
Sampai sore hari Rayhan masih menunggu orang yang membuat berita receh itu,
"Kemana Lukas dan anak buah nya apa mereka tak bisa membawa cecunguk itu" gumam Rayhan menatap pada pintu yang sejak tadi tertutup.
"Tuan saya ijin mau pulang, istri saya akan melahirkan tadi saya dapat telpon" ucap anak buah Rayhan yang sekarang sedang menghadap pada Rayhan.
"Apa istri mu akan melahirkan" tanya Rayhan.
"Ya tuan".
"Pulang lah temani istri mu melahirkan, aku turut senang mendengar kabar itu" ucap Rayhan.
"Terima kasih tuan" ucap anak buah itu bahagia karena dia mendapat bos yang baik seperti Rayhan.
Rayhan tersenyum saat melihat Lukas membawa seseorang yang tangannya di ikat bahkan mulutnya pun di lakban.
"Tuan orang yang sudah menyebarkan berita receh itu" ucap Lukas.
"Bagus" ucap Rayhan.
Lukas membuka lakban orang itu, laki laki polos dan terlihat cupu bersujud di kaki Rayhan.
"Ampun tuan maafkan saya" ucap laki laki itu memohon pada Rayhan.
"Dari mana kau tau sumber berita itu" tanya Rayhan.
"Berita yang mana tuan" tanya laki laki itu tak tau.
"Lynda Arya Wijaya" ucap Rayhan dingin dan datar.
"Tuan berita itu sudah lama bahkan aku lupa kapan aku membuatnya" ucap Laki laki itu.
Bughh
Rayhan meninju laki laki itu tepat di bagian wajahnya, entah kenapa Rayhan sangat marah saat mendengar hal itu.
"Kau bilang lupa dan sudah lama, tapi kau seolah mencemarkan nama baik papah ku" teriak Rayhan menggema di markas itu.
"Apa? Ja- jadi kau anak Topan Wijaya" tanya Laki laki itu menatap Rayhan tak percaya, bahkan bicaranya sampai terbata bata.
"Apa kau mau membicarakan aku pada media" tanya Rayhan menatap tajam pada laki laki itu.
"Tidak tuan ampuni saya nanti saya akan menghapus semua berita tentang keluarga Wijaya itu" ucap laki laki itu memohon.
"Tuan apa kita bun*h saja dia" tanya Lukas.
"Ampun tuan saya menyesal" ucap laki laki itu pada Rayhan.
__ADS_1
"Lukas lepaskan ikatan tangannya" titah Rayhan pada asisten pribadinya itu.
"Dan kau lihat itu hapuslah berita itu" titah Rayhan menunjuk pada komputer yang berada di meja.
"Baik tuan" laki laki itu langsung mendekat pada komputer dan langsung mengutak atik komputer untuk menghapus berita yang sudah dia update 12 tahun yang lalu.
Laki laki itu menghapus semua beritanya di google mau pun di medial sosialnya yang lain, dan itu pun dengan pengawasan Rayhan yang terus melihat gerak gerik laki laki itu.
"aku tau pekerjaan mu sebagai reporter, aku tau tugas seorang reporter tapi jujur lah dalam memberikan berita kau tau kan seluruh negri ini melihatnya bahkan bisa sampai luar negri juga, jadi cari lah berita yang real yang benar adanya jangan asal dalam memberikan berita, kau tau berita ini sama saja dengan mencemarkan nama baik papahku" ucap Rayhan panjang lebar menasehati laki laki itu.
"Maafkan saya tuan, saya hanya mendengar dari orang lain saja" ucap laki laki itu.
"Aku maafkan kau sekarang, pergilah tapi ingat jika kau melakukan ini lagi aku tak akan segan segan padamu" ucap Rayhan.
"Baik terima kasih tuan" ucap laki laki itu yang langsung pergi dari sana.
Rayhan duduk di kursinya dia masih memikirkan caranya mencari laki laki yang bernama Dion itu.
"Lukas apa anak buahku masih berada di singapura" tanya Rayhan.
"Anak buah yang mengantar senjata tuan" tanya Lukas.
"Ya".
"Ada tuan rencananya mereka akan pulang ke negara kita lalu akan berangkat lagi ke hongkong" ucap Lukas.
"Aku akan mengabari mereka tuan" ucap Lukas yang langsung pergi dari sana untuk menghubungi anak buah Rayhan yang ada di singapura.
Rayhan menatap datar kedepan,
Namun mata Rayhan memicing karena melihat dua gadis yang datang kesana.
"Kakak" teriak Zia dengan suara cemprengnya.
Semua anak buah Rayhan langsung menatap pada kedua gadis itu, mereka semua kenal dengan Zia namun wanita yang di sebelahnya membuat semua anak buah Rayhan terpana melihat kecantikannya.
"Mau apa kalian kesini" tanya Rayhan dingin.
"Kakak aku mau minta uang" ucap Zia sambil menyodorkan tanganya pada Rayhan.
"Tak ada kakak kan sudah menarik semua pasilitas mu jadi kerja kalau mau uang" ucap Rayhan.
"Tapi kak gajian di perusahaan kakak kan masih lama" ucap Zia.
"Terserah kau saja" ucap Rayhan tak peduli pada adiknya itu.
"Ck kakak jahat" ucap Zia memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Terlihat oleh Rayhan kalau Alena akan mendekat, Rayhan tak mau Alena semakin lancang padanya apa lagi kejadian malam kemarin membuat Rayhan sedikit syok pada sikaf Alena yang bar bar.
"Lukas kita meeting sekarang" ucap Rayhan yang langsung bangkit dan pergi dari sana, Rayhan sekarang mulai menjauh dari Alena karena tak mau sampai Alena nekad melakukan hal itu lagi.
Zia memegang tangan Lukas yang akan pergi menyusul Rayhan.
"Lukas, mau kan kau pinjamkan aku uang hanya satu juta saja aku janji besok akan aku kembalikan" ucap Zia lemah lembut pada Lukas.
Lukas yang selama ini menyimpan perasaan pada Zia pun langsung tergoda oleh suara lemah lembuat dari Zia, Lukas seolah terhipnotis oleh Zia.
Lukas mengambil dompetnya yang selalu dia simpan di saku celananya.
Lukas menyodorkan uang dua juta pada Zia betapa senang nya Zia saat mendapat uang dari Lukas.
"Makasih Lukas" ucap Zia yang langsung memeluk Lukas dengan erat.
"Nona Zia lepaskan saya, malu" bisik Lukas pada telinga Zia padahal bukan malu karena di lihat anak buah Rayhan, tapi Lukas tak mau kalau dia semakin jatuh cinta pada Zia karena suatu hal yang sangat mustahil bagi Lukas untuk bersama dengan Zia.
"Terima kasih kau memang kakak yang baik, andai saja kakak kandung ku itu kamu Lukas mungkin aku akan sangat bahagia" ucap Zia.
"Aku akan pergi sekarang" ucap Lukas yang langsung pergi dari sana karena tak mau membiarkan Rayhan lama lama menunggu.
Lukas masuk kedalam mobil dan melajukan mobil itu ke tempat yang sudah di janjikan dengan pak Dion adinata itu.
Namun betapa terkejutnya Rayhan saat melihat kalau tempat yang pak Dion janjikan itu adalah hotel Delima dan hotel itu adalah hotel milik Alena.
"Kenapa hotel ini Lukas" tanya Rayhan pada Lukas dengan tatapan tajam.
"Tuan saya hanya mengikuti tadi lokasi Gps pak Dion" ucap Lukas.
"Ya ampun bagaimana kalau ada Alena" tanya Rayhan.
"Tidak akan tuan, karena Nona Alena dan Nona Zia sekarang pasti sedang belanja" ucap Lukas.
"Tapi aku tak memberikan Zia uang" ucap Rayhan.
"Atau jangan jangan kau memberikan uang pada Zia secara diam diam" tanya Rayhan dengan penuh selidik.
"Ya tuan" ucap Lukas.
"Ck Lukas jangan manjakan dia, dia selalu menyusahkan mu aku tak mau kau kesusahan karena Zia, Lukas" ucap Rayhan.
"Tak masalah tuan, Non Zia sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri" ucap Lukas.
"Baiklah kita akan masuk semoga saja tak ada Alena" ucap Rayhan yang langsung keluar dari dalam mobil.
Bersambung..
__ADS_1