
Keesokan harinya Rayhan mengantar Raya ke kampusnya, hari ini niatnya Rayhan akan bicara dengan Julia pasal pernikahanya mau bagaimana pun juga Julia dan Raya dulunya teman namun karena Raya menikah dengan Rayhan jadi Julia marah pada Raya.
"Dimana Julia" tanya Rayhan mencari kesegala arah.
"Itu Julia Pak" ucap Raya menunjuk Julia yang sekarang sedang duduk di taman sendirian.
"Ayo kesana" ucap Rayhan namun Raya hanya diam saja menatap Rayhan yang sekarang sudah dekat dengan Julia.
"Hy" sapa Rayhan pada Julia.
Julia melihat pada laki laki yang baru saja memanggilnya.
"Mas Ray" gumam Julia yang hendak pergi dari sana.
"Tunggu aku hanya ingin bicara sesuatu padamu" ucap Rayhan.
"Apa" tanya Julia.
"Aku harap kau tak bermusuhan lagi dengan Raya kalian teman baik bukan, jadi kenapa harus bermusuhan apa kau marah karena aku menikah dengan Raya" tanya Rayhan.
"Tidak, aku hanya..." ucap Julia memikirkan suatu alasan yang tepat untuk berbohong pada Rayhan.
"Julia asalkan kamu tau saja aku suka pada Raya, maaf karena aku tak suka padamu, Jul kau cantik banyak laki laki yang mau padamu" ucap Rayhan.
"Ya mas tapi tetap saja tak ada yang seperti mu" ucap Julia.
"Maafkan aku tapi aku sekarang milik Raya" ucap Rayhan pura pura menyesal.
"Tak apa, maafkan aku juga karena bersikap keterlaluan pada Raya, aku marah kemarin" ucap Julia.
"Tak apa Raya sudah memaafkan tapi kalian akrab lagi ya, jadilah teman yang baik dan saling membantu" ucap Rayhan.
"Baik mas".
"Aku permisi" ucap Rayhan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Julia yang masih duduk di kursi taman itu.
Rayhan menatap pada arah sekitar namun tak ada Raya di sana.
"Apa Raya sudah masuk kelas" gumam Rayhan.
Rayhan mengambil ponselnya dari saku celananya.
{ Raya apa kau sudah masuk kelas } pesan Rayhan.
{ sudah aku ada kelas sekarang } balas Raya.
Rayhan dengan cepat melajukan mobilnya menuju kantornya karena hari ini akan banyak sekali pekerjaan yang menantinya di kantor.
Drttt drtt..
📞📞
..."Ada apa" tanya Rayhan pada anak buahnya yang menelpon....
..."Tuan Anggota Blooder mengubrak abrik markas kita, saya rasa anggota Blooder semakin banyak sekarang" ucap anak buah Rayhan di sebrang sana....
..."Aku akan kesana sekarang" ucap Rayhan....
📞📞
"Ya ampun masalah kantor juga belum selesai di tambah lagi masalah di markas, benar benar anggota Blooder dia sudah mengibarkan bendera perang padaku" ucap Rayhan bermonolog.
📞📞
..."Lukas ke markas sekarang" teriak Rayhan di sambungan telpon....
..."Baik tuan" ucap Lukas....
📞📞
Rayhan kembali melajukan mobilnya menuju Markas Tiger Group, Rayhan semakin marah pada mereka karena mereka mengabaikan kesempatan kedua dari Rayhan.
Maka sesuai ucapan Rayhan tempo lalu Rayhan tak segan segan akan menghancurkan Anggota Mafia itu, karena semakin Rayhan biarkan maka anggota itu akan semakin bebas mengibarkan bendera perangnya.
__ADS_1
"Sudah aku beri kan kalian kesempatan kedua tapi kalian mengabaikannya" gumam Rayhan.
"Jika aku berbuat sesuatu maka jangan salahkan aku" gumam Rayhan lagi.
Mobil Rayhan terparkir sempurna di halaman markas yang cukup luas itu, tak ada siapa pun disana dengan cepat Rayhan masuk kedalam dan betapa terkejutnya Rayhan saat melihat kalau kaki dan tangan semua anak buahnya di ikat dan mulutnya di lakban.
"Tuan euhhh euhh" ucap anak buah yang di lakban itu mengarahkan Rayhan agar melihat pada apa yang sedang dia tunjukan.
Sebuah samurai akan melesat pada badan Rayhan dan untung saja Rayhan sigap dan langsung menghindar.
"Mau apa kalian kemari" tanya Rayhan.
"Tentu saja karena perintah dari ketua" ucap anak buah anggota Blooder itu dengan percaya diri.
Anak buah Blooder keluar dari tempat persembunyian mereka dan langsung mendekat pada Rayhan dan mengepung Rayhan dari segala penjuru ruangan itu.
"Ck kalian datang tapi dimana ketua kalian apa dia sedang bersembunyi karena takut aku akan membunuhnya" ucap Rayhan.
Hahahahah
Semua anak buah anggota Blooder mentertawakan Rayhan, dan hanya suara tawa saja yang menggema di ruangan itu.
Rayhan mendekat pada anak buahnya yang sekarang sedang di ikat masal di tengah tengah ruangan itu, semua anak buah Rayhan masih sadar namun karena tangan dan mulut mereka di ikat jadi mereka tak bisa berbuat apa apa.
Saat musuh tengah asik mentertawakan Rayhan, Rayhan menjatuhkan pisau kecil dari dalam sakunya dan tepat jatuh di kaki anak buahnya itu.
Tak ada seorang pun yang menyadari hal itu karena mereka semua asik mentertawaka Rayhan.
"Diam kalian membuat telinga ku sakit" bentak Rayhan.
"Kau berani juga Bocah" ucap anak buah anggota Blooder yang Rayhan yakini orang itu adalah orang kepercayaan ketua karena hanya dia lah yang berani bicara sejak tadi.
"Kau lihat pintu itu, jalan keluar ada di sana" ucap Rayhan.
"Kenapa kau mengusir? Apa kau takut Rayhan karena kau kalah jumlah, lihat lah anak buahku bahkan ada dua puluh orang sedangkan kau hanya seorang" ucapnya sombong.
"Ya aku hanya sendiri tadi keberanianku tak akan membuat aku takut" ucap Rayhan.
Anak buah itu mendekat dan memukul serta membogem mentah badan serta muka Rayhan, dalam hati Rayhan juga sudah merasa kalau kali ini dia akan kalah namun Rayhan tetap optimis dan melawan mereka sebisa mungkin.
Slahh..
Tajamnya Samurai merobek kulit tangan Rayhan dan sedetik itu pula darah segar mengalir dari tangan Rayhan membasahi baju kemeja Rayhan.
Namun Rayhan bukan tipikal orang yang akan menyerah selagi dia masih bisa berdiri dia tak akan mengalah dengan cepat.
Rayhan melayangkan Bogem mentah pada anak buah itu.
Dorr
Dorr
Rayhan menempak anak buah musuhnya itu dan tepat sasaran hingga membuat anak buah musuh berkurang, namun tangan Rayhan sudah merasakan sakit dari luka itu.
Tangan Rayhan merasa kram bahkan kalau terlalu lama begini bisa bisa Rayhan akan kalah dan kehabisan darah.
Sedangkan anak buah Rayhan sekarang sudah berhasil membuka tali yang mengikat pada tangannya, dia langsung membantu teman temannya untuk segera bebas dari ikatan itu dan segera membantu Rayhan.
"Jauhi ketua kami" teriak anak buah Rayhan.
Anak buah musuh yang masih selamat langsung melihat pada anak buah Rayhan yang sekarang sudah terlepas dari ikatan.
"Lawan mereka" teriak anak buah Rayhan yang langsung melawan musuh karena tak terima ketuanya sampai babak belur dan mengeluarkan banyak darah.
"Tuan ayo kita segera ke rumah sakit" tanya anak buah Rayhan yang melihat Rayhan sekarang sudah tak kuat lagi.
"Tidak aku tak akan membiarkan musuh menang di markas ku" ucap Rayhan.
Rayhan hanya memandangi saja anak buahnya yang sekarang sedang bertarung dengan musuhnya bahkan banyak sekali musuh yang tumbang karena kalah jumlah.
"Maaf tuan tadi kami kecolongan, bahkan mereka berhasil membuat kami pingsan dengan obat bius" ucap anak buah Rayhan yang menemani Rayhan melihat pertarungan itu.
"Tak masalah" ucap Rayhan sambil meringis kesakitan karena luka yang berada di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Satu persatu lawan pun bisa di kalahkan.
"Bawa mereka semua ke penjara dan kurung mereka di sana" titah Rayhan pada anak buahnya.
"Baik tuan" serempak.
Rayhan menatap kepergian anak buahnya yang membawa musuh ke ruangan penjara.
Namun pandangan Rayhan langsung hitam kepalanya terasa berputar dan....
Brugh
Rayhan ambruk ke lantai dan pingsan karena banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya.
"Tuan" teriak anak buah Rayhan panik dan langsung menelpon Dokter untuk segera datang kesana karena tak ada waktu lagi untuk membawa Rayhan ke rumah sakit.
Satu jam kemudian..
Rayhan saat ini sedang di periksa oleh Dokter, bahkan Rayhan saat ini sedang butuh donor darah namun sejak tadi Rayhan hanya punya satu kantung darah saja.
Sedangkan kata Dokter Rayhan masih butuh satu kantung lagi.
"Dokter mereka semua tak ada yang punya golongan darah yang sama dengan pasien Dok" ucap suster.
"Lalu bagaimana sekarang" tanya Dokter.
"Selamatkan ketua kami" ucap anak buah Rayhan dengan sangat kasar pada Dokter.
"Baik tuan akan kami usahakan tapi kami butuh satu kantung darah lagi" ucap Dokter.
Tiba tiba datang Lukas kesana dengan berlari dan tergesa gesa karena Lukas baru mendapat kabar kalau Rayhan pingsan dan di rawat di Markas.
"Apa Tuan baik baik saja" tanya Lukas.
"Tuan membutuhkan satu kantung lagi darah tuan Lukas" jawab anak buah Rayhan.
"Dokter apa golongan darahnya" tanya Lukas.
"B+" ucap Dokter.
"Darah saya sama, ambil saja darah saya" ucap Lukas menyerahkan diri pada Dokter untuk di ambil darahnya.
"Sus ambil semple darah tuan ini" ucap Dokter.
Hasil menunjukan kalau darah Lukas dan Rayhan sama, dengan senang hati Lukas mendonorkan darahnya karena ingin membantu tuanya itu.
Sore harinya, Raya menunggu Rayhan untuk menjemputnya namun sudah dua jam lamanya Raya menunggu tak ada tanda tanda Rayhan menjemput Raya.
"Kemana pak Ray, aku menunggunya sudah lama" gumam Raya menatap jam tangannya yang sekarang menunjukan pukul tiga sore hari.
Mobil Avanza hitam berhenti di hadapan Raya dan keluarlah laki laki yang sudah tak asing bagi Raya dia adalah Fikri kakak tirinya Raya sekali gus mantan Raya.
"Masih lama menunggu, aku tebak suami mu tak akan menjemput" ucap Fikri.
"Kenapa kau tak masuk kelas" tanya Raya.
"Aku libur" ucap Fikri.
"Libur atau meliburkan sendiri" tanya Raya meledek.
"Aku antar kau pulang" ucap Fikri.
"Tidak usah pak Ray akan segera menjemputku" ucap Raya menolak Fikri.
"Ayo lah aku tak akan melakukan apa apa aku hanya akan mengantar mu pulang lagian kita kan kakak adik jadi harus saling membantu bukan" ucap Fikri.
"Benar ya hanya mengantar" tanya Raya.
"Ya" ucap Fikri.
"Baiklah aku mau di antar pulang oleh mu, mungkin pak Ray tak akan menjemput karena sibuk" ucap Raya yang langsung naik kedalam mobil.
Bersambung..
__ADS_1