
Dua tahun kemudian
"Rayna" teriak Raya yang sekarang tengah menyiapkan makanan.
Putri kecil nya itu sangat bandel apa lagi saat ini tengah aktif sekali sampai sampai Raya merasa kewalahan.
Untung saja ada Rayhan yang bisa membantu nya.
Saat ini Rayhan sangat bergantung pada Lukas apa lagi kepercayaan markas semua nya sudah Rayhan berikan pada Lukas.
"Tuan aku punya kabar gembira, Alena tengah mengandung" ucap Lukas.
"Wah kalau begitu selamat" ucap Rayhan.
"Ya tuan terima kasih" ucap Lukas.
Rayna kecil berjalan ke arah papahnya yang sekarang tengah berbincang dengan temannya.
Rayna yang masih sangat kecil dia tak tau akan senjata sedang kan Rayhan dia selalu menaruh senjata di mana saja.
Rayna menggunakan nya hingga dia mengarah kan pistol itu pada Lukas.
Rayna menekan nya seketika pelatuk itu mengeluarkan peluru dan hendak saja mengenai Lukas.
Namun karena Lukas ahli dalam bela diri dia juga ahli dalam persenjataan akhirnya Lukas bisa mengelak.
Dor
Peluru itu mengenai dinding ruang tamu Rayhan, karena terkejut Rayna menangis dan Lukas sampai sekarang masih terkejut karena bocah sekecil itu bisa menggunakan senjata.
"Ada apa mas" tanya Raya.
"Ayna menembak kan pistol itu" ucap Rayhan.
"Tuh kan sudah aku bilang kalau pistol itu jangan di taruh di mana mana jadi di pake main kan oleh Ayna" ucap Raya mengomel.
"Sayang Putri kecilku jangan tembak Paman, paman sekarang rasanya ingin hidup lama sekali bahkan paman ingin melihat putra paman bandel seperti dirimu" ucap Lukas pada Ayna.
Keesokan harinya Rayhan mendapatkan kabar kalau sekarang markas tengah di serang orang asing.
Hingga Rayhan harus turun tangan menghadapi nya karena tak mau sampai anak buahnya kenapa kenapa.
__ADS_1
Hingga pertarungan itu selesai Rayhan bisa mengalah kan semua nya namun atas kemenangan itu Rayhan harus kehilangan Lukas untuk selama lama nya.
Lukas mendapatkan luka cukup serius di tubuh nya bahkan jantung nya juga tertembak dan hal itu sudah tak mungkin terselamatkan Lukas di nyatakan meninggal di tempat.
Kabar itu terdengar sampai pada Alena dia sangat hancur mendapati Lukas yang terbaring di atas blangkar dengan luka dan darah yang memenuhi tubuh nya.
"Lukas" ucap Rayhan tak tahan lagi dia menangis di hadapan semua orang, Rayhan sudah menganggap Lukas sebagai keluarga nya bahkan Rayhan juga sudah sangat menyayangi Lukas sebagai adiknya.
Tapi sekarang Lukas terbaring tanpa nyawa di atas blangkar.
Rayhan pulang ke rumah nya dia tak sanggup melihat Lukas yang sudah tak ada itu.
"Ada apa mas" tanya Raya saat melihat suami nya menangis.
Rayhan langsung memeluk Raya mencari Sandaran untuk membuat nya kuat.
"Lukas meninggal" ucap Rayhan yang langsung menangis.
"Hah benarkah" tanya Raya terkejut bahkan Raya juga sangat tak percaya.
"Ya aku tak kuasa melihat nya Raya" ucap Rayhan menangis layaknya anak kecil.
"Sabar lah" ucap Raya.
"Mas sudah" ucap Raya.
"Raya aku tak sangka kalau Lukas ku akan pergi secepat ini" ucap Rayhan menangis di pelukan Raya.
Beberapa Minggu kemudian Rayhan selalu mengunjungi makam Lukas Bahkan Rayhan akan berakhir menangis kalau sudah dari sana.
Hari ini Raya ikut karena dia tak mau suaminya semakin lemah.
Alena datang ke sana Dena membawa sekotak surat.
"Rayhan" ucap Alena.
"Al" ucap Rayhan.
"Aku tau kau sangat kehilangan tapi Rayhan apa kita akan seperti ini terus, sudah lah lupakan Lukas dia sudah tenang di sana" ucap Alena.
"Ya" ucap Raya yang langsung memeluk Alena mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
"Aku akan jaga pemberian terakhir Lukas" ucap Alena yang langsung mengusap perut nya.
"Aku mohon maafkan aku" ucap Rayhan.
"Tak apa, tapi sebelum meninggal dia memberikan ini pada ku" ucap Alena menyodorkan sekotak yang isinya surat itu.
Rayhan membukanya dia melihat sebuah poto yang di sana mengambarkan Rayhan dan Lukas yang tengah tertawa bersama.
Lalu ada sebuah surat juga.
(Terima kasih Tuan kau sudah membantu aku bahkan kau juga sudah menganggap aku sebagai saudara mu, itu sangat lah berharga buat aku apa lagi aku hanya lah anak sebatang kara yang tak memiliki harta, tapi kau menganggap aku keluarga dan memberikan aku pelajaran, terima kasih aku saja tak akan mungkin membalas semua kebaikan mu)
Rayhan menangis membacakan surat itu, baru kali ini rasanya Rayhan selemah ini saat di tinggal seseorang.
"Mas sudah" ucap Raya.
"Lukas maafkan aku" ucap Rayhan menatap pada Nisan yang ada di sana.
Lima tahun kemudian..
Seperti biasa Raya dan Rayhan akan mengantarkan anak mereka sekolah sekarang Ayna sudah kelas 2 sekolah dasar.
Karena Ayna cukup pintar jadi Ayna sekolah lebih awal.
"Ray" sahut teman teman nya saat melihat Rayna turun dari mobil papahnya.
"Jangan panggil aku Ray, panggil aku Ayna, kalian harus tau kalau Ray itu panggilan mamah dan papah" ucap Rayna.
"Sudah lah ayo masuk ke dalam belajar yang rajin ya" ucap Raya.
"Ya mah" ucap Rayna.
Saat ini Markas di kelola oleh Rayhan lagi ingin sekali rasanya Rayhan mengakhiri bisnis hitam itu tapi Rayhan sadar kalau itu di hentikan bagai mana dengan orang orang pasti banyak yang menganggur apa lagi Rayhan tak mungkin menelantarkan mereka.
Hingga sampai sekarang Rayhan tetap menjaga nya, setelah Lukas rasanya Rayhan tak percaya lagi pada orang lain apa lagi Rayhan terlalu takut kalau orang lain bernasib seperti Lukas.
**jangan lupa mampir ke Novel Rayna ya judulnya..
"perjodohan (Lian dan Rayna)"
terima kasih yang sudah mampir..
__ADS_1
semoga amal ibadah kalian di terima di sisi Alloh SWT.... amin**...