
Pagi hari nya Raya sudah bersiap karena akan ke kampus, selama beberapa hari ini Raya libur karena ada urusan dan sekarang Raya akan masuk lagi.
"Mau aku antar" tanya Rayhan.
"Boleh" ucap Raya.
Mereka berdua makan bersama di meja makan,
"Mas aku akan ambil dulu tas" ucap Raya saat setelah selesai makan.
"Ambil kan punya ku sekalian" ucap Rayhan.
"Ya mas" ucap Raya.
Raya mengambil tas nya dan tas Rayhan, namun Raya juga tak lupa mengambil secarik kertas yang di berikan Zia yang isinya alamat markas Rayhan.
"Hari ini aku harus segera cari tau siapa mas Rayhan" gumam Raya.
Raya kembali lagi ke ruang tamu ternyata Rayhan sudah menunggu di sana.
"Biar aku bawa tas mu" ucap Rayhan yang langsung membawa tas Raya.
Raya kembali ke meja makan karena akan membereskan piring bekas Rayhan.
Setelah selesai Raya langsung mengunci pintu dan keluar dari sana menuju ke mobil Rayhan.
Raya masuk ke mobil dan duduk di samping Rayhan.
"Ayo mas" ucap Raya.
"Sudah" tanya Rayhan.
"Sudah mas" ucap Raya.
Mereka menuju ke kampus Raya, di sepanjang perjalanan Raya hanya menatap pada ponselnya, dari kemarin sampai sekarang Raya tak menerima lagi pesan dari nomor misterius itu.
"Apa mereka meneror ku" batin Raya.
Tanpa terasa mereka sudah sampai di kampus, dan di sana sudah ada Rahma yang menunggu Julia dan Raya.
"Mas aku akan masuk" ucap Raya.
Raya menyodorkan tangan nya pada Rayhan, karena sudah terbiasa Rayhan membiarkan Raya menyalami tangan nya.
Cup
Rayhan mencium kening Raya,
"Aku akan masuk, mas hati hati di jalan ya" ucap Raya.
"Ya" ucap Rayhan ketus singkat dengan ekspresi dingin karena setiap saat pun Rayhan sangat lah dinding dan datar.
Raya mendekat pada Rahma.
"Hy" sahut Raya.
"Raya kau masuk kuliah lagi" tanya Rahma.
"Ya aku baru pulang kemarin" ucap Raya.
"Syukur lah aku rindu pada mu" ucap Rahma.
"Dimana Julia apa dia belum datang" tanya Raya.
"Belum mungkin masih di perjalanan" ucap Rahma.
"Oh" ucap Raya.
"Ayo kita tunggu saja di sini" ucap Raya menunjuk pada bangku di pinggir jalan.
"Ya" ucap Rahma.
__ADS_1
Ini kesempatan bagi Raya karena pikir Raya, Julia pasti akan di antar oleh Rega dan sekarang Raya akan bertanya pada Rega siapa Rayhan aslinya.
Semalam Raya berpikir akan bertanya pada Lukas tapi sayang nya Lukas sangat dekat dengan Rayhan takutnya Lukas akan memberi tau kan pada Rayhan.
"Lama ya" ucap Raya.
"Itu dia" ucap Rahma menunjuk pada Julia dan Rega yang baru saja datang bersama dengan Rega.
"Jul" ucap Raya.
"Hey" ucap Julia.
Raya mendekat pada Rega.
"Bisa kita bicara" tanya Raya.
"Silahkan Nona" ucap Rega.
"Aku mau tanya apa mas Rayhan punya bisnis lain kata Zia dia punya markas" tanya Raya.
"Hah dia memang punya markas Nona tapi dia tak melakukan bisnis apa apa selain perusahaan nya, pasti Nona Zia itu salah paham Nona" ucap Rega.
"Salah paham bagai mana" tanya Raya.
"Ya salah paham karena mungkin dia datang tapi dia tak tau Tuan Rayhan melakukan apa" ucap Rega.
"Masa sih" tanya Raya.
"Oh ya baik lah Nona aku harus permisi karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Rega.
"Ya baik lah" ucap Raya.
Raya kembali lagi ke tempat di mana Rahma dan Julia berdiri.
"Ada apa dengan Rega" tanya Julia.
"Tak ada aku hanya penasaran saja, jadi begini aku kan tau kalau Rega itu kaki tangan nya mas Rayhan yang aku pertanyakan Rega itu bekerja di bagian mana karena kalau di perusahaan dia tak ada" ucap Raya.
"Katanya sih dia itu punya bisnis jual beli gitu" ucap Julia.
"Dulu aku sempat bertanya pada nya tapi dia jawab begitu" ucap Julia.
"Sudah lah kalian ini hanya masalah sepele kan jadi jangan di debat kan" ucap Rahma.
"Ya sih, oh ya tapi Rahma kau kan pengantin baru cerita kan pada kita bagai mana kondisi mu sekarang apa kau sudah berencana akan segera punya anak" ucap Raya menggoda Rahma.
"Kalian ini" ucap Rahma.
"Ayo lah cerita" ucap Raya.
"Ntar di kelas" ucap Rahma.
Mereka bertiga duduk di bangku kelas.
"Jadi bagai mana" tanya Raya.
"Aku sudah berencana sih tapi bagai mana lagi aku belum di kasih saja sama Allah" ucap Rahma.
"Yang sabar ya aku juga sampai sekarang belum" ucap Raya.
"Ya mau bagai mana lagi Ray aku sekarang tertekan dengan Mamah mertua aku, dia ingin sekali punya cucu tapi aku harus apa kalau aku belum punya aku harus apa" ucap Rahma.
"Bu Mira seperti itu" tanya Raya.
"Ya karena kan kak El itu anak tertua dan kak El juga umur nya sudah cukup matang jadi kata mamah Mira dia sudah cocok menjadi seorang Ayah" ucap Rahma menunduk.
"Sabar ya Rah aku yakin kau akan secepatnya Hamil" ucap Raya.
"Kenapa dia ingin sekali kau hamil, Rahma kau masih berusia 18 tahun sekarang bukan kah gak boleh punya anak di bawah umur" tanya Julia.
"Entah lah" ucap Rahma.
__ADS_1
"Bagai mana kalau kau periksa saja ke dokter" ucap Raya.
"Periksa" tanya Rahma.
"Ya periksa saja, dan kau ikut program hamil" ucap Raya.
"Oh ya ada kah" tanya Rahma.
"Tentu saja ada, semua nya ada Rahma" ucap Raya.
"Ya aku setuju pada Raya, syukur syukur bisa sambil tes kesuburan" ucap Julia.
"Ya aku akan coba" ucap Rahma.
Di markas sekarang Rayhan tengah mengintrogasi anak buah Van Armasta, sejak tadi dia hanya menyebutkan nama Dion adinata saja.
"Aku tak percaya kalau yang menyuruh mu Dion adinata" ucap Rayhan.
"Percaya lah tuan" ucapnya.
"Tapi katanya kau anak buah Van" tanya Rayhan.
"Ya aku anak buah tuan Van tapi aku di suruh Dion adinata" ucap nya.
"Lalu" tanya Rayhan.
"Ya mereka bekerja sama" ucapnya.
"Oh baik lah di mana mereka berada sekarang" tanya Rayhan.
"Mereka selalu kumpul di markas Blooder".
"Baik lah ayo kita Serang markas Van sekarang" ucap Rayhan.
"Baik tuan" ucap Lukas, Rega dan yang lain nya.
"Ayo siap kan senjata" ucap Rayhan.
"Baik tuan".
Anak buah Rayhan sudah berada di dalam mobil Karena sekarang mereka akan menyerang Van armasta.
"Ayo" sahut Rayhan memerintahkan para anak buahnya untuk melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan Rayhan sudah sangat geram pada Van apa lagi Rayhan sangat yakin kalau dalang di balik masalah yang sekarang Rayhan alami ini adalah akibat ulah Van Armasta.
"Awas kau Van Armasta aku tak akan segan segan membuat mu sehancur hancur nya" gumam Rayhan
"Tuan pakai lah ini" ucap Rega menyodorkan baju Anti peluru pada Rayhan.
"Tak perlu aku tak butuh itu" ucap Rayhan.
"Baik lah" ucap Rega karena tak mau membantah Rayhan.
"Persiap kan diri kalian aku ingin musuh hancur sehancur hancur nya" ucap Rayhan.
"Baik tuan" serempak dalam mobil.
Sesampainya mereka di sana Rayhan langsung turun dan mengangkat senjata nya dan menembakan peluru nya ke atas.
Dorr
Anak buah Van yang berada di markas sekarang mereka keluar karena panik mendengar suara tembakan.
"Panggilan untuk tuan kalian" ucap Rayhan ketus dan datar.
"Mau apa kau datang"' tanya anak buah Van pada Rayhan.
"Tak ada hanya ingin mampir saja ke markas teman ku" ucap Rayhan tersenyum menyeringai.
"Tuan tak ada dia sedang mengantar berlian ke Dubai" ucap nya.
__ADS_1
"Oh ya" tanya Rayhan.
bersambung...