
Degghh..
Jantung Nita seketika sakit mendengar hal itu bukannya apa apa tapi dengan menanyakan Mamah Lynda, Nita jadi ingat pada masa lalu yang kelam yang merenggut nyawa mertuanya itu.
"Aku akan ceritakan bagaimana kejadiannya" ucap Nita.
Flash Back Onn...
12 tahun yang lalu
Rumah kediaman Lynda House sekarang sedang di rundung duka karena baru tadi pagi keluarga itu menyelesaikan pemakaman ibu Rubiah ibu kandungan nya Nita.
Ibu Rubiah meninggal karena sudah lama dia mengalami sakit sakitan, mungkin faktor usia juga yang menyebabkan dia sering mengeluh kesakitan.
Suasana masih Duka keluarga itu sedang membaca Surat Yasin untuk mengirimkan Doa pada Ibu Rubiah.
Namun dengan tiba tiba tanpa mereka semua sadari, ada segerombolan penjahat yang masuk kedalam rumah itu, mereka semua memakai topeng bahkan mereka melakukannya di siang hari.
Bledaggg..
Bunyi ledakan terdengar di luar rumah, Nita sekeluarga pun langsung keluar untuk melihat ada keributan apa di luar sana, namun asap tebal menghalangi pandangan mereka bahkan Aziya dan Rayhan yang saat itu berusia 12 dan 13 tahun pun ada di sana menyaksikan para gerombolan itu datang.
Nita yang tau kalau mereka sedang dalam bahaya pun langsung membawa Aziya dan Rayhan pergi dari sana menuju halaman belakang rumahnya.
Nita menyuruh Rayhan dan Aziya pergi dari sana menuju rumah Puput Auntynya yang tak jauh dari sana, bahkan tadinya Aziya dan Rayhan pun menolak karena ingin terus bersama dengan ibunya tapi Nita memaksa dan akhirnya mereka naik taksi menuju rumah Puput dan mereka selamat.
Sedangkan Nita dia tertangkap oleh para gerombolan itu, Nita di bawa ke halaman rumahnya yang saat itu mamah Lynda dan Topan sudah di ikat dengan tali.
"Hahahah berani nya kau mau kabur" ucap laki laki yang memakai topeng.
"Siapa kamu" tanya Topan.
"Tak perlu tau siapa aku, yang paling penting aku datang kesini untuk mengambil semua harta mu hahahah" ucap Laki laki itu.
"Dasar Bdeb*h lepaskan aku, ada urusan apa kalian" tanya mamah Lynda marah.
"Tante aku saran kan kau tak banyak bicara paham" bentaknya.
"Jangan meninggikan suara mu di hadapan mamah ku pecund*ng" ucap Topan.
"Ck Kalian semua geledah setiap rumah bawa barang berharga yang mereka punya" teriak laki laki bertopeng itu memberi perintah pada anak buahnya.
Setelah semuanya sudah mereka bawa, laki laki itu melemparkan Bom yang akan meledak kapan saja pada ruang tengah rumah itu bahkan Nita juga tak tau berapa banyak Bom yang mereka lemparkan kedalam rumah itu.
Mereka semua pergi dari sana meninggalkan Nita, Topan dan mamah Lynda yang masih terikat, untung saja ikatan pada Tangan Nita longgar jadi Nita dengan cepat bisa membukannya.
__ADS_1
Nita membukakan tali yang mengikat tangan Mamah Lynda dan Topan, tali itu berhasil Nita lepaskan namun hitungan Bom itu sangat cepat bahkan belum sempat mereka keluar dari rumah itu Bom nya sudah meledak.
Bledagg..
Bledaggg..
Saat itu juga Nita terhempas ke dinding pagar yang cukup jauh dari sana, sedangkan Topan dia terpelanting dan mengenai pohon yang ada di halamannya.
Sedangkan mamah Lynda dia tak bergerak dari tempatnya karena Shok mendengar suara ledakan, tiba tiba bangunan rumah nya itu runtuh dan mengubur mamah Lynda dengan reruntuhan itu.
Bahkan tubuh Topan pun terkena batu bata yang runtuh dari rumahnya itu, mereka bertiga tak sadarkan diri di tempat mereka masih masing.
Saat itu tak ada yang menolong mereka bahkan orang orang hanya melihat dari kejauhan saja, mereka lebih memilih menunggu kedatangan polisi kesana.
Yang terkena reruntuhan itu ternyata bukan keluarga Topan saja tadi anak buah dari gerombolan tadi pun ada yang terkena juga bahkan saat sudah tertimpa reruntuhan pun dia masih hidup namun tak bertahan lama.
Polisi datang dan langsung membawa keluarga itu ke rumah sakit karena mereka semua mengalami luka yang cukup berat, setelah di periksa oleh Dokter.
Nita akhirnya sadar juga Nita hanya mengalami sakit pada tubuhnya saja karena terhempas dan menghantam dinding pagar yang keras.
Luka di tubuhnya pun hanya luka ringan.
Dan Topan dia mengalami benturan pada kepalanya, saat itu Topan di nyatakan Koma setelah melakukan oprasi pada kepalanya.
Saat itu juga Puput dan Arka datang kesana, saat ini Puput juga sedang berduka karena ibu kandungnya baru kemarin meninggal dan sekarang dia harus mendengar lagi berita kalau Mamah Lynda juga meninggal.
"Kak" ucap Puput memeluk sang kakak yang sekarang sedang menangis histeris.
Karena fikir Nita dia hanya tinggal punya mamah Lynda saja setelah ibu kandung Nita meninggal, tapi Nita harus kehilangan kedua ibunya dalam tempo yang cepat.
"Bagaimana bisa terjadi kak" tanya Puput yang sudah menangis karena kehilangan mamah Lynda bahkan Puput juga sudah menganggap mamah Lynda sebagai mamah nya juga.
"Cerita nya panjang Put" ucap Nita.
"Kak yang sabar ya" ucap Arka suaminya Puput yang ikut menenangkan.
"Dimana kak Topan" tanya Arka.
"Dia koma" ucap Nita menangis histeris.
"Astagfirulloh" ucap Arka.
"Aku tau dari anak anak tentang kabar ini" ucap Arka lagi.
Nita seketika ingat pada kedua anak nya yang dia suruh datang ke rumah Puput.
__ADS_1
"Dimana anak anak" tanya Nita.
"Mereka ada di rumah Kak bersama dengan mamahnya Arka" ucap Puput.
"Terima kasih kalian sudah datang" ucap Nita.
Acara pemakaman mamah Lynda pun di lakukan keesokan harinya, hanya ada Nita, Puput dan Arka yang hadir di acara pemakaman itu karena tak ada lagi saudara yang mereka punya.
Nita pun masih memakai kursi roda karena luka di seluruh tubuhnya belum kering dengan benar.
Nita menunggu Topan yang sekarang masih koma di dalam ruangan Ugd.
Rayhan dan Aziya pun datang kesana betapa senangnya mereka melihat mamahnya yang selamat dari kejadian itu.
Rayhan dan Aziya memeluk Nita dengan erat.
"Mamah dimana Nenek" tanya Zia yang waktu itu masih berusia 12 tahun.
"Sayang Nenek sudah tiada" ucap Nita.
"Apa" serempak, kedua bocah itu menangis di pelukan Nita karena mereka tak percaya kalau Nenek mereka akan meninggal juga.
Hari demi hari Nita melewatinya di rumah sakit, hingga Nita pulih dan bisa beraktifitas seperti biasa.
Hari itu mungkin sudah hampir satu bulan Nita berada di rumah sakit bersama dengan kedua anaknya dan sejak itu banyak sekali wartawan yang datang untuk mewawancarai Nita di rumah sakit.
Hingga satu bulan ini berita di televisi penuh dengan berita peledakan yang terjadi di kediaman Lynda itu.
Banyak sekali para pembisnis yang menjenguk Nita di rumah sakit bahkan banyak yang memberikan bantuan pada keluarga Nita itu.
Tetapi yang tak Nita pahami adalah sudah satu bulan ini polisi belum juga menemukan pelaku dari peledakan itu, Nita berinisiatif untuk menyanyakan langsung ke kantor polisi itu.
Nita pergi dengan memakai jaket dan masker yang menutupi tubuhnya supaya tak terlihat orang lain atau wartawan.
"Kalian diam di sini jaga Papah ya mamah akan pergi ke kantor polisi" ucap Nita.
"Ya mah hati hati" ucap Rayhan.
Nita pergi dari sana menggunakan taksi menuju kantor polisi, namun Nita harus menelan kekecewaan atas apa yang dia dengar langsung dari mulut para polisi itu.
Mereka semua beralasan kalau kasus ini adalah kasus pribadi keluarga Nita bahkan tak segan segan mereka menghina Topan kalau Topan lah yang salah jadi Nita harus menerima peledakan ini dengan tabah.
Nita sempat memaksa pada polisi itu untuk mencari sekali lagi tapi mereka seolah menutup kasus itu dengan banyaknya alasan yang menurut Nita tak masuk akal.
bersambung lanjut besok yaa
__ADS_1