"Aku kenapa bisa ceroboh begini" gumam Lukas.
Lukas memeriksa rekaman yang ke dua dan di sana terlihat saat pengemis itu datang ke perusahaan Rayhan.
"Oh jadi Mina mata mata musuh tuan" gumam Lukas.
Lukas memberikan pesan pada Rayhan.
{Tuan apa kita perlu memecat Mina} pesan dari Lukas.
Tak lama setelah nya Rayhan membalas pesan singkat dari Lukas.
{Jangan dulu aku mau dia bicara jujur nanti, kau pantau Lukas jangan sampai Mina tau tentang ini} balasan pesan dari Rayhan.
{Baik tuan}.
"Pandai sekali musuh tuan ini mempermainkan Tuan Rayhan, kalau sampai aku tau siapa orang nya maka aku tak akan segan segan membalas nya" gumam Lukas.
Lukas berjalan ke arah para karyawan yang berada di ruangan nya bahkan sekarang semua karyawan masih berada di sana padahal sudah waktunya pulang.
__ADS_1
Lukas mencari cari keberadaan Mina namun tak dia temukan.
"Tuan pekerjaan kami sudah selesai" ucap salah satu karyawan.
"Ya sudah kalian boleh pulang" ucap Lukas.
"Baik tuan".
Lukas mencari Mina ke ruangan khusus OG,
"Di mana Mina" tanya Lukas.
"Tuan Mina sudah tak masuk kerja selama dua hari ini" ucap OB di sana.
"Oh pantas aku tak melihat nya" ucap Lukas.
Lukas berjalan ke arah ruangan nya untuk menghubungi Rayhan.
{Tuan Mina sudah dua hari tak masuk kerja} pesan Lukas.
{Biar kan saja kalau sampai besok gak kerja kita cari dia sampai dapat} balas Rayhan.
{Baik tuan}
Di kampung sekarang Rayhan tak melakukan apa apa karena malas saja kalau ke luar rumah sudah pasti banyak yang membicara kan Rayhan yang sudah menendang mang Koko.
Apa lagi sekarang Rayhan tengah di pusing kan dengan sikap Raya yang seolah tengah melihat hantu jika dekat dengan Rayhan.
Raya masuk ke dalam kamar Rayhan.
"Mas kata mamah mau makan" tanya Raya namun sekarang Raya sedikit menjauh dari Rayhan.
"Gak aku gak lapar" ucap Rayhan.
"Baik lah aku akan pergi" ucap Raya.
"Sini" ucap Rayhan.
Raya mendekat pada Rayhan dengan perlahan karena takut kalau Rayhan marah.
Setelah cukup dekat Rayhan menarik tangan Raya dan membawa nya ke dalam dekapan nya.
Raya memberontak bahkan dia sangat takut pada Rayhan.
"Ray kau kenapa kau menjauh dari ku sekarang" tanya Rayhan.
Raya mencoba membuat dirinya tak takut pada Rayhan dan bersikap seperti biasa.
"Menjauh bagai mana mas aku tak menjauh hanya saja aku sibuk membantu" ucap Raya berusaha baik baik saja walau pun dalam hatinya dia tak bisa tenang.
"Baik lah" ucap Rayhan.
"Aku akan ke depan lagi" ucap Raya.
"Kau takut pada ku" tanya Rayhan.
"Tidak mana mungkin aku takut" ucap Raya.
"Mas kau ini, aku tak takut" ucap Raya.
Rayhan mendekat kan wajah nya pada Raya, dia hendak menci um Raya namun Raya langsung memalingkan wajah nya.
"Jangan sekarang mas" ucap Raya.
"Banyak alasan" ucap Rayhan.
"Mas jangan begitu" ucap Raya.
"Yasudah kalau emang mau ke depan" ucap Rayhan.
Raya menatap pada suami nya yang sedang marah itu, walau bagai mana pun Raya adalah istri Rayhan jadi sudah menjadi tugas Raya untuk melayani suami nya itu.
"Mau sekarang" tanya Raya.
"Gak usah katanya sibuk" ucap Rayhan ketus.
"Jangan marah ya sudah ayo lakukan" ucap Raya.
"Boleh" tanya Rayhan yang di balas anggukan kepala oleh Raya.
Hingga terjadi lah adegan ranjang yang cukup lama terjadi.
Sedangkan Musuh sekarang sedang mengintai Rayhan Karena akan menjebak Rayhan lagi.
"Bagai mana apa yang akan kita perbuat sekarang" ucap anak buah Dion.
"Tunggu saja sampai aku berikan kalian aba aba" ucapnya.
"Ya".
Saat ini Rayhan Keluar dari rumah karena akan melihat orang orang yang masih bekerja di sana.
Musuh beraksi hendak menembak Rayhan dengan mengarah kan pelatuk pistol nya pada Rayhan, namun karena banyak nya orang yang berlalu lalang di sana jadi musuh kesusahan menembak Rayhan.
"Apa kau Gi la akan menembak sekarang" ucap salah satu teman nya.
"Ya memang nya kenapa" tanya nya.
"Di sini banyak orang bagai mana kalau terkena orang lain" ucapnya.
"Itu lebih baik" ucapnya.
Dia mengarah kan pelatuk nya, dan..
Dorr
Peluru itu meleset dan menembak tembok yang berada di samping Rayhan.
__ADS_1
"Rasa kan itu, sekarang Rayhan pasti akan datang kemari" ucap teman nya itu.
"Ayo nyamar" ucap anak buah Van.
Mereka menyamar menjadi penduduk di sana dengan hanya memakai kaos dan celana pendek keluar dari persembunyian dengan membawa keresek hitam yang besar.
Rayhan celingukan mencari orang yang melepas kan peluru tadi, namun Rayhan tak melihat orang yang mencurigai karena banyak nya orang di sana jadi Rayhan merasa kesusahan.
"Siapa yang sudah berani berani nya menembak ku bagai mana kalau terkena pada orang lain" gumam Rayhan.
"Pak ini di letak kan di mana" tanya Anak buah Van yang membawa kantong kresek yang isinya bahan makanan.
"Simpan saja di dapur" ucap Rayhan sampai tak melihat wajah nya karena celingukan mencari orang yang hendak menembak tadi.
Musuh berhasil lolos dari pandangan Rayhan.
Rayhan kemudian memanggil anak buah nya yang berjaga di sana.
"Ya tuan" tanya anak buah Rayhan.
"Bagai mana kerja kalian itu, ada Musuh yang akan menembak ku tapi kalian diam saja kinerja kalian itu sangat pa yah apa tak bisa kalian sedikit waspada" ucap Rayhan marah pada anak buah nya itu.
"Maaf tuan tapi semua aman saja" ucap nya.
"Aman? Kau fikir aman? Lalu siapa tadi yang hendak menembak ku" tanya Rayhan marah.
"Maaf tuan tapi benar saya gak tau" ucapnya.
"Alasan aku kecewa dengan kinerja kalian kalau sampai besok ada kejadian seperti ini lagi maka aku tak akan maafkan kalian aku akan langsung memecat kalian di hadapan orang orang" ucap Rayhan ketus.
"Baik tuan" ucapnya.
"Kembali lah bekerja" ucap Rayhan.
"Baik tuan".
Rayhan kembali lagi ke dalam rumah nya karena sudah terlanjur marah pada kelalaian Anak buah nya itu.
Namun Rayhan tak sadar ternyata di sisi lain ternyata ada Raya yang sekarang tengah melihat dan mendengar kan percakapan mereka.
"Astaga aku tak paham sekarang bagai mana mungkin laki laki yang aku anggap suami ku, aku anggap dia laki laki yang paling baik tapi ternyata dia tak sebaik itu" gumam Raya.
Raya mencoba mengontrol emosi nya saat berada dekat dengan Rayhan karena tadi juga Rayhan bisa menebak Raya yang sedang ketakutan.
"Aku harus tenang, tahan emosi mu Raya jangan perlihatkan ekspresi takut mu pada mas Rayhan karena dia tau kalau aku ketakutan" gumam Raya.
Rayhan sekarang tengah marah di kamar nya bahkan dia tak segan segan menghancurkan gelas yang ada di sana.
"Arghh kapan aku akan menang dari Van Armasta dan Dion kalau anak buah ku saja seperti ini" geram Rayhan.
Drtt drtt
"Siapa yang menelpon ku" geram Rayhan.
📞📞
"Tuan maaf aku besok akan datang ke sana karena Alena meminta aku ke sana, soal urusan perusahaan aku sudah serahkan pada anak buah ku" ucap Lukas.
"Terserah, tapi ajak juga anak buah mu yang lain Lukas karena anak buah di sini tak be cus kerja" ucap Rayhan.
"Tak be cus bagai mana" tanya Lukas.
"Kau bayang kan saja ada yang akan menembak ku tapi mereka tak tau pelakunya siapa" ucap Rayhan marah.
"Apa pelaku anak buah Van" tanya Lukas.
"Entah lah aku gak tau" ucap Rayhan.
"Baik lah tuan kalau begitu aku akan ke markas dulu untuk membawa anak buah yang handal ke sana" ucap Lukas.
"Ya".
📞📞
"Anak buah Lukas? itu semua kan anak buah ku" geram Rayhan.
Rayhan duduk di ranjang dia menatap ke arah depan.
Drt
Ada pesan masuk ke ponsel Rayhan.
{Tuan orang yang menembak mu masih ada di sana, dia sedang berada di dekat mobil mu} pesan dari Rega.
"Apa" gumam Rayhan.
{Sebut kan ciri ciri} pesan Rayhan.
{Yang satu pakai baju merah dan yang satu lagi pakai baju hitam} pesan Rega.
{Tuan mobil mu ada yang memindah kan} pesan Rega lagi.
"Apa mobil ku ada yang pindah kan" gumam Rayhan yang langsung berlari ke arah luar.
Dan ternyata benar mobil Rayhan ada yang memindahkan ke halaman rumah tetangga sebelah.
Namun keluar papah nya Rayhan dari mobil itu.
"Papah kenapa memindahkan mobil nya" gumam Rayhan.
Rayhan melihat lihat orang yang Rega maksud tapi banyak sekali orang yang pakai baju hitam dan merah, ada ibu ibu ada juga anak kecil.
"Ck Rega tak jelas" gumam Rayhan.
{Siapa apa laki laki atau perempuan} pesan Rayhan.
{Laki laki tuan}.
__ADS_1
"Di mana orang nya banyak yang pakai baju hitam dan merah" gumam Rayhan.
bersambung